
Dengan cekatan Viona mulai memakaikan pakaian di tubuh bayi mungil itu. Setelah selesai dia pun membawanya berjemur di balkon kamar. Entah mengapa Viona langsung sayang kepada bayi yang belum memiliki nama itu.
Diam-diam Keynand memperhatikannya dari balik jendela kamar.
"Apa perlu aku menjadikannya sebagai pengasuh untuk putriku?" gumam Keynand menatap ke arah mereka.
Pasalnya dia mampu melihat chemistry antara Viona dengan bayinya. Mereka seperti memiliki ikatan batin layaknya ibu dan anak.
Viona melangkah riang gembira sehabis menjemur bayi mungil itu yang tampak begitu nyaman dalam gendongannya. Namun tiba-tiba dia terlonjat kaget berpapasan dengan Keynand
"Apa aku terlihat seperti hantu sampai kau terkejut begitu." ucap Keynand yang mampu membaca raut wajah Viona.
"Maaf, ak-akku pikir anda masih tidur." ucap Viona terbata-bata.
"Berikan bayiku, sekarang giliran aku yang ingin menggendongnya." ucap Keynand ketus sambil mengulurkan kedua tangannya untuk mengambil bayinya.
"Dia sudah ngantuk dan harus ditidurkan. Sebaiknya nanti saja." ucap Viona sembari memundurkan langkahnya.
"Apa katamu, aku ini ayahnya dan kamu bukan siapa-siapa yang mengaturku!" kesal Keynand dengan tatapan dingin.
Keynand langsung mengambil paksa bayinya dalam gendongan Viona, hingga mendadak bayi mungil itu langsung menangis histeris.
"Sayang, kau tidak boleh terlalu dekat dengan wanita sampah ini. Aku tidak ingin pengaruh buruk darinya di berikan kepadamu" ucap Keynand menyindir Viona.
Keynand harus berpikir dua kali untuk menjadikan Viona sebagai pengasuh untuk putrinya. Mengingat bagaimana kelakuan wanita tawanannya itu di masa lalu. Viona bukan wanita baik-baik, wanita tawanannya itu keluaran dari club malamnya.
Seketika dada Viona menjadi sesak mendengar ucapan pria yang masih mengisi hatinya itu. Dia hanya mampu dianggap sampah yang harus dijauhi.
"Kalau begitu saya pamit ke dapur." ucap Viona dengan pandangan tertunduk.
Keynand hanya meliriknya tajam sambil berusaha menenangkan bayinya agar berhenti menangis. Cukup lama dia berusaha menenangkan bayinya hingga akhirnya bayinya berhenti juga menangis.
__ADS_1
Keynand bergerak cepat membaringkan bayinya di atas ranjang untuk menidurkannya, sembari membantunya menyusu persis yang sering dilakukan oleh Viona kepada bayinya.
Tiba-tiba ponsel Keynand berbunyi di atas nakas, dia pun sedikit kesulitan mengulurkan tangannya untuk mengambil ponselnya, hingga dia harus bergerak mengambilnya.
Panggilan masuk tersebut dari ibunya. Tanpa basa-basi, Keynand langsung mengangkat panggilan masuk tersebut.
"Halo Mama, kenapa menelponku pagi-pagi?" tanya Keynand di ujung telepon.
"Kau dimana sekarang? apa kau membawa bayimu ikut bersamamu?" tanya balik ibunya dengan nada khawatir.
Pasalnya ibunya sedang berada di rumah sakit tempat cucunya menjalani perawatan. Namun terkejutnya rumah sakit tersebut habis saja mengalami kebakaran dengan kondisi rusak parah dan beberapa pasien hanya di rawat di lorong-lorong rumah sakit.
"Iya Mama, aku membawanya pergi. Kami sekarang berada di Villa di dekat bukit." Jawab Keynand menjelaskan kepada ibunya perihal keberadaannya sekarang.
"Kalau begitu, Mama akan menyusul kalian ke sana. Mama sangat mengkhawatirkan cucu mama." ucap ibunya.
"Untuk saat ini, Mama tidak perlu datang ke sini. Bukankah Mama masih harus istirahat total di rumah. Aku tidak ingin Mama kelelahan selama melakukan perjalanan jauh. Dan jangan khawatirkan kami, cucu mama baik-baik saja selama bersama ayahnya. Aku akan selalu menjaga dan merawatnya dengan baik, mama." ucap Keynand membujuk ibunya agar tidak datang menemuinya.
Sebanyak-banyaknya anak buahnya melakukan pengawalan kepada ibunya, tetap saja musuhnya bisa memiliki celah untuk menangkap ibunya, lalu dijadikan sebagai alat ancaman. Hal itulah yang selalu diwanti-wanti oleh Keynand.
"Apa-apaan kau ini, sungguh tega memisahkan Mama dengan cucu Mama." kesal ibunya di ujung telepon.
"Mama, semua itu kulakukan demi kebaikan mama sendiri. Setelah kondisi mama sudah membaik, aku tidak akan pernah lagi menghalangi mama untuk menemui cucu mama." bujuk Keynand .
"Oke, Mama ikutin ucapanmu. Tapi, setelah mama sudah sembuh, kau tidak boleh lagi menghalangi mama untuk menemui cucu mama." ucap ibunya terdengar kesal di ujung telepon.
"Baik mama, aku menyayangimu." ucap Keynand tersenyum.
"Mama juga menyayangimu, Nak. Nanti mama menelponmu kembali." balas ibunya.
"Iya Mama." ucap Keynand dan panggilan telepon mereka terputus.
__ADS_1
Sementara di teras Villa terlihat Alex dan dua anak buahnya sedang menurunkan barang-barang perlengkapan bayi, mulai dari tempat tidur, bantal bayi, tempat mandi bayi, lemari pakaian, kasur lipat dan lain sebagainya mulai diturunkan dari mobil.
Semalam Keynand langsung menghubungi sekretarisnya untuk mempersiapkan segala perlengkapan dan kebutuhan bayinya. Karena dia tidak ingin bayinya kekurangan apapun, bayinya harus nyaman selama tinggal di Villa dan kebutuhannya selalu tersedia dengan baik.
Viona yang melihat kedatangan mereka bergegas ke dapur untuk membuatkan mereka minum. Tak berselang lama, wanita tawanan Keynand kembali datang membawa nampan berisi tiga gelas orange jus lalu diletakkan di atas meja yang tersedia di teras Villa.
Sontak Alex yang tengah sibuk bolak-balik masuk villa untuk memasukkan segala barang perlengkapan anak tuannya, langsung menghentikan langkahnya melihat sosok wanita cantik tengah menghidangkan minuman di atas meja.
Pandangannya langsung terkunci melihat gerak-gerik wanita cantik itu. Sungguh dia langsung terpesona hanya melihatnya saja. Bagaimana tidak, wajah wanita itu sangat cantik dan ayu dengan tinggi badan yang ideal dan lekukan tubuh bak gitar spanyol.
Alex sampai tak berkedip melihatnya, padahal wanita itu mengenakan pakaian tertutup, namun tetap saja tampak seksi di matanya. Mungkin para pria yang melihat wanita cantik itu pasti sepemikiran dengannya.
Sungguh Viona memiliki sejuta pesona yang luar biasa. Berparas cantik dan mampu membuat pria langsung tergila-gila kepadanya.
Viona yang ingin kembali ke dapur terlonjat kaget melihat Alex tampak mematung di dekat pintu. Hingga akhirnya Alex tersadar dari lamunannya sesaat yang mengagumi keindahan sosok makhluk cantik di hadapannya.
"Nona Viona!" ucap Alex yang masih mengenali Viona, wanita tawanan tuannya.
"Ya." Viona melihat pria itu dengan kening berkerut.
"Bagaimana kabar anda?" tanya Alex basa-basi.
"Baik" jawab Viona singkat. "Saya membuat minum untuk anda dan dua teman anda. Jangan lupa diminum, kalau begitu saya pamit ke belakang." ucap Viona ramah.
"Terima kasih nona, saya pasti meminumnya. Seharusnya anda tidak perlu repot-repot membuat minuman untuk kami." ucap Alex tersenyum.
"Tidak apa-apa, karena kalian tamu di villa ini" jelas Viona tersenyum lalu pamit undur diri ke dapur.
Alex hanya mampu menatap punggung Viona yang semakin menjauh dari pandangannya, hingga sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman.
Bersambung....
__ADS_1
Jangan lupa, like, love, komen dan vote ya teman-teman 🤗.... terima kasih 🙏🙏