Ternyata Aku Yang Kedua

Ternyata Aku Yang Kedua
Ch.40 Ke pesta


__ADS_3

Malam ini Gathan dan Nanda akan datang ke sebuah pesta pernikahan putra dari sahabat Lavina. Awalnya Nanda sempat bingung dan gugup sebab ini merupakan kali pertama datang ke pesta pernikahan kalangan atas. Ia pikir pasti gaya berpesta orang-orang kaya sangat luar biasa. Nanda bingung, ia memang membawa gaun pemberian Lavina tapi apakah gaun itu cocok untuk dibawa ke pesta, belum lagi ia tidak tau cara bermake up. Ia pernah dibelikan set make up oleh Lavina tapi semuanya telah dihancurkan Freya jadi ia hanya membawa bedak dan lipstik saja.


Asik sibuk melamun, tiba-tiba sepasang lengan kekar melingkari perut dan pinggang Nanda, membuat Nanda terkesiap.


"Mas, ngagetin aja." desis Nanda sambil mengerucutkan bibirnya.


"Ngelamun apa, hm?" tanya Gathan tepat di sisi dekat telinganya. Hembusan nafas hangat Gathan yang menerpa telinga hingga sebagian lehernya membuat Nanda meremang.


"Itu ... itu ... " Nanda terbata sendiri akibat hembusan nafas Gathan di telinga dan lehernya.


"Apa, hm? Itu itu apa?"


"Nanda bingung mau pakai baju apa terus ... Nanda nggak bisa dandan. Mas pergi sendiri aja ya! Nanda ... Nanda malu. " ujar Nanda sembari menundukkan wajahnya. Ia merasa insecure dengan dirinya sendiri. Apalagi ia merasa dirinya hanyalah orang biasa dan tak pantas berada di pesta orang-orang kaya seperti itu.


Gathan tersenyum tipis lalu mengecup pelipis Nanda.


"Ayo!" Gathan menggamit tangan Nanda mengajaknya keluar kamar. Ruangan Gathan merupakan presidential suite yang terdiri atas dua buah kamar, ruang tamu, panti, dan balkon. Gathan mengajak Nanda keluar kamarnya menuju ruang tamu.


Saat sudah di ruang tamu, Nanda membelalakkan matanya saat melihat banyak gaun yang tergantung di hanger display. Di sana juga telah duduk beberapa orang yang Nanda tidak kenali sama sekali siapa mereka.


"Mereka ... siapa, mas?" tanya Nanda bingung terlihat dari kerutan yang terbentuk di dahinya.


Gathan tersenyum lalu menarik Nanda mendekati orang-orang itu.


"Mereka pegawai butik kenalan mama. Kamu tinggal pilih aja mana gaun yang menurut kamu cocok. Masalah make up juga udah mama sediain. Jadi kamu tinggal beres aja." tukas Gathan membuat Nanda makin membelalakkan matanya.


"Mama yang udah siapin ini?" tanya Nanda dengan sorot mata terkejut.


Gathan mengangguk samar lalu mencubit hidungnya gemas.


"Kamu itu menantu kesayangan mama jadi semuanya mama yang siapin. Mas aja kaget waktu mereka semua datang. Ternyata mereka semua udah dicalling sama mama."


"Mama emang is the best." puji Nanda dengan mata berbinar.


Gathan menghela nafas, "Emang best banget. Mas sampai bingung, yang anak mama itu mas apa kamu sih?" Gathan menggeleng-gelengkan kepalanya.

__ADS_1


Nanda terkekeh geli melihat ekspresi Gathan yang tak habis pikir.


"Ya mama mas lah, kalo mama Nanda udah nggak ada lagi di dunia." tukasnya sambil tersenyum sendu. Gathan terhenyak lalu melirik wajah Nanda yang tampak sendu.


"Maaf."


"Maaf untuk apa? Mas nggak salah kok. Emang kenyataannya." Nanda tersenyum walau tak selebar tadi.


"Mas bantuin Nanda pilih gaun ya! Nanda bingung mau yang mana. Maklum, istri mas ini orang udik. Nggak pernah pakai gaun atau baju mahal. Doyannya yang 3 potong 100 ribu." lirihnya sambil mendekati hanger display tersebut. Lalu beberapa karyawan butik membantu Nanda dalam memilih.


Gathan mengerutkan keningnya saat mendengar kalimat '3 potong 100 ribu? baju kayak gimana itu?' Lalu Gathan mengingat-ingat jenis-jenis pakaian Nanda yang sering dipakainya dulu. Walaupun akhir-akhir ini Nanda mulai menggunakan pakaian bagus yang kemungkinkan besar pemberian sang mama, hati Gathan tiba-tiba mencelos. Ia sebagai seorang suami merasa begitu lalai pada istri kecilnya itu. Sebab selama menikah ia merasa belum pernah memberikan sesuatu pada istrinya itu. Bahkan uang sepeser pun belum pernah ia berikan.


Gathan mendekati Nanda yang sedang memilih gaun yang cocok. Lalu perhatian Nanda jatuh ke sebuah gaun berwarna navy tanpa lengan yang panjangnya di atas mata kaki. Gaun itu sepertinya terbuat dari sutra itu terlihat simpel namun elegan. Lalu Nanda meraih gaun itu dan menunjukkannya pada Gathan.


"Gaun ini gimana, mas? Cocok nggak sama Nanda?" tanya Nanda pada Gathan. Ia tidak bertanya bagus atau tidak sebab semua gaun yang tergantung itu adalah gaun dari butik ternama jadi sudah pasti bagus-bagus.


Gathan memperhatikannya sambil memegang dagunya sendiri.


"Bagus sih cuma punggungnya terlalu terbuka. Coba cari yang kayak gini tapi punggungnya tidak terlalu terbuka." titah Gathan pada karyawan butik itu.


Nanda membalik gaun itu dan terkejut. Ia benar-benar tidak sadar kalau gaun itu bagian punggungnya terbuka.


Sembari menunggu Nanda selesai didandani dan berganti pakaian, Gathan terlebih dahulu memeriksa beberapa pekerjaannya yang dikirimkan via email. Setelah itu barulah ia bersiap. Wajah Nanda yang pada dasarnya sudah cantik tidak membutuhkan banyak sapuan make up. Alhasil, waktu yang dibutuhkan pun tidak terlalu lama. Sekeluarnya dari kamar ganti, Gathan sontak terkesiap saat melihat sosok yang tengah duduk bersantai di sofa ruang tamu. Matanya sampai tak dapat berkedip melihat betapa cantiknya Nanda dengan balutan gaun putih itu. Kulitnya yang putih pun jadi kian bersinar.


...Nanda Afrilya...



"You're so beautiful, baby. Like a princess.* puji Gathan seraya menggamit tangan Nanda dan mengecupnya. Tak lupa ia mengecup dahi dan bibir Nanda membuat Nanda tersipu malu.


"Makasih, mas. Untung Nanda nggak bodoh-bodoh amat jadi masih ngerti apa yang mas bilangin." ujar Nanda seraya terkekeh. Gathan pun ikut terkekeh karenanya.


Lalu Gathan mengulurkan tangannya, Nanda pun menyambut tangan itu dengan melingkarkan tangannya ke lengan Gathan. Mereka pun pergi menuju ballroom hotel dimana pesta itu diadakan. Beruntung Lavina membooking kamar di hotel yang sama tempat dilaksanakannya pesta jadi mereka tidak perlu terburu-buru kesana. Dengan tangan sambil berangkulan mesra, Gathan dan Nanda masuk ke dalam pesta.


Pesta itu sungguh megah dan mewah. Awalnya Nanda merasa gugup saat pertama kali menginjakkan kaki di dalamnya. Gathan pun meremas telapak tangan Nanda seraya memberikan ketenangan. Gathan tersenyum lembut membuat rasa gugup Nanda seketika hilang.

__ADS_1


"I'm here jadi jangan khawatir. " bisik Gathan membuat wajah Nanda bersemu merah.


Kedatangan Gathan mewakili Ganindra dan Lavina tentu disambut hangat pihak tuan rumah. Mereka pun 5urut memuji kecantikan Nanda sebagai istri Gathan. Berpasang-pasang mata nampak memandang kagum pada pasangan itu. Sebagian dari para tamu sudah banyak yang mengenali Gathan sebagai putra tunggal Ganindra jadi mereka bergantian menyapa Gathan sekaligus memberi selamat atas pernikahan mereka.


"Hei, liat tuh! Itu kan Gathan Adriano Tjokroaminoto sama istrinya."


"Ho'oh. Ck ... Freya sampai sekarang masih aja sesumbar kalau dialah istri dari Gathan. Kalau udah ada bukti kayak gini, kira-kira dia masih berkilah tidak ya?"


"Eh, apa bener Freya bohong? Soalnya dia juga pernah nunjukkin foto dia sedang meluk Gathan gitu. Artinya kan dia nggak bohong. Jangan-jangan gadis itu pelakor?"


"Tapi bisa juga sebaliknya. Kan mereka jelas-jelas udah merayakan pernikahan mereka , sedangkan Freya belum bahkan nggak ada sama sekali. Mungkin aja dia sekedar kenal atau dia yang pelakornya."


Bisik-bisik tamu yang mengenal Freya. Freya merupakan salah satu selebgram yang cukup terkenal karena itu cukup banyak yang mengenalnya. Belum lagi pergaulan ala sosialitanya membuatnya banyak dikenal perempuan kalangan atas.


Sementara itu, di Jakarta, seperti biasa Freya mendatangi ayahnya untuk berkeluh kesah.


"Bagaimana? Ada kemajuan hubunganmu dan Gathan?" tanya Reza.


Freya mendengus kesal sambil menggelengkan kepalanya. Bagaimana ada kemajuan, Gathan saja selalu menjaga jarak dengannya.


Tiba-tiba sebuah pesan masuk ke ponselnya. Mata Freya sontak melotot kesal saat melihat foto itu. Foto siapa lagi kalau bukan foto Gathan dan Nanda yang sedang mendatangi pesta. Mereka tampak sangat serasi membuat Freya menjadi iri dan benci.


"Kamu harus segera bertindak, Fre! Ingat, waktumu sudah tidak lama lagi. Kalau waktumu habis sebelum semuanya tercapai , semua usaha kita pasti akan sia-sia. Minimal kamu harus hamil anaknya sebelum waktunya berakhir. Ia pasti takkan menceraikanmu bila kau hamil anaknya." tukas Reza memberitahu.


"Tapi bagaimana caranya, pa? Segala cara sudah Freya coba, bahkan sampai pakai baju nyaris polos aja dia nggak tertarik sama sekali. Jangan-jangan dia beneran belok, pa. Freya nggak mau tinggal berdua lelaki seperti itu seumur hidup."


"Kamu mau hidup kamu enak, aman, dan nyaman dan berlimpah harta walaupun harus tinggal sama lelaki seperti Gathan atau tinggal berdua lelaki sesungguhnya tapi hidup susah?" Reza mencibir kemampuan berpikir Freya yang begitu cetek menurutnya. Lalu Reza pun membisikkan sesuatu ke telinga Freya. Freya tersenyum senang saat mendengarkan apa ide ayahnya itu.


"Semoga ide papa kali ini berhasil." ucapnya sambil menyeringai.


...Gathan Adriano Tjokroaminoto...



...

__ADS_1


...***...


...Happy reading 🥰🥰🥰...


__ADS_2