Ternyata Aku Yang Kedua

Ternyata Aku Yang Kedua
Ch.52 Di apartemen


__ADS_3

Tak butuh waktu lama, mobil yang dikendarai Erwin telah masuk ke basemen sebuah apartemen mewah yang menurut Erwin di sana ada salah satu unit milik Gathan yang sengaja ia beli untuk melepas lelah saat malas pulang ke rumah ... dulu.


Setelah mobil terparkir dengan apik di tempatnya, Erwin mengajak Nanda keluar dari dalam mobil dan masuk ke kotak list untuk membawa mereka ke lantai yang di tuju.


"Unit apartemen milik bos ada di lantai 7, lantai tertinggi gedung ini." ujar Erwin memberitahukan. Nanda mengangguk seraya memperhatikan pergantian angka di layar dekat pintu lift.


Tring ...


Mereka kini telah tiba di lantai yang di tuju. Lalu Erwin menuntun Nanda menuju unit milik Gathan. Erwin mengeluarkan key card kamar Gathan lalu diberikannya kepada Nanda.


"Apa ini kak?" tanya Nanda bingung saat melihat sebuah kartu yang diberikan Erwin.


"Ini key card, kunci unit bos. Jadi kartu ini pengganti kunci gitu. Nah cara pakainya, cukup tempel di sini." tunjuk Erwin pada sisi pintu tempat menempelkan key card. Nanda tersenyum riang saat mengetahui caranya. Ia seakan baru mendapatkan ilmu baru malam itu.


Pintu terbuka, Erwin segera mempersilahkan Nanda untuk masuk.


"Lho, kakak nggak ikut masuk?" tanya Nanda polos membuat Erwin tersenyum geli.


"Kamu mau kakak dihajar si bos, gitu?" tanya Erwin.


"Lho, kok kena hajar? Emang apa salahnya?"


"Ya nggak boleh lah, Nanda ... gimanapun kamu itu istri bos. Jadi kakak pulang dulu, ya!"


"Lha, terus Nanda ditinggal sendirian dong?"


"Emang kenapa? Takut?"

__ADS_1


Nanda menggeleng cepat, "Nanda udah biasa ditinggalkan sendirian jadi nggak mungkin takut."


"Ya udah kalau nggak takut. Kamu tenang aja, paling sebentar lagi si bos datang ke mari."


"Tapi kalau mas Gathan marah liat Nanda ada di sini gimana? Kan tadi mas Gathan udah usir Nanda?" tanya Nanda seraya menggaruk kepalanya bingung.


"Kamu tenang aja, bos nggak bakalan marah lagi kok." ujar Erwin mencoba menenangkan. "Yakin deh! Justru entar bakal sebaliknya." imbuhnya.


"Sebaliknya apa?"


"Ada deh!" ujar Erwin seraya nyengir kuda dan membalik tubuhnya meninggalkan Nanda seorang diri di apartemen itu.


Setelah Erwin pergi, Nanda pun masuk ke dalam apartemen yang terlihat sangat bersih dan rapi itu.. Sepertinya apartemen ini sering dibersihkan oleh orang-orang suruhan Gathan.


Nanda melangkahkan kakinya menelusuri setiap ruangan yang ada di dalam apartemen yang tidak terlalu luas namun terlihat berkelas dan mewah itu. Di apartemen itu hanya ada satu kamar,. Nanda pun masuk dan meletakkan tasnya di atas sofa. Nanda yang mulai merasa tidak nyaman dan lengket pada tubuhnya pun berniat ingin mandi.


Nanda pun segera masuk ke dalam kamar mandi dan melepaskan semua pakaiannya hingga hanya meninggalkan segitiga bermudanya saja. Melihat bathtub yang teronggok indah di kamar mandi, membuat Nanda berniat melepas lelah dan gelisahnya dengan berendam di dalam air hangat.


Karena terlalu asik berendam sambil memejamkan matanya, Nanda sampai tak sadar ada sosok yang tengah memperhatikannya dengan tatapan lapar.


Beberapa saat yang lalu,


Gathan yang sudah benar-benar mengkhawatirkan Nanda, memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi. Malam itu, ia mengemudikan mobilnya sendiri menuju apartemen miliknya yang kini sedang dihuni Nanda.


Setibanya di apartemen, Gathan sibuk mencari Nanda kesana-kemari tapi tak menemukannya. Lalu dengan perlahan ia membuka pintu kamar mandi, seketika Gathan dibuat mematung oleh pemandangan indah di hadapannya. Kulit putih Nanda terlihat berkilauan membuat gairahnya seketika terbakar.


Tak mau menyia-nyiakan kesempatan emas, Gathan pun segera membuka kancing bajunya satu persatu. Lalu ia melepaskan semua kain yang menempel di badannya dan membiarkannya teronggok di lantai. Nanda tidak menyadari kehadiran Gathan sama sekali, hingga bunyi kecipak air saat Gathan masuk ke dalam bathtub membuat Nanda tersentak kaget dan segera membuka matanya.

__ADS_1


Mata Nanda melotot saat melihat tubuh polos Gathan telah masuk ke dalam bathtub.


"Mas Gathan ... " serunya tak percaya saat Gathan telah membenamkan sebagian tubuhnya di dalam air. Lalu ia memposisikan tubuhnya di belakang Nanda dan memeluknya posesif.


"Mas ... sumpah, Nanda nggak selingkuh." ujar Nanda terisak saat kembali mengingat perihal foto itu.


"Ssst ... mas percaya. Maafin mas karena udah marah dan bentak-bentak kamu tadi. Sungguh, mas terpaksa melakukannya. Sepertinya ada orang yang menginginkan perpisahan kita karena itu mereka sampai berani berbuat sejauh ini." tukas Gathan sambil mengecupi punggung Nanda.


"Benarkah? Tapi kenapa mas sampai marahin Nanda di depan mbak Freya tadi? Kenapa nggak kita bahas baik-baik bertiga untuk mencegah kesalahpahaman diantara kita." Nanda kesal saat mengingat ia dimarah-marahi Gathan. "Mas juga sampai kejam banget usir Nanda. Nanda tadi bingung tau mau kemana. Nanda nggak mungkin ke panti, tapi Nanda nggak punya tempat lain selain panti." sungut Nanda.


"Mas hanya mengikuti skenario sang sutradara, Nda. Kamu tau siapa sang sutradaranya?" tanya Gathan membuat Nanda menggeleng. Ia benar-benar tidak paham dan tidak bisa menebak kemana arah pembicaraan Gathan. "Freya ... dialah sang sutradara karena itu mas berpura-pura kecewa dan marah sama kamu di depannya. Termasuk mengusir kamu, sayang. Hal itu terpaksa mas lakukan demi membuatnya yakin kalau rencananya berjalan lancar." jelas Gathan.


Lalu Gathan meraih wajah Nanda dan menyerang bibirnya dengan ciuman hangat dan dalam.


"Mas kok bisa tau itu rencana mbak Freya?" tanya Nanda bingung saat Gathan melepaskan ciumannya sejenak.


"Ssst ... kita lanjutin ceritanya nanti. Ada yang harus kita tuntaskan terlebih dahulu." bisik Gathan seduktif di telinga Nanda dengan satu tangan sibuk merem@s dada Nanda, sedangkan satunya lagi sibuk bermain di bibit kacang polongnya.


"Masss ... ahhh ... " lenguh Nanda saat tangan Gathan mulai beraksi.


"I want you, my honey." lirih Gathan lalu ia mengangkat Nanda dan mengelap tubuhnya dengan handuk. Kemudian mereka pun melanjutkan kegiatannya di atas tempat tidur.


Seperti dugaan Gathan, seperginya Gathan dari rumah, Freya segera menemui Reza dan melaporkan keberhasilan rencananya kali ini. Dengan girang, Freya mengemudikan mobilnya dengan kecepatan cukup tinggi karena sudah tak sabar mengabarkan apa yang telah terjadi hari ini.


Sesuai dugaannya, Reza merasa puas dan senang mendengar kabar itu dari Freya.


"Bagus Fre, kau memang putriku yang sangat bisa ku andalkan." puji Reza dengan tersenyum lebar.

__ADS_1


...***...


...Happy reading 🥰🥰🥰...


__ADS_2