
Kini Gathan dan Nanda tengah dalam perjalanan udara dari bandara internasional Soekarno-Hatta menuju Sydney Kingsford Smith Airport. Lama perjalanan dari Jakarta ke Sydney, Australia kira-kira memakan waktu 6 jam 50 menit.
Sepanjang perjalanan, Nanda mengabiskan dengan memejamkan matanya. Karena ini perjalanan ketiganya naik pesawat terbang, Nanda sudah bisa sedikit beradaptasi walau belum sepenuhnya sebab perjalanan kali ini memakan waktu yang lebih lama dari perjalanan mereka tempo hari ke pulau Dewata.
"Sayang, makan dulu gih?" tawar Gathan sebab sekarang sudah masuk jam makan malam. Tampak seorang pramugari mendorong meja troli berisi makanan ke arah mereka dan menyajikannya. Setelah mempersilahkan makan, pramugari itupun berlalu untuk kembali ke tempatnya.
"Hoam ... " Nanda menguap kecil sambil menyipitkan matanya untuk menghalau rasa pusing yang tiba-tiba menyergap kepalanya. Nanda memijit pelipisnya membuat Gathan mendadak khawatir.
"Kamu kenapa? Pusing?" tanya Gathan sambil memberikan sedikit pijatan di kepala sang istri.
"Sedikit." sahut Nanda seraya tersenyum tipis.
"Kamu makan dulu ya, biar pusingnya hilang."
"Emang bisa?" tanya Nanda polos.
"Mmm ... " Gathan tampak berpikir sambil tersenyum jahil. "Sebenarnya bisa, malah bisa banget. Tapi itu kalau kamu yang mas makan. Mas jamin, pusingnya langsung hilang berganti kenikmatan." bisiknya sambil meniup telinga Nanda membuat bulu kuduknya meremang seketika.
"Ish, mas usil banget sih! Mas encum deh!" Nanda mengerucutkan bibirnya. Namun pipinya memerah sebab tiba-tiba saja ia membayangkan apa yang Gathan bisikan tadi. Bohong bila ia bilang tidak mau. Padahal dalam hati, ia pun sudah menanti-nantikan kegiatan panas tersebut. Maklum, sudah cukup lama mereka tidak melakukan ibadah suami istri tersebut. Semenjak menjadi istri seutuhnya, Nanda justru sangat menyambut ajakan beribadah sang suami sebab ia pun sangat menikmati setiap keintiman dengan suaminya tersebut. Apakah dirinya pun sudah ketularan jadi encum? Kadang Nanda bertanya-tanya pada dirinya sendiri mengapa ia justru begitu antusias dengan ajakan sang suami.
"Encum sama istri sendiri juga. Nggak masalah dong." ujarnya seraya mengacak rambut Nanda gemas.
__ADS_1
Lalu mereka berdua pun mulai menyantap makan malam itu dengan sesekali bercanda. Mereka sangat menikmati setiap momen kebersamaan itu hingga tanpa sadar makan malam mereka pun telah tandas tanpa sisa.
Tak terasa, waktu telah berlalu begitu cepat. Kini mereka telah tiba di bandara Sydney Kingsford Smith. Setibanya di sana, sopir jemputan dari hotel tempat mereka menginap pun datang dan mengantarkan mereka ke tempat tujuan.
Setibanya di dalam kamar, tanpa melepaskan sepatunya, Nanda langsung menghempaskan tubuh lelahnya di atas kasur kingsize. Ia sangat senang, akhirnya ia bisa merebahkan tubuhnya yang sudah terasa begitu lelah. Tak terbayang, perjalanan ke Australia saja bisa membuat tubuhnya begitu lelah apalagi kalau mereka melakukan perjalanan ke negara-negara di benua Eropa atau Amerika. Tapi mungkin, bila mereka memiliki kesempatan itu, tubuhnya sudah merasa lebih baik dari hari ini. Gathan hanya menatap Nanda dengan tersenyum tipis sambil menggelengkan kepalanya. Gathan pun melepaskan kemeja yang membalut tubuhnya dan masuk ke kamar mandi.
Nanda masih merasakan pusing, memejamkan matanya. Ia berharap rasa pusing itu segera menghilang dari kepalanya. Belum lama Nanda memejamkan matanya, tiba-tiba saja tubuhnya melayang terangkat ke udara. Nanda pun segera membuka matanya. Ditatapnya wajah sang suami yang acuh tak acuh saja menggendongnya masuk ke kamar mandi. Nanda pun mencoba berontak untuk melepaskan diri. Tapi yang lepas hanyalah sepatunya, bukan dirinya.
"Mas mandi duluan aja, Nanda nyusul setelah mas mandi." tukasnya seraya meminta turunkan dari gendongannya.
Tapi Gathan justru acuh tak acuh. Dia baru menurunkan setibanya di dalam kamar mandi. Tanpa persetujuan Nanda, ia pun melucuti satu persatu pakaian Nanda.
"Mas ... " teriak Nanda terkejut saat Gathan dengan senyum terkulum membuka satu persatu pakaian yang menempel di tubuhnya. "Mas, malu ih! Nanda bisa mandi sendiri." cicit Nanda dengan kedua tangan terlipat menutupi dua buah bongkahan kenyal miliknya.
Setelah semua pakaiannya teronggok di lantai, kini giliran Gathan yang melepaskan handuknya membuat wajah Nanda memerah. Ia pun reflek menutup wajahnya dengan telapak tangannya karena malu melihat tongkat sakti sang suami yang sedang dalam mode tempur.
"Astaga mas, malu ih!" pekiknya. Wajah Nanda kini benar-benar terasa panas bagai terbakar.
"Kenapa malu?" tanya Gathan sambil menyeringai. "Kan kita udah sering melakukannya. Malah kita sudah pernah menghasilkan baby walaupun sayang kita belum berjodoh dengannya."
"Tapi mas ... " Nanda ingin mengeluh masih lelah tapi ia khawatir mengecewakan sang suami apalagi suaminya sudah cukup lama menahan diri.
__ADS_1
Gathan terkekeh melihat raut wajah Nanda yang terlihat bingung juga bercampur lelah. Lalu ia mengecup singkat dahi dan bibir Nanda , kemudian ia mengangkat Nanda dan meletakkannya ke dalam bath tub yang sudah berisi air hangat.
"Iya, sayang. Mas paham, kamu masih lelah dan jetlag. Mas nggak akan maksa kamu kok." ujarnya terjeda membuat Nanda berseru girang. Tapi itu hanya sementara. Nanda justru makin membelalakkan mata saat mendengar kelanjutan kata-kata Gathan. "Hukumannya mas pending dulu buat besok tapi jadi dua kali lipat. Kalau tadi mas bilang semalaman sampai pagi, karena hukumannya ditunda jadi besok jadi besok seharian di tambah malam kamu harus menerima hukumanmu." ujarnya sambil menaik turunkan alisnya.
Tubuh Nanda tiba-tiba melemas di dalam bathtub, membayangkan ia melayani sang suami siang dan malam.
'Aduh, bisa remuk semua tulang-tulangku kalau sampai beneran mas Gathan menghukum aku kayak gitu!' monolog Nanda dalam hati.
Lalu dengan santai, Gathan melenggang menuju ke bawah shower dan menyalakannya. Ia pun mulai menggosok seluruh tubuhnya dengan santai meninggalkan Nanda yang sudah ketar-ketir.
...***...
Gempor, gempor deh Nanda entar! 😜😂
Silahkan mampir ke karya othor satu ini ya!
Makasih kak atas semua like, komen, support, vote, juga hadiahnya. Semoga kakak-kakak semua sehat selalu.
...***...
__ADS_1
...Happy reading 🥰🥰🥰...