
Nanda telah dipindahkan ke ruang rawat VIP rumah sakit itu. Kedua adik kakak itu masih tergugu di kanan dan kiri Nanda. Dada mereka begitu sesak saat mengetahui fakta perempuan yang terkulai lemah dalam komanya itu merupakan orang yang selama ini mereka cari, Nanda Afrilya. Putri keluarga Kusuma. Satu-satunya putri Doni Kusuma. Keponakan tersayang dokter Radika.
Air mata mereka masih mengalir deras bagaikan mata air yang mengalir dari sumbernya. Meratapi dan menyesali mengapa hal ini bisa sampai terjadi pada Nanda. Doni pun menolehkan kepalanya ke arah Gathan yang sedang bersandar di sofa dengan mata tertutup rapat. Ia sangat ingin tau bagaimana peristiwa ini dapat terjadi.
"Nak Gathan ... " panggil Doni membuat Gathan membuka matanya dan menatap lekat ke arah Doni.
Gathan hanya diam. Ia belum tau harus memanggil apa ke ayah mertuanya itu. Ah, ayah mertua ya! Gathan mencibir dalam hati, pantaskah orang itu ia anggap sebagai ayah mertuanya setelah menghadirkan Nanda ke dunia lalu menyia-nyiakannya.
"Nak, sebenarnya apa yang telah terjadi? Apa yang terjadi dengan Nanda?" tanya Doni penasaran.
Begitu juga Radika, ia pun turut penasaran. Ia pun lantas berdiri dan berpindah duduk di samping Gathan. Ia ingin mendengarkan dengan detil perihal yang menimpa keponakannya itu.
Lavina yang masih berada di sana pun ikut mendengarkan.
Gathan menghela nafas panjang dan menghembuskannya perlahan sebelum membuka suara.
Lalu Gathan pun mulai bercerita mulai dari Nanda yang meminta izin untuk ke minimarket belanja keperluannya. Lalu sepulangnya dari minimarket itu ada seseorang yang berniat mencelakainya dengan menabraknya. Hingga ada seorang wanita paruh baya yang mencoba menyelamatkannya dengan mendorong tubuh Nanda ke samping untuk menghindari tabrakan yang justru berakhir membuat Nanda terguling ke jalan dengan perut dan kepala membentur pembatas jalan. Gathan bercerita tanpa menyebutkan siapa penabrak dan penyelamatnya itu.
__ADS_1
Radika, Doni, dan Lavina merasakan nafas mereka tercekat. Siapa yang tega-teganya ingin mencelakai Nanda pikir mereka. Saat itu Ganindra tidak ada di tempat sebab ia harus mengurus sesuatu.
"Siapa? Siapa yang mencoba mencelakai Nanda?' tanya Lavina dengan tangan mengepal dan mata memerah menahan emosi. Begitu pula Doni dan Radika, ia begitu emosi, siapa yang begitu jahat hingga berkeinginan menghabisi nyawa Nanda.
"Freya." sahut Gathan dengan rahang mengeras. Setiap ingat satu nama itu, emosinya sontak menggelegak. Tangannya mengepal. Ingin rasanya ia melenyapkan nyawa Freya saat ini juga karena telah menyebabkan mereka harus kehilangan calon buah hati mereka.
"Wanita ular itu?" rahang Lavina pun ikut mengeras. Ia tidak menyangka Freya bisa berbuat sekeji itu. Dia berniat melenyapkan nyawa Nanda. Sebagai seorang wanita maupun seorang ibu, ia tau bagaimana rasanya kehilangan seorang buah hati. Tapi Freya, seperti tidak punya hati sama sekali. Bukan hanya tidak mempedulikan nyawa Nanda, tapi juga konsekuensinya. Apakah ia pikir ia akan bisa melepaskan diri setelah apa yang diperbuatnya.
"Freya? Siapa dia? Dan mengapa ia ingin mencelakai Nanda?" tanya Doni penasaran.
"Dia ... istri pertamaku." sahut Gathan dingin.
"Seperti yang kalian dengar, Nanda memang istri keduaku tapi ... "
"Breng-sek! Berani-beraninya kau menjadikan Nanda kami sebagai istri kedua!" teriak Radika emosi. Walaupun mereka terpisah sekian tahun lamanya, ia masih menyayangi Nanda seperti dulu. Tak pernah berubah. Mendengar kata istri kedua, darahnya langsung mendidih. Tak dapat dibayangkan bagaimana penderitaan Nanda menjadi istri kedua. Tapi sejenak ia ingat pengalaman Aileena di masa lalu, justru istri pertama lah yang menderita. Kedatangan orang kedua yang merupakan ibu Nanda lah yang membuat rumah tangganya hancur. Jadi, siapa yang salah pikirnya. Tapi ditelisik dari bagaimana istri pertama yang mencoba mencelakai Nanda, dapat ia pastikan bahwa istri pertama lah yang jahat kali ini. Tapi bisa jadi itu sebagai ungkapan kemarahannya karena diduakan. Tapi tetap saja, cara yang ia gunakan ini salah. Mencoba menghilangkan nyawa seseorang itu merupakan perbuatan kriminal.
Tangan Doni mengepal, ingin ia menghajar Gathan, tapi ia mencoba menahan diri saat ini sebab ia belum tau penyebab masalah ini terjadi. Ia berharap, Gathan dapat memberikan penjelasan yang masuk akal kepadanya.
__ADS_1
"Dokter, ini tidak seperti yang Anda kira! Anak saya punya alasan mengapa ia sampai menikah dua kali. Dan mengapa Nanda jadi istri kedua, akulah yang secara pribadi meminta Nanda menjadi menantuku karena aku sangat menyukainya. Dan bagi keluarga Tjokroaminoto, menantu kami hanya satu, yaitu Nanda seorang." tegas Lavina membuat baik Radika maupun Doni jadi bingung sendiri.
Kemudian Gathan pun menceritakan asal mula pertemuannya dengan Freya dan penyebab mengapa ia sampai menikahinya yang ternyata semuanya merupakan jebakan dan motif tersembunyi dari Reza dan Freya. Tentu saja Doni dan Radika terkejut, apalagi Lavina yang juga baru mengetahui alasan putranya itu menikahi Freya.
"Kau ini bodoh atau bagaimana sih Than, bisa-bisanya kamu menikahinya dengan alasan seperti itu." seru Lavina murka. "Seharusnya kau jujur saja pada kami. Semuanya pasti takkan jadi seperti ini andai kau mau jujur." imbuhnya lagi.
"Ma, saat itu pikiranku benar-benar blank. Aku juga tidak ingin menambah beban papa dan mama. Apalagi saat itu papa sedang tidak baik-baik saja. Selain itu, aku pikir menikahi Freya, bukanlah masalah. Aku pikir, mungkin secara perlahan aku bisa mencintainya dan benar-benar menjadikannya istriku. Tapi ternyata, perasaanku justru tidak pernah tumbuh untuknya. Hingga akhirnya mama memintaku menikah dengan Nanda dan justru Nanda lah yang bisa membuatku jatuh cinta. Hal itu sepertinya terlihat jelas di mata Freya dan membuatnya cemburu hingga membuatnya berbuat nekat seperti ini." jelas Gathan membuat semua orang terdiam.
"Nekat? Lebih tepatnya takut. Takut ATM berjalannya lepas dari tangan." ketus Lavina.
Doni terdiam mencerna setiap perkataan Gathan. Jika dulu, Delima menjadi yang kedua dengan cara merebut suami orang dengan menjadi duri dalam pernikahan, sedangkan Nanda jadi yang kedua karena permintaan mertuanya. Nanda juga tidak pernah merebut sebab dari awal Gathan tidak pernah mencintai Freya dan Freya pun mendapatkan Gathan dengan cara busuk. Doni bersyukur ternyata Nanda mendapatkan orang yang benar-benar mencintainya. Ia juga mendapatkan mertua yang begitu menyayanginya. Tanpa peduli asal usul yang tak jelas, Lavina justru melamar Nanda untuk dijadikan istri dari anaknya. Doni salut dengan keluarga besannya ini, mereka tidak memandang orang dari kasta maupun status. Mereka menerima Nanda dengan lapang dada dan tangan terbuka. Mereka memberikan Nanda cinta yang tak pernah ia berikan sepanjang hidupnya.
Doni lantas berdiri dan menepuk bahu Gathan sambil tersenyum.
"Terima kasih nak karena kalian telah memberikan cinta yang luar biasa untuk putriku. Terima kasih karena kalian telah menerima Nanda dengan lapang dada dan tangan terbuka. Bahkan kalian telah memberikan kehangatan keluarga yang tidak pernah bisa saya berikan. Terima kasih saya ucapkan padamu dan ibu, juga tuan Ganindra. Kalian ... memang keluarga yang benar-benar luar biasa." ucapnya tulus.
Lalu Doni kembali duduk di samping Nanda, sedangkan Radika hendak pamit kembali ke ruangannya. Tapi baru saja Radika hendak membuka pintu, tubuhnya langsung membeku saat melihat seorang wanita yang duduk di kursi roda yang di dorong oleh seorang anak laki-laki. Tangan wanita itu tampak menggantung di udara. Sepertinya ia hendak mengetuk pintu kamar rawat Nanda. Begitu juga wanita itu yang langsung membeku di tempatnya saat matanya bersirobok dengan mata Radika.
__ADS_1
...***...
...Happy reading 🥰🥰🥰...