Ternyata Aku Yang Kedua

Ternyata Aku Yang Kedua
Ch.75 Let's do it, baby!


__ADS_3

Keesokan harinya, tidak seperti dugaan Nanda, Gathan justru mengajaknya jalan-jalan keliling Sydney. Sydney merupakan kota terbesar di Australia. Sydney mempunyai berbagai macam tujuan wisata yang sangat menarik seperti tempat bersejarah, taman, pantai, dan tempat mengagumkan lainnya.


Pertama-tama, Gathan mengajak Nanda mengunjungi Sydney Opera House. Gedung Opera Sydney menjadi tujuan wisata yang sangat terkenal dan unik sejak abad ke 20. Memiliki desain bangunan yang unik membuatnya menjadi ikon tersendiri bagi Sydney. Selain itu, gedung ini menjadi tempat untuk menampilkan berbagai macam pertunjukan seperti teater, balet, dan karya seni indah lainnya.



Tidak hanya mengajak Nanda untuk mengunjungi, Gathan juga mengajak Nanda untuk menyaksikan pertunjukan balet sebab setahu Gathan, Nanda memiliki ketertarikan tersendiri pada berbagai jenis seni tari. Gathan pernah menawarkan Nanda guru privat bila ia ingin belajar tapi Nanda menolaknya mentah-mentah. Ia hanya suka, bukan berarti ingin mempelajarinya.


Menjelang sore hari, Gathan mengajak Nanda jalan-jalan di pantai Manly. Manly beach merupakan salah satu pantai yang paling populer di Sydney. Di area sekitar pantai, mereka dapat melihat banyak toko-toko kecil yang khusus menjual aneka oleh-oleh dan cinderamata khas Sydney. Dengan wajah riang, Nanda bahkan sampai menyeret tangan Gathan untuk menghampiri setiap toko tersebut.


"Mas, gantungan kunci itu lucu ya?" ujar Nanda saat melihat gantungan kunci berbentuk jembatan Sydney Harbour.


"Hmm ... kamu mau?" tanya Gathan seraya merangkul pundak Nanda.


Nanda pun tersenyum girang seraya mengangguk cepat. Ia begitu antusias memilih beberapa gantungan kunci yang menurutnya unik dan lucu. Ia juga menghampiri toko yang menjual berbagai aksesoris mulai dari cincin, gelang, kalung, dan pernak-pernik lainnya. Tiba-tiba mata Nanda bersinar cerah saat menangkap sepasang cincin perak yang menurutnya unik dan bagus. Namun saat Nanda mencoba di jarinya, seketika wajahnya jadi muram membuat Gathan bertanya-tanya.


"Kenapa? Ada yang salah?" lirih Gathan bertanya.

__ADS_1


Nanda menghembuskan nafas panjang sambil menunjukkan cincin di jari manisnya, dengan bibir mengerucut ia mendesah, "Cincinnya nggak pas. Jari Nanda kok kecil banget sih, padahal Nanda suka banget cincin itu. Coba deh, mas coba yang ini. Ini pasangannya." ujar Nanda seraya memasangkan cincin untuk lelaki ke jari Gathan. "Tuh, yang mas pas banget. Tapi yang Nanda ... "


Gathan tersenyum kecil lantas mencubit gemas hidung bangir Nanda. Lalu ia mengalihkan perhatiannya pada sang penjual.


"Ada ukuran yang lebih kecil?" tanya Gathan pada sang penjual dalam bahasa Inggris. Bahasa Nasional negara Australia adalah bahasa Inggris, jadi Gathan tidak memiliki kesulitan untuk berkomunikasi dengan warga di sana.


"Wah, sayang sekali sudah habis, tuan! Tapi kalau Anda mau menunggu, saya bisa membuatkannya sesuai ukuran yang tuan mau. Jadi besok Anda bisa kembali lagi kemari untuk mengambilnya." tukas penjual itu dengan bahasa Inggrisnya.


"Wah, tidak apa-apa kalau begitu! Saya masih memiliki waktu beberapa hari lagi di sini jadi saya pesan sesuai ukuran jari manis istri saya." ujar Gathan lagi seraya menarik lengan Nanda dan menunjukkan jari manisnya.


Nanda menatap Gathan dengan dahi berkerut bingung seolah bertanya, 'Mau ngapain?'


Nanda pun mengangguk antusias dan menyetujuinya. Nanda juga membeli sepasang gelang yang terbuat dari jalinan tali yang ia yakini merupakan gelang home made. Gelang itu terlihat unik dan menarik. Jadi Nanda membelinya sepasang, satu ia pakaikan di lengan Gathan, sedangkan satunya ia minta Gathan memakaikannya di pergelangan tangannya.


"Ih, lucu banget! Bayarin ya masku yang gantengnya nggak ketulungan." ujar Nanda seraya mengerlingkan sebelah matanya membuat Gathan melongo di depannya.


"Sepertinya udah ada yang berani genit-genitan nih!" tukas Gathan sambil menyeringai.

__ADS_1


"Idih, siapa yang mau genit-genitan coba. Mas ngarang ih. Pikiran mas aja yang kelewat encum jadinya Nanda cuma main mata aja udah turn on." ejek Nanda sambil menaikkan ujung bibirnya sebelah. Gathan terkekeh membenarkan apa yang Nanda katakan.


Setelah selesai mampir membeli beberapa aksesoris, Gathan mengajak Nanda ke tepi pantai untuk menikmati sunset. Terlihat dengan jelas, bagaimana matahari perlahan menghilang bagai di telan sang samudera, meninggalkan semburat jingga yang begitu indah dipandang mata.


Selepas dari pantai Manly beach, Gathan terlebih dahulu mengajak Nanda kembali ke hotel untuk membersihkan diri. Kemudian pada malam hari, Gathan kembali mengajak Nanda pergi keluar. Kemudian Gathan mengajak Nanda untuk menikmati makan malam di sebuah restoran mewah sambil menikmati keindahan jembatan Sydney Harbour. Ternyata pemandangan jembatan Sydney Harbour pada malam hari sungguh memukau.



Nanda tiada berhenti berdecak kagum melihatnya. Ia merasa, tahun itu merupakan tahun terindah dalam hidupnya. Mulai dari bertemu dan menikah dengan seorang suami yang begitu perhatian dan penyayang, dan yang pasti sangat mencintainya. Lalu bertemu ayah dan orang-orang yang sangat berarti dalam hidupnya. Hingga pengalaman-pengalaman indah yang tak terlupakan dengan sang suami. Nanda tak pernah berhenti bersyukur atas segala kebahagiaan dan keindahan yang diterimanya.


Sepulangnya dari makan malam, Nanda dan Gathan pun segera membersihkan diri dan mengganti pakaian. Setelah membersihkan diri dan mengganti pakaian, Gathan pun menyusul Nanda yang telah terbaring terlebih dahulu dengan selimut menutupi tubuhnya hingga bagian leher. Gathan tersenyum kecil karena hanya bisa melihat kepala sang istri yang menyembul dari dalam selimut. Sedangkan Gathan terlebih dahulu duduk dan membuka ponselnya sambil bersandar di headboard. Ia membuka beberapa email yang diterimanya dari asisten sementaranya di Jakarta dan membalasnya.


Setelah selesai, ia pun meletakkan ponsel dan menyusul sang istri masuk ke dalam selimut. Baru saja Gathan hendak memeluk sang istri, Gathan merasakan ada sesuatu yang beda pada tubuh istrinya. Matanya mengerjap berkali-kali karena terkejut dengan apa yang dirasakannya kini. Ada yang berbeda. Jantungnya berdebar seketika. Darahnya berdesir. Tubuhnya memanas dan matanya pun telah berkabut. Sepertinya Nanda tengah sengaja memancing jiwa primitifnya. Kalau memang benar, tentu dengan senang hati Gathan akan menyanggupi. Bila semalam ia hanya ingin mengerjai istrinya, namun kini tidak. Mungkin sebelumnya, Nanda telah Ketar-ketir, padahal ia hanya hendak mengerjainya saja. Toh dirinya tidak semaniak itu ingin menghabiskan sepanjang waktu dengan bercinta. Tapi bila sang istri memang menginginkannya, mengapa tidak. Toh tidak ada kucing yang menolak ikan segar, bukan. Apalagi ia memang sudah menantikan hal ini sejak beberapa bulan yang lalu. Tidak mudah mengendalikan diri dan memendam hasrat sedangkan setiap malam tidur bersama. Terkadang Gathan sampai diam-diam bangun dan mandi air dingin untuk meredam keinginan terpendamnya itu. Tapi kini tidak lagi, apalagi sang istri dengan sengaja memancing hasratnya dengan memakai pakaian lucknut. Jadi, mari kita tuntaskan hasrat terpendam itu.


'Let's do it ,baby!'


...***...

__ADS_1


...Happy reading 🥰🥰🥰...


__ADS_2