Terpaksa Menikahi Tawanan-ku

Terpaksa Menikahi Tawanan-ku
Bab 36


__ADS_3

"Kita tidak punya banyak waktu, jadi menurut lah." ucap Alex tidak ingin dibantah.


"Benar yang dikatakannya, nona cantik." timpal Lando.


Mau tak mau Viona memilih menurut saja. Karena tidak mungkin juga ia akan kuat berjalan jauh.


Mereka keluar melewati terowongan, hingga akhirnya mereka berhasil keluar dari markas The Lion.


Tampak mobil pickup pengangkut sayuran sudah terparkir di seberang jalan dan sudah siap membawanya pergi.


"Cepat cepat, Paman Gober sudah menunggu kita di seberang jalan." ucap Lando sambil menunjuk mobil pickup yang terparkir di seberang jalan. Pasalnya Lando menjadi penunjuk jalan.


Alex hanya mampu mengikuti langkah kaki Lando yang bergerak menuju mobil pickup pengangkut sayuran yang terparkir di seberang jalan.


"Ayo anak-anak, cepat masuk!" ucap pria paruh baya yang baru saja turun dari mobilnya. Pria paruh baya itu bernama Gober dan merupakan Paman Lando.


"Baik Paman." ucap Lando, lalu bergerak ke samping untuk membuka pintu mobil.


Tapi, Alex memilih menurunkan Viona di belakang bersamanya. Di samping mereka terdapat dua karung kentang dan kubis yang sepertinya baru saja di ambil dari perkebunan.


"Kenapa kau duduk di situ, seharusnya kau dan nona cantik duduk di depan bersama Paman ku." ucap Lando dengan kening berkerut.


"Sebaiknya kau naik, jangan sampai penjaga melihat kita." perintah Alex.


"Aku naik di depan atau di belakang?" tanya Lando cengengesan.


"Anak ini! cepat naik di belakang, jika kau duduk di depan jangan sampai ada orang yang mengenalimu." ucap Alex dengan tegasnya.


"Kau yakin bro, apa aku tidak mengganggumu?" godanya tersenyum tipis.


"Paman, sebaiknya jalan. Tinggalkan saja ponakan bodoh mu itu." ketus Alex sambil buang muka.


Paman Gober tersenyum sambil geleng-geleng kepala. Jika keduanya bertemu pasti ujung-ujungnya saling berdebat dan lupa dengan orang-orang di sekitarnya.


"Baiklah. Lando, kalau kau tak naik tak tinggal kau." ucap Paman Gober.


Refleks Lando bergegas naik ke atas mobil dan bergabung bersama Alex dan Viona yang duduk di belakang. Setelah itu, mobil melaju kencang meninggalkan tempat tersebut.


Baik Viona dan Alex merasakan perasaan lega ketika berhasil keluar dari tempat yang di sebut-sebut sebagai tempat penyiksaan.

__ADS_1


Mereka akan pergi sejauh mungkin yang tidak mampu diketahui oleh Keynand. Pasalnya jika sampai mereka tertangkap, sudah dapat dipastikan mereka semua akan dihabisi tanpa ampun.


*


*


*


Matahari tampak malu-malu memancarkan sinarnya, hingga perlahan merangkak naik ke atas permukaan dan menyinari alam semesta. Itu tandanya waktu kembali berganti.


Seluruh penghuni muka bumi ini kembali beraktivitas seperti biasanya dan akan selalu disibukkan dengan pekerjaannya masing-masing.


Seperti pagi ini para anggota The Lion tengah olahraga pagi bersama. Beberapa diantaranya latihan menembak, ada juga adu kekuatan, sebagian lagi lari jarak pendek dan berbagai macam olahraga pagi yang mereka geluti.


Mereka yang tengah sibuk berolahraga dikejutkan dengan kedatangan sang ketua mereka. Dengan kompak, mereka semua yang berada di lapangan langsung membungkukkan badannya memberi hormat kepada ketuanya.


Tampak pria berwajah dingin dan berahang tegas yang merupakan ketua mafia The Lion melangkah dengan langkah lebar menghampiri anggotanya. Pria itu tidak lain adalah Keynand.


"Dasar tak becus, aku sudah peringatkan kepada kalian untuk memperketat penjagaan dan harus selalu waspada setiap saat. Tapi, apa yang kalian semua perbuat hah!. Kedua penghianat itu sudah kabur!" ucapnya dengan nada tinggi.


Seketika semua anggota The Lion yang berkumpul di lapangan terkejut bukan main mendengar ucapan ketuanya, dua diantara mereka sudah tahu kabar tersebut. Namun mereka tak satupun mau buka suara apalagi beranjak dari tempatnya berdiri. Anggota The Lion lainnya sungguh tidak menyangka kedua penghianat itu berhasil kabur.


"Ampun tuan, kami tidak akan mengulang kejadian seperti ini. Kami janji akan menangkap kedua penghianat itu dan membawanya hidup-hidup di hadapan anda." ucap salah satu anggota The Lion yang menjadi pembicara.


"Aku tidak suka hanya omong kosong belaka, tapi buktikanlah ucapanmu itu." tegas Keynand dengan tatapan dingin.


"Ba-baik tu-tuan." ucap pria itu tergagap.


"Cepat cari mereka! aku hanya memberimu waktu selama dua puluh empat jam" perintah Keynand dengan suara meninggi dan tidak ingin di bantah. Hingga membuat seluruh anak buahnya bubar dan berjalan tergopoh-gopoh menuju parkiran untuk mengambil kendaraan mereka. Pasalnya mereka akan bergerak mencari keberadaan kedua penghianat yang sudah kabur.


Keynand benar-benar tidak menyangka, anak buahnya sebecus ini menjaga kedua penghianat itu. Padahal ia sempat memperingatkan kepada mereka bahwa Alex, orangnya cerdik dan sudah tahu betul seluk-beluk markas The Lion. Namun mereka tidak mendengar ucapannya.


"Arrgghhh, sialan. Berani-beraninya mereka kabur. Aku pasti akan menangkap kedua penghianat itu. Aku sangat yakin mereka tidak mungkin meninggalkan negara ini, kemungkinan besar mereka masih berkeliaran di luaran sana dan masih memijakkan kakinya di kota ini." gumamnya dengan amarah menggebu-gebu.


Kabar atas kaburnya Viona dan Alex ia ketahui dari kedua algojonya di waktu pagi buta. Untuk itu, ia memutuskan untuk mendatangi markasnya. Pasalnya kondisi putrinya yang sedang di rawat di rumah sakit sudah membaik. Maka dari itu, Keynand percayakan putrinya dijaga oleh ibunya.


Keynand mengusap wajahnya dengan kasar menggunakan kedua tangannya, setelah itu ia bergerak ke ruang pengawasan untuk melihat rekaman cctv kejadian semalam.


"Kalian tidak akan pernah lolos dariku." ucapnya menyeringai licik. Lalu meminta kepada pengawas cctv untuk memutar ulang rekaman cctv tadi malam.

__ADS_1


"Maaf tuan, hasilnya nihil. Tak satupun rekaman cctv yang menangkap sosok mereka." ucap pengawas itu dengan takut.


"Sial!" kesal Keynand sambil meninju meja di sampingnya. "Sepertinya mereka kabur melewati terowongan bawah tanah." ucap Keynand dengan peraduganya. Kali ini ia tidak menemukan petunjuk akan kaburnya para penghianat itu.


"Lanjutkan pekerjaanmu." ucap Keynand lalu melenggang pergi.


Keynand memutuskan ke rumah sakit untuk menemui putrinya yang sedang di rawat di rumah sakit. Ia sudah memberikan perintah kepada anak buahnya untuk mencari keberadaan Viona dan Alex.


*


*


*


Sementara itu mobil pickup yang ditumpangi oleh Viona, Alex dan Lando masih terus melaju kencang menuju suatu tempat. Karena perjalanan mereka masih panjang dan perlu menyebrangi lautan hingga tiba di suatu tempat untuk dijadikan sebagai tempat persembunyian.


Namun mereka perlu beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan. Untuk itu, mereka akan mampir ke salah satu kerabat terdekat Lando. Tak jauh di depan sana sekitar 100 meter, mereka akan mampir di sebuah toko bunga. Dan toko bunga tersebut milik Nenek Lando.


Dengan dibantu oleh Alex dan Lando, akhirnya Viona berhasil turun dari mobil. Kemudian mereka melangkah bersama-sama masuk ke dalam toko bunga milik nenek Lando.


"Akhirnya kau datang mengunjungi nenek, dasar anak nakal." ucap Wanita tua yang langsung mengoceh kepada Lando.


"Maaf nenek, aku sungguh sibuk jadi tidak pernah berkunjung ke rumah nenek." ucap Lando lalu berhambur memeluk neneknya.


Nenek Lando bernama Sara. Pandangan wanita tua itu beralih kepada kedua orang asing. "Siapa mereka ndo?" tanya neneknya.


"Mereka teman aku nenek, kami datang di antar oleh paman Gober." ucap Lando lalu melepas pelukannya.


"Gober juga ada disini?"


"Iya nenek." ucap Lando. Kemudian mempersilahkan Viona dan Alex masuk ke dalam.


"Ayo masuk nak, anggap rumah sendiri." ucap Nenek Sara tersenyum ramah kepada Viona dan Alex.


Viona balas tersenyum ke arah wanita tua itu, lalu melangkah tertatih-tatih masuk ke dalam rumah, diikuti oleh Alex yang mengekor di belakangnya.


" Kalian bisa menginap di sini sepuasnya. Lando, antarkan mereka ke kamar tamu." ucap Nenek Lando.


"Baik nenek." ucap Lando cepat, kemudian menunjukkan kamar untuk Viona. Sedang itu, ia akan berbagi kamar dengan Alex.

__ADS_1


Viona membersihkan diri terlebih dahulu, lalu mengobati lukanya. Setelah itu, ia akan membantu nenek Sara menghidangkan makanan.


Bersambung.....


__ADS_2