
Saat aku masuk kedalam kamar justin mengunci pintu dan langsung menindih tubuhku.
"sayang kan tadi udah !" ucapku membelai rambutnya
" kamu ini, apa tidak lelah ?" tambahku
" aku tidak pernah lelah sayang saat bersamamu malah sebaliknya tubuhmu seperti obat lelah untukku !" ucapnya sambil membuka kancing bajuku dan mulai menciumi leherku.
Sungguh stamina justin tidak pernah ada hentinya. Sepanjang malam dia terus bermain denganku. Bermacam-macam gaya telah kami lakukan. Tapi, justin tak kunjung berhenti juga.
"sayang aku lelah !" ucapku sambio mendesah padanya
" sebentar lagi sayang, aku keluar !" ucapnya dengan masih sibuk dengan permainannya.
Setelah 2 jam akhirnya justin tumbang di sampingku. Aku membelakanginya dan justin menyelumutiku dan mencium pundakku.
"selamat tidur sayang semoga mimpi indah !" ucapnya sambil memelukku dengan erat
Pagi pun datang aku bangun dari tidurku dan membersihkan diri. Setelah itu mempersiapkan keperluan justin.
Dia masih tertidur pulas. Mungkin dia kelelahan setelah bekerja seharian.
Aku pun turun ke bawah menyiapkan sarapan di bantu bi asih.
Seseorang memelukku dari belakang. Saat aku selesai dengan masakkanku.
" sayang selamat pagi !" ucapnya mencium pipiku dan memelukku dengan erat
__ADS_1
"pagi sayang, cepet mandi sana
aku udah nyiapin sarapan untuk kamu !" sambil mencubit hidungnya
Justin menurut melepaskan pelukkannya dan pergi meninggalkanku untuk mandi.
Saat justin mandi aku menunggunya duduk di ruang makan sambil memainkan ponselku.
Vero mengirimku pesan selamat pagi dan aku membalas pesan vero. Saat justin datang aku dengan cepat menyimpan ponselku.
Justin menghampiriku dan memberikan dasinya padaku.
Aku memasangkan dasinya di leher justin. Di terus menatapku.
"kenapa sayang ?" tanyaku saat selesai memasangkan dasi
"ayo makan sayang nanti keburu telat ke kantornya !" ucapku mengalihkan pembicaraan dan duduk kembali.
Aku mengambil nasi gorwng seafood kesukaan justin dan menyuapinya.
Dia begitu lahap mengahabiskan sarapannya.
Kami pun berangkat ke kantor. Saat aku sampai di di kantor. ponselku terus bergetar aku mengabaikan ponselku karena justin berada di sampingku.
Kami pun pergi ke ruangan kami masing-masing.
Saat aku memasuki ruanganku. Mellihat ponsel begitu banyak pesan dan panggilan dari vero.
__ADS_1
Aku membalas pesan vero untuk memberitahu jika aku sudah berangkat ke kantor.
Dia pun meminta untuk bertemu saat jam makan siang.
Sungguh aku bingung untuk menjawab apa pada vero. Karena hari ini aku tidak ada jadwal kuliah. Pasti justin menyuruhku untuk menemaninya seharian di kantor.
Aku pun menyimpan ponselku di dalam tas. Dan mengerjakan semua pekerjaanku.
Jam makan siang pun datang, justin masuk ke ruanganku dan mengajakku untuk makan siang du luar.
Ku angguki ajakkannya, saat di restoran dekat kantorku. Aku bertemu dengan orang yang ingin aku jauhi.
"ternyata kita bertemu lagi nara !" ucapnya mengahampiriku saat aku duduk menunggu pesanan kami datang
"siapa kamu ?" tanya justin dingin
"kamu tidak perlu tahu siapa aku !
ingat nara kamu tidak akan lepas dariku " ucapnya mengancamku dan pergi dari restoran tersebut
Justin menatapku seperti meminta penjelasan padaku.
Akhirnya, aku menceritakan rio padanya. Sungguh aku takut padanya jika justin akan marah.
Ternyata sebaliknya justin memelukku dan berkata akan menjaga diriku dengan baik. Agar orang seperti rio tidak bisa untuk mennyentuhku.
Justin ternyata telah berubah, dia tidak pernah memakai emosinya lagi dan tidak memarahiku malah sebaliknya.
__ADS_1