Terpaksa Menikahi Tawanan-ku

Terpaksa Menikahi Tawanan-ku
Bab 39


__ADS_3

Tidak ingin menunda waktu untuk melihat pelakunya, Alex langsung mengeluarkan ponselnya untuk memeriksa rekaman cctv yang langsung terhubung melalui ponselnya.


Tak membutuhkan waktu beberapa menit, mendadak raut wajah Alex berubah hingga kedua matanya membola sempurna, bahkan salah satu tangannya sudah di kepal kuat saking geramnya melihat rekaman cctv tersebut melalui ponselnya.


"Laurent!" ucapnya sambil menggertakkan giginya yang sedang diselimuti kabut amarah menyebut nama orang yang sudah menjebaknya.


"Laurent, jadi wanita arogan itu yang sudah menjebakku." Ucap Alex dengan kilatan amarah yang terpancar di kedua matanya.


"Ini tidak bisa dibiarkan, wanita itu harus menanggung akibatnya. Dia harus mempertanggungjawabkan perbuatannya." ucapnya marah dengan rahang mengeras hingga otot-otot lehernya menonjol dengan jelas.


"Rekaman cctv ini bisa aku jadikan bukti untuk membongkar kebusukan wanita licik itu." ucap Alex yang dikuasai amarah.


Alex tak menyangka Laurent sebagai dalang utama dibalik aksi penjebakan dirinya dengan Viona. Wanita itu benar-benar serigala berbulu domba. Di depan semua orang dia menjelma sebagai wanita baik yang lemah lembut, namun kenyataannya wanita itu hanyalah ular berbisa.


"Sebaiknya aku harus segera pergi, jangan sampai ada yang melihatku disini." ucap Alex sambil memasukkan ponselnya di saku jaketnya.


Alex bergegas keluar dari kamarnya, ia begitu waspada dengan sekitarnya, jangan sampai penghuni Villa terbangun hingga menemukan keberadaannya.


Perlahan Alex melangkah dengan cara mengendap-endap dan kedua matanya selalu fokus melihat di sekelilingnya. Saat melewati pintu kamar Laurent, Alex memilih menghentikan langkahnya. Ia harus memastikan wanita licik itu di dalam sana.


Terlebih dahulu Alex celingak-celinguk ke kanan dan ke kiri, setelah dirasa aman, ia mencoba membuka pintu kamar Laurent. Namun sayangnya, pintu kamar tersebut terkunci.


"Sial, pintunya terkunci." gumamnya menggeram kesal.


Tap


Tap


Tap


Terdengar suara langkah kaki mendekat ke arahnya. Alex tampak waspada dan segera bersembunyi di bawah meja. Dengan pencahayaan temaram, ia mampu melihat dengan jelas seseorang sedang berjalan ke dapur. Dan orang itu adalah Bu Mary, penjaga Villa.


Alex memutuskan keluar dari tempat persembunyiannya, lalu melangkah menemui wanita paruh baya itu.


"Bu Mary!" panggil Alex dengan suara berbisik. Sontak wanita paruh baya itu mengalihkan pandangannya ke arah Alex dan terlonjat kaget, bahkan hampir saja berteriak. Untung Alex segera memberi kode memintanya untuk tutup mulut.


Bu Mary langsung paham yang diperintahkan oleh Alex.


"Dimana tuan Keynand?" tanya Alex kepada Bu Mary.


"Aku tidak tahu, nak Alex. Sejak nona muda di bawa ke rumah sakit, tu-tuan Keynand belum pulang sampai sekarang." ucap Bu Mary menjelaskan.

__ADS_1


Alex terdiam mendengar ucapan Bu Mary.


Jadi mereka tidak ada di villa, termasuk wanita licik itu. Batin Alex.


"Apa sebenarnya yang terjadi pada nona muda, sampai harus di bawa ke rumah sakit?" tanya Alex.


Bu Mary terdiam lalu mengangkat wajahnya menatap ke arah Alex. Sesungguhnya ia ragu untuk menceritakan yang sejujurnya mengenai kondisi nona mudanya, namun entah dorongan darimana, ia terpaksa menceritakan segalanya perihal kondisi nona mudanya.


🍁🍁🍁🍁


Sementara itu, Keynand baru saja sampai di mansion ibunya. Kedatangannya di sambut oleh beberapa pelayan, namun Keynand begitu cuek dan melangkah tergesa-gesa menuju kamar ibunya. Ia sangat yakin ibunya berada di kamar bersama putrinya.


Tok


Tok


Tok


Keynand mengetuk pintu kamar ibunya berulang kali, namun tak ada sahutan dari dalam kamar. Keynand hanya mampu menghembuskan nafasnya dengan kasar lalu memutuskan untuk membuka pintu kamar ibunya dan kebetulan sekali pintu kamar ibunya tidak terkunci, sehingga ia bebas masuk ke dalam kamar.


"Mama pikir kau tidak akan datang menemui putrimu. Apakah pekerjaanmu begitu penting sampai kau harus pergi berjam-jam lamanya meninggalkan putrimu." ucap ibunya yang langsung menyambutnya dengan kata-kata pedas.


"Sebaiknya bersihkan dirimu terlebih dahulu sebelum menemui putrimu." tegas ibunya.


Tanpa menimpali ucapan ibunya, Keynand berbalik badan lalu melangkah menuju pintu. Ia harus keluar dari kamar ibunya, sebelum emosi ibunya meledak.


Keynand melangkah gontai menuju kamarnya. Tatapannya begitu kosong dan pikirannya entah kemana-mana, yang jelas ia merasa tidak terima Viona dan Alex mengkhianatinya.


"Arrgghhh, keparat mereka!" teriak Keynand sambil menendang pintu kamarnya dan seketika pintu kamarnya terbuka lebar.


Keynand bergegas masuk ke dalam kamarnya dan tak lupa menutup pintu kamarnya dengan cara membantingnya. Pikirannya benar-benar kacau hari ini akibat masalah yang tengah dihadapinya.


"Aku bersumpah akan menghabisi mereka dengan kedua tanganku sendiri." teriaknya dengan amarah menggebu-gebu. Rasanya teramat sakit ketika orang terdekat kita sendiri yang mengkhianati kita.


"Jasmine! kenapa kau harus pergi secepat itu dari sisiku. Padahal, hanya kau satu-satunya wanita yang aku cintai dan aku percayai di dunia ini. Tidak seperti wanita sampah yang murahan nan penghianat itu, aku sungguh membencinya dan sangat menyesal sudah menikahinya dan menjadikannya sebagai ibu sambung putri kita. Tapi, apa yang sudah di perbuatannya begitu menjijikan." ucapnya dengan nada rendah diakhir kalimat.


*


*


*

__ADS_1


Lebih dari seminggu seluruh anak buah Keynand tersebar di setiap daerah untuk mencari keberadaan Viona dan Alex, namun lagi-lagi pencariannya tidak membuahkan hasil.


Bahkan Keynand meminta kepada anak buahnya untuk menyebarkan foto-foto Viona dan Alex sebagai ajang sayembara, barang siapa yang menemukan kedua penghianat itu, maka akan mendapatkan uang tunai dengan nominal fantastis. Tapi sayang, sampai detik ini belum ada yang menemukan mereka.


Keynand memijit keningnya setelah dua orang anak buahnya meninggalkan ruangannya. Kedua anak buahnya sama sekali tidak becus, tak satu pun yang datang membawa kabar bahagia perihal kedua penghianat itu.


Kringgg....Kringgg..........Kringgg


"Ya halo." ucap Keynand di ujung telepon. Pasalnya yang menelponnya sekarang adalah sekretarisnya.


"Tuan, ada seseorang yang mencari anda." ucap sekretarisnya di ujung telepon.


"Siapa? Pria atau wanita? apa dia rekan bisnisku? " tanya Keynand hanya menebaknya saja.


"Pria tuan dan aku tidak tahu orang itu. Tapi, orang itu begitu kekeh untuk bertemu dengan anda." ucap sekretarisnya di ujung telepon.


"Oh begitu. Baik lah, suruh orang itu ke ruanganku sekarang." ucap Keynand meminta sekretarisnya untuk mengantar orang yang ingin bertemu dengannya.


"Baik tuan." ucap sekretarisnya dan panggilan telepon mereka terputus.


Kemudian sekretarisnya kembali menghubungi staff resepsionis untuk meminta pria asing itu ke lantai tertinggi perusahaan, tepatnya ruangan pimpinan perusahaan.


Di lobi perusahaan, terlihat pria berpakaian hitam-hitam, dimana baju, jaket, topi dan masker yang menutupi wajah pria itu kesemuanya serba hitam. Pria itu hanya menunggu jawaban dari staff resepsionis yang masih sibuk menelepon seseorang perihal dirinya di perbolehkan ke ruangan sang pimpinan perusahaan atau tidak.


"Mari! saya akan mengantar anda keruangan tuan Keynand" ucap salah satu staff resepsionis, membuat pria itu mengangguk menanggapi ucapan salah satu staff resepsionis.


Setibanya di lantai tertinggi perusahaan, pria itu langsung di hadang oleh dua bodyguard yang bertugas berjaga-jaga di area tersebut. Hingga muncullah wanita cantik yang merupakan sekretaris tuan Keynand menghampiri pria itu, lalu mengibaskan tangannya kepada kedua bodyguard untuk menyuruhnya pergi.


"Mari tuan." ucapnya meminta pria itu mengikutinya dan pria itu mengangguk cepat.


Kini mereka sudah berdiri di depan pintu ruangan sang pimpinan perusahaan KPM Group. Terlihat pria itu berkali-kali menghirup nafas dalam-dalam lalu dihembuskannya perlahan yang sedang berdiri di samping sekretaris tuan Keynand.


Sang sekretaris terlebih dahulu mengetuk pintu ruangan atasannya. Setelah mendengar sahutan di dalam sana yang mempersilahkannya masuk. Barulah sekretaris itu meminta pria asing itu masuk ke dalam ruangan atasannya.


"Silahkan masuk tuan!" ucapnya tersenyum ramah.


Kemudian pria itu melangkah masuk ke dalam ruangan pimpinan perusahaan. Tampak pria dengan penuh wibawa yang tidak lain adalah Keynand tengah menempati kursi kebesarannya.


Saat menyadari seseorang masuk ke dalam ruangannya, Keynand langsung mengalihkan pandangannya hingga membulatkan kedua matanya melihat sosok pria tengah melangkah mendekat ke arahnya. Bahkan bolpoin di tangannya sampai terjatuh hanya melihat pria itu.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2