Terpaksa Menikahi Tawanan-ku

Terpaksa Menikahi Tawanan-ku
Bab 32


__ADS_3

Tanpa basa-basi Laurent langsung memukul kepala belakang Alex menggunakan tongkat baseball, hingga membuat Alex tak sadarkan diri. Dengan susah payah, Laurent memindahkan tubuh Alex ke tempat tidur, tepatnya di samping wanita itu.


"Selamat bersenang-senang untuk kalian." ucap Laurent dengan seringai licik diwajahnya melihat dua insan berada di atas tempat tidur yang sama.


Laurent tersenyum penuh kemenangan, akhirnya rencananya jauh-jauh hari disusun dengan matang berhasil juga.


"Setelah ini, pertunjukan yang sesungguhnya akan dimulai." ucapnya menyeringai licik.


Setelah melancarkan aksinya dengan membuat keduanya polos, Laurent bergegas keluar dari kamar tersebut. Ia hanya perlu menunggu waktu yang menurutnya begitu spesial dan mendebarkan.


Untuk itu, Laurent memilih masuk ke dalam kamarnya. Ia akan mengerjakan beberapa pekerjaannya sambil memantau perkembangan bisnisnya, jika ia sudah bosan dengan pekerjaannya, ia akan bermain game sampai puas. Karena pertunjukannya belum dimulai, makanya ia akan menyibukkan dirinya.


*


*


*


Brakk


Terdengar suara pintu ditendang keras dari luar hingga membuat pintu kamar yang tertutup rapat langsung terbuka lebar.


Sosok pria tinggi dengan sorot mata tajamnya melangkah lebar memasuki kamar tersebut. Kedua matanya langsung menyapu di sekelilingnya, hingga menangkap sosok yang dicarinya.


Seketika raut wajah pria itu berubah dingin dan semakin bringas, rahangnya mengeras, sorot matanya begitu tajam memancarkan kilatan amarah didalamnya, tangannya di kepal kuat hingga membuat kuku-kukunya tampak memutih, dengan aura-aura gelap menyelimutinya. Dan ibarat awan gelap langsung mengelilingi tubuhnya.


Pranggg


Pria itu langsung melempar vas bunga di atas nakas yang berada dalam jangkauannya. Hingga benda malang itu hancur seketika di lantai tepatnya di samping tempat tidur. Harusnya benda malang itu mengenai salah satu orang yang berada di atas tempat tidur, namun lemparan pria itu tidak tepat sasaran.


Sehingga pria itu melangkah lebar mendekat ke arah tempat tidur dan tanpa basa-basi langsung menghajar dengan brutal pria yang masih terlelap menempati tempat tidur.

__ADS_1


Bughhhh.... Bughhhh


"Bajingan kau! keparat! aku tidak akan mengampunimu! kalian hanya lah sampah penghianat!" murkanya dengan amarah menggebu-gebu melihat dua insan di atas tempat tidur yang sama. Pria itu tidak lain adalah Keynand.


Bughhhh


"Bangun bajingan! lawan aku!" teriaknya dengan amarah menggebu-gebu sambil melayangkan pukulan keras dan tendangannya ke tubuh pria yang masih berbaring di atas tempat tidur.


Kembali Keynand menghajar habis-habis pria yang tertidur pulas dan baru saja dicaci-maki tanpa ampun. Seketika pria yang tertidur pulas itu langsung terbangun dan merasa linglung dengan apa yang dialaminya.


Hingga pria itu terlonjat kaget melihat penampilannya polos tanpa sehelai benangpun, hanya selimut yang menutupi tubuh polosnya.


Bughhhh...


"Keparat kau!" satu pukulan keras kembali mendarat sempurna di wajah pria itu hingga membuat tubuh pria itu terjerembab dan hampir saja menubruk tubuh wanita yang juga tertidur pulas di sampingnya.


Kedua mata pria itu langsung membulat sempurna melihat sosok wanita yang sangat dikenalinya juga berada di atas tempat tidur yang sama dengannya. Ditambah penampilannya yang sama persis dengan dirinya.


"Viona!" ucapnya terlonjat kaget. Ia tidak menyangka bagaimana bisa wanita itu bersamanya dan ia yakin seratus persen wanita itu juga polos seperti dirinya


Bughhhh


"Lawan aku keparat!" ucap Keynand dengan suara meninggi dan kembali melayangkan pukulannya ke wajah pria itu, namun pria itu berhasil menghindari pukulannya.


"Tuan, ini salah paham. Ini tidak seperti yang anda lihat" ucapnya membela diri dan mencoba untuk meyakinkan tuannya. Wajahnya sudah babak belur akibat pukulan keras dari tuannya yang membabi buta.


"Aku tidak menyangka kau mengkhianati ku, Alex!. Beraninya kau menikung tajam diriku! Orang yang ku percaya selama ini hanyalah seorang bajingan dan penghianat! kau sama saja seperti binatang! Aku tidak akan mengampunimu! " Keynand meluapkan emosinya di depan sekretarisnya.


Membuat pria bernama Alex itu seketika tidak berdaya mendengar cacian dari tuannya. Ia bergegas turun dari tempat tidur dan berjongkok mengambil celananya yang tergeletak di lantai lalu memakainya cepat.


Diluar dugaan, sosok wanita yang menempati tempat tidur juga ikut terbangun. Hal pertama yang dilakukan oleh wanita itu memegangi keningnya yang terasa berat sambil mengumpulkan kesadarannya.

__ADS_1


"Aku tidak akan mengampuni kalian berdua!" ucap Keynand dengan suara meninggi.


"Aaahhhh." wanita itu seketika terkejut melihat penampilannya yang polos tanpa sehelai benangpun yang melekat di tubuhnya, untungnya masih ada selimut yang mampu menutupi tubuh polosnya. Wanita itu tidak salah lagi adalah Viona, istri sekaligus tawanan Keynand.


Viona segera mengambil kemeja Alex di samping bantalnya, lalu memakainya cepat. Ia tidak punya pilihan, kemeja Alex mampu menutupi tubuhnya yang polos. Viona benar-benar tidak tahu bagaimana bisa dirinya menjadi polos begini dan berada pula di kamar Alex. Setahunya ia tadi ke dapur untuk mengambil minum, hingga tak mengingat lagi apa yang terjadi selanjutnya.


"Ampun tuan, ini tidak seperti yang anda lihat. Tolong percayalah tuan, seseorang sedang melakukan konspirasi dengan melakukan rencana tak senonoh seperti ini. Aku bersumpah tidak berbuat macam-macam kepada istri anda." ucap Alex dengan tatapan memohon. Wajahnya sudah babak belur, darah segar mulai bercucuran di sudut bibirnya yang pecah akibat pukulan keras dari tuannya.


"Tidak ada ampun bagi kalian! secepatnya kalian akan mendapatkan hukuman mati, camkan itu!" ucap Keynand dingin sambil mengepalkan kedua tangannya, emosinya sudah meluap-luap dan sudah tak terkontrol. Apapun yang ada disekitarnya dengan mudah ia hancurkan.


"Tolong percayalah....." Viona menatapnya dengan tatapan memohon, hingga membuat Keynand mengangkat sebelah tangan kirinya meminta wanita tawanannya untuk diam.


Sehingga Viona hanya mampu menghela nafas berat karena Keynand memotong ucapannya. Tatapan pria itu begitu tajam menatap kearahnya. Tersirat kebencian mendalam hanya lewat tatapannya saja.


"Pengawal, tangkap mereka!" teriak Keynand dengan amarah menggebu-gebu.


Seketika lima pengawalnya yang berjaga-jaga di villa langsung berlarian masuk ke dalam kamar tersebut. Kelima pengawalnya langsung menangkap Alex dan Viona.


"Jebloskan mereka ke dalam penjara bawah tanah. Satu lagi, cambuk mereka sampai mati, tidak ada ampun bagi seorang pengkhianat seperti mereka!" ucap Keynand dengan suara meninggi mengeluarkan titahnya.


"Baik tuan." ucap kelima pengawalnya dengan kompak sambil mengangguk cepat menanggapi ucapan tuannya.


"Tidak Keynand, apa yang kau lihat saat ini belum tentu ada benarnya, ini tidak sesuai kenyataan, biarkan aku menjelaskannya. Kami di jebak dan aku yakin seseorang yang sudah merencanakan hal menjijikan seperti ini." bantah Viona mencoba meyakinkan Keynand .


Namun sayangnya, Keynand sudah dikuasai oleh amarah dan sudah tidak bisa lagi mendengarkan ucapan wanita tawanannya.


"Cih...aku jijik melihat kalian. Pengawal, bawa mereka pergi!" teriak Keynand sambil membuang muka melihat ke arah jendela. Kemudian melangkah keluar dari kamar tersebut.


Seketika Alex dan Viona diseret paksa keluar dari kamar tersebut, mereka digiring persis orang yang habis melakukan zina di lingkungan masyarakat.


Diam-diam Laurent mengintip di celah pintu kamarnya dan sedari tadi menguping pembicaraan mereka di kamar sebelah. Laurent tersenyum kemenangan melihat Viona dan Alex diseret paksa keluar dari Villa.

__ADS_1


"Yes rencanaku berhasil, nikmatilah hidupmu bodoh." ucapnya diiringi gelak tawa bahagia. Sungguh Laurent begitu bahagia, rencananya berhasil.


Bersambung


__ADS_2