Terpaksa Menikahi Tawanan-ku

Terpaksa Menikahi Tawanan-ku
Bab 15


__ADS_3

Sementara Laurent berdengus kesal, saking kesalnya dia terus meninju udara. Untungnya tidak satupun orang yang melihat tingkah lakunya sekarang, karena jika ada yang melihatnya, orang-orang akan berpikiran bahwa wanita cantik itu sedang dalam masa frustasi.


"Aku Laurent Estella Robinson, bersumpah tidak akan pernah mengampuni pria gila itu." ucap Laurent penuh keyakinan. "Kau akan menjadi bulan-bulanan ku pria gila!. Awas kau!" ucapnya dengan emosional. Lalu bergegas masuk ke dalam Villa dan melangkah cepat menuju kamarnya.


Namun sayangnya langkah Laurent harus terhenti, karena kembali berpapasan dengan Nyonya Tias. Dengan cepat wanita cantik itu memasang wajah seceria mungkin. Sungguh pandai dia merubah raut wajahnya dan itu menjadi salah satu kelebihannya.


"Laurent, temani tante buat puding coklat. Sudah lama tante tidak membuat puding, padahal puding salah satu kue kesukaan Keynand." ucap Nyonya Tias antusias.


"Baik tante" ucap Laurent tersenyum tipis.


Oh, ternyata puding salah satu kue kesukaan Keynand. Aku harus gunakan kesempatan ini untuk belajar resepnya dari tante Tias. Batin Laurent tersenyum tipis.


Seketika mood Laurent berubah ketika mengetahui kembali makanan kesukaan pria pujaan hatinya. Kemudian mereka berjalan bersama-sama menuju dapur untuk membuat puding.


*


*


*


Sementara itu, Viona tengah memandikan baby Daisy. Diawal-awal saat menyentuh air hangat, baby Daisy sempat takut hingga menangis. Namun lama-kelamaan, baby Daisy mulai menyukainya, apalagi Viona terus mengoceh memuji kecantikannya. Otomatis bayi mungil itu begitu bahagia mendapatkan pujian dari calon ibu sambungnya.


Suara-suara menggemaskan baby Daisy mulai terdengar jelas. Tak henti-hentinya wanita cantik itu tersenyum merekah sembari memandikan baby Daisy.


Setelah dirasa cukup, takutnya baby Daisy masuk angin. Dengan hati-hati Viona berhenti memandikannya lalu memakaikannya handuk bayi di tubuh mungil baby Daisy.


Viona tersenyum bahagia lalu mencium kening baby Daisy dengan penuh kasih sayang, dia sangat menyayangi bayi mungil itu. Kemudian membawanya ke tempat tidur untuk memakaikannya pakaian. Tapi sebelumnya, dia terlebih dahulu membaluri tubuh baby Daisy dengan minyak telon wangi lavender, agar tubuh bayi mungil itu tetap hangat.


Padahal Viona sama sekali belum pernah mengurus bayi sebelumnya. Namun naluri keibuannya serta pengalaman yang dia dapatkan ketika Bu Mary membawa cucu pertamanya ke Villa membuatnya mulai sedikit mengerti tentang cara mengurus bayi. Walaupun dia hanya belajar atodidak, akan tetapi mampu dia praktekkan dengan baik kepada baby Daisy.

__ADS_1


Diam-diam Keynand masuk ke dalam kamar tanpa menimbulkan suara sedikitpun. Perlahan Keynand melangkah dengan hati-hati mendekat ke arah tempat tidur, dimana Viona sedang mengancingkan satu persatu kancing baju putrinya.


"Hore....sudah selesai, saatnya baby Daisy berjemur sambil minum susu. Terus bobo." ucap Viona tersenyum sambil mengedipkan matanya membuat baby Daisy langsung mengerjapkan matanya mencari-cari orang yang mengajaknya berbicara dengan kedua tangan terangkat di udara.


"Tidak lama lagi kau pasti akan melihat tante cantik. Dan kelak ketika kau dewasa pasti akan menyaingi kecantikan tante.. ha ha ha..." Viona tergelak tawa mengatakannya, apalagi dia mendengar baby Daisy mulai bersuara dan suaranya begitu lembut dan juga merdu.


Keynand tersenyum tipis dengan mata berkaca-kaca mendengar suara putrinya. Dia pun menjadi gemas untuk menggendong putrinya lalu mencium wajahnya sampai puas.


"Tante sudah tidak sabar melihatmu tumbuh dewasa, baby girl. Tumbuh yang sehat ya baby girl, tante sangat menyayangimu." ucap Viona tersenyum. Namun mendadak Viona terlonjat kaget mendengar suara deheman seseorang.


"Ehemm" Keynand kembali berdehem. Hal tersebut membuat Viona langsung mengalihkan pandangannya ke arah sang empunya. Hingga matanya membulat sempurna melihat dengan seksama wajah pria yang mulai dihindarinya.


"Biar aku yang membawanya berjemur." ucap Keynand dingin lalu membungkukkan badannya untuk menggendong putrinya yang sudah cantik dan wangi lavender. Sepertinya dia sudah siap untuk membawanya jalan-jalan. Namun, itu tidak mungkin dia lakukan, mengingat putrinya belum juga genap sebulan.


Viona hanya mampu membiarkannya. Tidak mungkin juga jika dia melarang Keynand menggendong baby Daisy.


*


*


*


"Tante, aku angkat telepon dulu." ucap Laurent berpamitan untuk mengangkat telepon yang masuk di ponselnya dan nyonya Tias hanya mampu mengangguk menanggapi ucapannya.


Laurent bergegas ke ruang tengah untuk mengangkat panggilan masuk dari managernya.


"Apa! kenapa mendadak begini. Baiklah, aku akan segera ke sana." ucap Laurent di ujung telepon, bahkan raut wajahnya berubah menjadi panik setelah mendengar penjelasan managernya di ujung telepon.


Terlihat Laurent berbicara serius dengan managernya, hingga panggilan mereka berakhir. Setelah itu, dia langsung menemui nyonya Tias.

__ADS_1


"Tante, aku harus segera pulang. Mohon maaf, aku tidak bisa tinggal lebih lama di sini. Terdapat sedikit masalah pada pekerjaanku dan aku harus segera menyelesaikannya. Sekali lagi aku minta maaf, tante." ucap Laurent tidak enak hati. Niatnya datang ke villa semata-mata untuk mendekati Keynand, namun sayangnya harus pupus sudah.


"Tidak apa-apa nak Laurent. Kau harus menyelesaikan pekerjaanmu, karena itu jauh lebih penting." ucap Nyonya Tias tersenyum dengan suara lemah lembut.


"Kalau begitu aku harus pergi, tante." ucap Laurent lalu memeluk nyonya Tias.


"Iya nak, hati-hati di jalan. Usahakan jangan ngebut." ucap Nyonya Tias tersenyum dan Laurent mengangguk cepat lalu melepaskan pelukannya.


Setelah itu, Laurent bergegas ke kamarnya untuk bersiap. Dan lagi-lagi dia harus berpapasan dengan Alex yang juga melangkah tergesa-gesa menuju ruang tamu.


Laurent hanya mampu mengangkat kepalan tangannya untuk menunjukkan bahwa dia menantang pria itu dan sama sekali tidak kenal takut. Sedangkan Alex tidak meladeni Laurent, karena tugas tuannya jauh lebih penting dibandingkan harus meladeni wanita arogan itu.


"Hei, kenapa kau pergi!" ucap Laurent sambil bertolak pinggang menatap Alex melenggang pergi tanpa ingin meladeninya dan tidak mengucapkan sepatah katapun kepadanya.


Kemudian Laurent bergegas membuka pintu kamarnya lalu masuk ke dalam untuk siap-siap. Tidak butuh waktu lama, dia sudah rapi dan siap untuk berangkat.


Sekarang dia dihadapkan pada dua pilihan yakni mengejar pria pujaan hatinya dan pekerjaannya. Namun untuk sekarang dia lebih memilih pekerjaannya. Setelah urusannya selesai, dia akan kembali turun tangan untuk menyusun rencana.


*


*


*


Hari pernikahan Keynand dan Viona mulai menghitung hari. Hanya tersisa dua hari lagi mereka akan resmi menjadi pasangan suami istri. Tak ada persiapan yang mereka lakukan, hanya sekedar menikah. Karena mereka sudah saling sepakat akan hal tersebut.


Sementara itu, Keynand mulai disibukkan dengan urusan perusahaan. Hampir setiap hari Keynand harus pulang bolak-balik ke Villa miliknya. Dia akan tiba di Villa pada larut malam. Dan selalu mendapati Viona sudah tertidur bersama putrinya. Seperti malam ini, kembali dia mendapati Viona tidur bersama putrinya


"Tidak lama lagi kau akan memiliki ibu sambung, nak." ucap Keynand menatap putrinya dan Viona yang tengah tertidur pulas di atas tempat tidurnya.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2