
"Berikan padaku." ucap Keynand. Tanpa persetujuan dari Viona, Keynand langsung mengambil alih putrinya dari gendongan Viona.
Hingga kepala mereka sempat berbenturan. Refleks Viona dan Keynand kompak tersenyum hingga pandangan mereka bertemu dan terkunci sesaat.
Viona merasa canggung berdekatan dengan Keynand dan jaraknya begitu dekat. Apalagi Keynand terus menatapnya dengan tatapan sulit diartikan. Sontak Viona langsung mengalihkan pandangannya ke sembarang arah.
Kenapa jantungku berdebar-debar begini. Batin Viona sambil menggigit bibir bawahnya.
Sementara Keynand sendiri tampak biasa-biasa saja yang sedang menggendong putrinya. Diusapnya lembut pipi gembul putrinya yang tampak memerah. Sedangkan putrinya kembali tersenyum lebar melihat wajah ayahnya.
"Sayang, kau kangen sama ayah." ucap Keynand tersenyum tipis yang mengajak berbicara putrinya dan tampak putrinya juga bersuara seolah sedang menimpali ucapan ayahnya.
Keynand tergelak tawa mendengar suara putrinya. Keynand sungguh bahagia dapat melihat tumbuh kembang putrinya. Lalu dia mencium kedua pipi gembul putrinya berulang kali dengan perasaan teramat bahagia.
Viona yang berdiri di sampingnya hanya mampu menghembuskan nafasnya dengan kasar dan tengah asyik memperhatikan Keynand berinteraksi dengan putrinya.
"Viona!"
"Iya, ada apa." ucap Viona cepat dengan kening berkerut. Jarang-jarang Keynand memanggil namanya.
"Aku lupa mengambil tas kerjaku, sana ambil di ruang kerjaku." perintah Keynand sambil mengibaskan tangannya menyuruh Viona pergi.
"Baik" ucap Viona dan bergegas menuju ruang kerja Keynand yang berada di lantai dua.
Sementara itu Keynand begitu bahagia menggendong putrinya, bahkan wajahnya terlihat berseri-seri. Keynand memutuskan untuk membawa putrinya ke teras rumah guna untuk berjemur sebentar sembari menunggu sekretarisnya selesai sarapan.
Tak berselang lama kemudian terlihat Viona berjalan tergesa-gesa menuruni anak tangga sambil menenteng tas kerja Keynand. Ketika berada di ujung tangga, tiba-tiba saja Viona tersandung dan membuat keseimbangan tubuhnya oleng hingga membuatnya hampir terjatuh.
Untungnya sebuah tangan kekar langsung menangkap tubuhnya. Viona langsung menoleh untuk melihat siapa orang yang sudah menolongnya.
"Alex!" gumamnya terhentak melihat pria yang sudah menolongnya.
"Kau tidak apa-apa? apa kau baik-baik saja, Viona?" tanya Alex dengan nada khawatir, bahkan tatapannya sulit diartikan menatap Viona, membuat Viona langsung menundukkan pandangannya dan perlahan menjauh darinya.
__ADS_1
"Ya, aku baik-baik saja, Alex. Terima kasih sudah menolongku." ucap Viona tersenyum.
"Benar, kau baik-baik saja kan, Viona." ucap Alex khawatir dan kembali memperjelasnya sambil memegang kedua bahu Viona. Sungguh Alex begitu mengkhawatirkan kondisi wanita yang pernah dikaguminya itu, namun dia berusaha menghilangkan perasaan yang sempat singgah dihatinya.
"Iya aku baik-baik saja. Kau ini, lihatlah.... tidak ada yang terluka pada tubuhku." ucap Viona tersenyum sambil memamerkan gigi ratanya dan senyumannya itu terlihat manis, membuat Alex sampai terpesona dibuatnya.
Diluar dugaan sepasang mata sedang memperhatikan mereka. Hingga seringai licik muncul di wajah orang itu.
"Wow pemandangan yang sangat indah. Aku akan gunakan kesempatan ini untuk menjalankan rencanaku. Sepertinya ada cinta segitiga di villa ini. Aku akan menciptakan sebuah perang diantara dua pria dan satu wanita yang sepertinya akan diperebutkan. Dimana mereka nantinya akan bermusuhan, antara atasan dan bawahan. Kurasa ini cara terbaik untuk memberikan pelajaran kepada pria babu itu. Sekali bersaksi aku akan menghancurkan dua orang sekaligus. Ini sungguh menarik, semoga rencanaku berhasil, ha ha ha." ucap orang itu dengan seringai licik diwajahnya dan orang itu tidak lain adalah Laurent.
"Berikan tasnya, biar aku saja yang membawa tas tuan Keynand." ucap Alex tersenyum tipis.
"Tapi...." Viona tidak melanjutkan ucapannya karena mendengar suara Keynand yang berteriak memanggilnya.
"Ya sudah, ambil ini. Jangan sampai bosmu marah-marah." ucap Viona tersenyum tipis dan Alex langsung mengambil tas ditangan Viona.
"Jangan berkata seperti itu, bukankah dia itu adalah suamimu." ucap Alex tersenyum tipy dengan suara berbisik. Sungguh dia tidak berani membicarakan perihal tentang tuannya.
Viona hanya mampu tersenyum menanggapi ucapan Alex, kemudian dia melangkah menuju pintu. Alex bergerak cepat mengekor di belakangnya, sehingga mereka terlihat berjalan beriringan menuju pintu. Mereka terlihat akrab satu sama lain. Karena menang kenyataannya mereka sudah saling mengenal.
"Aku akan berangkat kerja." ucap Keynand dingin, seolah berpamitan kepada Viona. Sedangkan Viona tidak menggubris ucapannya, Viona hanya menatap wajah baby Daisy yang terlihat begitu senang berada dalam gendongan ayahnya.
Tampak Keynand mencium kening putrinya dengan penuh kasih sayang. Dia merasa tidak bisa jauh dengan putrinya, lalu meminta Viona untuk mengambil putrinya. Pasalnya dia harus berangkat ke kantor.
Perlahan Viona mengulurkan kedua tangannya untuk mengambil baby Daisy dari gendongan Keynand. Hingga akhirnya baby Daisy kembali berada dalam gendongannya dan Viona langsung tersenyum merekah dan begitu senang setiap kali bersama baby Daisy, anak tirinya.
Kemudian Keynand melangkah menuju mobilnya. Dimana Alex tampak membukakan pintu mobil untuknya.
"Hati-hati ayah." ucap Viona menirukan suara anak kecil, seolah baby Daisy lah yang berbicara kepada ayahnya. Bahkan Viona menyentuh jemari tangan baby Daisy lalu mengangkatnya tinggi-tinggi untuk melambaikannya ke arah Keynand.
Keynand langsung menghentikan langkahnya saat mendengar suara Viona, lalu dia berbalik badan menghadap kearah Viona. Keynand mengerutkan keningnya melihat tingkah laku mereka yang begitu akrab dan terlihat sangat lucu menurutnya.
Hingga tiba-tiba sudut bibir Keynand terangkat membentuk senyuman tipis. Refleks Keynand juga mengangkat sebelah tangannya untuk ikut melambaikan tangannya kearah Viona yang menggendong putrinya.
__ADS_1
Akan tetapi, Keynand dengan cepat menurunkan tangannya yang sempat terangkat karena merasa tingkahnya begitu konyol kepada wanita tawanannya.
Keynand bergegas masuk ke dalam mobil. Lalu disusul oleh Alex yang juga bergegas masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi kemudi. Setelah itu, Alex mulai melajukan mobilnya meninggalkan tempat tersebut.
*
*
*
Dua minggu kemudian....
Hubungan Keynand dan Viona sedikit mengalami perubahan berkat baby Daisy. Walaupun sebenarnya Keynand masih bersikap dingin bahkan begitu cuek kepada Viona, namun perlahan sikap Keynand mulai berubah kepada wanita tawanannya, begitu halnya sebaliknya dengan Viona.
Mereka mulai saling mengerti akan perannya sebagai orang tua bagi baby Daisy. Namun terkadang Keynand begitu egois dan selalu mementingkan kepentingannya sendiri bersama putrinya tanpa ingin peduli terhadap Viona. Baginya Viona tetap wanita tawanannya, tidak lebih dari itu.
Sementara Laurent diam-diam sedang menyusun rencana. Dia mulai mengamati gerak-gerik Viona dan Alex. Mereka menjadi target utama dari rencananya untuk menghancurkan pernikahan Viona dan Keynand.
Tepatnya malam ini, Laurent akan menjalankan rencananya untuk menjebak Viona dan Alex. Tampak Laurent mondar-mandir di dalam kamarnya dan sesekali mengintip di jendela kamarnya untuk melihat kedatangan mobil Keynand yang tak kunjung datang.
Karena ketika Keynand pulang, otomatis Alex juga akan pulang. Mereka adalah atasan dan bawahan yang begitu dekat layaknya pasangan kekasih.
"Hoaamm... kemana sih mereka!" kesal Laurent yang sudah mengantuk. Dia pun menatap kearah jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 11 malam.
"Sialan, aku tidak ingin rencanaku gagal malam ini." gumam Laurent dan kembali menguap berulang kali.
Tapi sayangnya, Laurent sudah tidak bisa lagi
menahan kantuknya. Sialnya kantuknya tidak bersahabat untuk saat ini. Laurent langsung menghempaskan tubuhnya di atas tempat tidur dan tak butuh waktu lama dia pun sudah terlelap.
Bersambung....
Jangan lupa, like, love komen dan vote ya teman-teman 🤗
__ADS_1
terima kasih 🙏🙏🙏