Ternyata Aku Yang Kedua

Ternyata Aku Yang Kedua
Ch.80


__ADS_3

"Nda, bangun sayang! Kamu kenapa? Sayang ...


" panggil Gathan panik sambil menepuk pelan pipi Nanda. Namun yang dibangunkan tak kunjung membuka matanya.


Panik! Tentu saja Gathan panik melihat sang istri yang tiba-tiba meringis lalu pingsan. Gathan pun segera membopong tubuh Nanda ke atas kasur dan menelpon pak Tarno dan menanyakan keberadaanya. Untung saja saat panggilan diangkat, ternyata pak Tarno telah berada di luar pagar rumah. Maka ia pun segera meminta pak Tarno untuk menyiapkan mobil untuk mengantarkan mereka ke rumah sakit.


"Tuan, non Nanda kenapa?" tanya Surti juga ikut panik saat melihat Gathan menggendong Nanda turun dari tangga.


"Saya juga nggak tau, Sur. Tadi tiba-tiba aja Nanda pingsan. Doakan supaya istri saya baik-baik saja ya, Sur!" ucap Gathan tulus dengan sorot mata sendu. Terlihat jelas betapa khawatirnya dirinya pada Nanda. Belum lama tragedi yang menimpa istrinya hingga sempat koma dan kehilangan calon buah hati mereka, lalu kini Nanda tiba-tiba pingsan, tentu Gathan khawatir luar biasa. Ia takut terjadi sesuatu pada istrinya itu.


"Semoga non Nanda baik-baik aja ya tuan." doa Surti tulus. Berselang mengatakan itu, pak Tarno pun dengan gesit memutar kemudi dan melajukan mobilnya menuju rumah sakit terdekat.


Ingin sebenarnya Gathan membawa Nanda ke rumah sakit dimana Radika bekerja, tapi jarak rumah sakit itu terlalu jauh, ia tak kuasa membuang waktu lebih lama untuk mencapai rumah sakit. Kesehatan istrinya adalah prioritasnya saat ini. Bahkan ia sampai lupa kalau siang ini ia akan mengikuti presentasi. Fokusnya kini hanya pada Nanda. Harta bisa dicari, tapi nyawa tak bisa dibeli.


Setibanya di rumah sakit terdekat, Gathan pun kembali menggendong Nanda dalam pelukannya masuk ke lobi rumah sakit. Melihat Gathan menggendong Nanda dalam keadaan tak sadarkan diri pun membuat beberapa perawat mendekat sambil mendorong brankar. Gathan pun membaringkan tubuh Nanda dengan hati-hati setelah itu Nanda pun segera diba2a ke ruangan observasi.


Dalam pikiran kalut, Gathan pun mencoba menghubungi ibunya dan juga Doni untuk mengabarkan kalau Nanda masuk rumah sakit. Sontak saja kedua paruh baya itu ikut panik mendengarnya.


Nanda masih berada dalam penanganan dokter, hingga tak lama kemudian keluar seorang dokter wanita dengan tersenyum sumringah. Ia pun meminta Gathan masuk ke ruangan pasien karena Nanda ternyata telah sadarkan diri.


"Nda, sayang, kamu nggak papa?" tanya Gathan panik.


"Kepala Nanda rasanya pusing banget, mas. Cenat-cenut kayak ada beban berat nimpuk kepala Nanda, mas." ungkap Nanda lirih dengan mata sedikit memejam. Gathan pun lantas memberikan sedikit pijitan ke kepala Nanda, kemudian ia membalik bada menghadap dokter.


"Istri saya kenapa, dok? Apa ada yang salah atau ... penyakit yang berbahaya?" tanya Gathan hati-hati.


Dokter itu tersenyum manis menghadap Gathan lalu menatap Nanda.


"Tidak ada penyakit yang berbahaya kok, bapak tenang saja. Hanya tekanan darah istri Anda rendah dan kemungkinan besar istri Anda sekarang sedang mengandung, jadi saya sarankan untuk segera ke bagian obgyn untuk memastikan." tukas dokter itu ramah.


Gathan dan Nanda pun membelalakkan matanya terkejut dengan apa yang mereka dengar.

__ADS_1


"Hamil?" tanya Nanda memastikan dan dokter itu mengangguk. "Itu nggak mungkin, dok." sahut Nanda.


"Soalnya pagi tadi saya haid kan nggak mungkin baru saja haid terus tiba-tiba hamil." imbuhnya sangsi dengan apa yang dikatakan dokter itu.


Dokter itu lantas tersenyum, "Apa darah haidnya sebanyak biasanya?" tanya dokter itu.


Nanda menggeleng, "Tidak dok, tidak sebanyak biasanya. Juga tidak kental."


"Nah, itu bisa jadi merupakan flek. Sisa-sisa darah haid sebelumnya. Jadi biarpun saat ini Anda merasakan haid, besar kemungkinan itu hanyalah sisa-sisa haid sebelumnya. Untuk memastikan, saya sarankan segera ke bagian obgyn. Namun besar keyakinan saya kalau Anda sedang hamil saat ini." pungkas dokter itu membuat Gathan dan Nanda terperangah.


Atas saran dokter itu, Gathan pun melanjutkan pemeriksaan Nanda ke bagian obgyn. Setelah mendaftar dan mendapatkan gilirannya, Nanda pun segera masuk ke dalam ruangan dokter spesialis kandungan itu.


Sama seperti dokter sebelumnya, dokter ini pun menduga hal yang sama. Oleh sebab itu, untuk memastikannya dokter itu akan melakukan USG. Nanda telah berbaring di ranjang pasien lalu dibantu perawat, perut Nanda diolesi sejenis gek, kemudian mereka pun memulai pemeriksaan.


"Pak Gathan, Bu Nanda, bisa lihat ke sini. Bulatan kecil ini adalah calon buah hati kalian. Usianya sudah memasuki 4 Minggu. Dan ... wah ... ada dua kantung, selamat ya pak, Bu, anak kalian kembar." tukas dokter itu sumringah.


Nanda dan Gathan masih mematung di tempatnya sambil menatap lekat ke arah layar yang menunjukkan dua buah bulatan sangat kecil.


"Masya Allah, Alhamdulillah ya Allah, Nda, sayang, lihat, itu ... itu anak kita. Kamu hamil sayang. Impianmu tercapai. Impian kita untuk memiliki seorang bayi tercapai. Bahkan dikasi bonus , kita akan memiliki dua orang bayi. Makasih sayang, makasih karena telah menyempurnakan kehidupan mas. Mas mencintaimu." tukas Gathan sambil menangis bahagia.


Setelah melakukan pemeriksaan, dokter itu pun memberikan selembar kertas resep yang harus ditebus di bagian apotek. Nanda tidak mesti menjalani rawat inap. Ia cukup beristirahat di rumah. Setelah semuanya selesai, Nanda dan Gathan pun berjalan keluar dari ruangan dokter. Baru saja mereka membuka pintu, ternyata Doni dan Lavina telah berdiri di luar.


"Nda, kamu nggak papa? Apa bekas operasi tempo hari ada efek samping jadi perut kamu sakit?" tanya Lavina khawatir saat melihat Nanda keluar dari ruangan dokter spesialis kandungan.


"Iya, Nda, kamu kenapa? Kenapa bisa sampai pingsan gitu?" cecar Doni yang juga khawatir.


Gathan dan Nanda saling menatap dengan tersenyum. Kemudian Nanda berhamburan ke pelukan Lavina membuat kedua orang yang baru datang itu bingung.


"Nanda nggak papa kok, ma, pa. Tekanan darah Nanda rendah jadi diminta banyakin istirahat. Selain itu, ada kabar bahagia untuk mama dan papa."


"Apa itu?" tanya keduanya berbarengan.

__ADS_1


"Ma, pa, Nanda hamil dan calon buah hati kami itu kembar. Cucu kalian kembar." ucap Nanda dengan wajah berbinar bahagia.


"Be-benarkah?" Lavina dan Doni memastikan apa yang mereka dengar.


"Iya, ma, pa, di sini ternyata udah ada cucu kalian." ucap Nanda lagi seraya mengusap perutnya.


"Alhamdulillah ya Allah, selamat ya sayang, akhirnya kamu akan menjadi seorang ibu." ungkap Lavina turut berbahagia. "Akhirnya mama akan segera jadi nenek, mama udah nggak sabar lagi menantikan hari itu." lanjutnya sambil mengusap perut Nanda.


"Selamat ya Nanda, papa bahagia. Akhirnya papa juga bisa segera jadi opa. Jaga kesehatan kamu ya! Kalau ada apa-apa atau butuh sesuatu jangan sungkan hubungi papa." ucap Doni dengan wajah berbinar. Ia pun ikut bahagia. Sangat bahagia. Tahun ini merupakan tahun penuh berkah baginya sebab ia bukan hanya dapat berjumpa Nanda kembali, lalu Nuri, kini putri satu-satunya itu memberikan kabar gembira perihal kehamilannya. Sungguh hari yang sangat membahagiakan.


"Terima kasih, ma, pa. Nanda senang liat mama dan papa ikut bahagia." ucapnya. "Oh ya mas, bukannya kamu mau ke luar kota jam 10, ini udah jam 9 lewat lho mas." ucap Nanda saat ingat kalau siang ini sebenarnya Gathan presentasi.


"Bener Than?" tanya Lavina.


"Emmm ... iya ma."


"Ya udah, gini aja, Nanda mama ajak ke rumah aja. Kamu selesaikan aja pekerjaan kami setelah selesai kamu langsung pulang, gimana?" Lavina memberikan saran.


"Kamu nggak papa, yang?" tanya Gathan pada Nanda untuk meminta persetujuan.


"Nggak papa kok, mas. Mas bekerja aja yang tenang, tapi ingat, jangan macam-macam!" ancam Nanda.


"Iya my princess, nggak akan macam-macam kok, paling satu macam aja." ujar Gathan seraya tersenyum jahil. "Ya udah, mas pulang dulu ya ambil keperluan mas, kamu hati-hati di jalan. Sampai rumah langsung istirahat. Kabarin mas kalau ada apa-apa." ucapnya pada Nanda. Lalu Gathan sedikit menundukkan wajahnya agar sejajar dengan perut Nanda. "Anak papa baik-baik di perut mama ya! Jagain mama!" ucapnya lalu tanpa malu ia mengecup perut Nanda membuat wajah Nanda bersemu merah.


...***...


Mohon maaf kakak2 baru update soalnya udah 3 hari ini othor migrain. Smpai nggak bisa tidur. 😵


Ini aja dipaksain nulisnya.


...Happy reading 🥰🥰🥰...

__ADS_1


__ADS_2