Ternyata Aku Yang Kedua

Ternyata Aku Yang Kedua
Ch.39 Yang seharusnya terjadi


__ADS_3

"Mas ... nggak pernah cinta sama dia." ungkap Gathan membuat Nanda membulatkan matanya karena terkejut.


"A-apa? Nggak cinta? Kalau nggak cinta ... kenapa mas bisa menikahi mbak Freya? Pasti ada alasannya kan? Eh, maaf mas, bukan maksud Nanda kepo, Nanda spontan aja penasaran. Kalau mas nggak mau cerita, Nanda nggak papa kok." ungkap Nanda tak enak hati. Bagaimanapun, itu adalah masalah pribadi antara Freya dan Gathan. Ia tidak berhak tau apalagi untuk ikut campur. Orang tua Gathan saja tidak ada yang tau apa alasan Gathan menikahi Freya. Mereka pun sama seperti Nanda, menduga kalau Gathan mencintai Freya karena itu ia sampai berani menentang larangan kedua orang tuanya yang memang sejak awal tidak setuju saat mendengar penuturan Gathan yang ingin menikahi Freya.


Gathan memeluk Nanda dari belakang sambil sesekali mengecupi pipinya yang mulus. Lalu ia memaku dagunya di atas pundak Nanda sambil melanjutkan ceritanya.


"Mas ... mas terpaksa menikah dengannya." lirih Gathan. "Mas terpaksa menikahinya karena terikat perjanjian dengan ayah Freya." ungkap Gathan. Ia terdiam sejenak.


"Perjanjian? Perjanjian apa?"


"Perjanjian akan menikahi putrinya, Freya, sebagai kompensasi sudah menabraknya hingga kakinya cacat. Bila menolak, ia mengancam akan melaporkan mas ke polisi. Karena sedang kalut, pikiran mas buntu. Tanpa pikir panjang, mas menyetujui permintaannya."


"Apa? Mas nggak bercanda kan? Mas serius?" seru Nanda tak percaya dengan apa yang didengarnya.


Gathan mengangguk sambil mengeratkan pelukannya.


Flashback on


Malam itu Gathan pulang cukup larut karena sibuk mengurus kekacauan yang sedang terjadi di perusahan. Saat itu ia sedang benar-benar kacau, bukan hanya memikirkan masalah perusahaan, tapi juga kesehatan sang ayah yang kini sedang menjalani perawatan pemasangan ring di jantungnya di Singapura.


2 Minggu yang lalu Ganindra mengalami penurunan fungsi jantung akibat shock saat mengetahui di cabang perusahaannya yang ada di kota lain terjadi korupsi besar-besaran. Untuk menutupi kejahatan itu, para pelaku membuat perusahaan mengalami kebakaran hebat. Akibatnya, Ganindra dilarikan ke rumah sakit. Ternyata, penyakit jantung Ganindra telah cukup parah sehingga harus dilakukan pemasangan ring. Tak mau terjadi sesuatu yang lebih berbahaya, Gathan pun mengirim Ganindra ke Singapura untuk menjalani pengobatan intensif ditemani ibunya.


Puncaknya, saat sepulangnya dari perusahaan, entah bagaimana, saat melajukan mobilnya, tiba-tiba muncul Reza yang katanya hendak menyebrang jalan. Ia sudah berusaha menghindari tabrakan itu, tapi tetap saja Reza tertabrak hingga terguling di tengah jalan. Saat itu, Gathan hanya mengemudi seorang diri tanpa ditemani disopiri Erwin.

__ADS_1


Sadar ia telah menabrak seseorang, Gathan pun segera turun dan membawa Reza ke dalam mobilnya. Jalanan yang sepi membuatnya tak mengalami amukan masa. Setelah berhasil membawa Reza ke dalam mobil, Gathan pun segera mengemudikan mobilnya menuju rumah sakit. Pernyataan dokter yang menyatakan kaki Reza lumpuh membuat Gathan makin frustasi. Hingga akhirnya saat Reza sadarkan diri, ia mengajukan permintaan agar Gathan menikahi putrinya sebagai bentuk pertanggungjawaban. Ia tidak akan menuntut apa-apa. Ia hanya menginginkan Gathan menikah putrinya, Freya, sebab ia sudah tidak bisa lagi memenuhi kebutuhan hidupnya. Freya gadis yang manja, Reza akui itu. Sikapnya yang manja membuatnya tak pernah bisa bekerja di satu tempat lebih dari satu bulan. Akibatnya, meskipun telah dewasa, kebutuhan Freya masih harus ia yang mencukupi.


Reza menawarkan 2 pilihan, menikahi Freya atau ia akan menuntutnya masuk penjara. Awalnya Gathan menolak menikahi gadis yang tidak pernah dikenalnya apalagi dicintainya. Reza pun memberikan batas waktu, bila dalam 2 tahun Gathan tidak dapat mencintainya, maka ia diperbolehkan menceraikannya. Gathan berpikir keras, tidak mungkin ia memilih masuk ke dalam penjara, bagaimana dengan perusahaannya dan bagaimana bila kabar ini terdengar sampai ke telinga ayahnya, bisa-bisa ayahnya drop dan sakitnya makin parah.


Akhirnya, demi masalah yang tidak makin berkembang, Gathan pun menerima penawaran itu. Takut Gathan menipu, Reza meminta Gathan segera menikahi putrinya di rumah sakit. Tidak apa siri pikirnya. Mereka dapat meresmikannya setelah orang tua Gathan pulang. Tapi kenyataan tak sesuai harapan, saat mendengar berita pernikahan itu dari bibir putranya, tentu kedua orang tua Gathan murka dan menentang keras pernikahan mereka. Gathan tidak menceritakan kronologis terjadinya pernikahan itu. Mereka mengancam akan mencabut semua fasilitasnya serta mencabut namanya dari ahli waris bila meresmikan pernikahan itu.


Alhasil, keinginan Reza agar Gathan untuk menikahi Freya secara resmi, pupus sudah. Tapi Reza yakin, dengan kecantikan putrinya, Freya pasti mampu meluluhkan hati Gathan sehingga mau menikahinya secara resmi. Apalagi bila putrinya mampu memiliki keturunan dari Gathan, ia yakin Gathan takkan pernah berani meninggalkan putrinya alias bercerai.


Flashback off


Nanda turut merasa sedih atas apa yang menimpa suaminya tersebut. Ia tidak dapat berkomentar apa-apa. Ia hanya berdoa semoga semuanya akan segera baik-baik saja.


"Mas nggak ada kepikiran buat cerita sama mama dan papa masalah ini?" tanya Nanda ragu-ragu.


Gathan menggeleng di pundak Nanda.


"Emangnya mas beneran nggak ada perasaan apa-apa sama mbak Freya? Mbak Freya itu cantik lho, mas. Seksi juga, masa' sih mas nggak ada perasaan sama sekali sama orang secantik itu." cibir Nanda yang masih belum yakin sepenuhnya pada suaminya bahwa ia tidak memiliki perasaan apapun pada Freya.


"Cantik bukan jaminan untuk membuat seseorang mudah jatuh cinta, Nda. Buktinya, mas malah jatuh cinta sama kamu seorang gadis yang sederhana." Gathan mencubit pipi Nanda karena gemas dengan cibiran ketidakpercayaannya.


"Kan kebanyakannya gitu mas. Orang-orang zaman sekarang lebih mengutamakan fisik dulu. Penampilan luarnya terlebih dahulu. Tak peduli bagaimana sifat sebenarnya orang itu."


"Tapi buktinya mas beda. Mas nggak nilai kamu dari luarnya."

__ADS_1


"Yakin dari awal mas nggak nilai Nanda dari luarnya terlebih dahulu?"


"I-iya. Mas langsung yakin kalau Nanda itu istri yang terbaik pilihan mama."


"Yakin? Nggak bohong? Bukannya awalnya mas nolak de"


"Itu awal saat mas diminta mama menikah dengan gadis pilihannya. Mama nggak ada clue sama sekali saat itu tentang kamu karena itu awalnya mas nolak. Tapi setelah bertemu, mas nggak ada kan menghina kamu baik dari segi status, keluarga, harta, atau apapun itu, nggak ada kan?"


"Iya sih! Btw kapan mas mulai ... "


"Kapan kita selesai mandinya ini kalau mulutnya nggak berhenti nanya? Bisa-bisa kita berdua masuk angin karena kelamaan berendam. Udah dulu deh ngobrolnya. Ada hal yang lebih penting." potong Gathan membuat Nanda membulatkan matanya.


"Hal yang lebih penting? Apa?" seru Nanda bingung.


"Membuatkan cucu untuk mama dan papa." ujar Gathan sambil mengedipkan sebelah matanya.


Lalu tangan Gathan mulai beraksi kembali. Tak peduli mereka masih berada di dalam bathtub, yang penting ia harus menuntaskan h@sratnya yang sejak tadi bangkit akibat bersentuhan secara langsung dengan kulit Nanda.


"Ap-apa, mas? Mas mau lakuinnya di dalam sini? Yang benar aja, mas!" Nanda mendelik tajam dengan nafas memburu mendengar penuturan Gathan.


"Emangnya kenapa? Udah, kamu nikmatin saja apa yang akan mas lakuin. Nggak lama kok. " bisik Gathan lagi sambil mengecupi leher hingga ke dada Nanda.


Akhirnya, terjadilah yang memang seharusnya terjadi. Kedua insan itu kembali berbagi saliva, kehangatan, dan juga kepuasan. Yang tidak ada hanyalah peluh sebab tubuh mereka masih terendam di dalam bathtub membuat peluh enggan keluar. Kini bunyi kecipak air tampak memenuhi kamar mandi itu. Hal ini menjadi pertanda bahwa pertempuran mereka di dalam sana cukuplah sengit.

__ADS_1


...***...


...Happy reading 🥰🥰 🥰...


__ADS_2