
"Aku pikir putriku sudah tidur" ucap Keynand yang mendadak merasa canggung terhadap Viona, sedang Viona hanya menimpali ucapannya dengan meletakkan jari telunjuknya di bibir Keynand, membuat Keynand langsung memicingkan matanya melihat tingkah wanita tawanannya.
Viona langsung mengangkat kepalan tangannya di depan wajah Keynand, jika Keynand kembali buka suara maka kepalan tangannya akan mendarat di wajah tampan Keynand. Dia seolah memberikan ancaman kepada pria menyebalkan itu.
Sementara Keynand yang melihat tingkah wanita tawanannya hanya mampu menyeringai tipis. Dia seolah mendapatkan tangkapan baru.
“Setelah berhasil menidurkannya, kau juga harus menidurkanku!” ucap Keynand tidak ingin dibantah.
“Apa maksudmu? Apa kau ingin menjadi bayi besar yang harus ku urus juga!. Tugasku hanya mengurus putrimu, bukan mengurus bayi kolot seperti dirimu.” Ketus Viona dengan tatapan sinis. Entah keberanian darimana ia dapatkan, hingga berani membantah ucapan Keynand.
“Aku tidak suka dibantah. Kau sudah mengabdikan seluruh hidupmu untukku. Jadi lakukan saja!” Ucap Keynand sembari menyandarkan punggungnya di bantal.
Perlahan Keynand mengulurkan sebelah tangannya untuk menyentuh ujung rambut Viona lalu memainkannya sambil menggulungnya dengan kuat, membuat Viona langsung menatapnya tajam.
Viona tidak terima dengan aksi Keynand yang menyentuh ujung rambutnya, ia pun langsung menepis kasar tangan pria itu agar tidak lagi menyentuh rambutnya.
Namun, bukan Keynand namanya jika tidak melancarkan aksi jailnya. Dengan seringai licik terpatri diwajahnya, Keynand malah berpindah menyentuh salah satu gunung kembar Viona lalu mengusapnya lembut, membuat Viona langsung membelakakan matanya dengan wajah memerah melihat tingkah laku pria yang sudah sah menjadi suaminya.
“Kau!...” kesal Viona dengan sorot mata tajam dan langsung memukul tangan Keynand yang nakal menyentuh gunung kembarnya.
Sedangkan Keynand hanya menunjukkan senyum jahatnya yang tidak peduli dengan tatapan kebencian yang ditunjukkan Viona kepadanya. Hal itu membuat Keynand semakin berhasrat untuk menjaili wanita tawanannya.
Keynand melirik putrinya hingga sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman tipis. Dia tidak menyangka putrinya sudah tertidur dengan pulasnya. Sepertinya dia sudah bisa melancarkan aksinya terhadap wanita tawanannya.
Sementara itu, Viona merasa aneh melihat tatapan Keynand yang selalu saja tertuju kepadanya. Ia segera meletakkan botol susu baby Daisy di atas nakas, kemudian menaikkan selimut di tubuhnya lalu membaringkan tubuhnya dengan posisi terlentang. Dia sungguh canggung setiap kali berada di ruangan yang sama dengan pria itu.
Di luar dugaan, diam-diam Keynand memindahkan putrinya ke tempat tidur bayi yang berada di sampingnya. Viona yang melihatnya langsung bangun dan menatap tajam ke arah Keynand, sedang Keynand hanya menyeringai tipis melihat wajah kesal Viona.
Viona memilih untuk berbaring dan berharap segera tidur, agar Keynand tidak berbuat macam-macam kepadanya. Ketika Viona akan memejamkan matanya, ia terlonjat kaget melihat Keynand sudah berada di atas tubuhnya. Viona langsung membulatkan kedua matanya, ia pun membuka mulutnya untuk melontarkan kata protes kepada Keynand, namun Keynand keburu membungkam mulutnya dengan sebuah ciuman. Seketika Viona tidak berkutik saat bibir Keynand mencium dan mellumatnya begitu cepat, seolah bibirnya sumur kecil yang mampu menghilangkan dahaga pria itu.
__ADS_1
“Emmppp...Keynand.”
Viona kesulitan untuk berbicara, dia memukul-mukul dada bidang Keynand untuk berhenti menciumnya, namun Keynand seolah tuli dan tidak peduli dengan aksi wanita tawanannya.
Rasa manis dari bibir Viona membuatnya candu dan ingin terus menciumnya lagi dan lagi, hingga ciumannya berubah panas yang sudah diselimuti oleh hawa nafsu. Keynand menyerah dia tidak tahan lagi, hasratnya sudah di atas ubun-ubun.
Keynand menunduk menatap wajah Viona. "Aku menginginkanmu!" bisiknya di telinga Viona membuat Viona langsung merinding ketakutan dan menggeleng cepat.
"Tidddk...emmpphh.."
Keynand kembali mencium bibir Viona, membuat Viona memberontak, dia berusaha keras mendorong dada bidang Keynand menggunakan tangan kanannya, sedang tangan kirinya menepis tangan Keynand yang menyusuri punggungnya hingga turun menyentuh bokongnya.
"Tidak....Keynand!" Viona berusaha sekuat tenaga menghentikan aksi Keynand.
Lagi-lagi Keynand mengacuhkannya sambil menyingkirkan selimut yang menutupi tubuh Viona menggunakan tangan kirinya. Viona tidak tinggal diam, ia berusaha melawan. Namun, usahanya percuma saja karena Keynand memegang kedua tangannya hingga dirinya tidak bisa lagi melakukan perlawanan.
"Kau milikku!" ucap Keynand menyeringai menatap wajah Viona, lalu melucuti pakaian yang melekat ditubuh Viona, sedang Viona hanya mampu pasrah dan sudah tidak bisa berbuat apa-apa.
Untuk pertama kalinya Keynand dan Viona sama-sama merasakan gelenyar aneh saat kembali bercinta. Sungguh Keynand seperti kembali meniduri Viona untuk pertama kalinya, dia merasakan kenikmatan yang luar biasa dan belum pernah ia rasakan sebelumnya ketika bercinta dengan wanita bayaran maupun mendiang istrinya.
Jujur saja dirinya bukanlah orang pertama bagi mendiang istrinya, namun Keynand tetap menerimanya dengan senang hati. Karena wanita pilihan ibunya menjadi pilihan terbaik untuknya.
Keynand menatap dalam manik mata Viona dengan deru nafas ngos-ngosan, sedang Viona hanya mampu buang muka sembari mengatur debaran jantungnya. Sekujur tubuhnya sudah lelah melayani nafsu Keynand yang tidak ada habisnya.
Namun, entah mengapa, Viona juga merasakan kenikmatan yang belum pernah ia rasanya sebelumnya, karena malam ini berbeda dengan malam sebelumnya. Dimana Keynand tidak lagi menyebut-nyebut nama mendiang istrinya, melainkan terus menyebut namanya.
Tampak keringat mereka membaur menjadi satu akibat pergulatan panas yang mereka lakukan. Bahkan suasana dingin yang menyelimuti villa seketika memudar tergantikan oleh hawa panas dari tubuh yang mereka ciptakan.
Pasangan suami istri itu kembali menghabiskan malam yang begitu panjang dan menjadi malam kedua bagi mereka. Hanya terdengar suara de sahan dan deritan ranjang yang memecah isi kamar villa tersebut.
__ADS_1
Selama berjam-jam lamanya melakukan pergulatan panas. Keynand mengeram nikmat mengakhiri aktivitas bercintanya. Bersamaan pula baby Daisy kembali terbangun karena lapar. Namun tidak lama, bayi mungil itu kembali melanjutkan tidurnya.
Keynand melepaskan dirinya dari Viona. Ia sungguh bahagia mendapatkan kenikmatan tiada tara dari wanita tawanannya. Sungguh dia belum pernah merasakan hal ini sebelumnya, sampai membuatnya tergila-gila dan seolah tidak pernah puas menikmati tubuh Viona.
Keynand tersenyum melihat Viona sudah terlelap dan tak bertenaga. Dia lalu mendaratkan ciuman di kening Viona dan bergerak menyelimuti tubuh Viona yang polos.
"Kau sudah bekerja keras, beristirahatlah." ucap Keynand tersenyum tipis, lalu kembali mengecup bibir Viona berkali-kali sebelum turun dari tempat tidur.
Keynand bergerak cepat memakai celananya lalu melangkah ke arah tempat tidur bayinya. Dia tersenyum melihat putrinya kembali tertidur. Ia pun memutuskan ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah itu, dia akan membuatkan susu untuk putrinya. Karena kemungkinan putrinya kembali terbangun.
*
*
*
Keesokan harinya....
Viona menggeliat sambil mengerjapkan kedua mata indahnya. Perlahan dia mengumpulkan kesadarannya sambil meregangkan otot-ototnya yang kaku. Namun, dia merasakan seluruh tubuhnya pegal-pegal yang belum sepenuhnya mengingat kejadian semalam.
Perlahan Viona bangun, hingga membuat selimut yang menutupi tubuhnya melorot, hingga dia terlonjat kaget melihat banyaknya stempel kepemilikan yang dibuat oleh Keynand membanjiri permukaan kulitnya.
"Aaaaaaa" Viona berteriak, namun langsung menutup mulutnya. Karena melihat Bu Mary masuk ke dalam kamar membawa nampan yang berisi sarapan untuknya.
Sementara Keynand yang berada di balkon kamar bersama putrinya hanya mampu tertawa kecil mendengar suara teriakan Viona.
Dengan perasaan marah plus kesal, Viona langsung menyelimuti tubuhnya hingga sebatas leher lalu bergegas turun dari ranjang dan berlari kecil masuk ke kamar mandi.
"Aku tidak akan membiarkan dia terus menikmati tubuhku." kesal Viona sambil menggosok permukaan kulitnya yang masih terlihat jelas memerah bekas percintaan semalam.
__ADS_1
Bersambung.....