
"Bos, Mr. Roland sudah tiba di ruang meeting." tukas Erwin memberitahukan kedatangan investor yang berasal dari negeri Paman Sam itu.
"Oke, aku segera ke sana." ucap Gathan mantap sambil meraih berkas-berkas yang ada di atas meja dan disambut Erwin untuk membawakannya.
Tak butuh waktu lama, Gathan dan Erwin kini telah berada di ruang meeting TJ Group. Mr. Roland dan asistennya pun menyalami Gathan dengan hormat. Tak butuh waktu lama, mereka pun mulai membahas proposal pengajuan investasi yang sebelumnya telah disepakati kedua belah pihak.
Selesai meeting, mereka pun sedikit berbincang-bincang sambil santap siang di sebuah restoran. Tanpa ragu Mr. Roland berbagi pengalaman dan trik-trik mengembangkan investasi yang ternyata cukup menarik bagi Gathan. Gathan sangat senang mendapatkan pengetahuan mengenai perkembangan dunia investasi di negeri Paman Sam itu.
"Oh iya, tuan Gathan, biasanya di perusahaan lain, setiap saya melakukan kerja sama dengan pihak klien, mereka selalu menyediakan para wanita untuk menemaniku, tapi sepertinya Anda tidak melakukan itu. Bahkan asisten dan sekretarismu juga laki-laki, apa kamu memiliki kelainan?" tanya Mr. Roland santai. Di negara luar, memang mereka cenderung blak-blakan dalam menyampaikan hal apapun. Termasuk Mr. Roland yang memang menganut adat barat.
Erwin lantas menoleh ke arah Gathan, penasaran apa yang akan dijawab oleh atasannya tersebut.
"Sebelumnya maaf Mr. Roland, perusahaan kami tidak melakukan cara pendekatan seperti itu. Kami murni ingin menunjukkan kualitas perusahaan kami, bukan melalui cara-cara seperti itu. Bukan karena saya tidak normal, justru saya sangat normal. Tapi, satu, agama kami melarang mengeksploitasi perempuan apalagi untuk dijadikan budak napsu dan dua, karena saya ingin menjaga kepercayaan istri saya." tukas Gathan tegas tanpa ada keraguan sedikitpun.
Bukan rahasia umum memang, setiap perusahaan besar terkadang memanfaatkan wanita penghibur untuk memuluskan rencana mereka. Mereka sengaja disewa untuk menghibur bos-bos besar agar tidak ragu dalam menggelontorkan dana investasi.
"Hmmm ... sepertinya kau lelaki yang sangat berprinsip, aku suka itu. Maaf bila pertanyaanku mengganggu mu." ujarnya sambil tersenyum tidak enak hati.
__ADS_1
"Tidak masalah. Maaf juga bila kami kurang bisa melayani Anda selama di sini."
"No, no, no. Kalian sudah cukup baik dalam melayaniku. Hah, mendengar kata istri, aku pun jadi merindukan istriku. Kalau begitu saya permisi tuan, saya ingin segera kembali ke hotel dan menghubungi istri saya. Sepertinya, mulai sekarang aku harus lebih menghargai istriku."
"Baiklah, kalau begitu. Terima kasih atas kerja samanya." ucap Gathan dengan bahasa Inggris-nya.
Baru saja Mr. Roland dan asisten pribadinya keluar dari restoran tempat mereka makan siang, tiba-tiba saja terdengar panggilan dari telepon selulernya. Gathan pun segera mengambil ponsel dari dalam sakunya dan mengernyitkan dahi saat membaca nama si penelepon. Dengan cepat, Gathan pun segera mengangkat panggilan itu. Dadanya tiba-tiba berdebar dengan kencang saat mendengar penuturan dari sopir pribadinya itu.
"Halo tuan." ucap Pak Tarno dengan suara terdengar bergetar seperti tengah cemas.
"Ya, halo. Ada apa pak? Apa kalian telah di perjalanan menuju kantor?" tanya Gathan sambil melihat jam tangan yang melingkari pergelangan tangannya.
Gathan pun mengerutkan keningnya saat mendengar permintaan maaf pak Tarno.
"Ada apa pak? Apa terjadi sesuatu pada kalian?" tanya Gathan mulai cemas.
"Bukan kami, tuan. Tapi ... tapi nyonya ... saat saya menjemput sudah tidak ada di rumah. Kata Surti tadi, ada mobil yang telah terlebih dahulu menjemput nyonya tepat beberapa saat sebelum saya tiba. Surti pikir itu jemputan suruhan tuan jadi dia membiarkan saja. Jadi saya coba mengejar berharap masih bisa menemukan mobil itu tapi ternyata, saya tidak menemukannya." jelas Pak Tarno cemas dan merasa bersalah.
__ADS_1
"Mengapa pak Tarno bisa terlambat menjemputnya? Bukankah saya sudah meminta bapak menjemput istri saya sejak satu jam yang lalu." ucap Gathan sedikit meninggi. Ia tengah cemas dan kalut saat ini. Ia takut terjadi sesuatu pada istrinya apalagi saat ini Nanda tengah hamil anaknya. Tentu ia sangat mencemaskannya.
"Maaf tuan, saya ... saya tadi entah mengapa bisa tiba-tiba tertidur di dalam mobil." ucap Pak Tarno jujur bercampur rasa bersalah.
"Bagaimana bisa?"
"Saya ... saya tidak tau tuan. Tiba-tiba saja mata saya terasa berat dan saya pun tertidur tanpa sadar."
Berbagai dugaan pun berputar di benak Gathan. Dalam hati, Gathan berharap tidak terjadi apa-apa pada Nanda.
"Baiklah, saya coba hubungi istri saya dulu. Saya tunggu penjelasan bapak nanti." tegas Gathan dengan raut wajah dingin
Tanpa mempedulikan Erwin yang masih berdiri di sampingnya, Gathan pun berusaha menghubungi Nanda tapi setelah beberapa kali mencoba, panggilan itu tidak kunjung diangkat membuat Gathan makin gusar.
'Kamu dimana, Nda? Semoga tidak terjadi sesuatu padamu.' gumam Gathan gusar.
...***...
__ADS_1
Silahkan mampir ya, kak! Baru netes. 😄