Terpaksa Menikahi Tawanan-ku

Terpaksa Menikahi Tawanan-ku
Bab 10


__ADS_3

Namun tiba-tiba saja kaki Viona mendadak kram membuat tubuhnya sedikit linglung. Untungnya Keynand bergerak cepat menarik pinggangnya dan tidak membuat Viona terjatuh.


Pandangan mata mereka langsung bertemu. Sontak Keynand langsung melepaskan tangannya lalu mendorong tubuh Viona, hingga membuat wanita itu terjatuh di lantai.


"Tidak perlu cari perhatian kepadaku!" ketus Keynand lalu melenggang pergi.


Viona hanya mampu meringis kesakitan merasakan bokongnya menghantam keras lantai marmer.


"Siapa yang cari perhatian darinya, jelas-jelas ini kecelakaan yang tidak di sengaja." gumam Viona sembari bangkit berdiri. "Sungguh pria kasar dan suka marah-marah. Ternyata inilah sifat aslinya. Aku pikir kak Keynand sosok pria pendiam yang jarang berbicara, namun sayangnya tidak seperti biasanya." ucapnya menghela nafas berat. Kemudian Viona mendekat ke arah tempat tidur baby Daisy sambil memegang pinggangnya.


Namun seketika raut wajah Viona mendadak berubah, hingga senyuman manis menghiasi bibirnya manakala melihat baby Daisy tidur dengan posisi menyamping dan hal tersebut terlihat sangat menggemaskan.


"Iiih, gemes banget sih kamu" ucap Viona tersenyum sambil mengelus lembut pipi merah baby Daisy.


Sontak baby Daisy menggeliat dengan luwesnya dan tanpa sadar tangan mungilnya memegangi jari telunjuk Viona. Sedangkan Viona malah tersenyum tipis dan membiarkan baby Daisy menggenggam erat jari telunjuknya.


Viona pelan-pelan duduk di kursi sambil memperhatikan baby Daisy sedang tertidur pulas. Hingga dia pun mulai mengantuk seolah wajah baby Daisy menghipnotisnya dan tanpa sadar dia langsung menjatuhkan kepalanya di sisi pembatas tempat tidur bayi mungil itu.


Viona dan baby Daisy tidur bersama. Mereka persis seperti ibu dan anak. Walaupun posisi tidur Viona tidak lah baik untuk kesehatannya, namun wanita itu tetap tertidur pulas. Mungkin karena efek kelelahan dengan banyaknya pekerjaan yang harus dia kerjakan di Villa mewah milik Keynand.


Di meja makan...


Semua orang sudah berkumpul di meja makan dan tengah menyantap makan malamnya. Tampak Keynand begitu lahap menyantap makanannya, membuat Nyonya Tias tampak senyum-senyum melihat tingkah laku putra semata wayangnya itu.


"Sop ayam sangat bagus untukmu." ucap Laurent sambil menyendok sup ayam yang tampak menggugah selera, lalu meletakkannya di atas piring Keynand. Hal tersebut salah satu motif pendekatan yang dia lakukan kepada Keynand.


Sementara Keynand hanya menanggapinya dengan anggukan kepala sambil mengunyah makanannya. Sontak membuat Laurent tersenyum tipis dengan pandangan tertunduk. Dia sungguh senang bisa dekat dengan Keynand.

__ADS_1


Sejak dulu Laurent menyukai Keynand, ketika pria itu sempat menolongnya dari aksi penjambretan ketika dirinya masih duduk di bangku kuliah. Hingga perlahan perasaan sukanya semakin membuatnya terobsesi untuk memilikinya.


Apalagi ketika mendiang saudara tirinya di jodohkan dengan Keynand, diam-diam dia juga menyukai pria tampan dan berkharisma itu. Namun sayangnya, bukan dirinya yang dipinang dalam perjodohan tersebut, melainkan kakak tirinya, Jasmine Estella. Hal itu membuatnya menjadi iri dan murka, namun dia tidak bisa berbuat apa-apa.


Untuk mengurangi rasa sakit hatinya, karena tidak mampu memiliki pria yang disukainya. Akhirnya dia pun memutuskan pergi ke negara xxx guna untuk menenangkan diri di sana.


Namun dua tahun kemudian, Laurent mendadak mendapatkan kabar atas meninggalnya saudara tirinya. Untuk itu, dia tidak ingin lagi hilang kesempatan. Dia pun memilih untuk kembali ke negara kelahirannya, semua itu dia lakukan demi mengejar kembali pria yang disukainya, yaitu Keynand Petrico Manav.


"Mama senang sekali, akhirnya kita bisa kumpul bersama. Oh iya, besok pagi-pagi Mama dan Laurent berencana akan pulang. Kasian dengan pekerjaan Laurent harus ditinggal pergi" ucap ibunya tersenyum. Pasalnya Laurent pernah berkata tidak akan terlalu lama di tempat tersebut.


"Maaf tante, sepertinya saya tidak bisa pulang secepatnya. Saya sungguh tidak ingin meninggalkan ponakan saya di tempat ini. Saya ingin merawatnya dengan baik. Kasian sekali dia, pasti setiap saat dia akan mencari-cari sosok ibunya." ucap Laurent yang berubah pikiran. Dia tidak ingin kehilangan kesempatan berharganya.


Tidak mungkin aku meninggalkan Villa ini, sementara ada sainganku di dalam Villa ini. Pokoknya aku harus cari cara agar bisa bersatu dengan Keynand dan secepatnya menyingkirkan wanita banu ini. Batin Laurent kesal.


"Tidak apa-apa, nak Laurent. Lagian tante juga belum pengin pulang cepat, nak. Kasian cucu tante kesepian di tempat ini. Pokoknya tante akan membantu Keynand untuk merawat putrinya. Ini salah satu momen langka di keluarga kami. Sebagai seorang Oma, tante akan selalu melihat tumbuh kembang cucu tante hingga tumbuh dewasa" ucap Nyonya Tias tersenyum.


"Tante, sungguh luar biasa, aku salut kepada tante." timpal Laurent.


Keynand kemudian berjalan menaiki anak tangga menuju kamarnya yang terletak di lantai dua.


Ceklek


Keynand bergegas masuk ke dalam kamarnya dan hal yang pertama yang mampu dia lihat adalah tampak wanita tawanannya tengah tertidur pulas di samping tempat tidur bayinya.


Keynand langsung mengepalkan tangannya lalu mendekati Viona. Berani-beraninyawanita tawanannya malah tertidur pulas. Padahal dia memintanya untuk menjaga bayinya.


Pletakkkkk....

__ADS_1


Viona langsung terbangun dan terlihat gelagapan mendapati keningnya berdenyut nyeri.


"Itulah akibatnya karena kamu cuma tertidur tanpa menjaga putriku ." ketus Keynand. "Sekarang keluar!" ucapnya menyuruh Viona keluar dari kamarnya.


Namun sayangnya aksinya itu tidak berhasil, karena baby Daisy memegang erat jari telunjuk Viona tanpa ingin melepaskannya.


"Maaf tuan, saya tidak bisa. Takutnya ketika saya melepaskan genggaman tangan putri anda, bisa-bisa dia kembali menangis histeris." ucap Viona membela diri.


"Baiklah, tetap jaga putriku, setelah putriku tidak lagi memegang jemarimu lekaslah pergi dari kamarku. Asal kau tahu mataku sakit melihatmu." ucap Keynand dengan tatapan mengejek.


Viona hanya mampu mengangguk menanggapi ucapannya. Setelah itu, Keynand memilih duduk di sofa guna untuk memeriksa email masuk di ponselnya.


Hingga waktu terus berlalu dan Viona masih saja berada di dalam kamar Keynand. Wanita tawanannya itu sudah tidak bisa lagi menahan kantuknya, dia pun kembali tertidur pulas dimana jemari tangannya masih setia digenggam oleh baby Daisy.


Keynand yang juga sudah mengantuk memilih untuk mengistirahatkan tubuhnya di atas ranjang. Pekerjaannya sebagian mampu dia kerjakan dengan baik.


Keesokan harinya...


Nyonya Tias bangun pagi-pagi, dia langsung berjalan ke kamar putra semata wayangnya. Dia semata-mata ingin melihat cucunya.


"Untung tidak dikunci." ucap Nyonya Tias tersenyum lalu membuka cepat pintu kamar tersebut hingga terbuka lebar. Kemudian wanita paruh baya itu melangkah masuk ke dalam kamar untuk mencari keberadaan cucunya. Namun sayangnya dia langsung terlonjat kaget dengan mata membulat sempurna melihat ke arah tempat tidur.


"Keynand!"


"Viona!"


Nyonya Tias berteriak histeris melihat dua insan manusia sedang terlelap di atas tempat tidur yang sama.

__ADS_1


Bersambung.....


Jangan lupa like, love, hadiah, komen dan vote ya teman-teman... terima kasih 🙏


__ADS_2