Ternyata Aku Yang Kedua

Ternyata Aku Yang Kedua
Ch.50 Rencana ???


__ADS_3

Brak ...


Pintu kamar Nanda terbuka dengan kasar membuat Nanda yang tengah berbaring sebab kepalanya yang masih terasa sedikit pusing menjengit kaget.


"Mas ... " lirih Nanda dengan terbata. Tergurat rasa takut di mata Nanda saat bersitatap dengan mata Gathan yang entah mengapa seperti ada kilatan amarah yang tidak diketahui Nanda apa sebabnya.


"Apa maksudnya ini Nanda? Apa kau berselingkuh di belakang ku, hah?" seru Gathan dengan suara meninggi membuat Nanda bingung setengah mati.


Gathan melemparkan beberapa lembar foto yang baru diterimanya sore ini di kantor setibanya dari luar kota. Gathan berada di luar kota selama 2 hari. Sepulangnya dari sana, Gathan langsung menuju kantor untuk membereskan beberapa pekerjaan. Namun, saat masuk ke dalam ruangan, Gathan menemukan sebuah amplop yang saat dibuka ternyata isinya beberapa lembar foto dimana Nanda dirangkul seorang lelaki keluar dari sebuah mobil. Lelaki itu juga menemani Nanda masuk ke dalam rumah sakit. Seketika emosi Gathan menyeruak.


"I-ini ... ini tidak seperti yang mas pikirkan!" tukas Nanda dengan wajah bingung. Bingung sebab ia tak mengerti mengapa seseorang mengambil gambarnya dalam posisi yang dapat membuat seseorang yang melihatnya berpikiran negatif. "Dan Nanda tidak pernah berselingkuh dengan siapapun." imbuhnya lagi.


"Jangan berkilah kamu! Aku tidak menyangka ternyata kau hanyalah seorang wanita murahan. Aku pikir kau gadis baik-baik karena itu aku menerimamu sebagai istriku. Bahkan aku tanpa ragu memberikan hatiku untukmu. Tapi apa balasanmu atas cintaku? Aku sungguh tertipu dengan wajah polosmu. Ah, bukan hanya aku, tapi semua orang termasuk orang tuaku." desis Gathan dengan suara meninggi membuat seseorang yang berdiri di balik pintu tersenyum riang. Akhirnya rencananya berjalan sesuai keinginannya, pikirnya.


Flashback on


Atas perintah Freya, Nanda pun menurut untuk pergi ke rumah sakit terlebih dahulu dan dia akan menyusul setelah sakit perutnya mereda. Sopir taksi online pun segera melajukan mobilnya membawa Nanda ke sebuah rumah sakit sesuai instruksi Freya.


Entah mengapa, semakin mobil bergerak, matanya justru terasa makin berat. Tak lama kemudian, tanpa sadar, Nanda tertidur. Hingga tibalah di rumah sakit, namun Nanda masih terlelap dalam tidurnya. Sang sopir telah mencoba membangunkannya, tetapi hingga beberapa kali panggilan, Nanda tak kunjung bangun, akhirnya sopir taksi online itu memapah Nanda masuk ke dalam rumah sakit.


Dari kejauhan, telah berdiri seseorang yang memperhatikan mereka. Orang itu juga mengambil beberapa gambar dengan sudut sesuai keinginannya. Setelah keinginannya tercapai, orang itu pun segera pergi dari sana seiring menghilangnya Nanda dari pandangannya.

__ADS_1


Flashback off


"Tapi mas, sumpah demi Tuhan, aku tidak berselingkuh dan apa yang kau lihat tidak seperti yang kau pikirkan. Aku memang datang ke rumah sakit naik taksi online. Kalau mas tak percaya, mbak Freya saksinya. Mbak Freya awalnya mau menemaniku tapi tiba-tiba mbak Freya sakit perut jadi aku diminta ke sana terlebih dahulu dan mbak Freya akan segera menyusul. Setibanya di sana, aku nggak sadar kalau aku tertidur lelap. Sampai-sampai sopir taksi itu pun berinisiatif mengantarkan Nanda ke dalam untuk diperiksa." tukas Nanda berkata yang sebenarnya.


"Kau pikir aku percaya dengan perkataanmu?" desis Gathan sinis membuat air mata Nanda bercucuran karena tak menyangka suaminya tidak mempercayainya. "Baiklah, aku akan menanyakannya pada Freya, kita lihat, apa kau masih bisa berbohong nanti." tukas Gathan dengan penuh intimidasi. "Freya, aku tahu kau ada di balik pintu. Masuk sekarang dan jelaskan apa yang dikatakan Nanda itu semuanya benar?" titah Gathan tegas membuat Freya yang berada di balik pintu menjengit kaget hingga berdiri tegap.


Ceklek ...


Pintu kamar Nanda terbuka, masuklah Freya dengan wajah tertunduk.


"Aku tahu, kau sudah mendengar semuanya, bukan!" tukas Gathan pada Freya membuat Freya pun mengangguk.


Lalu Freya mengangkat wajahnya dan menatap nyalang Nanda.


Nanda terkejut bukan main dengan perkataan Freya. Bagaimana ia mengatakan hal itu padahal jelas-jelas dialah yang memaksa dirinya untuk diperiksa di rumah sakit. Tapi kini, saat Gathan sedang mempertanyakan kejujurannya, Freya justru menyudutkannya. Hati Nanda berdentam panik, apakah Freya yang telah menjebaknya?


Nanda jadi ingat, sebelum pergi, Freya memberi ia segelas air putih. Sebelum berangkat, Nanda memang merasakan haus jadi ia menerima saja air itu dari tangan Freya dan meminumnya tanpa ragu apalagi takut. Lalu saat berada di dalam mobil, entah mengapa ia tiba-tiba matanya terasa berat dan tanpa sadar tertidur. Ia baru sadarkan diri saat telah berada di sebuah ruangan serba putih dan menurut penjelasan dokter, ia tadi terlelap karena ia telah meminum obat tidur. Tapi Nanda tidak merasa ia meminum obat itu. Nanda juga tidak terpikir kalau bisa saja Freya lah yang memberinya obat tidur karena itu sepulangnya ia dari rumah sakit ia tidak menanyakannya lagi. Apalagi saat itu, Freya masih mengerang merasakan keram di perutnya yang menurutnya itu karena ia tengah mengalami datang bulan.


"Masih mau berkilah?" desis Gathan dengan sorot mata penuh kekecewaan dan amarah.


"Mas, tapi yang aku katakan itu yang sebenarnya. Nanda nggak bohong." melas Nanda. "Mbak, kenapa mbak berbohong pada mas Gathan? Memang apa salah Nanda sama mbak sampai mbak begitu tega menjebak Nanda?" lirih Nanda dengan mata merah dan pipi yang basah.

__ADS_1


"Jangan memfitnahku, Nda! Aku memang tidak menyukaimu karena mas Gathan sangat memperhatikanmu, tapi aku tidak sekejam itu sampai harus melakukan tindakan tidak terpuji seperti itu."


"Berhenti! Tidak usah banyak bicara kalian." bentak Gathan. "Dan kau, pergi kau dari hadapanku dan jangan pernah tampakkan wajah menjijikkanmu dihadapan ku lagi?" seru Gathan dengan jari telunjuk mengacung ke arah Nanda membuat Nanda membulatkan matanya.


"M-mas, kau ... kau mengusirku!"


"Segera pergi atau kau ingin aku sendiri yang menyeretmu keluar dari sini? Aku sudah tidak sudi melihat wajahmu yang sok polos itu!" seru Gathan dengan suara menggelegar membuat Nanda tersentak di tempatnya.


Tanpa kata, Nanda segera menyeka air matanya lalu mengambil baju-bajunya yang dibelinya dari uangnya sendiri kemudian memasukkannya ke dalam tas dan segera pergi dari hadapan Gathan. Freya tersenyum puas saat tubuh Nanda benar-benar menghilang dari balik pintu.


Seperginya Nanda dari rumah itu, Gathan segera meraih ponselnya dan mengirim pesan pada Erwin.


Segera kejar Nanda dan jalankan rencana selanjutnya!


...***...


...Apa nih rencana bang Gathan??? Hayo, tebak?...


...😁😁😁...


...***...

__ADS_1


...Happy reading 🥰🥰🥰...


__ADS_2