Terpaksa Menikahi Tawanan-ku

Terpaksa Menikahi Tawanan-ku
Bab 37


__ADS_3

" Kalian bisa menginap di sini sepuasnya. Lando, antarkan mereka ke kamar tamu." ucap Nenek Lando.


"Baik nenek." ucap Lando cepat, kemudian menunjukkan kamar untuk Viona. Sedang itu, ia akan berbagi kamar dengan Alex.


Viona membersihkan diri terlebih dahulu, lalu mengobati lukanya. Setelah itu, ia akan membantu nenek Sara menghidangkan makanan.


"Awwww, perihnya." rengek Viona dengan mata berkaca-kaca mengobati luka di kedua pahanya.


"Akhirnya aku bisa terbebas dari Keynand. Mulai hari ini, detik ini...aku tidak akan pernah lagi mengingat pria kejam itu. Aku akan mengubur semua luka dan kenangan yang pernah pria itu berikan kepadaku." ucap Viona dengan dada bergemuruh jika kembali mengingat segala perlakuan Keynand terhadapnya.


Ceklek


Viona yang hanya mengenakan handuk perlahan berdiri dan ingin masuk ke kamar mandi. Pasalnya ia belum berganti pakaian, tak ada baju ganti yang disiapkan untuknya di dalam kamar tersebut.


Ketika akan melangkah masuk ke kamar mandi. Terdengar suara cempreng seseorang, membuat Viona langsung mengalihkan pandangannya ke arah sang empunya. Viona bernafas lega melihat orang itu. Karena rupanya orang itu adalah Nenek Sara.


"Hei cantik, nenek lupa ketuk pintu. Maaf ya, jangan takut, kemarilah." ucap Nenek Sara yang mampu melihat guratan ketakutan yang terpancar di kedua manik mata Viona.


Perlahan Viona mendekat ke arah Nenek Sara sambil memegang erat handuk yang melilit di tubuhnya.


"Nenek bawa pakaian ganti untukmu. Ku harap kau cocok dengan pakaian ini. Kebetulan pakaian ini milik salah satu cucu perempuanku yang sengaja ditinggal di rumah ini. Sekali-kali dia datang berkunjung menemuiku. Ya karena cucu perempuanku sedang bekerja di luar kota, jadi dia jarang berkunjung kesini." ucap Nenek Sara sambil menyerahkan pakaian untuk Viona.


Viona menerima pakaian yang diberikan oleh nenek Sara kemudian pamit masuk ke kamar mandi untuk memakai pakaiannya, sedang Nenek Sara memilih duduk di kursi sembari menunggu Viona berganti pakaian.


Tak berselang lama, Viona keluar dari kamar mandi sudah mengenakan pakaiannya. Tampak pakaian yang dipakainya begitu pas di tubuhnya.


"Kau sangat cantik nak" puji Nenek Sara.


"Terima kasih, nyonya." ucap Viona tersenyum.


"Aduh, tak usah memanggilku nyonya. Panggil saja aku nenek seperti yang sering di ucapkan oleh cucuku." protes Nenek Sara.


"Ba-baik nenek." ucap Viona sembari mengangguk. Nenek Sara tersenyum mendengar suara merdu Viona yang memanggilnya nenek.


"Aku lupa mengatakan kepadamu nak, bahwa lemari pakaian itu berisi pakaian cucuku." ucap Nenek Sara sambil menunjuk lemari kayu di samping tempat tidur. Wanita tua itu baru mengingat sebagian pakaian cucunya berada dalam lemari tersebut. "Kuncinya ada di bawah bantal, jika kau ingin membuka lemarinya." tambahnya.


"Iya nenek" ucap Viona tersenyum.


Kemudian mereka berjalan bersama-sama ke dapur untuk menghidangkan makanan.


*


*


*

__ADS_1


Di rumah sakit.....


Keynand sudah berada di ruang perawatan bayinya. Pria tampan itu tampak memperhatikan ibunya yang sedang mencoba menidurkan putrinya.


Sementara itu Laurent tengah membuat susu untuk baby Daisy. Sesekali Laurent melirik ke arah Keynand. Pasalnya semenjak Keynand datang, pria itu tak pernah berbicara sepatah katapun, hanya menunjukkan wajah datarnya dengan sorot mata tajam yang sangat menyeramkan menurutnya.


"Apa kau punya masalah? sedari tadi aku perhatikan kau terus melamun." ucap Laurent sambil meletakkan secangkir kopi untuk Keynand yang baru saja ia buat.


Keynand tidak menimpali ucapan Laurent. Keynand hanya meliriknya sekilas lalu mengambil secangkir kopi untuk ia minum. Dengan perlahan Keynand menyesap kopi buatan Laurent yang sama sekali tidak ada enak-enaknya. Hanya dua tegukan ia meletakkan secangkir kopi itu.


Berbeda halnya dengan kopi buatan, Viona. Sial, Keynand mengumpat dalam hati yang kembali mengingat kopi buatan Viona yang setiap hari ia nikmati. Bagaimana bisa ia kembali kepikiran dengan Viona, wanita tawanannya sekaligus mantan istrinya itu yang sudah berkhianat kepadanya.


Ya Keynand sudah menceraikan Viona, segala berkas perceraiannya ia hanya percayakan kepada Pengacara nya. Kekuasaan dan kekayaan yang ia miliki mampu memuluskan segalanya.


Laurent menggeram kesal melihat tingkah Keynand yang begitu cuek kepadanya. Padahal ia sudah bersusah payah menjaga putrinya di rumah sakit semata-mata untuk mendapatkan perhatian darinya. Namun apa yang ia dapatkan dari pria itu hanya lah sikap tak pernah ia harapkan.


Awas saja, sebentar lagi akan ku buat kau bertekuk lutut kepadaku. Aku sudah menyingkirkan duri-duri penghalangku selama ini, sekarang tugasku membuatmu bertekuk lutut di bawah kakiku, Keynand!. Batin Laurent kesal.


Oeeee...Oeeee


Baby Daisy kembali menangis kencang, bayi mungil itu seolah kehilangan sosok yang menyayanginya.


Keynand mengusap wajahnya dengan kasar lalu mendekat ke arah tempat tidur bayinya.


"Berhenti menangis!" ucap Keynand dengan nada tinggi menegur putrinya.


"Mama, aku tidak ingin Daisy menjadi cengeng karena wanita penghianat itu." ucap Keynand dengan pandangan tertunduk.


"Berhenti menangis! ayah tidak suka kau menangisi kepergian wanita penghianat itu. Dia sudah mengkhianati ayah dan bukan ibu yang baik untukmu." ucap Keynand sambil menjambak rambutnya seolah sedang dilanda frustasi.


"Jangan memarahi cucuku, sebaiknya kau keluar!" ucap ibunya marah menyuruhnya keluar.


Sehingga Keynand memilih keluar dari ruang perawatan bayinya. Laurent ikut menyusulnya. Ia kembali akan gunakan kesempatan untuk mendekati Keynand.


"Keynand, tidak seharusnya kau berkata seperti itu kepada putrimu." ucap Laurent bersikap lemah lembut.


"Tidak usah mencampuri urusanku, kau bukan siapa-siapa!" tegas Keynand menunjuk ke arahnya. Membuat Laurent langsung bungkam mendengar ucapan Keynand.


Keynand yang sedang diselimuti emosi langsung meninju dinding berulangkali meluapkan emosinya. Wanita tawanannya sudah pergi, tapi tetap saja menimbun masalah di keluarganya.


"Sebaiknya aku sendiri yang akan turun tangan mencari keberadaan mereka." kesal Keynand sambil merapikan jasnya. Ia tidak peduli dengan punggung tangannya yang terluka akibat meninju dinding yang tak bersalah tersebut.


*


*

__ADS_1


*


Sementara di tempat lain.....


Alex dan Lando sedang berbicara serius di dalam kamar. Sedangkan Viona sedang membantu bantu nenek Sara di dapur untuk menyiapkan makan malam.


Alex menghela nafas berat mendengar penjelasan Lando yang memintanya untuk tetap bersembunyi di rumah neneknya. Pasalnya seluruh anggota The Lion sudah tersebar mencarinya.


"Kita bisa melanjutkan perjalanan malam ini, kita harus tiba di kota xxx sebelum fajar tiba." ucap Alex dengan rencananya.


"Pelabuhan, bandara dan tempat penyeberangan lainnya sudah di awasi oleh Anggota The Lion. Sebaiknya kita tinggal saja disini beberapa hari ini. Kurasa tempat ini jauh lebih aman dibandingkan kita berkeliaran di luar." ucap Lando menjelaskan.


"Baiklah jika seperti itu. Malam ini aku akan menyelinap ke villa untuk mencari bukti orang yang sudah menjebakku." ucap Alex dengan idenya.


"Tapi bro, itu hal yang sangat berbahaya. Kau bisa tertangkap. Aku sama sekali tidak tahu tentang permasalahan kalian hingga disebut sebagai penghianat." ucap Lando mengingatkannya.


"Tidak, apapun akan aku lakukan untuk menangkap pelaku utamanya. Aku tidak akan tinggal diam dan cuma berdiam diri seperti ini." ucap Alex.


"Baiklah, aku akan ikut bersamamu."


"Jangan, tugasmu menjaga tempat ini. Dan berjanjilah untuk menjaga Viona." ucap Alex.


"Oke bro, aku akan menjaganya untukmu" ucap Lando tersenyum tipis dengan anggukan kepala.


Tok


Tok


Tok


"Makanan sudah siap, nenek sudah menunggu kalian di meja makan." teriak seseorang dari luar kamar.


"Tuh, dia sudah mencarimu." goda Lando yang tahu persis siapa orang yang berteriak di luar kamar.


"Jangan terus menggodaku dengan Viona. Kau sama sekali tidak tahu cerita sebenarnya tentang permasalahan yang tengah kami hadapi." ucap Alex menghela nafas kasar.


"Kalau begitu ceritakan sekarang juga. Aku ingin mengetahuinya." ucap Lando penasaran.


"Baiklah." Kemudian Alex mulai menceritakan pokok masalah sesungguhnya.


Hingga membuat Lando terkejut sambil membelalakkan kedua matanya mendengar setiap ucapan yang diceritakan oleh Alex.


"Jadi, Viona istri tuan Keynand!" ucap Lando terlonjat kaget dan Alex hanya mengangguk mengiyakan ucapannya.


Bersambung......

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak 🤗


__ADS_2