Ternyata Aku Yang Kedua

Ternyata Aku Yang Kedua
Ch.78 kegelisahan Nanda


__ADS_3

Tak terasa sudah 2 bulan berlalu dari honeymoon Gathan dan Nanda. Mereka pun telah kembali melakukan aktivitas seperti biasanya. Kehidupan rumah tangga mereka kini kian harmonis membuat keluarga lainnya turut bahagia.


Namun akhir-akhir ini Nanda tampak begitu gamang. Sudah 2 bulan berlalu semenjak bulan madu terindah itu tapi ia belum menampakkan tanda-tanda kehamilan. Batin Nanda kian was-was, bagaimana bila ia benar-benar kesulitan untuk hamil? Hati Nanda mencelos memikirkannya.


Gathan telah berkali-kali menasihati agar tidak terlalu terbebani dengan masalah itu. Tapi hati kecil Nanda justru kian resah gelisah, ia tentu khawatir tidak bisa memberikan keturunan pada suaminya. Apalagi suaminya merupakan anak satu-satunya, tentu ia dan keluarganya berharap akan ada penerus yang lahir di keluarga mereka.


Pun dirinya yang merupakan anak satu-satunya Doni dan Delima. Tapi setidaknya keluarga besar Doni memiliki 2 orang anak dan adik papanya itu telah memiliki keturunan, tapi tidak dengan Delima yang ia ketahui hanya anak sebatang kara. Darah keluarga mamanya hanya mengalir pada dirinya saja.


Seperginya Gathan ke kantor, Nanda pun bersegera memeriksa air seninya menggunakan testpack. Lagi-lagi hanya ada satu garis yang cerah, sedangkan garis satunya nyaris tanpa warna. Dibilang samar juga tidak. Setidaknya bila samar, tetap ada kemungkinan untuk hamil, namun kali ini lagi-lagi nihil.


Entah sudah berapa banyak testpack terbuang sia-sia semenjak satu bulan yang lalu, tapi Nanda tak kunjung jera untuk memeriksanya.


Nanda meletakkan telapak tangannya di atas perut lalu dengan pelan ia mengusapnya seraya menggumamkan doa, semoga Allah masih mau memberikannya kepercayaan untuk hamil dan lebih dipercaya lagi untuk melahirkan dan membesarkan anak-anaknya.

__ADS_1


Perkara keturunan bukanlah hal sepele. Setiap pasangan yang telah menikah pasti berharap suatu hari nanti diberikan keturunan, sebagai pelengkap keluarga dan pemberi warna dan rona bahagia dalam keluarga kecil mereka, begitu pula Nanda.


Nanda memang telah dinyatakan sembuh, tapi nyatanya pernyataan dokter di kala itu cukup membuatnya terbebani hingga sekarang. Dan kini kian menjadi setelah ia belum juga hamil padahal sudah 2 bulan berlalu semenjak mereka pertama kali melakukan hubungan suami istri di momen bulan madu tempo hari.


"Sayang, kenapa melamun, hm?" pertanyaan yang tiba-tiba membuat Nanda tersentak dari lamunannya. Saat ini ia sedang melamun di balkon kamarnya. Tempat yang nyaman untuk dirinya merenung seorang diri. Matanya seketika membola, sejak kapan Lavina berada di kamarnya? Ia benar-benar tidak menyadari kedatangan ibu mertuanya itu.


"Eh, mama? Mama kapan datang? Kok nggak ngabarin lagi?" cecar Nanda setelah terlebih dahulu mencium punggung tangan Lavina.


"Nanda nggak mikirin apapun kok, ma." dusta Nanda.


"Sayang, kalau ada masalah, sebaiknya kamu jujur, jangan dipendam sendiri. Bukannya selesai, malah makin rumit entar jadinya." nasihat Lavina yang sudah dapat membaca ada sesuatu yang dipendam Nanda. "Gathan nggak nyakitin kamu kan?" tanya Lavina khawatir putranya lah penyebab kegelisahan sang menantu.


"Eh, nggak kok ma. Nanda sama mas Gathan baik-baik aja kok. Mas Gathan kayak biasa baik banget dan perhatian juga." sahut Nanda cepat saat sang suami disebut penyebab kegelisahannya.

__ADS_1


"Baguslah. Kalau sampai Gathan nyakitin kamu, bilang aja ke mama, biar dia mama jewer kalau perlu jabatannya mama turunin biar dia tau rasa." ujar Lavina setengah bercanda.


"Mama nggak perlu cemas kok, mas Gathan itu suami terbaik jadi nggak mungkin sampai hati nyakitin Nanda."


"Kalau bukan, jadi apa dong? Jujur aja sayang, jangan dipendam. Siapa tau mama bisa bantu." nasihat Lavina .


Nanda pun tersenyum lantas memeluk tubuh Lavina dengan erat. Ia pun segera menumpahkan kegelisahannya.


"Nda, anak itu juga termasuk rejeki. Manusia hanya bisa berusaha dan berdoa, Allah lah yang menentukan. Lagipula Nanda kan pernah hamil meski harus kehilangan tapi hal itu membuktikan kalau menantu mama yang cantik ini bisa hamil. Walaupun belum bisa hamil sekarang, mama nggak masalah kok, namanya juga belum dikasih. Yang penting kamu nggak usah banyak pikiran. Pikiran kamu harus tenang, jalani semua seperti air yang mengalir, oke!" pungkas Lavina yang membuat mata Nanda berkaca-kaca.


...***...


...Happy reading 🥰🥰🥰...

__ADS_1


__ADS_2