
Tak terasa, makin hari perut Nanda makin membuncit. Kehamilannya kini telah memasuki bulan ke sembilan. Dengan fakta itu membuat Gathan kian overprotektif pada Nanda yang kini makin kepayahan saat bergerak. Hamil satu bayi saja rasnya sangat melelahkan saat harus kesana-kemari, apalagi hamil double baby, membuat ruang gerak Nanda kian terbatas. Namun hal itu tidak dijadikannya alasan untuk bermalas-malasan. Setiap hari, ada saja yang dikerjakannya. Tapi semua kegiatannya itu tidak jauh dari urusan dapur.
Kehamilannya ini membuatnya doyan makan karena itu dengan alasan lebih sehat dan higienis, ia lebih memilih membuat sendiri makanan yang ia inginkan. Kecuali makanan itu membutuhkan keahlian khusus dalam membuatnya barulah ia lebih memilih membeli.
Seperti saat ini, Nanda tengah berkutat di dapur untuk membuat mie ayam dibantu Surti. Mie-nya sudah selesai dibuat, tinggal membuat tumisan ayamnya saja. Nanda pun menumis bumbu-bumbu yang telah diraciknya sendiri. Setelah harum, ia memasukkan ayam yang telah disuwir-suwir dan mengaduknya. Setelah itu, ia memberi sedikit air, kecap manis, garam, dan sedikit kaldu bubuk. Setelah rasanya sudah cukup pas, barulah ia mematikan kompor. Belum selesai Nanda menyiapkan mie ayam spesial buatannya itu, tiba-tiba terdengar suara gaduh dari beranda rumah. Nanda pun penasaran dan segera melangkahkan kakinya menuju ke depan. Matanya pun membelalak, saat melihat Doni dan Nuri, serta Lavina dan Ganindra yang telah bersiap masuk disusul Gathan setelahnya.
"Lho, kok mama, papa, papa Doni sama Bu Nuri tiba-tiba ada di sini? Kok nggak ngabarin lagi mau kemari?" tanya Nanda penasaran setelah ia menyalami satu persatu tamu dadakannya itu.
Nanda bahkan kian bingung saat melihat sopir mertua juga ayahnya membawa masuk koper yang Nanda yakini berisi pakaian mereka.
"Kalo ngabarin kamu dulu namanya nggak surprise dong, sayang." sahut Lavina duluan yang dibenarkan yang lainnya.
"Surprise? Maksudnya?" tanya Nanda bingung.
"Nda, usia kehamilan kamu udah masuk bulan ke sembilan jadi mama, papa, papa Doni, juga ibu Nuri kamu mulai khawatir. Mereka ingin stand by di rumah ini untuk jaga-jaga kalau kamu tiba-tiba mau melahirkan." jelas Gathan membuat netra Nanda kian berkaca-kaca.
Tak pernah terbayangkan di benak Nanda ia akan memperoleh cinta dan kasih sayang sebesar ini dari orang lain yang kini telah bergelar sebagai keluarganya. Tak pernah terbayangkan sekali pun ia akan kembali memiliki keluarga. Tak pernah terbayangkan juga ia akan mendapatkan kebahagiaan sebesar ini. Tak pernah terbayangkan ada orang lain yang begitu menyayanginya dirinya selain bunda Rieke. Sungguh ini anugerah terindah dan terluar biasa dalam hidupnya.
...***...
Masa-masa persalinan kini tinggal menghitung hari saja. Oleh karena itu, kini bukan hanya Gathan saja yang kian protektif tapi juga orang tua dan mertuanya. Gathan pun sengaja bekerja dari rumah untuk meminimalisir ketidakhadirannya saat menjelang persalinan.
__ADS_1
Kamar Nanda dan Gathan untuk sementara berpindah di kamar bawah. Hal itu tentu untuk berjaga-jaga sesuatu yang tak diinginkan. Apalagi perut Nanda kian membukit. Naik turun tangga bukan sekedar hanya berbahaya, tapi juga melelahkan Nanda, begitulah di pikiran orang-orang itu.
Kini Nanda, Gathan, dan keluarganya sedang asik nonton televisi di ruang keluarga. Nanda tampak menyandarkan kepalanya di pundak Gathan, sedangkan Gathan tengah memanjakan bumil itu dengan menyuapinya rempeyek ikan teri kesukaannya.
Bila yang lain tengah fokus dengan televisi yang menyala sambil berbincang, Gathan justru tengah sibuk melihat perut besar Nanda yang tengah memperlihatkan gerakan-gerakan yang berasal dari dalamnya. Perut Nanda tampak bergejolak kesana-kemari. Kadang terlihat seperti ada tonjolan besar seperti sebuah kepala, kadang juga seperti ada tonjolan kecil menyerupai kepalan tangan. Tangan kiri Gathan yang melingkari perut Nanda pun mencoba merasakan gerakan itu. Alhasil, dia terkekeh sendiri seolah dirinya tengah berinteraksi dengan calon buah hatinya.
"Anak papi kayaknya lagi gelud ya di dalam sana?" ujarnya terkekeh sambil menempelkan telinganya di perut Nanda.
Tak lama kemudian, saat mereka tengah berada di kamar hendak pergi tidur, tiba-tiba Nanda merasa sakit di perutnya sebentar, kemudian dalam hitungan detik, rasa sakit itu menghilang. Tak lama kemudian Nanda kembali meringis akibat rasa itu dan dalam hitungan detik kembali menghilang. Rasa sakit itu terus datang berulang. Bahkan semakin lama, rasa sakit itu kian menjalar teratur juga semakin nyeri membuat Nanda menarik kesimpulan kalau ia sudah memasuki fase ingin melahirkan. Sontak saja Gathan pun kehilangan ketenangannya. Ia yang biasanya tenang dalam menghadapi segala situasi, mendadak menjadi sosok yang linglung juga tak tenang.
Gathan pun segera memberitahukan hal tersebut kepada seluruh anggota keluarganya yang untung saja belum tidur. Mereka pun bergegas bersiap dan tak butuh waktu lama, akhirnya mobil yang disopiri Doni pun menerobos jalanan malam yang lengang menuju rumah sakit.
Tak butuh waktu lama, Nanda dan yang lainnya pun tiba di rumah sakit. Di sana Radika telah bersiap membawa Nanda ke ruang persalinan. Sesaat setelah mengetahui Nanda akan melahirkan, Doni bersegera menghubungi Radika untuk meminta bantuannya. Namun karena Radika tidak bertugas malam itu, ia pun meminta rekannya yang bertugas untuk membantu proses persalinan Nanda.
Setelah perjuangan hampir satu jam lamanya di ruang persalinan, akhirnya doa-doa Gathan dan semua orang yang menunggu di luar ruang persalinan diijabah. Suara tangisan bersahut-sahutan dari si kembar membuat semua orang tersenyum bahagia.
Kini, baby twins Nanda dan Gathan telah terlahir ke dunia. Setelah dibersihkan, kedua baby boy dan baby girl itu segera diadzani Gathan. Nanda dan Gathan tersenyum haru. Mata mereka berkaca-kaca, tak menyangka hari ini akhirnya tiba. Hari dimana kini mereka mulai menyandang status sebagai orang tua.
Bukan hanya Nanda dan Gathan saja yang tersenyum haru. Lavina dan Ganindra pun begitu. Tak terkecuali Doni dan Nuri. Doni bahkan sampai menangis sesegukan melihat kedua bayi yang terlihat tampan dan cantik itu. Akhirnya, ia memiliki kesempatan untuk menggendong bayi darah dagingnya sendiri. Cucunya. Cucu kesayangan dan kebanggaannya. Di sela isak tangisnya, Doni berdoa dan berterima kasih pada sosok yang telah melahirkan Nanda ke dunia. Sosok yang tanpa sadar telah berjasa membawa kebahagiaan untuk dirinya.
'Terima kasih Delima. Semoga amal ibadahmu di terima di sisi Allah yang maha kuasa.'
__ADS_1
"Mas, siapa nama anak-anak kita?" tanya Nanda setelah kedua anaknya selesai diadzani Gathan.
"Untuk baby girl, Jeanara Tjokroaminoto, sedangkan untuk baby boy Jervario Tjokroaminoto. Gimana? Kamu suka?" tanya Gathan pada Nanda yang wajahnya masih terlihat begitu pucat.
"Hmmm ... Jean dan Jerva, bagus, mas. Nanda suka" lirih Nanda dengan suara lemahnya.
"Terima kasih ya, sayang. Terima kasih banyak atas perjuanganmu. Terima kasih telah melengkapi kebahagiaanku. I love you to the moon and back." bisik Gathan lalu ia mengecup puncak kepala Nanda dengan penuh cinta dan kasih sayang yang disambut Nanda dengan senyuman hangat yang penuh cinta.
...The End...
...***********************...
Yeay, Alhamdulillah akhirnya tamat lagi satu karya othor! Semoga suka dengan endingnya ya!
Teruntuk semua pembaca setia karya othor, othor ucapkan terima kasih banyak atas dukungannya dan segala-galanya deh. Pokoknya buat semuanya yang nggak bisa othor sebutin satu persatu.
Ditunggu dukungan dan kehadirannya di karya othor selanjutnya. Utk cek karya selanjutnya, bisa cek di beranda othor ya kak!
Silahkan mampir di karya baru othor kak! 🤩🥰
__ADS_1
...See you in the next story. 🥰🥰🥰...