Ternyata

Ternyata
bab 28


__ADS_3

Nara pun pulang dari hotel tommy, semua orang sudah naik lantai atas apartemen. Sedangkan nara masih memarkir mobilnya. Sesudah menutup pintu mobil dan hendak menuju lift tiba-tiba tangannya di tarik oleh seseorang.


"siapa ? lepaskan !" nara pun mengeluarkan jurus beladirinya


"Ternyata kamu makin hebat queen !"


ucapnya di balik topi


"justin kamu ?


apa yang kamu lakukan di sini ?" tanya nara sambil melepaskan lengan justin yang dia kunci tadi


"kamu tidak meridukanku sayang ?" tanyanya sambil mengusap pipiku


"jangan panggil aku seperti itu justin, aku akan menikah sebentar lagi " ucapku


"apa katamu ? kau pasti sedang bercanda kan queen ?" tanyanya sambil mencengkram daguku


Aku pun memperlihatkan cincin yang di berikan tommy


"tommy tadi sudah melamarku dan seminggu lagi akan menikah !" ucapku tegas kepada justin


"aku sudah mencintaimu selama 2 tahun queen, aku menunggu selama 1 setengah tahun untuk bisa bertemu lagi denganmu dan kamu berjanji apa yang aku mau akan kamu berikan ?"


"apa kamu ingat ?" tanyannya dengan emosi dan memegang bahuku dan mengoyangkannya dengan keras

__ADS_1


"justin kumohon jangan seperti ini !" ucapku


"aku minta maaf, aku memilih tomny karena dia orang pertama yang melamarku !" jawabku tegas


"dia baru melamarmu queen, sekarang juga aku bisa menikahimu !" sambil menarik lenganku menuju mobilnya


"justin lepaskan aku, aku mohon !" ucapku sambil melepas cengkraman tangannya


tapi justin berhasil menyeretku ke mobilnya


Saat justin akan memasuki mobil tiba-tiba


brugh suara seseorang melayangkan tinjunya ke wajah justin.


Orang tersebut pun berkelahi dengan justin. Justin pun tersungkur tidak berdaya di atas aspal. Ternyata, orang itu tommy.


Aku pun berlari memeluk tommy erat.


"sayang aku takut...!" tangisku pecah di pelukkannya


"Ada aku sayang, kamu tenang yaah " sambil menenangkanku


Tommy pun menyuruh anak buahnya membawa justin ke rumah sakit dan membawa serta mobil justin.


"aku bawa kamu ke hotel aja yah sayang biar aku telpon orang tua kamu biar ngg khawatir" ajaknya

__ADS_1


Aku pun hanya menggangguk. Di perjalanan tommy menelpon papa untuk meminta izin membawaku pergi ke hotelnya.


Entah, mengapa papa mengizinkan tommy untuk membawaku pergi.


Aku pun masuk ke dalam kamar hotel, tommy menyuruhku untuk pergi mandi dan pakaian akan diantarkan pelayan ke kamar.


Tommy pun pergi ke kamar mandi sebelah. Setelah selesai aku menghampiri tommy di sisi ranjang yang sudah menungguku.


Dia mengambil kotak obat dan memberiku salep di lenganku yang memar. Saat justin menarikku lenganku tadi.


Setelah tommy mengobati lukaku aku bertanya kenapa dia datang di saat yang tepat.


Tommy pun bercerita jika dirinya tidak merasa nyaman dengan hatinya takut terjadi sesuatu padaku. Dia diam-diam mengikutiku sampai ke apartemen.


Dia meminta maaf saat dirinya tidak bisa menemuiku. Di sengaja menyuruh anak buahnya untuk mengikutiku.


Karena, pernah beberapa kali justin kepergok oleh anak buahnya mengikuti nara. Saat nara menjalankan aktivitasnya.


Tommy takut jika terjadi sesuatu pada nara saat dirinya tidak bisa menjaganya nara jauh darinya.


Nara pun menceritakan perlakuan justin yang mabuk dan datang ke apartemennya.


Lalu mencium paksa nara, nara sudah menangis dan berusaha melepaskan diri tapi, semuanya sia-sia.


Nara meminta maaf pada tommy karena nara tidak menceritakannya masalahnya.

__ADS_1


Nara takut tommy akan meninggalkannya.


__ADS_2