
Malam hari keluargaku sudah datang di kediaman wijaya.
Aku menyambut kedatangan mereka di depan pintu bersama justin.
Keluargaku pun masuk dan mengobrol dengan keluarga justin.
Aku mengambil baby al dari gendongan kak tiara.
Agar kak tiara bisa beristirahat di kamarnya. Pasti dia lelah fikirku. Aku membawa baby al ke ruang keluarga.
Aku bermain dengannya, karena dia sangat menggemaskan aku pun selalu mencium pipi gembulnya. Dia pun tertawa.
Kulihat matanya seperti mengantuk aku pun mengambil botol susu yang tadi kak tiara berikan bila baby al merengek.
Aku menimangnya sambil memegangi botol susunya. Karena kelelahan baby al pun tertidur di gendonganku.
Justin datang menghampiriku dan mengusap pipi baby al
"dia menggemaskan ya sayang ?" sambil melihat al yang sedang terlelap tidur
"iya, kamu mau menciumnya ?" tanyaku
cuuppp...
justin malah mencium pipiku sambil tertawa
__ADS_1
"ih, kamu mah...kenapa menciumku ?
gimana kalo ada yang liat justin ?!" kesalku sambil melihat sekeliling takut ada orang yang melihat
"hahah, kamu bilang mau cium ?
ya udah aku cium kok aku yang dimarahin sih ?" ucapnya tanpa bersalah
"terserah kamu aja, awas aku mau bawa baby al bobo di kamar !" sambil melewati justin.
Tapi, saat melewatinya justin menarik tubuhku ke pangkuannya.
"justin....nanti ada yang lihat !" ucapku ingin turun dari pangkuannya
"ngg ada sayang, kamu jangan bergerak begitu kamu nanti kamu membangunkannya !" ucapnya berbisik ke telingaku
Dia ngg bangun fikirku tapi, kenapa di bok"ngku kok ada benda keras yang menusuk. Melihat aku yang kebingungan dengan muka pucat membuat justin tertawa
"justiin kamu mesum !" ucapku kesal dan turun dari pangkuannya
Aku yang terkejut memberikan baby al ke pangkuan justin dan pergi meninggalkannya.
Aku pergi ke dapur dan meminum segelas air untuk menenangkan fikiranku.
Momy menyuruhku untuk memanggil keluargaku dan keluarga justin untuk makan malam.
__ADS_1
Kami pun berkumpul di meja makan dan segera menyantap makan malam. Baby al sudah di bawa ke kamar oleh justin dan ditunggu oleh pelayan. Justin selalu menatapku saat makan malam berlangsung. Dia memang tidak pernah banyak bicara hanya fokus padaku dan makanannya.
Berbeda dengan kak reza, kak dian dan aku yang selalu heboh dan menghangatkan suasana. Membuat cerita atau lelucon yang membuat anggota keluarga tertawa.
Setelah makan malam semua pergi ke dalam kamar masing-masing.
Aku pun masuk ke dalam kamarku setelah sikat gigi dan mengganti bajuku dengan baju tidur.
Saat aku keluar dari kamar mandi betapa terkejutnya diriku melihat justin sedang duduk di sisi ranjang.
"justin kamu sedang apa ?
cepat ke kamarmu sana aku mau istirahat" ucapku sambil menarik lengannya untuk keluar kamarku
"aku mau tidur di sini !" ucapnya datar
Ya tuhan, drama apa lagi ini ucapku dalam hati. Aku pun mencoba merayunya untuk mengusirnya.
"sayang, besok kita menikah besok aja bobo barengnya ?
aku janji besok aku pasrah di apain aja sama kamu !sueer " ucapku putus asa
Justin pun berdiri dan pergi meninggalkanku sebelum keluar dia membalikkan badannya dan mencium bibirku kilas.
"janji ya, besok aku akan menagihnya !" ucapnya
__ADS_1
"iya, iya aku janji udah sana pergi !" ucapku mengusirnya sambil menutup pintu kamar dan menguncinya.