
Mentari pagi mulai memancarkan sinarnya. Ia masuk melalui celah-celah gorden membuat dua insan yang masih terlelap dalam tidurnya mulai mengerjapkan matanya. Eitz, ternyata bukan keduanya, tapi hanya satu, yaitu sang penggoda yang berhasil membuat sang suami luluh lantak.
Sedangkan Gathan, entah sejak kapan ia telah terjaga. Dengan bertopang pada dari satu tangannya, ia memiringkan tubuhnya menghadap sang pujaan hati yang sepertinya masih mengumpulkan kesadarannya setelah kembali melanjutkan pertarungannya di selepas subuh tadi.
Mata Nanda menyipit ke seseorang di sampingnya yang tampak setia menatapnya sambil tersenyum. Seketika, wajah Nanda kembali bersemu merah saat mata keduanya saling bersirobok. Nanda pun segera menarik selimut hingga menutupi seluruh wajahnya.
Ia malu? tentu.
Sebab entah dapat keberanian dari mana ia bisa melakukan hal tersebut. Sebenarnya ia tak pernah berpikir ke arah situ. Tapi saat membongkar koper, Nanda melihat ada 3 lembar pakaian haram yang entah datangnya dari mana. Apakah itu memang Gathan yang memasukkannya atau ... ada seseorang yang dengan jahilnya memasukkannya. Tapi bila memang itu benar, siapa? Ia akan mencari tahunya nanti.
Karena itulah, Nanda mulai berpikir untuk menyenangkan sang suami. Apalagi selama lebih dari satu tahun pernikahannya, ia tidak pernah berinisiatif melayani suaminya atas dasar keinginannya sendiri. Hingga akhirnya, terjadilah malam penuh gelora itu.
Gathan terkekeh geli melihat reaksi istrinya itu. Ia memang tampak begitu menggemaskan dengan sikap malu-malunya itu. Sepertinya, mengisengi istrinya kan cukup menyenangkan pikirnya.
Lalu tanpa aba-aba, Gathan menarik selimut yang menutupi tubuh Nanda hingga tubuh volos itu kembali terpampang di depan matanya. Kilat gairahnya seketika membuncah lagi.
'Shi*t!' umpat Gathan dalam hati.
Niat ingin menjahili sang istri, sepertinya jadi bumerang bagi dirinya sendiri.
Kini justru dirinya lah yang terpancing gairah. Hanya dengan menatap tubuh volos itu saja, hasratnya sudah merangkak naik, apalagi bila kulit mereka bersentuhan.
Tak ingin membuat tubuh Nanda kian kelelahan, ia justru kembali menaikkan selimut itu membuat Nanda yang menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya, lantas menurunkan tangannya.
Alis Nanda berkerut dalam menatap heran lalu Gathan menyunggingkan senyum tipisnya.
"Mas mandi duluan ya! Gantian aja." tukas Gathan lalu segera turun dari atas tempat tidur dan masuk ke kamar mandi. Sebelum Gathan belum benar-benar masuk, Nanda pun bertanya padanya dengan sedikit berteriak membuat Gathan cenat-cenut.
__ADS_1
"Mas, nggak mau mandi bareng?" teriak Nanda.
Nanda merasa aneh, sebab dari kemarin mereka mandi bersama mengapa pagi ini tiba-tiba ingin mandi sendiri.
Nanda tidak tahu saja pertanyaannya itu justru membuat singa yang tengah lapar menjadi mengaum. Rencana ingin membiarkan istrinya beristirahat, justru kini berbalik ingin membuatnya mengerang di bawah kendalinya.
Dengan seringaian di bibirnya, Gathan berjalan berbalik arah menuju ranjang lalu tanpa aba-aba menarik lepas selimut yang membalut tubuh Nanda kemudian melemparkannya sembarangan. Lalu dengan kedua tangannya, Gathan membopong Nanda ke dalam kamar mandi. Bukan sudah lama ia tidak merasakan sensasi bercinta di dalam bathtub.
'Let's play the game!' seringainya dalam hati.
Hingga akhirnya, terjadilah yang seharusnya terjadi. Mereka pun bermain tanpa henti. Hampir di semua sudut kamar mandi menjadi saksi pergulatan panas suami istri yang sedang dibakar gairah. Mulai dari atas wastafel, di atas toilet, di bawah shower, di dalam bathtub, di tengah-tengah kamar mandi, di depan cermin, hampir di semua sudut dengan berbagai macam cara dan gaya mereka melakukannya.
Sepertinya mereka benar-benar memanfaatkan momen bulan madu ini dengan sangat baik. Melepas kerinduan, mereguk kenikmatan, memuaskan dahaga, menyalurkan hasrat, dan mencapai surga dunia. Di kesempatan ini juga pasangan itu berharap get a bonus, apalagi kalau bukan seorang anak. Mereka berharap segera mendapatkan pengganti dari buah hati yang telah lebih dahulu pergi.
Setelah selesai melakukan sesi bercintanya, Gathan mengusap perut rata Nanda dan melirihkan doa serta harapan, semoga bagian dari dirinya segera tumbuh di dalam rahim sang istri.
Dalam hati, tak ada yang tau, tersirat sedikit rasa khawatir akan pernyataan dokter yang telah lalu yang menyatakan ia kemungkinan agak sedikit mengalami kesulitan untuk hamil lagi. Tapi dokter meyakinkan, itu bisa diatasi dengan rutin melakukan pemeriksaan dan berdoa tentunya. Ingatlah, usaha tanpa doa itu sombong, sedangkan doa tanpa usaha itu adalah sebuah kesia-siaan. Karena itulah, selain mengonsumsi obat, selelah apapun dirinya, bila sang suami ingin meminta haknya, maka Nanda akan memberikannya sambil terus menggumamkan doa, semoga ia masih diberikan kesempatan dan kepercayaan untuk memiliki buah hati. Tak ada yang tidak mungkin di dunia ini bila Allah sudah berkehendak, bukan!
Kini suami istri itu telah berpakaian rapi. Gathan berniat mengajak sang istri sarapan yang tertunda dulu. Sebenarnya ini lebih tepat dikatakan makan siang, sebab jarum jam saja sudah menunjukkan pukul 10 lewat waktu Australia. Namun, bila menurut waktu di Jakarta, ini baru pukul 6 pagi sebab Australia lebih cepat 4 jam dari waktu Jakarta. Oleh sebab itu, mereka belum terlalu lapar apalagi subuh tadi mereka sempat menyantap masing-masing 1 cup mie instan yang sengaja Nanda bawa dari Indonesia.
Dasar aneh! Jalan-jalan keluar negeri masa' makannya malah makanan legend idola semua kalangan.
"Sayang, udah ini kita mau kemana? Kamu ada tempat yang pingin kamu kunjungi?" tanya Gathan sambil menyantap mash potato miliknya.
Nanda mengerutkan keningnya, nampak berpikir serius. Gathan sampai tersenyum geli sendiri melihat ekspresi istrinya itu.
Bukannya memberikan jawaban, Nanda justru mengedikkan bahunya membuat Gathan menyemburkan tawanya sebab istrinya itu sok berpikir kritis, tapi taunya tidak bisa memberikan jawaban apa-apa.
__ADS_1
"Mas, kalau Nanda mau ke kebun binatang boleh nggak?" tanyanya setelah kembali berpikir.
"With a pleasure, babe! Sehabis makan kita bisa minta sopir hotel antar ke kebun binatang yang ada di sini." tukas Gathan sambil menyeka bibirnya dengan serbet yang tersedia di atas meja.
Nanda pun berseru girang lalu tanpa canggung ia mengecup pipi Gathan sebagai ungkapan terima kasih. Sudah lama sekali ia ingin pergi ke kebun binatang. Terakhir kali ia ke kebun binatang adalah saat ia masih sangat kecil. Ia pergi dengan Rere dan Radika, lalu setelahnya tidak pernah lagi. Yah, walaupun bukan kebun binatang di Indonesia, tapi setidaknya bisa sedikit mengobati kerinduannya akan masa kecil.
Kini Gathan dan Nanda tengah dalam perjalanan menuju kebun binatang Wild life Sydney. Kebun binatang ini terletak di Darling Harbour, Sydney. Di sana terdapat hampir 6.000 jenis hewan habitat alami. Memang kebun binatang itu dibuat sealami mungkin sesuai habitat hewan-hewan tersebut agar mereka dapat tetap hidup dengan nyaman juga berkembang biak.
Di sana Nanda menjumpai hewan-hewan yang jadi ikonik negeri kangguru tersebut, yang pasti ada yaitu kangguru lalu koala. Dengan dibantu pendamping, Nanda memberi makan hewan berkantung tersebut. Wajah Nanda bersinar cerah saat melihat aneka binatang yang hidup dengan nyaman di sana. Tak lupa Gathan mengabadikan gambar setiap interaksi antara istrinya dan beberapa hewan yang sudah jinak. Mulai dari kegiatan memberi makan, mengusap kepala, bahkan ia berpose lucu di samping kangguru.
Sebelum pulang, Gathan juga mengajak Nanda mampir ke Sea Life Sydney Akuarium. Lokasinya masih satu wilayah dengan Wild life Sydney yang terletak di Darling Harbour. Ia ingin mengajak Nanda berpetualang di bawah air. Pemandangan kehidupan laut dari dalam Sea Life Sydney Akuarium memang begitu menakjubkan hingga Nanda sampai tak mampu berkata-kata.
Di dalam sana, Nanda dapat melihat aneka hewan laut yang hanya pernah dilihatnya dari layar televisi. Bahkan melihat sosok Dugong pun pertama kali ia melihat di serial kartun dari negeri Jiran, apalagi kalau bukan Upin dan Ipin. Lalu kini, ia dapat melihatnya secara langsung dengan mata kepalanya sendiri, bagaimana ia tidak bahagia. Ia juga melihat ikan pari raksasa yang berenang kesana kemari seperti terbang di atas kepala. Ada juga ikan hiu yang sangat besar. Saat mulutnya menganga, Nanda sampai bergidik ngeri sendiri seakan-akan ikan itu ingin melahapnya hidup-hidup.
Sungguh Nanda merasa bulan madu kali ini sangat istimewa. Ia benar-benar merasakan kebahagiaan yang telah lama diimpikannya.
Dengan mata berkaca-kaca, Nanda memeluk Gathan erat dan menyandarkan kepalanya di dada Gathan.
"Terima kasih, mas. Terima kasih atas semuanya. Aku mencintaimu, mas. Lelaki terhebatku. Imam kebanggaanku. I love you."
...***...
__ADS_1
...Happy reading 🥰🥰🥰...