Ternyata Aku Yang Kedua

Ternyata Aku Yang Kedua
Ch.38 Kejujuran Gathan


__ADS_3

Pagi telah datang, bahkan cahaya mentari telah menelusup masuk melalui celah-celah gorden menandakan hari sudah beranjak siang. Tapi sepertinya, pasangan suami istri yang baru saja merasakan surga dunia tadi malam itu masih merasa nyaman dalam pelukan pasangan masing-masing. Kehangatan yang melingkupi tubuh mereka membuat mereka serasa enggan untuk membuka mata.


Sebenarnya mereka telah bangun sejak fajar menyingsing, tetapi mereka tidur kembali setelah melakukan pergulatan panas sehabis subuh. Kegiatan panas itu sepertinya telah membuat keduanya menggila hingga menjadi candu. Walaupun perih masih terasa, tapi sebagai istri, Nanda tak kuasa menolak keinginan suaminya. Walaupun Gathan tidak memaksa, tapi Nanda justru dengan senang hati melayani suaminya.


Dalam tidurnya Nanda tersenyum, ia merasa bahagia. Bukan hanya karena ia dapat jalan-jalan ke pulau Dewata, bukan juga karena ia dapat menginap di hotel mewah dan makan di restoran mahal, tapi karena ia telah dapat memenuhi kewajibannya sebagai seorang istri. Ia juga bahagia sebab subuh tadi adalah subuh pertama ia merasakan menjadi makmum suaminya.


Begitu pula Gathan, dibalik sikapnya yang cenderung dingin, justru ia bisa bersikap hangat pada seseorang yang spesial dalam hidupnya. Ia benar-benar tak menyangka, gadis kecil yang dijodohkan ibunya padanya ternyata mampu mencuri hatinya dan mengisi hari-harinya dengan senyum dan kehangatan.


Gathan membuka matanya lebih dahulu. Dipandanginya wajah cantik Nanda yang masih terlelap dalam dekapannya. Tubuh polosnya terasa hangat saat kulitnya bertemu kulit dirinya. Dirapikannya rambut Nanda yang menjuntai ke depan , menutupi sebagian wajahnya. Kecantikan yang alami, hal itulah yang menjadi salah satu daya tarik Nanda.


Tak terbayang bagaimana bila dulu ia menolak perjodohan itu, mungkin hingga kini ia takkan pernah merasakan indahnya jatuh cinta dan nikmatnya bercinta. Gathan menggeleng-gelengkan kepalanya saat mengucap kata bercinta. Ia kembali teringat kegiatan panas pertamanya tadi malam yang dilanjutkan sehabis subuh. Rasanya begitu nikmat hingga ingin rasanya ia mengulanginya lagi dan lagi. Tapi tidak mungkin, bukan sebab ia pun tak tega melihat istri kecilnya kelelahan akibat gempurannya.


Tak mau mengganggu tidur Nanda, Gathan melepaskan belitannya di pinggang Nanda secara perlahan. Begitu pula tangan Nanda yang memeluknya, ia lepaskan perlahan agar tidak membangunkan Nanda. Sebelum beranjak, Gathan mendaratkan satu kecupan hangat di dahi Nanda seraya tersenyum manis. Setelah berhasil lepas, Gathan masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri kembali.


Baru saja Gathan keluar dari dalam kamar mandi, dilihatnya Nanda tampak mengerjapkan matanya. Gathan pun duduk di samping Nanda yang sedang menggeliat.


"Pagi, sayang." sapa Gathan membuat Nanda terpana. Sadar dirinya sekarang dalam keadaan polos, Nanda pun segera menarik selimutnya sampai menutupi seluruh tubuhnya hingga ke kepala.

__ADS_1


Gathan terkekeh kecil melihat Nanda yang kembali menggelung tubuhnya ke dalam selimut.


Gemas melihat tingkah istrinya, tanpa basa-basi, Gathan langsung menggendong Nanda menuju kamar mandi.


"Aaaagggh ... mas lepas. Nanda jangan dilempar!" teriak Nanda. Dia pun berusaha mengeluarkan kepalanya dari dalam selimut. Tapi bukannya hanya kepala saja yang menyembul, melainkan bagian lain tubuhnya membuat Gathan menyeringai.


"Mau menggodaku lagi, hm? Masih kurang?" godanya sambil mengedipkan sebelah matanya.


"Tsk ... mas me-sum deh! Udah berapa kali coba dari malam nyambung subuh, masa' mau lagi. Emang nggak capek." gerutu Nanda saat Gathan meletakkan ke dalam bathtub.


"Nggak. Kan enak, mana ada capek." jawab Gathan santai. Lalu Gathan menarik selimut Nanda, tapi karena malu, Nanda berusaha mempertahankannya. Tak habis akal, Gathan menggelitik bagian ketiak Nanda hingga kegelian akibatnya selimut pun dengan mudah ditarik.


Gathan hanya tersenyum tipis sambil menyalakan air hangat dan mulai mengisi bathub Nanda.


"Mas pasti kayak gini juga ya sama mbak Freya?" Entah kenapa tiba-tiba Nanda merasa cemburu. Ia pikir Gathan pasti bersikap manis seperti ini dengan Freya. Tapi ia tidak bisa marah, tak boleh, tak boleh cemburu juga pikirnya sebab disini dialah yang kedua. Dialah sang pengganggu dalam hubungan Gathan dan Freya. Nanda langsung menutup mulutnya setelah mengatakan itu. "Maaf, nggak seharusnya Nanda bilang gitu. Kan itu hak mbak Freya sebagai istri pertama, mas." ucap Nanda sambil menunduk.


Gathan belum mengeluarkan sepatah katapun. Ia justru membuka handuk yang melingkari pinggangnya membuat Nanda melotot dan lekas memejamkan matanya.

__ADS_1


Lalu Gathan ikut bergabung dengan Nanda masuk ke dalam bathtub. Gathan pun memeluk Nanda dari belakang sambil mengecup pundak mulus Nanda.


"Kalau boleh jujur, justru mas pertama kali melakukan semua ini sama kamu." bisik Gathan di telinga Nanda membuat darah Nanda berdesir. Apalagi saat tangan Gathan bermain di atas aset kembarnya dengan gerakan merem@s sehingga Nanda kehilangan fokus. Sejenak, Nanda mencerna perkataan Gathan barusan , ia pun langsung memutar badannya menghadap Gathan.


"Mas serius? Mas nggak bohong kan? Ah, nggak mungkin, mas aja udah nikah selama satu tahun sama mbak Freya masa' belum gituan? Apalagi mbak Freya cantik banget kayak gitu, seksi juga, body nya pun kadang bikin Nanda iri, masa' mas belum lakuin apa-apa sama mbak Freya." cerocos Nanda menyatakan ketidakpercayaannya pada perkataan Gathan yang dirasanya mustahil.


"Tapi itulah kenyataannya. Bukannya mas nggak mau memenuhi kewajiban mas sebagai suami, tapi mas nggak bisa." ucapnya lirih seraya memandang lekat wajah Nanda yang polos namun tampak segar walau baru bangun tidur.


"Nggak bisa? Kan mas nikahnya karena cinta? Mas aja sampai menentang mama dan papa demi menikahi mbak Freya, kenapa malah nggak bisa? Nanda ... bener-bener bingung." ungkap Nanda jujur.


Lalu tangan Gathan meraih essentials oil dan mencampurkan beberapa tetes ke dalam air bathtub, kemudian ia juga mengambil sabun cair dan menuangkannya ke telapak tangannya dan menggosokkannya ke punggung Nanda.m sambil tersenyum.


"Mas ... nggak pernah cinta sama dia." ungkap Gathan membuat Nanda membulatkan matanya karena terkejut.


"A-apa? Nggak cinta? Kalau nggak cinta ... kenapa mas bisa menikahi mbak Freya? Pasti ada alasannya kan? Eh, maaf mas, bukan maksud Nanda kepo, Nanda spontan aja penasaran. Kalau mas nggak mau cerita, Nanda nggak papa kok." ungkap Nanda tak enak hati. Bagaimanapun, itu adalah masalah pribadi antara Freya dan Gathan. Ia tidak berhak tau apalagi untuk ikut campur. Orang tua Gathan saja tidak ada yang tau apa alasan Gathan menikahi Freya. Mereka pun sama seperti Nanda, menduga kalau Gathan mencintai Freya karena itu ia sampai berani menentang larangan kedua orang tuanya yang memang sejak awal tidak setuju saat mendengar penuturan Gathan yang ingin menikahi Freya.


...***...

__ADS_1


...Happy reading 🥰🥰🥰...


__ADS_2