Ternyata

Ternyata
bab 2


__ADS_3

Di perjalanan pulang dia atas motor.


Rio mengajakku berbicara akan tetapi, aku tidak tahu rio itu berbicara apa karena suara bising motor dan aku yang sedang memakai helm menjadikanku samar-samar mendengar suaranya.


"Nara kamu sudah pacar belum ?" tanya rio sambil mengendarai motornya


"apa ? acar ?..belum..mungkin nanti setelah ini aku bikin acar !" sambil kudekatkan helmku ke dekat helmnya


"kamu serius belum punya pacar ?"


"iyah, kalo kamu mau nanti aku bikinin acarnya !!" jawabku


"kalo aku jadi pacar kamu ?


kamu mau ngg ?" tanyanya lagi


"iyah, mau....apa susahnya sih bikin acar !" gerutuku


Rio pun tersenyum menanggapiku. Padahal dalam otakku aku berfikir. Inih anak kesambet apa pake minta dibikinin acar segala ?


ngidam kali ya ?.


Sesampainya di gerbang rumah aku pun turun dari motor rio. Tapi aku bingung kenapa rio tahu alamat rumahku yah ?


Padahal aku belum bilang padanya alamat rumahku !.


Aku pun segera masuk ke dalam rumah, tapi saat aku akan membuka gerbang. Tanganku di tahan oleh rio


"ra, bener kamu mau jadi pacar aku ?" tanyanya

__ADS_1


"maksud kamu apa rio ? kapan aku bilang ?"


tanyaku bingung


"barusan di jalan saat aku ngebonceng kamu ?


aku tanya kamu udah punya pacar ?


kalo belum aku pengen jadi pacar kamu ?!"


ucapnya sambil meraih tanganku dan digenggamnya dengan erat.


"what's ??


tadi si rio nembak aku ceritanya ?


aduuh, sumpah malu banget ini mah !"


ocehku dalam hati


"ra...nara....jadi gimana kamu mau kan jadi pacar aku ?" tanyanya menunggu jawabanku


"ah...ha'h !?....iyah aku mau tapi, apa ngg terlalu cepat rio ?" tanyaku


"menurutku tidak ada kata terlalu cepat untukku menyayangimu " sambil membelai rambutku dan mengusap pipiku


"awww,,,dedek ngg kuat mas di perlakuin manis kayak begitu" jeritku dalam hati


"ya udah, kamu masuk ke rumah gih

__ADS_1


di luar dingin, aku pulang dulu ya sayang keburu malem " titahnya


deg...


deg...


jantungku berdegub kencang


"iyah, hati-hati di jalan yaah !" sambil ku lambaikan tanganku dan dianggukki olehnya.


Sepeninggalnya rio pergi aku pun bergegas masuk ke dalam rumah. Kulihat mama dan papa sedang menonton di ruang tv.


Mereka pun menyuruhku untuk membersihkan diri dan mengajakku untuk segera makan malam.


Saat di meja makan orang tua ku bingung melihat aneh ke arahku dan kak dian yang sejak dari tadi selalu tersenyum sendiri.


Selesai makan malam aku dan kak dian pamit ke atas.


Di balkon rumah kami saling bertukar cerita. Ternyata aku dan kak dian sama-sama fallin in love.


Dia bercerita kalo dia baru jadian dengan seseorang yang menolong dirinya saat dia di keroyok oleh orang bayaran saingan bisnisnya.


Dia pun mencari tahu identitas wanita itu. Setelah 3 bulan berjuang mendekati wanita itu. Akhirnya, kak dian berhasil mencuri hatinya.


Aku turut bahagia akhirnya, kak dian bisa menemukan cintanya lagi. Karena, dulu kak dian pernah mempunyai pacar. Tapi pacar kak dian meninggal karena kecelakaan pesawat. Semenjak itu kak dian menjadi dingin kepada wanita.


Aku pun menceritakan pria yang menjadi pacarku sekarang. Walau harus mendapat ejekkan dari kak dian karena aku mendengar rio menanyakan pacar bukan acar makanan yang membuatnya tertawa terbahak-bahak.


Kak dian bersyukur ada pria yang mencintaiku dengan tulus. Dia mendo'akan ku untuk bisa selalu bahagia tersenyum seperti ini.

__ADS_1


__ADS_2