Ternyata Aku Yang Kedua

Ternyata Aku Yang Kedua
Ch.85 WARNING! Jangan ngintip!


__ADS_3

Sayup-sayup terdengar suara denting perabotan dapur yang beradu. Diiringi semerbak harum tumisan bawang membuat Gathan yang sebelumnya masih terbuai dalam indahnya alam mimpi, lantas mengerjapkan matanya. Penglihatannya masih terasa kabur, ia pun segera mengucek matanya dengan hidung kembang kempis merasai aroma harum masakan yang tiba-tiba saja membuat perutnya terasa lapar.


Sambil menguap, Gathan melangkahkan kakinya menuju dapur apartemen miliknya. Ya, semalam Gathan mengajak Nanda tidur di apartemen miliknya. Setelah kejadian beberapa bulan yang lalu, semenjak itu pula mereka tidak menempati apartemen itu.


Namun semalam, tiba-tiba saja Nanda mengutarakan ingin menikmati weekend mereka dengan menghabiskan waktu hanya berdua saja di apartemen milik Gathan itu. Tanpa pikir panjang, Gathan pun menyetujuinya. Dan kini, di sinilah mereka, di apartemen minimalis tapi cukup mewah milik Gathan.


Dengan perlahan, Gathan melangkahkan kakinya menuju Nanda yang tengah berkutat dengan spatula dan wajan. Karena terlalu fokus pada masakannya, Nanda sampai tak sadar tubuh Gathan sudah menjulang tinggi di belakangnya.


Nanda merasakan sepasang tangan tengah mendekapnya erat dari belakang. Tubuh Nanda sempat menegang dengan tindakan tiba-tiba itu. Apalagi dengan santainya Gathan mengecup leher Nanda yang terekspos jelas karena rambutnya yang dicepol ke atas hingga meninggalkan jejak lovemark.


"Mas, bibirnya bisa dikondisiin nggak? Mau Nanda caplok pake ini, hm?" geram Nanda seraya mengakat sutil ke atas untuk menggertak Gathan.


Tapi bukannya takut, Gathan justru terkekeh dan makin bertingkah dengan mendusel-dusel wajahnya di ceruk leher Nanda hingga menimbulkan gelenyar aneh di tubuhnya.


"Maaaas, usil banget sih! Ini nanti masakan Nanda gosong lho." rengek Nanda.


"Mas kangen ... " lirih Gathan di telinga Nanda hingga membuat jantung Nanda berdegup dengan kencang dan darahnya berdesir.


"Kangen? Ck ... Mas aneh deh, ketemu tiap hari kok masih kangen." ujar Nanda dengan bibir mengerucut. Melihat nasi gorengnya sudah tampak matang sempurna, Nanda pun segera mematikan kompor sebelum ia kebablasan akibat tingkah usil Gathan. Bisa-bisa nasi gorengnya berakhir jadi nasi gosong dan tak bisa dimakan.


"Iya ya, mas aneh banget ya sayang kok kangen terus sih apalagi sama sentuhan kamu, Yang. Mas tambah kangen lagi." ucap Gathan sambil mendesah. Ia pun menumpukan dagunya di atas pundak Nanda dengan kedua tangan yang makin mengeratkan pelukan.


Nanda pun lantas merenggangkan pelukan Gathan dan membalik tubuhnya sehingga mereka kini saling berhadapan. Nanda mengangkat kedua tangannya dan melingkarkannya di leher Gathan. Ditatapnya wajah tampan Gathan yang makin hari makin membuatnya jatuh cinta.

__ADS_1


"Sentuhan? Bukannya mas tiap hari nyentuh Nanda? Ini juga kita lagi bersentuhan kan?" ucap Nanda sambil tersenyum menggoda dengan alis yang dinaik turunkan.


"Bukan sentuhan ini, sayaaaaang." tangan Gathan terulur dan mencubit gemas hidung Nanda. "Maksudnya itu ... "


"Itu apa?" tanya Nanda lagi sambil menyeringai.


"Itu lho ... itu ... emmm ... syalalalila." ucap Gathan malu-malu mau sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


Nanda terkekeh geli saat melihat kegelisahan suaminya itu. Ia sebenarnya sudah tau dari tadi, tapi ia memilih pura-pura tidak tau. Ia ingin melihat bagaimana cara Gathan mengungkapkan keinginannya bercinta dengannya.


"Oooooooooo ... Mas pingin syalalalila toh! Iya sih, udah lama kita nggak syalalalila." ucap Nanda sambil menganggukkan kepalanya. "Nanda pikir mas udah nggak mau lagi. Udah nggak tertarik lagi karena tubuh Nanda yang udah keliatan gendut."


Pletaakkkk ...


"Jangan berpikiran yang tidak-tidak!" ucap Gathan lembut. "Kamu tau nggak? Di mata mas, justru kamu itu makin seksi dan menggairahkan. Kamu nggak tau betapa sulitnya mas untuk menahan diri. Kalau bukan karena baby twins, mas pasti udah garap kamu tiap hari udah kayak minum multivitamin." ucap Gathan sungguh-sungguh.


Nanda mengerutkan keningnya bingung. Ia belum paham alasannya.


"Demi baby twins?" beo Nanda.


"Hmmm ... soalnya mama bilang, mas nggak boleh syalalalila'in kamu dulu soalnya kamu kan lagi hamil muda. Mama takut calon cucu twinsnya kenapa-napa." ujarnya memberitahukan alasannya. "Karena itu semenjak tau ada baby twins di dalam sini, mas nggak pernah ajakin kamu syalalalila lagi walaupun mas pingin setengah hidup." imbuhnya lagi membuat Nanda jadi tergelak lalu memeluk erat tubuh Gathan.


"Ya ampun, mas jadi karena itu! Iya sih, nasihat mama itu ada benarnya, tapi ... bukan berarti benar 100 persen." ucapnya ambigu membuat Gathan mengerutkan keningnya. "Mas, mas kan tau Nanda punya om dokter, spesialis kandungan juga, nah ternyata tanpa Nanda tanya pun om Dika udah bilang, boleh-boleh aja kok kalo kita pingin syalalalila tapi ya itu, harus hati-hati. So nggak masalah. Mas tau nggak, tujuan Nanda ajak mas bobok di sini?" tanya Nanda dan Gathan menggeleng. Lalu Nanda memainkan jemarinya di dada Gathan membuat darah Gathan seketika berdesir. "Mas, bukan mas aja ya pingin, tapi Nanda juga. Cuma ya gitu, Nanda kan malu bilang mau. Tapi masnya nggak peka, ih! Nyebelin." tukas Nanda sambil mencebik tapi jemarinya tetap bermain-main di dada Gathan bahkan dengan berani jari-jari itu menyusup melalui celah baju kaus yang Gathan gunakan membuat jakun Gathan naik turun karena sudah disambut hasrat memburu. Bahkan rasa lapar yang tadi sempat hadir, seketika berubah menjadi lapar yang lain. Apalagi kalau bukan lapar untuk syalalalila.

__ADS_1


Mendengar penuturan Nanda tentu saja Gathan girang bukan main. Tak mau menunda waktu lagi, Gathan pun segera membopong Nanda masuk ke dalam kamar. Direbahkannya dengan hati-hati wanita yang tengah hamil calon buah hatinya itu di atas kasur. Lalu dengan cepat ia melucuti semua pakaiannya tanpa menyisakan selembar kain pun membuat Nanda melotot. Baru saja Nanda ingin protes karena ia ingin sarapan dulu, tapi Gathan justru langsung membungkamnya dengan ciuman panas.


"Kita sarapan ini dulu ya, sayang. Maaf, mas udah nggak tahan!" ucap Gathan seraya meringis karena mengucapkan kata-kata itu saat ciuman mereka terlepas.


Nanda hanya bisa menghela nafas panjang kemudian tersenyum dan mengalungkan kedua tangannya di leher Gathan.


"Oke, tapi pelan-pelan ya!" bisik Nanda yang diangguki Gathan. "Mas, tutup pintunya dulu, nanti para pembaca ngintipin kita kan malu." imbuhnya lagi.


Gathan pun dengan gesit berlari menuju pintu. Sebelum pintu tertutup rapat, Gathan mengarahkan tatapannya pada para pembaca.


"WARNING! Kakak-kakak jangan ngintip ya! Nanti jadi pingin kan berabe. Kalau ada pasangan sih nggak masalah. Lha kalo yang lagi LDR'an atau masih single kan bahaya!" tukasnya sambil mengerlingkan sebelah matanya.


Brakkkk ...


Pintu pun ditutup rapat. Tak lupa dikunci agar tak ada yang berusaha mengintip. Para pembaca pun hanya bisa menggigit jari saat mendengar suara rintihan, era*ngan, dan desa*han dari sepasang suami istri yang sedang asik beradu peluh itu. 🤭🤭🤭


...***...


Otak volos othor lagi mode on jadi nggak bisa nulis yang bernuansa + + + . 🤪


Hei, hei, hei kakak-kakak semua. Sesuai janji, besok pengumuman fans rangking umum 1-3 yang berhak get pulsa. Ditunggu dukungannya, baik melalui like, love, komen, vote, ataupun hadiah.


Selamat malam all. Love you ... 🥰🥰🥰

__ADS_1


...Happy reading 🥰🥰🥰...


__ADS_2