Terpaksa Menikahi Tawanan-ku

Terpaksa Menikahi Tawanan-ku
Bab 24


__ADS_3

Keynand langsung membuka jasnya dan melemparnya ke lantai dan kembali bergerak membuka kancing kemejanya satu persatu. Viona membulatkan matanya melihat tingkah laku Keynand, dia langsung bergegas turun dari tempat dan berlari ke arah pintu. Dia ingin segera keluar dari kamar tersebut, namun sayangnya dengan cepat Keynand menangkap tubuh Viona lalu memeluknya erat dari belakang.


"Jangan menghindari ku, Jasmine. Aku sangat merindukanmu." ucap Keynand sambil mencium punggung Viona lalu membalikkan tubuh Viona menghadap kearahnya.


"Aku bukan Jasmine, tolong buka matamu lebar-lebar. Aku Viona, wanita tawananmu." ucap Viona untuk menyadarkan Keynand.


Tapi sayang pria itu dalam pengaruh alkohol. Sehingga ia tidak bisa membedakan wajah mendiang istrinya dengan wajah istrinya yang sekarang. Bahkan sudah tidak tahu mana yang benar dan mana yang salah.


"Keynand, turunkan aku!" ucap Viona panik sambil meronta-ronta untuk segera diturunkan. Pasalnya Keynand kembali mengangkat tubuhnya layaknya karung beras.


"Tidak sayang, aku akan menurunkanmu di atas tempat tidur." ucap Keynand tersenyum simpul.


"Turunkan aku!" Lagi-lagi Viona berseru kepada Keynand untuk segera diturunkan. Raut wajah Viona terpancar ketakutan, ia sudah diselimuti perasaan gugup, panik, takut, marah, benci dan kesemuanya tercipta menjadi satu.


Sementara Keynand sendiri sama sekali tidak memperdulikannya, langkahnya semakin lebar mendekati tempat tidur. Dan langsung saja melempar tubuh Viona ke atas tempat tidur. Hingga membuat tubuh Viona terbanting keras di atas tempat tidur.


Viona langsung beringsut membawa tubuhnya untuk segera turun dari tempat tidur, namun sayangnya Keynand keburu merangkak naik ke atas tempat tidur dan langsung menindih tubuhnya.


"Sayang, apa kau tidak merindukanku?" tanya Keynand sambil mengelus lembut pipi mulus Viona.


"Keynand, kau sedang mabuk. Sudah kukatakan berapa kali bahwa aku bukan Jasmine. Aku bukan Jasmine!" lirih Viona dengan tatapan memohon.


"Tidak sayang, kau Jasmine. Kenapa kau harus meninggalkanku, sayang. Kenapa?. Padahal aku begitu mencintaimu. Aku tidak ingin jauh darimu, aku membutuhkanmu, putri kita juga membutuhkanmu, dia membutuhkan kasih sayangmu." ucap Keynand dengan mata berkaca-kaca.

__ADS_1


Seketika Viona merasa iba mendengar ucapan Keynand. Sepertinya pria kasar itu begitu terpukul atas kehilangan orang yang sangat dicintainya. Jujur saja, ia pun begitu terpukul saat kehilangan orang yang sangat disayanginya.


"Tapi, sekarang aku sangat bahagia, akhirnya kau kembali." ucap Keynand tersenyum tipis lalu mencium bibir Viona dengan begitu lembutnya.


Viona langsung membulatkan matanya. Dia pun merasakan perasaan aneh, ketika Keynand menciumnya dengan begitu lembutnya. Sejujurnya baru kali ini dirinya berciuman dan bisa dikatakan ciuman pertamanya.


"Aku mencintaimu, Jasmine." ucap Keynand disela-sela ciumannya.


Mendadak kedua mata Viona berkaca-kaca bahkan dadanya begitu sesak mendengar ucapan Keynand. Karena pikiran Keynand hanya tertuju kepada mendiang istrinya dan menganggap seluruh raga dalam tubuhnya adalah istri yang dicintainya.


Viona langsung mendorong tubuh Keynand, dia tidak ingin suaminya melakukan hal lebih daripada berciuman, bahkan bisa saja mereka berakhir melakukan hubungan suami istri. Pasalnya Keynand sedang mabuk berat bahkan sudah tidak bisa lagi mengendalikan dirinya. Mengenali wajahnya saja sudah tidak mampu dia di kenali oleh pria yang sudah sah berstatus sebagai suaminya. Dan pastinya sudah tidak tahu membedakan wajahnya dengan wajah mendiang istrinya.


Viona tidak ingin di sentuh oleh Keynand yang tengah mabuk. Karena pikiran Keynand hanya terus tertuju kepada Jasmine seorang yang merupakan mendiang istrinya, bukan kepada dirinya. Apalagi Keynand sudah bersumpah tidak akan pernah menyentuhnya.


Sebelum hal itu terjadi, Viona langsung memberontak sambil memukul-mukul tubuh Keynand untuk menghentikan aksinya dan benar saja Keynand langsung melepaskan ciumannya.


Lalu Viona kembali mengangkat sebelah tangannya untuk memukuli tubuh Keynand. Namun, dengan cepat Keynand mencengkeram kuat kedua tangan Viona lalu membawanya ke atas kepala Viona, agar wanita itu tidak lagi melakukan perlawanan. Tidak hanya itu, Keynand juga sudah mengunci tubuh Viona agar wanita itu tidak lepas ketika dia akan melancarkan aksinya.


Kemudian Keynand langsung membungkam mulut Viona, mencium bibirnya dengan rakusnya dan mellumatnya kuat tanpa ampun. Keynand benar-benar melancarkan aksinya untuk menyentuh wanita tawanannya, wanita yang sekarang dia anggap adalah mendiang istrinya.


Pakaian yang melekat di tubuh Viona dibuka secara paksa lalu dilemparkannya ke sembarang arah tanpa melepaskan pangutannya. Sementara Viona masih saja memberontak sambil mengumpat kesal kepada Keynand dengan sisa-sisa tenaga yang dimilikinya. Tapi sayangnya, tenaganya tidak sebanding dengan tenaga pria kekar itu.


Kini tubuh mereka sudah polos tanpa sehelai benangpun yang menutupi tubuh mereka. Dimana Keynand sudah menguasai tubuh Viona yang sudah lemas tak berdaya.

__ADS_1


Keynand terus menciumi tubuh Viona dan memberikan stempel kepemilikannya di kulit putih mulus Viona hingga menimbulkan bekas kemerahan. Dia sungguh menggila ingin bercinta dengan istrinya.


"Kumohon hentikan, Keynand. Aku bukan Jasmine." lirih Viona dengan suara parau. Tapi Keynand sama sekali tidak menghentikan aksinya.


"Tidak, kau tetap Jasmine, istriku." balas Keynand sambil menciumi leher jenjang Viona membuat Viona langsung buang muka sambil mencengkram sprei dengan perasaan sesak di dada.


"Bersiaplah sayang, aku sungguh menginginkanmu." ucap Keynand yang diselimuti hawa nafsu, lalu Keynand memposisikan tubuhnya di atas tubuh Viona.


Keynand kembali mencium bibir Viona, sementara tubuhnya mulai bergerak untuk melakukan penyatuan. Tiba-tiba Viona terhentak kaget dan langsung menjerit merasakan benda keras menerobos masuk untuk membuka mahkotanya.


"Akkkkhh, kumohon... hentikan." lirih Viona dengan mata berkaca-kaca, bahkan air matanya sudah beranak sungai di pelupuk matanya hingga menetes dengan sendirinya. Tapi, Keynand tidak menggubris ucapannya dan masih saja melancarkan aksinya, dia terus mencoba menerobos masuk ke dalam mahkota istrinya yang begitu sempit.


"Akkkkhh, tolong hentikan!." Viona kembali menjerit kesakitan. Seketika Keynand langsung menghentikan aksinya, lalu menatap manik mata istrinya.


"Kenapa milikmu sangat sempat sayang? biasanya tidak seperti ini." ucap Keynand merasa heran. Sedangkan Viona hanya mampu mengepalkan tangannya dengan mata memerah, sorot matanya memancarkan kilatan kebencian, dia sungguh membenci Keynand.


Jelas milikku masih sempat, karena aku masih perawan. Batin Viona dengan penuh amarah.


"Tapi, aku sangat senang jika milikmu masih sempit begini, sayang. Aku semakin mencintaimu, Jasmine." ucap Keynand menyeringai tipis lalu mencium kening Viona dengan penuh cinta. Sungguh dia begitu menginginkan istrinya dan akan bercinta dengannya.


Setelah itu, Keynand kembali melanjutkan aksinya. Dia sudah tidak sabaran untuk melakukan penyatuan dengan istrinya, dimana pikirannya sudah diselimuti hawa nafsu.


Hingga akhirnya Keynand berhasil menerobos masuk ke dalam mahkota milik Viona. Seketika Viona menjerit histeris hingga meneteskan air matanya, mahkota yang dijaganya selama ini di renggut oleh Keynand, pria kasar yang sudah berstatus sebagai suaminya.

__ADS_1


Hilang sudah harta berharganya yang selalu ia jaga selama ini. Tapi seenggaknya dia menepati janjinya kepada mendiang ibunya, bahwa hanya suaminya yang boleh mengambil mahkotanya.


Bersambung....


__ADS_2