
Hari ini aku sudah pulang ke rumahku dan justin.
Aku keluar kamar tidur dan segera turun ke dapur menyiapkan sarapan untuk justin.
Kulihat bi asih dan minah sudah membereskan rumah. Aku pun pergi ke atas untuk membangunkan justin.
"sayang bangun " ucapku menbangunkan justin sambil mengusap rambutnya
"kiss morning sayang " ucapnya sambil memanyunkan bibirnya
"mmuuaach, ayo bangun..
hari ini kamu kerja !" ucapku meninggalkannya dan mengambil pakaian di ruang pakaiannya.
"sayaaang...." panggilnya
"iyaaa,,,kenapa justin ?" tanyaku menghampirinya
Justin menarik tubuhku ke mamar mandi dan menyiramkan air ke tubuhku.
"justin aku kan jadi basah !" ucapku memanyunkan bibirku
"mandi bareng sayang " dengan senyum smirknya
Aku pun dengan terpaksa membuka pakaianku dan mandi bersama justin.
__ADS_1
Tangan justin sungguh nakal menggerayangi tubuhku. Aku melotot padanya tapi, dia malah lebih seram dari padaku.
Aku pun hanya diam pasrah saat justin mengusap dan mencium setiap jengkal tubuhku.
Sesuatu yang berdiri tapi bukan keadilan. Selalu menunjuk ke arahku.
Sudah dipastikan kami akan lama di kamar mandi.
Aku pun terkulai lemas olehnya. Sungguh dia begitu tega padaku. Tidak pagi, siang, sore dan malam selalu meminta jatahnya.
Setelah selesai aku pun memakaikan justin dasi. Lalu justin pun turun ke bawah sedangkan diriku mengoleskan make up tipis ke wajahku terlebih dahulu.
Saat aku menuruni tangga justin sudah memasang wajah dinginnya di meja makan.
Apalagi saat melihat ke arahku seperti akan memakanku.
apa yang salah dengan pakaianku fikirku.
"kenapa sayang ?
bajuku sudah sopan, rok di bawah lutut dan kemejaku juga lengan panjang !" ucapku sambil memperlihatkan bajuku
"aku tidak suka melihat rokmu yang ketat membentuk tubuhmu apalagi kemeja putih menonjolkan dadamu yang besar !" ucapnya tanpa menyaring kata-katanya.
"whaat's ?" ucapku
__ADS_1
what the hell justin makiku dalam hati.
Jangan salahkan pakaianya, tapi salahkan saja badanku mengapa bentuknya seperti itu membuat orang berfikir lekuk tubuhku indah.
Aku pun memakai jas agak besar untuk menutupi bok"ng dan dadaku. Justin hanya tersenyum melihatku sambil menyodorkan piringnya untuk aku suapi.
Ini baru pagi hari tapi begitu banyak drama di hidupku. Setelah sarapan justin mengantarku ke perusahaan tidak lupa dia mencium keningku di dalam mobil. Lalu justin pun pergi.
Kak ken menghampiriku dan memberikan dokumen untuk ku periksa. Pekerjaanku sudah selesai. Aku pun pergi ke cafe yang ada di dekat kampusku.
Aku melayani pelangganku dengan ramah.
Saat aku mengantarkan pesanan kepada pelanggan aku selalu digoda oleh mereka.
Bagiku godaan itu sudah biasa selama masih di batas kewajaran.
Kulihat seseorang melambaikan tangannya padaku. Vero datang untuk bertemu dengan clientnya.
Aku pun menghampirinya dan menyapanya. Dia bertanya sedang apa lalu kemana saja diriku selama ini. Aku pun menjelaskan padanya kemarin aku sangat sibuk dan pergi ke jerman.
Vero hanya ber-oh ria saja dan mengajakku untuk menemaninya makan siang karena clientnya membatalkan pertemuannya.
Aku sudah menolak tapi, vero memaksaku dengan alasan dia tidak terbiasa sendiri.
Akhirnya aku pun menemani dia untuk makan siang. Selesai makan siang vero pamit kepadaku untuk kembali ke kantornya.
__ADS_1
Aku pun kembali melayani para pelangganku. Setelah selesai aku pulang ke rumah. Tapi saat aku di rumah aku seperti melupakan sesuatu. Tapi, apa ya ?