Terpaksa Menikahi Tawanan-ku

Terpaksa Menikahi Tawanan-ku
Bab 29


__ADS_3

"Tenang tuan, Viona sama sekali tidak salah." ucap Alex dengan hati-hati. Sedangkan Viona memutuskan untuk kembali ke kamarnya.


"Apa Viona?" Keynand tampak kesal mendengar ucapan sekretarisnya yang menyebut nama wanita tawanannya terdengar begitu akrabnya.


Keynand mendorong tubuh sekretarisnya dengan kasar, lalu melenggang pergi. Moodnya pagi ini benar-benar buruk.


"Jangan salah paham tuan. Viona sendiri yang meminta aku untuk memanggil namanya tanpa ada embel-embel nona dan aku menyetujuinya. Tolong jangan salahkan Viona." ucap Alex dengan jujurnya sembari mengikuti langkah kaki tuannya.


"Pergi! kau semakin membuatku pusing." kesal Keynand dengan wajah merah padam yang sedang tersulut emosi.


Tanpa mengucapkan sepatah katapun, Alex setengah membungkukkan badannya lalu melenggang pergi.


Diluar dugaan, diam-diam Laurent bersembunyi di tiang penyangga yang sibuk menguntit untuk mendengar pembicaraan mereka. Laurent menyeringai licik melihat tingkah mereka pagi ini.


"Viona yang akan menjadi biang masalah kali ini. Aku akan membuat Keynand melakukan pertikaian dengan pria babu itu." ucap Laurent dengan seringai licik diwajahnya.


"Sekarang aku harus berpura-pura baik kepada Viona demi melancarkan rencanaku. Viona viona, secepatnya kau akan tersingkirkan" ucap Laurent menyeringai dan penuh percaya diri dengan rencananya kali ini untuk menyingkirkan Viona dari sisi Keynand.


Setelah itu, Laurent memutuskan untuk sarapan, hanya dia seorang yang berada di meja makan dan Laurent tampak enjoy saja sarapan seorang diri.


Sementara itu, Viona masuk ke dalam kamar dan melihat baby Daisy sedang digendong oleh Omanya. Viona lalu melangkah mendekati mereka.


"Nak, ibumu sudah datang. Tuh lihat ibumu sangat cantik pagi ini." ucap Nyonya Tias tersenyum merekah memuji kecantikan menantunya.


Sementara Viona hanya mampu tersenyum mendengar pujian ibu mertuanya.


"Mama, sebaiknya Mama sarapan dulu, biar aku yang mengurus baby Daisy." ucap Viona tersenyum.


"Terus, kau sudah sarapan atau belum?" tanya Nyonya Tias.


"Aku sudah sarapan Mama." ucap Viona berbohong.

__ADS_1


"Kalau begitu giliran mama yang akan sarapan." ucap Nyonya Tias tersenyum dan Viona menggangguk sembari mengulurkan kedua tangannya untuk mengambil alih baby Daisy dari gendongan Omanya.


"Mama ke bawa dulu, nak. Jaga cucu Oma yang cantik ini dengan baik." ucap Nyonya Tias.


"Siap mama." timpal Viona antusias dan nyonya Tias tersenyum lebar mendengar ucapan menantunya.


Kemudian Nyonya Tias bergegas keluar dari kamar. Sehingga hanya Viona dan baby Daisy yang berada di dalam kamar.


Sementara itu, Keynand berangkat ke kantor bersama Alex. Setibanya di kantor, Keynand tidak pernah mengajak berbicara sekretarisnya. Hingga mereka masuk ke dalam ruangannya masing-masing.


Baru kali ini dirinya marahan kepada sekretarisnya hanya gara-gara seorang wanita dan wanita itu tidak lain adalah Viona, wanita tawanannya.


Keynand sama sekali tidak mengerti dengan jalan pikirannya. Dia tiba-tiba emosi hanya melihat sekretarisnya memperhatikan Viona dan lebih parahnya lagi dia tidak suka melihat penampilan wanita tawanannya pagi ini karena mengundang perhatian seorang pria, termasuk sekretarisnya sendiri.


Keynand menggeram kesal sambil menggebrak meja kerjanya. Ia menyandarkan punggungnya di kursi kebesarannya. Perasaan emosi, marah dan kesal masih menyelimuti pikirannya saat ini, apalagi jika mengingat kembali kejadian pagi tadi.


Apa mungkin dirinya cemburu melihat sekretarisnya memperhatikan wanita tawanannya? Tapi, ia tidak ingin menapik hal yang tidak pasti tengah dialaminya. Tidak mungkin dirinya cemburu dengan wanita yang sama sekali tidak dicintainya itu.


Tidak hanya itu, selesai membacakan jadwal tuannya atau atasannya hari ini, Alex diminta untuk pulang. Namun, dia tetap berada di kantor sampai jam pulang. Setelah tuannya pulang, dia pun ikut pulang ke Villa.


Seperti biasa Keynand tiba di Villa tepat pukul 11 malam. Keynand masuk ke dalam kamarnya dan mendapati Viona masih terjaga membantu baby Daisy menyusu. Dia lekas mengunci pintu kamarnya dan melangkah ke kamar mandi untuk bersih-bersih lalu berganti pakaian sebelum tidur.


Walaupun sebenarnya setiap sore hari ia sempat mandi di kantornya sebelum pulang ke Villa, namun karena aktivitasnya yang begitu padat hingga malam hari, membuatnya harus pulang larut malam ke villa dengan tubuh lelah dan butuh berendam. Namun dia tidak ingin keseringan mandi malam, karena akan berakibat fatal pada kondisi kesehatannya.


Keynand keluar dari ruang ganti sudah mengenakan piyama tidur. Raut wajah Keynand tampak lelah. Dia melangkah mendekat ke arah tempat tidur, lalu duduk di pinggir tempat tidur.


Keynand memandangi wajah putrinya dengan hati menghangat. Seketika rasa lelahnya terbayarkan hanya memandangi wajah imut putrinya. Pandangan Keynand beralih menatap wajah Viona dan tak sengaja Viona juga memandang ke arahnya, hingga akhirnya pandangan mata mereka bertemu.


Entah apa yang merasukinya, tiba-tiba Keynand memajukan tubuhnya untuk mendekati Viona. Kedua mata Keynand tidak lepas menatap bibir ranum Viona tanpa berkedip.


Sementara Viona yang melihat tingkah laku Keynand langsung waspada sambil beringsut membawa tubuhnya mundur kebelakang. Sedangkan Keynand tidak menghentikan aksinya mendekati Viona.

__ADS_1


Viona seolah terjebak, jika dia terus beringsut mundur otomatis botol susu yang dipegangnya terlepas dari mulut baby Daisy. Sehingga Viona terpaksa diam di tempat membiarkan Keynand mendekatinya.


Keynand langsung mengungkung tubuh Viona menggunakan kedua tangannya. Ditatapnya lekat-lekat wajah Viona dengan tatapan dalam dan penuh nafsu. Sontak Viona langsung buang muka dengan jantung berdebar-debar kencang.


Jangan bilang jika dia kembali mabuk, habis aku malam ini. Batin Viona sambil menggigit bibir bawahnya. Dia bahkan merasakan hembusan nafas Keynand terasa menerpa kulit lehernya.


"Aku peringatkan kepadamu, jangan pernah memakai baju tanpa lengan. Apa kau berencana untuk menggodaku hah!" ucap Keynand dingin sambil mengelus leher jenjang Viona.


Akan tetapi, mendadak tubuh Keynand langsung beraksi, maklum dirinya pria normal yang memiliki hasrat tinggi, hanya melihat leher jenjang Viona sudah membangkitkan hasratnya.


Perlahan jemari tangan Keynand langsung bergerak turun mengelus bahu Viona dan tanpa basa-basi langsung menurunkan tali piyama tidur Viona, hingga bahu mulus Viona terpampang indah.


Keynand langsung mencium leher jenjang Viona hingga menimbulkan bekas kemerahan lalu beralih menciumi bahu Viona. Sedangkan Viona terhentak sambil menggeliat mencoba menghentikan aksi Keynand yang mulai menguasai tubuhnya. Bahkan botol susu yang dipegang oleh Viona sudah terlepas dari tangannya.


Viona mencoba melawan menggunakan kedua lututnya, namun aksinya itu mampu digagalkan oleh Keynand. Viona sungguh tidak berdaya dibuat oleh Keynand, dia bahkan tidak mengerti dengan sikap Keynand yang berubah-ubah.


Oeeee... oeeeek


Mendadak baby Daisy menangis karena tidak lagi menyusu. Refleks Viona langsung mendorong tubuh Keynand, membuat Keynand menggeram kesal dan langsung mencium bibir Viona.


"Emmmpphh.... berhenti... baby Daisy menangis.." ucap Viona disela-sela Keynand mencium bibirnya.


Sontak Keynand langsung melepaskan ciumannya dan beringsut menjauhi Viona. Sedangkan Viona bergerak bangun dan langsung menggendong baby Daisy. Kembali Viona membantu baby Daisy menyusu dan setelahnya baby Daisy berhenti menangis.


"Aku pikir putriku sudah tidur" ucap Keynand yang mendadak merasa canggung terhadap Viona, sedang Viona hanya menimpali ucapannya dengan meletakkan jari telunjuknya di bibir Keynand, membuat Keynand langsung memicingkan matanya melihat tingkah wanita tawanannya.


Viona langsung mengangkat kepalan tangannya di depan wajah Keynand, jika Keynand kembali buka suara maka kepalan tangannya akan mendarat di wajah tampan Keynand. Dia seolah memberikan ancaman kepada pria menyebalkan itu.


Sementara Keynand yang melihat tingkah wanita tawanannya hanya mampu menyeringai tipis. Dia seolah mendapatkan tangkapan baru.


Bersambung.....

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak 🤗


__ADS_2