Ternyata

Ternyata
bab 1


__ADS_3

Tak terasa tiga bulan sudah aku bersekolah di sekolah baruku.


Aku dan tiara semakin akrab. Berkat tiara aku tak pernah lagi di ejek oleh siswa lain di sekolah. Sebaliknya. Aku menjadi punya banyak teman.


Teman dekatku pun bertambah dua orang yaitu Mario nalendra atau sering di panggil rio dan tommy suhendar. Mereka teman sekelasku di sekolah.


"pagi ma...!" sapaku sambil menghampiri mama di dapur


"pagi juga sayang.." jawabnya sambil menoleh ke arahku


Aku pun membantu mama untuk membuat sarapan seperti biasa. Selesai memasak aku pergi ke kamarku untuk mandi tidak lupa ku menggosok gigi dan membantu ibu membersihkan tempat tidurku. (author malah nyanyi😅😅)


Aku pun turun menuju meja makan dan kulihat papa dan kak dian sudah berada di sana memakan sarapannya. Aku pun duduk dan ikut bergabung dengan mereka.


Setelah, selesai sarapan aku pun pamit untuk berangkat. Papa dan kak dian selalu menyuruhku naik mobil mereka atau membawa mobilku sendiri untuk pergi ke sekolah. Tapi, aku menolak aku beralasan lebih senang naik ojek online. Walau alasan sebenarnya aku takut dimanfaatkan orang lain seperti di sekolahku dulu.


Sesampainya di sekolah, kulihat tiara sedang melamun sendiri di dalam kelas.


"doorrr .....mbaknya kenapa melamun begitu ? ayam tetangga ku aja sampe mati loh .... hihi" cerocosku sambil tertawa


"iih, kamu ngagettin aku tau ngg ?

__ADS_1


kalo ini jantungku copot gimana ?" sambil mengusap dadanya


"hihi...maaf...kalo copot nanti ganti sama jantung ayam aja..." godaku sambil menyolek dagunya


"ngg lucu tau ngg ?" acuhnya


"kenapa atuh mbak ? mukannya lecek bener kayak cucian belum di setrika gitu ?" tanyaku


" ra, kamu bisa bantuin aku belajar ngg ?"


"bentar lagi ujian semester aku takut nilaiku jelek ? kamu kan pinter ! mau yah ?" pintanya


"ya udah nanti ke rumahku yah ra ?" ajaknya


sebelum kujawab rio dan tommy datang mengahampiri kami


"ikutan dong !! kami juga pengen belajar buat semesteran" pinta rio


"iyah, apalagi di ajarin bu nara pasti ini otak cepet ngertinya" tambah tommy


Ku iyakan ajakkan mereka untuk belajar bersama rumah tiara.

__ADS_1


kami pun sampai di rumah tiara, aku yang di bonceng tiara sedangkan rio dan tommy membawa motor masing-masing.


Kulihat rumah tiara begitu besar tapi lebih besar rumahku. Kami di sambut oleh ibu tiara yang di panggil bunda.


bunda tiara sungguh berbeda dengan tiara. Bundanya sangat ramah dan murah senyum sehingga kami betah berlama-lama di sana.


Tiara sungguh tidak menyukai pelajaran sekolah, dia lebih senang memasak dan berlatih bela diri. Sungguh ajaib menurutku tiara yang tomboy bisa memasak.


karena kesukaan kami sama. Setelah, selesai belajar aku dan tiara memutuskan untuk memasak di dapur.


Rio dan tommy pun mengacungkan jempolnya memuji masakkan kami yang enak. Hari pun mulai gelap kami semua pamit untuk pulang.


Karena arah pulangku sama dengan rio aku pun diajaknya untuk pulang bersama.


Aku sempat menolak dan akan memesan ojek online.


Tapi rio bersikeras untuk mengantarku. Itung-itung sebagai tanda terima kasih karena sudah mengijinkannya ikut belajar bersama.


Dia bilang belajar sendiri di rumah membosankan.


Aku pun pasrah menuruti kemauannya, dari pada ngambek bisa repot aku. kan gak punya permen buat ngebujuknya.

__ADS_1


__ADS_2