Ternyata Aku Yang Kedua

Ternyata Aku Yang Kedua
Ch.57 Nanda ...


__ADS_3

Seperti biasa, pagi-pagi sekali Gathan telah berangkat menuju kantornya diantar Erwin. Biarpun ia merupakan anak dari pemilik TJ Group, itu tidak serta merta membuatnya menjadi seenaknya. Justru Gathan merupakan pemimpin teladan dengan dedikasi dan kedisiplinan yang tinggi.


Memasuki perusahaan TJ Group, setiap karyawan membungkuk hormat. Setibanya di ruangannya, tiba-tiba Gathan ingat, ia belum memiliki asisten pribadi pengganti jadi ia meminta bagian personalia menyediakan data-data karyawan yang memiliki potensi untuk dijadikan asisten pribadinya. Tak butuh waktu lama, kepala bagian personalia datang ke ruangan Gathan dan menyerahkan data-data karyawan yang berpotensi untuk dijadikan asisten pribadi calon pewaris tunggal TJ Group tersebut.


"Oh ya pak Gathan, bukankah Anda memiliki pak Tio sebagai asisten pribadi Anda, lalu kenapa tiba-tiba Anda ingin mencari asisten pribadi yang baru?" tanya pak Dahlan, kepala divisi personalia yang cukup penasaran dengan alasan atasannya ini ingin mencari asisten pribadi yang baru. "Apa ada masalah?" imbuhnya lagi.


Gathan menggeleng, tidak mungkin ia berkata jujur perihal pengkhianatan Tio padanya. Tapi karena pengkhianatan ini tidak ada sangkut pautnya dengan pekerjaan di kantor, jadi ia hanya akan merolling Tio ke bagian yang lain.


"Saya hanya ingin memberikan kesempatan pada karyawan yang berpotensi agar juga bisa merasakan menjadi seorang asisten pribadi." tukas Gathan. "Lagi pula saya ingin menempatkan Tio di posisi lain. Bukankah direktur pengembangan dan perencanaan akan mulai pensiun bulan depan? Jadi atur agar Tio dapat mengisi posisi itu. Untuk sementara, berikan ia cuti sebelum kembali aktif bekerja." titah Gathan yang diangguki oleh pak Dahlan. Setelah menerima beberapa instruksi dari Gathan, pak Dahlan pun izin keluar untuk kembali melanjutkan pekerjaannya.


...***...


Tok tok tok ...


"Masuk." titah Gathan saat ada yang mengetuk pintu ruang kerjanya.


"Selamat siang, tuan." ujar seseorang pada Gathan.


"Selamat siang juga." sahut Gathan datar. "Bagaimana? Sudah kau dapatkan apa yang aku inginkan?" tanya Gathan yang diangguki dengan cepat oleh orang itu.


"Ini tuan. Ini merupakan rekaman CCTV di lokasi kecelakaan Anda." ujar Seseorang itu seraya menyerahkan sebuah flashdisk. "Lalu ini rekaman kesaksian dokter yang menangani pak Reza. Beliau awalnya tidak mau mengakui kesalahannya yang memanipulasi hasil pemeriksaan medis pasien atas nama pak Reza, tetapi setelah sedikit menekannya, ia akhirnya mau memberikan keterangan. Saya juga sudah memintanya menjadi saksi bila suatu hari nanti kesaksiannya diperlukan untuk menjebloskan pak Reza dan Freya ke penjara." imbuhnya lagi seraya menyerahkan flashdisk yang lainnya.


Gathan pun segera mengambil laptop miliknya dan segera memasukkan flashdisk itu dan memperhatikan apa yang dilakukan Reza sebelum terjadinya kecelakaan. Ternyata, selama beberapa Minggu itu Reza telah memperhatikan jalur yang biasa dilewati Gathan karena itu ia bisa merealisasikan rencananya dengan baik. Reza benar-benar menjadikan Gathan sebagai incarannya.


Gathan mengepalkan tangannya dengan erat hingga buku-bukunya memutih. Giginya bergemeletuk menunjukkan ia benar-benar emosi saat ini. Bagaimana ia bisa dipermainkan sedemikian rupa oleh dua orang itu. Dan dengan bodohnya ia masuk ke dalam jebakan mereka.


Bila ada yang bertanya siapa manusia paling bodoh di dunia, maka ia tanpa ragu mengakuinya sebab ia merasa benar-benar bodoh saat ini sebab dapat masuk ke dalam perangkap dua serigala berbulu domba itu.


Gathan melanjutkan membuka flashdisk yang kedua. Di sana ada sebuah rekaman pengakuan seorang dokter yang dibayar tinggi untuk membuat laporan medis palsu Reza dan menyatakan Reza mengalami kelumpuhan akibat kecelakaan itu membuat Gathan makin membenci kedua orang itu.


"Terima kasih atas bantuanmu. Sepertinya tidak sia-sia Reno merekomendasikan mu sebab hasil kerjamu sangat baik dan sempurna." tukas Gathan tulus. "Bayaranmu sudah saya transfer. Semoga kita dapat kembali bekerja sama di lain waktu."


"Wow, apakah ini tidak terlalu berlebihan, tuan?" ujar seseorang itu dengan mata melotot saat melihat nominal yang tertera di layar ponselnya.


"Tidak. Itu sesuai dengan hasil kerjamu."


Saat pak Dahlan telah keluar, tiba-tiba ponsel Gathan berdering. Saat melihat sang istrilah yang menghubunginya, Gathan sontak saja tersenyum. Wajah yang sempat muram dan marah tadi seketika berganti cerah ceria. Ia pun segera menggeser ikon berwarna hijau ke atas untuk mengangkat panggilan itu.

__ADS_1


"Assalamu'alaikum, mas." terdengar suara lembut nan merdu dari seberang sana membuat perasaan Gathan seketika berdesir.


"Wa'alaikum salam." sahut Gathan lembut tanpa sadar membuat Nanda yang berada di seberang sana bersemu merah.


"Mas."


"Ya."


"Udah makan?" tanya Nanda.


"Belum, kamu ... udah?" tanya Gathan.


Nanda menggeleng, lantas ia segera sadar, Gathan tidak mungkin melihat gelengan kepalanya.


"Udah mas. Kok mas belum makan?"


"Baru selesai pertemuan."


"Mas, makan dulu gih! Nanti sakit." titah Nanda lembut. Gathan pun tersenyum.


"Mas."


"Ya ... "


"Nanda boleh ke minimarket yang nggak jauh dari apartemen boleh? Nanda mau beli beberapa keperluan Nanda sekalian keperluan dapur." izin Nanda pada Gathan.


Di apartemen memang ada pekerja yang datang untuk masak, bersih-bersih, belanja, dan mencuci, tapi mereka hanya bekerja sampai sore hari. Hari ini pekerja itu pulang lebih cepat karena anaknya sakit. Sebab itu Nanda berinisiatif pergi sendiri ke minimarket. Lagipula letaknya tidak terlalu jauh pikirnya. Hanya selang sebuah rumah besar dan satu unit ruko saja. Jadi hanya perlu jalan kaki berapa menit saja sudah sampai. Tapi, walaupun letaknya dekat, ia tetap mesti meminta izin pada Gathan.


"Kenapa nggak minta tolong mbak Ely aja?"


"Mbak Ely pulang cepat tadi. Ada keluarganya yang masuk rumah sakit soalnya." sahut Nanda.


"Ya udah , tapi hati-hati ya sayang." pesan Gathan di telepon sebelum panggilan diputus.


...***...


"Kau yakin Gathan tinggal di apartemen ini?" tanya Freya kada seseorang yang ditemuinya di sebuah cafe yang berseberangan dengan apartemen yang ditinggali Gathan.

__ADS_1


"Sangat yakin, sebab sejak pertama kali mengikuti mobilnya kemarin, ia selalu datang dan pergi dari sana." ungkap seseorang itu seraya meminum americano miliknya. "Kalian kenapa? Bertengkar dan pisah ranjang?" tanya seseorang itu penasaran.


"Hanya pertengkaran kecil " dusta Freya seraya tersenyum.


"Kalau masalah kecil, cepat selesaikan. Jangan sampai menjadi besar! Ingat, dia juga memiliki istri yang lain. Jangan karena masalah kecil ini, membuatnya lebih dekat dengan istri barunya itu."


"Kau tenang saja. Karena itu aku mencari keberadaannya untuk meminta maaf dan mengajak baikan." sahut Freya penuh percaya diri. Padahal batinnya sudah begitu was-was. Ia khawatir Gathan menceraikannya. Sebelum itu terjadi, ia ingin meminta maaf.


Tadi Freya sudah mencoba menemui di kantor Tj Group, tapi Gathan tidak mau menemuinya. Karena itu ia akan berusaha menemuinya di apartemen miliknya. Ia harap, Gathan mau memaafkannya. Ia berjanji akan berubah jika Gathan mau memaafkannya


Baru saja ia berpikir akan meminta maaf, tiba-tiba Freya melihat seseorang yang sangat ia kenali keluar dari lobi apartemen.


Seketika Freya menegang. Dadanya naik turun karena emosi. Tangannya mengepal kuat hingga buku-bukunya memutih. Ia merasa telah tertipu mentah-mentah. Ia pikir Nanda benar-benar telah diusir, namun nyatanya semua hanya sandiwara. Terbukti ternyata Nanda justru tinggal dengan Gathan di apartemen miliknya.


Keinginannya untuk meminta maaf kini berganti membalas sakit hatinya. Ia tidak berpikir, kalau itu tandanya rencananya mengadu domba Gathan dan Nanda telah ketahuan. Ia juga tidak berpikir, semua akar permasalahan ini adalah dirinya dan ayahnya.


Tanpa pamit dengan temannya, Freya keluar dari dalam cafe menuju mobilnya dan mengendarainya sambil memperhatikan Nanda yang masuk ke dalam sebuah minimarket. Tanpa keluar dari dalam mobil, Freya menunggu, hingga beberapa saat kemudian ia melihat Nanda keluar dari minimarket sambil membawa dua buah kantong ukuran agak besar.


Dengan amarah yang membuncah, Freya melajukan mobilnya di belakang Nanda dengan kecepatan cukup tinggi hingga brakkk .....


Prang ....


Cangkir kopi yang sedang dipegang Gathan tiba-tiba jatuh ke lantai dan pecah.


Deg ...


"Nanda ... " lirih Gathan.


Di tempat lain,


Brakkk ...


"Nanda ... " seru Doni saat melihat foto Nanda yang juga tergantung di ruang kerja Doni jatuh ke lantai hingga kacanya retak.


...****...


...Happy reading 🥰🙏🙏...

__ADS_1


__ADS_2