
Sepulangnya dari kediaman Doni, pak Tarno justru membelokkan mobilnya ke arah lain membuat Nanda bingung. Gathan saat itu tengah memejamkan mata, ia terlihat begitu lelah jadi ia tidak berani membangunkannya.
"Pak, kita kau kemana? Ini bukan jalan menuju pulang." tanya Nanda heran.
Tapi pak Tarno hanya diam saja.
"Pak, kok diam aja?"
Tapi pak Tarno tetap saja diam membuat Nanda bingung lalu ia mencoba membangunkan Gathan, tapi Gathan tak kunjung membuka matanya membuat Nanda panik.
"Mas Gathan, bangun! Ini kita mau kemana? Bangun, mas." Nanda menggoyang-goyangkan lengan Gathan tapi Gathan tak kunjung membuka matanya membuat Nanda kian panik tak terkira.
"Mas ... ih kok nggak bangun-bangun sih!" kesal Nanda yang bercampur panik. "Pak, Nanda serius nih! Bapak mau bawa kami kemana? Ini kan bukan jalan menuju pulang. Bapak jangan macam-macam ya sama kami, nanti bisa kami laporin polisi." desis Nada yang sudah benar-benar kebingungan.
"Maaaas ... " pekik Nanda saat Gathan tak menggubrisnya sama sekali.
"Ada apa sih sayang? Kok teriak-teriak kayak lagi di hutan." cetus Gathan tiba-tiba sambil melingkarkan tangannya di pinggang Nanda dan menarik tubuh mungil itu ke dalam dekapannya.
"Mas, bangun ih! Liat ni Pak Tarno mau bawa kita kemana? Ini bukan jalan menuju pulang, mas. Mas Nanda takut pak Tarno punya niat buruk." adu Nanda di telinga Gathan membuat Gathan diam-diam tersenyum dengan mata terpejam.
Tak lama kemudian, Pak Tarno membelokkan mobil itu memasuki kawasan bandara. Nanda sampai menempelkan wajahnya di kaca mobil dan memperhatikan sekitarnya.
"Mas, kok Pak Tarno bawa kita ke bandara sih! Mas, jawab! Buka matanya, jangan pura-pura tuli kayak gini." ujar Nanda sambil mengguncang-guncang lengan Gathan yang melingkari pinggangnya. Bersamaan itu pula, mobil telah berhenti di depan lobi bandara membuat Nanda mengerutkan keningnya.
"Sudah sampai tuan." ujar pak Tarno seraya membukakan pintu untuknya.
Gathan pun segera membuka matanya seraya mengulum senyum saat melihat Nanda tampak menyipitkan matanya.
"Kenapa, hm?" tanyanya geli saat melihat ekspresi kesal di wajah Nanda.
"Jelasin! Ngapain kita kesini? Mas mau ngerjain Nanda?" sergahnya dengan mata memicing tajam.
Gathan yang sudah tak mampu menyembunyikan tawanya lantas menyemburkan tawanya hingga air mata keluar dari sudut matanya.
__ADS_1
"Maaf! Mas cuma mau kasi kejutan sama istri mas tercinta." ujarnya. "Mas mau ajak kamu honeymoon, gimana?" ucapnya sumringah membuat Nanda membelalakkan matanya dengan mulut menganga lebar.
"Jadi dari tadi itu, mas pura-pura tidur mau ngerjain aku gitu!" protes Nanda.
"Udah, jangan marah-marah dulu! turun dulu yuk, tuh dengar, mobil di belakang udah klakson-klakson mulu dari tadi." ajak Gathan. Lalu ia keluar terlebih dahulu kemudian memutar langkahnya untuk membukakan pintu Nanda. Gathan mengulur tangannya yang disambut Nanda dengan wajah cemberut. Nanda pun turun dari dalam mobil. Terlihat pak Tarno sedang menurunkan koper dari bagasi membuat Nanda mengerutkan keningnya sebab ia tidak merasa telah mengemas pakaian ke dalam koper.
"Mas, itu ... " tunjuk Nanda pada sebuah koper berukuran besar yang telah berdiri kokoh di lantai.
Gathan tersenyum lebar dan melenggang dengan santai sambil menarik koper dengan tangan kanan, sedangkan tangan kirinya merangkul pinggang Nanda.
"Mas minta siapin Surti sebelum kita berangkat, terus diambil pak Tarno saat kita di rumah papa Doni tadi." ujarnya dengan tersenyum senang.
Lalu Gathan membawa Nanda masuk ke dalam bandara untuk check in setelah sebelumnya berpamitan dengan Pak Tarno.
"Mas, sebenarnya kita mau kemana sih? Terus kenapa pake ngerjain aku tadi? Mas nggak tau, Nanda tadi udah panik campur takut banget. Nanda tadi takut .... takut banget kalau ternyata pak Tarno tuh jahat terus mau celakain kita. Tapi ternyata semua cuma prank. Kalian ya, kompak banget ngerjain Nanda. Nanda masih ngambek nih! Kesel banget pokoknya!" Rajuk Nanda sambil memalingkan wajahnya ke arah lain. Ia enggan melihat wajah Gathan yang nampak terus-terusan tersenyum.
Gathan sadar, ia sudah membuat wanitanya itu kesal lalu ia menarik dagunya agar menghadap dirinya. Saat ini mereka tengah duduk tak jauh dari gate keberangkatan.
"Nggak ada syalalalila." ketus Nanda dengan mata mendelik.
"Yah, sayang, jangan gitu dong! Nggak kasihan apa mas udah lama puasa syalalalila. Siapa tau, kita bisa langsung dapat pengganti baby kita yang udah lebih dulu ke surga."
"Puasa aja lagi, beres kan!"
"Yah, sayang, kamu kok tega sih sama mas?"
"Siapa yang lebih tega? Nanda apa mas?"
Gathan meringis melihat Nanda melotot, "Mas. Hehehe ... Maafin mas ya! Mas janji nggak usil lagi deh!" ujarnya sambil mengangkat jari tengah dan telunjuknya."Sayang." rengek Gathan manja saat Nanda hanya mendiamkannya.
"Apa?" ketus Nanda.
"Maafin! Masa' mau bulan madu malah bertengkar, nggak asik banget."
__ADS_1
"Kan salah mas sendiri yang buat Nanda kesal."
"Makanya mas minta maaf, nggak lagi deh kayak gitu!" ucap Gathan dengan wajah memelas.
Nanda mengunci mulutnya menikmati raut penyesalan Gathan. Dalam hati ia tertawa bahagia, kapan lagi bisa mengerjai suaminya yang dingin seperti gunung Fuji itu. Ia benar-benar tak menyangka, bisa membuat Gathan yang acuh, cuek, dingin, kaku bisa bertingkah seperti ini.
Mata Gathan memicing saat melihat Nanda menahan senyumnya, perlahan ia sadar kalau sang istri telah mengerjainya.
Lalu ia pun berniat membalas istri nakalnya itu.
"Ya udah kalau nggak mau maafin, kita pulang aja. Nggak jadi honeymoon nya, liat kanggurunya cancel aja lah. Istri mas juga kayaknya masih marah."
"Eh, mas, siapa yang marah! Nanda nggak marah kok. Ih, mas , Nanda cuma ngeprank mas aja, gitu aja ngambek." jelas Nanda yang khawatir Gathan membatalkan rencana bulan madu mereka hingga tanpa sadar ia sudah keceplosan kalau ia sedang ngeprank Gathan yang telah mengusilinya.
Gathan lantas segera membalik badannya menghadap Nanda sambil tersenyum lebar.
"Ohhhhh, ternyata dari tadi mas diprank istri mas toh! Ternyata ada yang mau membalas dendam. Oh oh oh, ternyata istri mas ini bisa usil juga ya! Ck Ck Ck ... sepertinya ada yang minta dihukum sesampainya di Aussie nanti." todong Gathan membuat Nanda salah tingkah.
'Haduh, kok keceplosan sih! Yah, ketahuan deh!'
"Hehehe ... maaf, kita satu sama ya! Mas kan tadi ngerjain Nanda, giliran Nanda ngerjain mas, biar adil." Nanda berusaha membela diri. Ia tak mau dihukum. Walaupun ia tidak tau, dihukum seperti apa maksudnya, tapi ia tetap khawatir.
"Oke, mas maafin. Tapi hukumannya tetap berlanjut. "
"Emang apa hukumannya?" tanya Nanda penasaran.
"Syalalalila sampai pagi." bisik Gathan seduktif di telinga Nanda membuat Nanda membelalakkan matanya.
'Yang benar aja sampai pagi? Astaga, mampus aku!'
...***...
...Happy reading 🥰🥰🥰...
__ADS_1