Ternyata Aku Yang Kedua

Ternyata Aku Yang Kedua
Ch.82 romantisme pasangan bucin


__ADS_3

Kehamilan adalah momen paling membahagiakan yang paling ditunggu setiap pasangan yang telah menikah. Tak terkecuali keluarga Gathan dan Nanda. Pun Doni merasakan kebahagiaan yang membuncah. Seumur hidupnya, ia belum pernah merasakan mengurus seorang wanita hamil. Oleh karena itu, di kesempatan emas kali ini ia bahkan sampai memohon pada Nanda dan Gathan agar lebih sering menginap di rumahnya agar ia bisa turut merasakan kebahagiaan mengurus seorang wanita hamil. Terlebih itu adalah kehamilan putrinya sendiri yang tengah mengandung calon cucunya.


Berbeda dengan Nuri, biarpun ia tidak pernah mengecap indahnya masa kehamilan, tapi ia pernah mengurus ibu kandung Januar di kala hamil. Bahkan dengan kedua tangannya, ia berhasil membesarkan Januar hingga sebesar ini. Namun, itu tak lantas membuatnya berpuas diri. Ia pun sangat ingin ikut berpartisipasi mengurus Nanda di masa kehamilannya seperti mengurus anak kandungnya sendiri. Ia pun sama seperti Doni yang begitu antusias menyambut kehamilan Nanda. Oleh sebab itu, agar adil, Gathan sampai membagi waktu 2 kali seminggu, baik untuk menginap di rumah Doni maupun di rumah Lavina yang tentu sangat antusias. Sedangkan sisa 3 harinya, ingin dinikmatinya hanya berdua saja dengan sang istri. Tentu mereka pun membutuhkan quality time khusus berdua saja.


"Pagi, sayang." sapa Doni saat melihat Nanda dan Gathan turun dari tangga. Sama seperti kamarnya di rumah Lavina maupun rumah pribadinya, kamar mereka juga berada di lantai 2.


"Pagi juga pa." sahut Nanda dan Gathan berbarengan.


Lalu Doni menghampiri Nanda dan mengecup puncak kepala Nanda dengan sayang. Ia ingin memberikan kasih sayang yang tidak pernah ia berikan pada Nanda selama ini. Doni begitu bersyukur masih memiliki kesempatan untuk membayar dosa-dosanya, oleh sebab itu ia kan memanfaatkan sisa hidupnya sebaik mungkin. Baik itu menebus salah dan dosanya pada Nuri, istrinya, maupun pada Nanda, putrinya.


"Ayo, kita sarapan dulu! Ibu udah siapin sarapan buat kita." ujar Doni mengajak Nanda dan Gathan menuju meja makan.


Mereka pun berjalan beriringan diikuti Januar yang juga baru keluar dari kamarnya.


"Kamu bersiap mau kuliah ya, Jan?" tanya Gathan saat melihat Januar.


"Iya bang, hari ini ada kelas pagi." sahut Januar seraya tersenyum lebar. "Pagi mbak Nanda. Wah, aura bumil ternyata luar biasa ya, bang, bikin mbak Nanda makin cantik aja. Pantesan aja bang Gathan jadi bucin gitu ke mbak." ujarnya sambil terkekeh.


"Ah, kamu bisa aja sih, Jan! Nah kalau kamu gimana? Udah ada yang bisa bikin kamu bucin belum?" giliran Nanda yang menggoda Januar dengan menaik turunkan alisnya seraya tersenyum jahil.


"Emmm ... untuk saat ini sih ... rahasia." balasnya sambil tergelak membuat Nanda mengerucutkan bibirnya.


"Pa, Januar nih, malah ngusilin aku." Rajuk Nanda.


"Siapa nakal? Januar ya? Biarin nanti dia papa hukum suruh bersihin toilet, gimana? Nggak papa kan, Bu?" timpal Doni meminta persetujuan Nuri yang tengah menghidangkan sarapan dibantu asisten rumah tangganya.


"Ah, kalau itu mah keringanan! Suruh bersihin kolam renang aja sekalian." sambung Nuri membuat Januar menganga seketika.


"Hais, kok berpihak ke mbak Nanda semua sih! Ini nggak adil. Bang Gathan pasti belain mbak Nanda juga kan!"

__ADS_1


"Oops, Abang netral! Jangan tanya Abang." sahutnya ikut terkekeh.


"Ya sudah, Januar ikutan ngambek juga lah!"


"Cowok kok ngambek, nggak malu tuh sama brewok?" ledek Nanda sambil memandangi rahang Januar yang mulai ditumbuhi bulu-bulu halus.


"Oh iya! Benar juga kata mbak. Januar kan pingin kelihatan macho kayak bang Gathan, gimana mbak , cocok nggak brewoknya di wajah Januar? Jadi makin ganteng kan?"


"Hmmm ... " Nanda memegang dagunya seraya memperhatikan brewok di wajah Januar sambil menganggukkan kepalanya. "Cocok sih. Tapi sayang ... "


"Sayang apa?" tanya Januar ikut penasaran.


"Nih sayang, diminum susunya." ujar Doni seraya meletakkan segelas susu khusus ibu hamil pada Nanda.


"Wah, makasih pa! Papa baik deh!" ujar Nanda dengan mata berbinar.


"Tapi sayang, masih kalah ganteng sama mas Gathan." sahutnya acuh kemudian terkekeh saat melihat wajah cemberut Januar.


"Udah ... udah, kita sarapan dulu ya!" sergah Nuri yang kini telah duduk di samping Doni.


Lalu Nuri mengisi piring Doni dengan nasi goreng yang baru saja ia buat. Tak lupa telur mata sapi, sebal, dan kerupuknya. Begitu pula Nanda, ia membantu mengisi piring Gathan. Saat ia ingin mengisi piringnya, justru Gathan mencegah. Dan kini giliran Gathan yang mengisi piring Nanda dengan nasi dan lauk pauknya.


"Wah, enak banget yang punya pasangan! Bisa romantis-romantisan di meja makan. Nggak peduli sama si Joker ini." Januar pun mendesah membuat kedua pasangan itu tersenyum geli. "Jadi pingin nikah juga nih!"


"Hush, kuliah dulu yang bener!" sergak keempat orang itu membuat Januar membulatkan matanya.


"Begini amat nasib bocah." timpalnya lagi membuat yang lainnya jadi terkekeh.


Setelah kelima orang itu selesai sarapan, Doni, Gathan, dan Januar pun berpamitan untuk melakukan aktivitasnya masing-masing.

__ADS_1


"Mas berangkat kerja dulu ya, sayang! Hati-hati di rumah. Jangan terlalu sering naik turun tangga. Kalau ada apa-apa atau butuh sesuatu, langsung aja hubungi mas. Jangan ragu-ragu! Oke!" ucap Gathan sebelum berangkat kerja.


"Iya, mas. Mas juga hati-hati ya di jalan. Jangan lupa makan siang! Kalau sempat, pulang nanti beliin bakpia pathok ya, mas. Yang isi keju sama durian. Baby twins lagi pingin itu." ucap Nanda.


"Itu pingin maminya atau baby nya?" goda Gathan seraya tersenyum jahil.


"Hehehe ... pingin dua-duanya eh, tiga-tiganya maksudnya."


"Kelamaan nggak sore nanti? Kalau mau sekarang, bisa mas cariin dulu."


"Sore aja nggak papa, mas. Sekarang kerja aja dulu. Ada meeting sama investor asing itu kan nanti siang. Yang bener kerjanya. Jangan lirik-lirik cewek juga! Awas kalo sampai lirik-lirik, entar mas dapat ceramah sama cubitan massal."


"Ceramah dan cubitan massal? Maksudnya?"


"Ya, Nanda minta bantuan semua orang buat ceramahin mas sama cubitin mas biar tau rasa."


"Astagaaaa, belajar jadi istri posesif nih!" goda Gathan seraya terkekeh geli.


"Biarin! Biar mas mikir sebelum bertindak."


"Nggak perlu kamu bilang juga mas nggak bakalan mungkin kayak gitu kok sayang. Karena itu mas nggak mau memperkerjakan sekretaris wanita, mas nggak mau terlalu banyak interaksi dengan perempuan lain, selain untuk jaga diri juga untuk mencegah fitnah dan kesalahpahaman. " Ujar Gathan yang memang sejak dahulu waspada terlibat affair dengan bawahan terlebih lagi sekretaris. Sudah jadi rahasia umum kebanyakan pemimpin perusahaan sering terlibat affair dengan sekretarisnya sendiri. Entah disengaja ataupun tidak dan ia tidak menginginkan hal itu terjadi pada dirinya.


"Nanda percaya kok sama, mas. Kan mas sudah teruji secara klinis." ucapnya sambil menyeringai membuat Gathan mencubit gemas hidungnya. Setelah bercipika cipiki, Gathan pun berpamitan dan berangkat menuju kantornya dengan senyum yang tak lepas dari bibirnya.


...***...


Halo kakak-kakak semua. Novel Ternyata Aku yang Kedua mungkin 1 atau 2 bab lagi end, nah kayak biasa, untuk 3 besar fans rangking umum akan mendapat pulsa dari othor. Juara 1 get 20rb, juara 2 dan 3 get masing-masing 10rb. Pengumumannya Senin entar ya! Ditunggu like, komen, vote, dan hadiahnya.


...Happy reading 🥰🥰🥰...

__ADS_1


__ADS_2