Terpaksa Menikahi Tawanan-ku

Terpaksa Menikahi Tawanan-ku
Bab 20


__ADS_3

"Keynand, Mom. Keynand sudah menikah dan dia menikahi wanita jahat yang hanya ingin memanfaatkannya. Aku takut wanita jahat itu mencelakai baby Daisy, cucu Mommy." ucap Laurent terisak yang sedang berpura-pura menangis.


"Apa! bagaimana bisa Keynand menikahi wanita seperti itu. Terus kenapa Jeng Tias malah membiarkan putranya menikah. Kenapa tidak menghentikannya, kalau wanita itu benar-benar hanya ingin memanfaatkannya saja. Apalagi wanita itu sampai membahayakan cucu Mommy. Mommy sungguh takut jika terjadi sesuatu kepada cucu Mommy, ini tidak bisa dibiarkan!" ucap Nyonya Meggy marah dan mulai mengkhawatirkan kondisi cucunya.


Untuk itu, Mommy harus membantuku memisahkan mereka. Batin Laurent dengan seringai licik diwajahnya.


"Mommy harus memberitahu masalah ini kepada Jeng Tias bahwa wanita yang menjadi menantunya sangat berbahaya." ucap ibunya antusias.


"Tidak mom" ucap Laurent sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Kenapa sayang? kita harusnya bertindak mulai dari sekarang. Dan hal ini harus dibicarakan bersama Jeng Tias." ucap Nyonya Meggy sambil mengerutkan keningnya mendengar ucapan putrinya.


"Karena wanita itu sudah menghasut tante Tias dengan topeng yang dimilikinya mommy. Untuk itu, aku ingin tinggal bersama mereka. Semua itu kulakukan semata-mata demi menjaga baby Daisy. Aku ingin terus bersama baby Daisy agar wanita jahat itu tidak memiliki kesempatan untuk menyakiti ponakan ku, cucu Mommy, cucu pertama di keluarga kita." ucap Laurent panjang lebar yang menjelaskan kepada ibunya perihal rencananya.


Kemudian Laurent melepaskan pelukannya. Dia sengaja menghasut ibunya demi memuluskan rencananya. Karena apapun yang akan dilakukannya ibunya akan selalu mendukungnya.


"Kalau begitu, Mommy akan mendukungmu, sayang. Lakukanlah yang terbaik menurutmu. Jaga cucu Mommy disana, jangan sampai wanita jahat itu menyakiti cucu Mommy" ucap ibunya sambil menangkup wajah putrinya.


Saking sayangnya kepada putrinya bahkan selalu memanjakannya selama ini, apapun keputusan putrinya akan selalu dia dukung, entah itu benar ataupun salah sekalipun yang jelas dia mendukungnya.


"Tolong rahasiakan masalah ini, Mom. Hanya kita berdua yang tau. Jangan sampai Daddy ataupun orang lain yang tahu termasuk tante Tias. Karena sekarang tante Tias sudah termakan oleh omongan wanita itu." ucap Laurent dengan tatapan memohon.


"Tentu sayang, Mommy akan merahasiakannya. Cukup kita berdua yang tau." ucap ibunya tersenyum dan Laurent ikut tersenyum dengan seringai licik diwajahnya, lalu kembali menghambur memeluk ibunya.


*


*


*


Keesokan harinya....


Cuaca begitu cerah pagi ini, burung-burung berkicau riang yang bertengger di ranting pohon. Udara sejuk menyegarkan di pagi hari selalu membuat suasana Villa mewah milik Keynand begitu tenang, damai nan adem. Siapa saja akan betah tinggal berlama-lama di Villa tersebut.

__ADS_1


Sementara itu Viona tampak mencari-cari keberadaan Keynand di dalam kamar yang ditempatinya. Dia sama sekali tidak menemukan pria kasar yang sudah berstatus sebagai suaminya itu.


Padahal semalam Viona sangat yakin Keynand tidur di tempat tidur yang sama dengannya bertiga dengan baby Daisy. Namun dia sudah tidak menemukan keberadaan pria itu pagi ini.


Tidak mungkin juga jika Keynand sudah berangkat kerja pagi-pagi buta, pasalnya tas kerjanya masih berada di atas meja.


Viona melangkah mendekat kearah tempat tidur baby Daisy, dimana bayi mungil nan menggemaskan itu sedang tertidur pulas menepati tempat tidur bayinya. Setiap jam 4 pagi baby Daisy akan terbangun dan wajar saja karena kembali lapar dan harus berganti popok.


Viona senyum-senyum sendiri memandangi wajah baby Daisy yang sedang tertidur pulas. Namun, dia langsung mengalihkan pandangannya ke arah pintu kamar saat mendengar pintu kamarnya terbuka.


Muncullah sosok Keynand yang masih bermuka bantal terlihat lemas melangkah masuk ke dalam kamar. Tampak jelas Keynand bermata panda akibat kurang tidur.


"Aku mau mandi, siapkan aku air." perintah Keynand kepada Viona sambil memijit keningnya.


Tanpa menggubris ucapan Keynand, Viona melangkah cepat masuk ke kamar mandi untuk menyiapkan air di dalam bathtub. Tak butuh waktu lama, Viona sudah selesai menyiapkan air di dalam bathtub, lalu dia bergegas keluar dari kamar mandi.


Keynand yang berdiri di depan pintu kamar mandi langsung menghadang tubuh Viona dan tidak membiarkannya keluar dari kamar mandi.


"Siapa yang menyuruhmu keluar hah!" ucap Keynand dingin lalu mencengkeram tangan Viona.


"Pekerjaanmu belum selesai, kau harus menggosok punggungku!" ucap Keynand dengan entengnya. Tatapannya begitu tajam menatap manik mata Viona.


"Apa! aku tidak mau menggosok punggungmu! lakukan saja sendiri." ucap Viona dengan ketusnya.


"Itu salah satu pekerjaan yang harus kau lakukan setiap pagi. Mulai pagi ini dan seterusnya kau harus menyiapkan air untukku sebelum mandi dan harus menggosok punggungku." ucap Keynand tidak ingin dibantah.


"Aku tidak masalah jika hanya menyiapkan air untukmu di dalam bathtub sebelum mandi. Tapi yang menjadi masalahnya, aku tidak mau menggosok punggungmu!. Jangan-jangan punggung mu itu sangat kotor dan juga berdaki sehingga mesti menyuruh orang lain untuk menggosoknya." ketus Viona sembari buang muka.


"Dasar wanita tak tahu diri. Kau tidak bisa membantah ucapanku, aku ini adalah tuanmu. Apa seperti ini kelakuan seorang budak kepada tuannya? jika kamu masih menyayangi nyawamu, maka kerjakan apa yang sudah ku perintahkan. Jika kau tidak ingin mengerjakannya, maka persiapkan dirimu untuk terakhir kalinya mulai dari sekarang melihat suasana muka bumi ini. Karena jangan sampai aku membunuhmu saat ini juga." ancam Keynand tidak main-main. Lalu Keynand melepaskan tangannya yang sempat memegangi tangan Viona.


Kemudian Keynand melangkah masuk ke dalam kamar mandi. Tanpa peduli disekitarnya, perlahan Keynand menanggalkan seluruh pakaiannya lalu masuk ke dalam bathtub untuk berendam sebentar.


Viona langsung mengalihkan pandangannya saat melihat Keynand membuka satu persatu pakaiannya hingga tak tersisa, dia sempat melihat punggung kekar pria itu. Mendadak wajah Viona memerah hanya melihat punggung kekar pria kasar yang mulai dibencinya itu.

__ADS_1


"Apalagi yang kau tunggu hah! aku tidak menyuruhmu hanya berdiri di situ." bentak Keynand yang melihat Viona tak bergeming di tempatnya.


Dengan malas Viona melangkah menghampiri Keynand lalu melakukan apa yang diperintahkan oleh pria itu. Viona terus menggerutu dalam hati memberikan sumpah serapah kepada Keynand.


"Sudah selesai." ucap Viona dengan raut wajah masam.


"Keluar!" Keynand mengatakannya dengan suara meninggi. Sontak Viona menghembuskan nafasnya dengan kasar lalu melangkah tergesa-gesa keluar dari kamar mandi.


Keynand langsung tersenyum tipis setelah memastikan wanita tawanannya sudah keluar dari kamar mandi.


"Itu balasan untukmu. Aku berhasil mengerjaimu bodoh! Aku akan terus membuatmu menderita." ucap Keynand menyeringai licik.


Gara-gara wanita tawanannya dia tidak bisa tidur semalam dan sekarang dia berhasil mengerjainya.


Sementara itu, terlihat sebuah mobil berwarna merah memasuki halaman Villa. Dan rupanya pengendara mobil berwarna merah itu adalah Laurent.


Karena urusan pekerjaannya sudah selesai, Laurent kembali datang ke villa untuk menjalankan rencana liciknya yang ingin memisahkan Keynand dan Viona.


Dengan penuh semangat, Laurent bergegas turun dari mobilnya. Akan tetapi, dia dikejutkan dengan suara seseorang yang tidak begitu asing menurutnya.


"Kau datang lagi!" ucap suara serak basah seorang pria yang sedang bersandar di mobilnya. Dan pria itu adalah Alex.


Refleks Laurent langsung mengalihkan pandangannya ke arah sang empunya.


"Hei...kau lagi rupanya! urusan kita belum selesai!" tegas Laurent dengan sorot mata tajam.


"Kenapa hah? Villa ini bukan punya nenek moyang loh, jadi tidak perlu mengatur hidupku, apalagi kau ikut campur dengan urusan pribadiku!" ketus Laurent sambil menatap sinis pria itu.


"Santai saja nona, aku sama sekali tidak mengajakmu untuk berdebat." ucap Alex menyeringai.


"Siapa juga yang mau meladeni seorang babu." ucap Laurent dengan entengnya sambil tersenyum sinis menatap ke arah Alex.


Sontak Alex langsung mengepalkan tangannya mendengar ucapan wanita arogan itu.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2