Ternyata

Ternyata
bab 63


__ADS_3

" Apa kamu bodoh atau pura-pura tidak tahu ?


sudah terlihat jelas jika aku menginginkan nara !" ucap vero


"ciih, apa yang kamu bicarakan vero ?


nara itu istriku !" ucap justin tidak mau kalah


Aku hanya diam mendengarkan mereka.


"tapi dia akan jadi milikku !" sambil menodongkan pistol ke arah justin


Aku pun berteriak pada vero


"Aku mohon vero jangan seperti itu !" ucapku histeris


"lepaskan dia atau aku akan menembakmu justin ?" ucapnya mengancam


" langkahi mayatku dulu vero !" ucap justin


Justin pun mengeluarkan pistol dari punggungnya dan menembak vero dengan cepat.


"aawhh..." suara rintihan vero


Vero pun memegang tangannya terkena tembakkan justin. Dan langsung di tangkap oleh anak buah justin.


Aku hanya terdiam melihat kejadian itu. Sungguh sangat cepat sampai aku tidak berkedip.

__ADS_1


"sayang kamu tidak apa-apa ?" tanya justin


Aku melihat ke arah justin dan memeluknya erat.


"aku tidak apa-apa, kamu tidak apa-apa justin ?" tanyaku


Justin menggelengkan kepalanya. Kami pun pergi meninggalkan vila itu dan vero yang di bawa oleh anak buah justin untuk dibawa ke kantor polisi.


Aku menaiki pesawat jet milik justin. Tidak henti-hentinya justin memelukku dan mencium keningku di dalam pesawat.


"maaf sayang aku telat menjemputmu !" ucapnya sambil membelai pipiku


"tidak justin, aku yang seharusnya meminta maaf karena aku tidak bisa menjaga diriku sendiri " ucapku menunduk


"tidak sayang, itu semua salahku yang tidak bisa menjagamu dengan baik !"


Aku memeluk justin dengan erat


"apa ? aku tidak dengar sayang !" ucapnya tak percaya dengan apa yang aku katakan


Aku memegang kedua pipi justin


" a...ku....men.....cin...taimu justin !" ucapku yang kedua kalinya


"aku juga sangat mencintaimu sayang !" ucapnya sambil mencium bibirku lama sekali.


Aku membalas ciuman dari justin. Lalu kami berpelukan.

__ADS_1


"sayang aku bahagia !" ucapnya


"aku pun sangat bahagia sayang " jawabku


"sayang bolehkah aku meminta sesuatu padamu ?" tanyanya


"kamu mau meminta apa sayang ?" tanyaku bingung


"aku ingin baby !" ucapnya sambil berbisik


"iya, aku juga ingin segera mempunyainya sayang !" ucapku sambil tersenyum pada justin


"terima kasih sayang !


aku bahagia sekali " ucapnya sambil menghujani dengan ciuman bertubi-tubi darinya.


1 tahun kemudian...


Kebahagiaan kami terasa lengkap setelah kejadian itu. Aku menjalani program kehamilan dan berhenti bekerja. Sungguh di masa-masa kehamilanku justin menjadi lebih manja dan sensitif padaku.


Saat aku tidak mau menciumnya dia akan cemberut dan saat aku lupa memeluknya saat tidur dia menangis. Sungguh lucu sekali justin seperti itu. Usia kandunganku sekarang sudah 9 bulan dan sekarang aku sedang di rumah sakit untuk menjalani proses kelahiran anak kami.


Justin begitu tegang melihatku akan melahirkan apalagi aku akan melahirkan secara normal dan mengeluarkan dua bayi sekaligus. Dia tak henti-hentinya mengusap rambutku dan menguatkanku untuk terus berusaha mengeluarkan baby kami.


3 jam melalui proses persalinan. Akhirnya, dua bayi laki-laki kami lahir ke dunia ini. Justin tak henti-hentinya mengucap syukur atas kehadiran dua malaikat kecil kami. Dan menghujaniku dengan ciumannya.


Keluarga besar kami pun menyambut suka cita atas hadirnya malaikat-malaikat kecil kami. Terutama grandma yang sudah menjadi nenek buyut sekarang.

__ADS_1


Aku bersyukur karena aku dikelilingi oleh orang-orang yang menyayangi ku. Semoga kebahagiaan kami selalu ada untuk sekarang dan selamanya.


TAMAT


__ADS_2