Ternyata Aku Yang Kedua

Ternyata Aku Yang Kedua
Ch.46 Pengaruh obat


__ADS_3

Sekeluarnya dari kamar, Gathan mencoba ke dapur untuk mengambil air dingin dan mengguyur wajahnya di wastafel. Tapi bukannya mereda, panas ditubuhnya justru kian menjalar. Ia sadar, ia butuh tempat pelampiasan tapi ia khawatir bila ia melampiaskannya pada Nanda, takutnya ia tanpa sengaja menyakiti istrinya itu. Tapi ia tidak memiliki jalan lain. Efek obat per@ngsang itu sungguh luar biasa. Bila tidak segera disalurkan justru bisa mengakibatkan kematian.


Dengan tertatih Gathan menyeret kakinya menuju kamar Nanda. Tepat saat Gathan ingin mengetuk pintu justru pintu kamar Nanda terbuka lebih dahulu. Nanda terkejut melihat suaminya telah berdiri di ambang pintu dengan mata berkabut g@irah. Nanda sampai meneguk ludahnya sendiri. Jantungnya seketika berdegup dengan sangat kencang. Mereka telah melakukan hubungan intim beberapa kali tentu ia paham arti ekspresi dan tatapan itu.


"M-mas Gathan, kok ... kok ada di sini?" tanya Nanda terbata dengan mata membulat.


Lain halnya dengan Gathan, setelah melihat keberadaan Nanda tepat di hadapannya, membuat g@irahnya kian berkobar. Bila tadi saat bersama dengan Freya ia masih sanggup mengendalikan diri, namun tidak saat berhadapan dengan Nanda. Tanpa obat saja, hanya dengan memandang lekat wajah Nanda atau mencium aroma tubuhnya, g@irahnya langsung terbakar, apalagi dengan bantuan obat, bisa-bisa ia menyerang Nanda dengan habis-habisan.


Tanpa kata, Gathan segera mendorong tubuh Nanda agar kembali masuk ke dalam kamar dan segera mengunci pintu. Lalu secepat kilat ia menyambar bibir Nanda dan melum@tny@ dengan gerakan lembut tapi menuntut membuat Nanda terkejut hingga melotot.


Gathan yang sudah dikuasai napsu, sepertinya tidak puas hanya dengan menyambar bibir saja, lalu dengan gerakan kasar, Gathan menarik pakaian Nanda hingga sobek membuat Nanda makin terkejut. Ada rasa takut di dalam dadanya, ingin melepaskan diri tapi tak bisa sebab kini Gathan menyerangnya dengan kekuatan luar biasa. Setelah beberapa kali bercinta, baru kali ini Gathan seperti begitu beringas menyerangnya hingga ia terengah-engah di sela ciumannya. Nanda meronta sambil memukul-mukul punggung Gathan saat pasokan oksigen kian menipis. Gathan yang sadar akan aksi brutalnya, segera melepaskan ciuman itu untuk beberapa saat agar Nanda dapat kembali meraup oksigen sebanyak-banyaknya. Di sela-sela kesadarannya yang kian menipis, ia menggumamkan kata maaf hingga beberapa kali lalu kembali menyerang Nanda.


"Maaf ... maafkan mas ... tolong mas! Mas butuh kamu, sayang. Tolong bantu mas membebaskan mas dari rasa panas yang begitu menyiksa ini "lirih Gathan bersamaan Nanda mencoba meraup oksigen untuk menstabilkan sistem pernafasannya yang sempat terganggu.


Nanda terkejut saat mendengar permintaan maaf Gathan, pun kata-kata Gathan selanjutnya yang mengatakan membutuhkannya dan juga kata-kata bebaskan ia dari rasa panas yang menyiksanya.

__ADS_1


"Mas, apa yang terjadi padamu?" tanya Nanda penasaran.


Belum menjawab pertanyaan Nanda, Gathan sudah kembali menyerang bibir Nanda, namun kali ini lebih beringas. Ia menelusupkan lidahnya ke dalam mulut Nanda dan bergerak liar di dalam sana , mengobrak-abrik isinya hingga Nanda tanpa sadar melenguh membuat hasrat Gathan kian berkobar.


Mulut Gathan tampak sibuk mengeksplor mulut Nanda, sedangkan tangannya sibuk melepaskan helai demi helai sisa kain yang menempel di tubuh Nanda dan dirinya. Tanpa banyak kata, Gathan mengangkat kaki Nanda dan melingkarkannya di pinggangnya. Takut jatuh, Nanda pun reflek melingkarkan tangannya di leher Gathan tanpa melepaskan tautan bibir mereka. Gathan duduk di tepi ranjang dengan Nanda berada di atas pangkuannya, lalu tangannya dengan liar sibuk mengeksplor setiap inci tubuh Nanda membuat tubuh Nanda menggelinjang hebat hingga des@h@n pun tak dapat dicegah keluar dari sela bibirnya.


Tak puas hanya mengeksplor kulit, tangan Gathan bergerak turun memainkan kedelai Nanda membuatnya makin menggelinjang tak tentu arah. Hingga lenguhan panjang pun kembali lolos saat cairan hangat menyembur jemari Gathan yang sedang bermain di bawah. Merasa sudah cukup bermain, Gathan pun langsung menuju ke menu utama. Dihentaknya gorong-gorong Nanda dengan kuat dan cepat. Sungguh kini ia benar-benar dikuasai birahi yang tak tertahankan. Nanda yang dihentak dengan kuat hanya bisa berpegangan dengan kuat di pundak Gathan. Ia memejamkan matanya, sakit, perih, tapi juga nikmat bercampur aduk menjadi satu kesatuan hingga sulit tuk Nanda definisikan.


Entah berapa kali Gathan menyerangnya malam itu dengan berbagai posisi dan gaya membuat Nanda begitu kewalahan dan kelelahan. Tubuhnya rasanya remuk redam. Bahkan ia tak lagi sanggup untuk beranjak walau se-inci. Yang ada dipikirannya hanyalah segera tidur. Ia sudah begitu kelelahan. Ia sudah tak sanggup melakukan apa-apa lagi. Hingga akhirnya, tepat saat Gathan kembali menyemburkan benihnya ke dalam rahim Nanda, matanya mulai terpejam, pikirannya sudah melayang ke alam mimpi, akhirnya Nanda pun tertidur lelap di bawah kungkungan Gathan yang masih menatap lekat wajahnya.


Melihat Nanda telah tertidur, Gathan segera menghempaskan tubuhnya di samping Nanda. Ia selipkan lengannya di bawah kepala Nanda, menjadikan lengannya sebagai bantalan bagi Nanda. Ditatapnya Nanda dengan seulas senyum penuh cinta. Dikecupnya kening Nanda dengan sayang sambil mengucapkan kata-kata cinta. Sungguh Gathan telah terperosok dalam pesona seorang Nanda Afrilya.


...***...


"Pagi, sayang." ucap Gathan serak membuat Nanda yang tadinya masih memejamkan mata sontak mengerjapkan matanya hingga berkali-kali. Setelah pulih dari keterpakuannya, Nanda segera menoleh ke sosok di sampingnya. Matanya membulat saat melihat Gathan yang tampak masih berbaring di sisinya. Ia lantas mengingat apa yang telah terjadi semalam, wajahnya seketika memerah. Dapat ia rasakan kalau tubuhnya kini masih polos seperti terakhir semalam. Nanda pun yakin Gathan pun sama seperti dirinya.

__ADS_1


"Kenapa bengong? Masih terbayang yang semalam? Apa mas menyakitimu? Ada yang sakit?" cecar Gathan khawatir sambil menegakkan punggungnya bersandar di kepala ranjang.


"Eh ... ti-tidak mas. " sahut Nanda gelagapan.


"Syukurlah. Semalam setelah kita selesai, sebenarnya mas begitu khawatir sudah menyakitimu. Syukurlah kalau tidak." ujar Gathan sambil menghela nafas lega.


"Tapi mas .... kenapa mas semalam tampak berbeda? Mas kok aneh kayak beringas gitu?" tanya Nanda ragu-ragu.


Gathan menarik nafas panjang lalu menghembuskannya. Ia pun sebenarnya cukup terkejut dengan efek obat itu. Ia baru sadar akan keliarannya saat memperhatikan bibir Nanda yang membengkak dan banyaknya jejak-jejak asmara yang ia tinggalkan di sekujur tubuh Nanda. Ternyata efek obat perangsang memang begitu hebat membuat seseorang sulit untuk mengontrol napsunya. Beruntung, ia masih bisa mengendalikan diri dan tau kemana harus melampiaskannya.


"Sebenarnya mas semalam dalam pengaruh obat, Nda." ujar Gathan jujur.


"Hah! Obat? Obat apa yang bisa buat mas sampai beringas kayak gitu terus siapa yang memberi mas obat kayak gitu?" cecar Nanda yang kini sudah begitu penasaran.


"Namanya obat perangsang. Gunanya untuk merangsang seseorang agar seseorang yang ditargetkan itu melakukan hubungan intim dengan seseorang yg ditargetkan lainnya. Dan orang yang membuat mas sampai meminum obat itu adalah .... Freya." ungkap Gathan jujur tapi hal itu cukup mengejutkan bagi Nanda. Ia mulai menduga Freya yang tiba-tiba mengatakan ingin mengantarkan sendiri teh untuk Gathan ternyata memiliki niat tersembunyi. Tentu ia tak menyangka Freya bisa senekat itu. Tidakkah ia berpikir bagaimana bila obat itu berefek buruk hingga membahayakan kesehatan Gathan? Tapi sayangnya memang ia tidak berpikir sampai sejauh itu sebab yang ada dalam benaknya saat ini hanyalah bagaimana cara menaklukkan Gathan hingga bertekuk lutut padanya.

__ADS_1


...***...


...Happy reading 🥰🥰🥰...


__ADS_2