
Setelah aku mengerjakan semua dokumen yang diberikan sekertaris ann padaku. Aku pun mengetuk pintu presdir justin.
tok....tok....tok....
"permisi pak ini laporan yang harus bapak tanda tangani " ucapku smabil menyodorkan berkas
Sungguh aku merasa takut dekat dengan justin. Melihatnya sedang bekerja membuatku takut karena aura dinginnya lebih terasa lagi bagaikan kutub utara.
Saat justin melihat dokumen dia menyuruhku untuk berada di dekatnya.
Aku bertanya dalam hati, apakah laporanku salah atau aku kurang teliti membuat justin menyuruhku untuk mendekat.
Aku pun menghampirinya dengan perasaan cemas, tubuhku sudah berkeringat.
"kemari queen " ucapnya dingin
"iiii....yaaa....pak.....!" jawabku bergetar
Aku pun menghampirinya dan justin menarik lenganku dengan keras. Seketika tubuhku jatuh ke pangkuannya.
"kamu tahu apa kesalahanmu ?" tanyanya ketus
"maaf pak saya tidak tahu !" ucapku
__ADS_1
Justin pun mencium bibirku dan mel"matnya lalu memasukkan lid"hnya ke mulutku. Aku pun berontak dan melepaskan ciumannya.
"justin, jangan ini di kantor
bagaimana kalo ada yang masuk ?" ucapku marah
"itu hukuman untukmu !" ucapnya ketus
"ruanganku kedap suara dan tidak ada yang berani ke ruanganku sebelum aku menyuruhnya masuk !" ucapnya lagi
"lepasin justin aku mau kembali ke ruanganku !" ucapku kesal
"harusnya aku queen yang marah, kamu tahu kesalahanmu ?" ucapnya marah
"kesalahanmu adalah menyebut suami mu dengan sebutan bapak !
kamu tau sekarang ?"
"kan ini di kantor justin jadi aku memanggilmu bapak !" ucapku menatap matanya
"aku tidak mau tahu, mulai sekarang kamu menyebutku dengan panggilan sayang. Jika kamu memanggilku seperti tadi lagi akan aku pastikan hukumanmu lebih berat sayang !" dengan senyum smirknya
Aku pun menelan saliva ku dan mengangguk pertanda mengerti. Lalu aku beranjak dari pangkuannya dan mengajaknya untuk makan siang bersama. Saat aku akan membawa bekalku ke ruangannya. Dia ingin makan siang bersamaku di ruanganku.
__ADS_1
Aku mengeluarkan bekal kami dan menatanya di meja tidak lupa mengambil air minum untuk kami.
Seperti biasa justin makan denganku sepiring berdua dan ingin aku menyuapinya.
Kenapa dia tidak makan sendiri, kenapa dia harus aku suapi ? gerutuku dalam hati.
Setelah selesai justin kembali ke ruangannya dan mengajakku untuk meeting sebentar lagi dengan client di ruang rapat. Aku pun menyiapkan berkas yang harus aku bawa saat meeting nanti.
Selesai membuat berkas yang dibutuhkan aku pun ke ruangan justin dan mengajaknya ke ruangan rapat.
di sisi lain
Vero datang dengan sekertarisnya ke perusahaan J & Q crop Untuk membahas proyek dengan CEO tersebut. Dia di sambut oleh sekertaris ann dan membawanya ke dalam ruangan rapat.
Justin dan nara pun masuk ke dalam ruangan tersebut. Saat masuk vero melihat nara lalu tersenyum padanya.
Dia tidak menyangka bila nara bekerja di sini sebagai wakil Ceo. Rapat pun digelar karena kedua pihak telah datang. Sepanjang penjelasaan rapat vero tidak henti-hentinya melihat ke arah nara.
Sedangkan nara hanya fokus pada pembahasan meeting tersebut sama seperti sekertaris ann.
Justin hanya memasang wajah dingin dan cemburu saat vero melirik istrinya. Vero tidak tahu jika justin sejak tadi melihat gerak-gerik vero yang selalu menatap istrinya nara.
Selesai rapat justin pamit undur diri lalu memeluk pinggang istrinya dengan possesive membuat vero bertanya-tanya dengan hubungan mereka.
__ADS_1