Terpaksa Menikahi Tawanan-ku

Terpaksa Menikahi Tawanan-ku
Bab 45


__ADS_3

Sudah seminggu Keynand dan anak buahnya menyusuri hutan tempat terakhir kali mereka menemukan Lando, salah satu anggota The Lion yang sudah membawa kabur Viona dan Alex tempo hari.


Mereka lah yang menemukan Lando di dalam hutan, tepatnya di jurang. Mereka menemukan Lando dalam keadaan tak sadarkan diri di dasar jurang. Untuk melakukan penyelematan terhadap Lando, mereka mendatangkan langsung orang-orang profesional yang akan turun ke dasar jurang untuk melakukan evakuasi terhadap Lando.


Proses evakuasi Lando dilakukan secara dramatis, yakni orang-orang professional lah yang bergerak turun ke jurang untuk melakukan penyelamatan dengan menggunakan peralatan khusus untuk menyelamatkan orang yang terjatuh ke jurang yaitu berupa tandu khusus yang digunakan untuk evakuasi dalam jurang.


Penanganan pertama yang mereka lakukan yaitu membebat tubuh Lando lalu diikat dengan tandu. Kemudian diteruskan mengangkat tubuh Lando melalui tali montenering/vertical rescue. Lalu tubuh Lando ditarik naik hingga berhasil dinaikkan ke atas. Setelah itu, Lando segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan pertama.


Tidak hanya itu, mereka juga menemukan ponsel Viona, namun sang empunya sampai sekarang belum juga mereka temukan. Sehingga mau tak mau mereka masih saja terus melakukan pencarian di dalam hutan sampai menemukan sosok wanita yang dicarinya.


Kali ini penampilan bos mafia yang begitu ditakuti terlihat sangat berantakan dan tak terurus. Sepertinya pria itu begitu frustasi dan teramat menyesali perbuatannya.


"Tuan."


Sosok pria berjalan tergesa-gesa menghampirinya.


"Bagaimana?" ucap Keynand kepada anak buahnya.


"Maaf tuan, kami sudah berusaha keras mencarinya." ucapnya tidak enak hati dan merasa enggan to the poin kepada ketuanya.


Keynand hanya mampu menghembuskan nafasnya dengan kasar mendengar ucapan salah satu anak buahnya. Lagi-lagi ucapan yang tak diinginkan kembali terdengar di telinganya.


"Ya sudah, kita hentikan pencarian untuk hari ini, kalian boleh pergi." ucap Keynand mengusir anak buahnya. Ia pun tau betul bagaimana anak buahnya tak kenal lelah mencari keberadaan istrinya.


Untuk saat ini, biarlah dia sendiri mencari wanita tawanannya. Sepertinya ini menjadi karma untuknya karena sudah melakukan tindakan fatal dan melalaikan wanita tawanannya.


*


*


*


Sementara di tempat lain.....


Tampak wanita cantik dengan pakaian sederhana baru saja habis mencuci piring kotor bekas peralatan makan mereka. Tangannya yang masih basah ia segera melapnya di kain yang tergantung di dinding dekat rak piring. Lalu wanita itu melangkah mendekati sosok wanita tua yang tengah duduk selonjoran di kursi kayu.


"Vivi, apa kau sudah meminum obat yang diberikan pak mantri?" tanya wanita tua itu kepada wanita cantik yang mendekat ke arahnya.


"Belum Nenek." ucap wanita cantik itu tersenyum. Dan wanita cantik itu dipanggil Vivi.

__ADS_1


"Kenapa?" tanyanya heran.


"Aku baik-baik saja nenek Rosi. Lihatlah, tak ada yang perlu dikhawatirkan bukan." ucap wanita itu tersenyum merekah. Tangannya di ulurkan untuk memijit kaki wanita tua itu.


"Tapi, kau habis terjatuh dari jurang, takutnya ada luka dalam di tubuhmu." ucap Nenek Rosi dengan raut wajah khawatir.


"Nenek, aku memang terjatuh dari jurang. Tapi, kata bibi Jane aku tidak sepenuhnya terjatuh hingga ke dasarnya, untung masih ada akar pohon yang menjadi pelindung untuk tubuhku agar tak terjatuh hingga ke jurang mengerikan itu hingga bibi Jane menemukanku." jelas Vivi.


Padahal waktu itu, aku sudah pasrah untuk kehilangan nyawaku. Karena bagiku tak ada gunanya hidup di dunia yang mengerikan ini, lebih baik aku menyusul mommy ke alam sana. Tapi, takdir berkata lain, sepertinya perjalananku masih panjang hingga akhirnya aku dipertemukan orang baik seperti Bibi Jane dan nenek Rosi. Semoga saja Keynand tidak menemukan keberadaanku bersama keluarga baruku. Batinnya.


Wanita itu tidak lain adalah Viona. Viona ditemukan oleh wanita paruh baya bernama Jane, wanita itu lah yang menemukannya di dalam hutan lalu membawanya pulang ke rumah yang sekarang di tempatinya.


Untung saja Jerox bersama anak buahnya tidak menemukannya pada waktu itu. Jika Viona ditemukan oleh musuh bebuyutan Keynand sudah dipastikan nyawanya dalam bahaya.


Dan sekarang Viona sudah tidak ingin lagi mengingat apalagi sampai berurusan dengan masa lalunya, ia tidak ingin lagi melibatkan orang lain seperti Alex dan Lando. Apalagi sekarang namanya sudah berganti menjadi Vivi bukan lagi Viona. Karena baginya Viona sudah mati dan tergantikan oleh Vivi.


"Ada apa lagi? kenapa bawa-bawa namaku Vivi?" sahut wanita gemuk tinggi kira-kira berkisar umur empat puluh lima tahunan.


"Maaf bibi Jane, jangan salah paham, kami membicarakanmu karena kau orang yang sudah menyelamatkanku di dalam hutan." ucap Vivi tersenyum.


"Ya, pada waktu itu bibi bersama kawan-kawan bibi memang sering masuk ke dalam hutan untuk mencari jamur. Anehnya pada saat itu, seolah Tuhan sengaja menggerakkan langkah bibi hingga menemukanmu." ucap wanita paruh baya itu yang dipanggil bibi Jane.


"Jangan membahasnya lagi cantik, sekarang kau aman bersama kami." ucap bibi Jane sambil membelai rambut Viona lalu menarik tubuh Viona masuk ke dalam pelukannya.


Sementara Viona langsung membalas pelukan hangat bibi Jane sembari mengangguk menanggapi ucapan wanita paruh baya itu.


*


*


*


Sementara di tempat lain...


Tampak sosok pria jangkung menatap gedung perkantoran di depannya. Kemudian pria itu memiliki tekad yang kuat untuk memasuki gedung perkantoran tersebut.


Pria itu melangkah menghampiri Staff resepsionis untuk menanyakan perihal orang yang ingin ditemuinya.


"Aku ingin bertemu tuan Joseph."

__ADS_1


"Apa anda sudah membuat janji sebelumnya?" tanya Staff resepsionis tersebut.


"Tidak!" jawab pria tinggi itu.


"Maaf, sebaiknya anda menunggu di ruang tunggu, karena sekarang Tuan Joseph sedang berada di ruang rapat." jelas Staff resepsionis.


"Katakan kepada sekretarisnya bahwa pria yang bernama Alex ingin menemui tuan Joseph." tegas pria itu dan tak lain adalah Alex.


Staff resepsionis kembali menghubungi sekretaris tuan Joseph. Staff wanita itu sempat manggut-manggut yang sedang berbicara dengan seseorang di ujung telepon.


"Anda diminta untuk langsung ke ruangannya." ucap staff wanita itu dengan sopan.


Kemudian Alex bergegas masuk ke dalam lift yang akan membawanya ke lantai tertinggi perusahaan, dimana ruangan presiden direktur berada.


Setibanya di lantai tertinggi perusahaan, Alex bergerak menuju ruangan Presdir. Ketika akan membuka pintu ruangan tersebut, mendadak suara seseorang mengagetkannya.


"Ada apa gerangan, kenapa sampai cucuku datang ke perusahaanku. Apakah ini pertanda baik untukku, Gery?" ucap suara tegas dari sosok pria tua yang menggunakan sebuah tongkat dari arah belakang.


Refleks Alex langsung berbalik badan menghadap ke arah pria tua itu.


"Kira-kira seperti itu tuan." sahut pria berkacamata yang berdiri di belakangnya.


"Apa kau sudah tidak dipakai oleh tuanmu? hingga kau datang ke kantorku?." tanyanya dengan alis bertautan.


"Aku datang untuk menjadi pewaris kerajaan bisnismu. Aku sudah bertekad untuk menduduki tahtamu." tegas Alex dengan sorot mata tajam.


"Oh cucuku kesayanganku, inilah yang ku nanti sejak dulu. Tapi kau malah mengecewakanku dengan memilih menjadi gelandangan di luaran sana." ucapnya dengan nada penekanan.


"Itu sudah menjadi pilihanku waktu itu. Sekarang aku kembali kepadamu untuk menjadi pewaris tahtamu." ucap Alex bersungguh-sungguh. Rupanya pria tua bertongkat adalah kakek Alex.


"Apa kau yakin?" tanyanya dengan tatapan tajam.


"Ya, aku sangat yakin, kakek." jawab Alex cepat.


"Baiklah, aku akan menyerahkan segalanya untukmu dan menjadikanmu sebagai pewaris Kerajaan bisnisku. Tapi... dengan satu syarat kau harus menikah secepatnya dan segera berikan cucu pewaris yang akan meneruskan bisnisku kelak." ucap kakeknya dengan entengnya. "Paling lambat dua minggu. Jika tidak, maka kau tidak akan pernah mendapatkan apa-apa dariku." tambahnya dengan sedikit ancaman.


"Baik, aku terima syaratmu." ucap Alex dengan entengnya.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2