
"Untung tidak dikunci." ucap Nyonya Tias tersenyum lalu membuka cepat pintu kamar tersebut hingga terbuka lebar. Kemudian wanita paruh baya itu melangkah masuk ke dalam kamar untuk mencari keberadaan cucunya. Namun sayangnya dia langsung terlonjat kaget dengan mata membulat sempurna melihat ke arah tempat tidur.
"Keynand!"
"Viona!"
Nyonya Tias berteriak histeris melihat dua insan manusia sedang terlelap di atas tempat tidur yang sama.
"KEYNAND!" Kembali Nyonya Tias berteriak memanggil nama putranya, hingga sang empunya perlahan mulai mengerjapkan matanya sambil mengumpulkan kesadarannya.
"Ada apa mama? pagi-pagi sudah teriak-teriak. Kasian putriku mama, dia bisa saja terbangun mendengar suara teriakan mama." ucap Keynand sambil mengucek matanya yang masih bermuka bantal.
Sementara wanita yang tidur di sampingnya ikut terbangun mendengar suara seseorang. Wanita itu perlahan menggeliat, lalu meregangkan otot-ototnya yang kaku hingga tak sengaja jemari tangannya mengenai kepala Keynand.
Sontak Keynand langsung mengalihkan pandangannya ke arah sang empunya, hingga dia saling pandang dengan wanita itu dan mereka langsung terlonjat kaget karena berada di atas tempat tidur yang sama.
"Kamu!"
"Tu-tuan!"
Keynand menatap tajam wanita itu dengan kilatan amarah. Karena wanita itu adalah Viona, wanita tawanannya. Bagaimana mungkin wanita tawanannya berada di atas tempat tidur yang sama dengannya. Apakah wanita tawanannya sudah merencanakannya untuk menjebaknya, pikirnya.
"Buka matamu lebar-lebar dan lihat apa yang sudah kamu perbuat. Bisa-bisanya kamu berada di dalam kamar bersama dengan wanita. Bahkan berada di atas tempat tidur yang sama. Padahal kalian bukanlah suami istri!" ucap ibunya marah.
"Mama, ini tidak sesuai apa yang mama lihat. Aku tidak melakukan apa-apa kepada wanita ini? Aku bersumpah atas nama Tuhan" ucap Keynand membela diri.
__ADS_1
Viona bergegas turun dari tempat tidur lalu membungkukkan badannya berulang kali di hadapan mereka.
"Aku lah yang salah, tolong maafkan aku. Masalah ini bermula karena kecerobohanku. Aku tidak sengaja tidur di tempat tidur kak Keynand. Aku pikir tempat tidurnya adalah tempat tidurku" ucap Viona menunduk sambil mengatupkan kedua tangannya.
"Kamu memang biang masalah!" ucap Keynand marah sambil menunjuk ke arah Viona. Seolah wanita itu lah yang menjadi biang keroknya.
"Cukup! Kalian itu sama-sama dewasa. Tidak mungkin jika kalian tidak melakukannya. Pokoknya mama tidak mau tahu, kalian harus menikah, titik!" ucap ibunya tidak ingin dibantah.
"Tidak Mama. Aku tidak akan menikah dengannya. Istriku baru saja meninggal, kenapa mama harus memaksaku untuk menikahinya. Padahal aku sama sekali tidak berbuat macam-macam kepadanya, apalagi sampai menyentuhnya." bantah Keynand. "Mama, tolong mengertilah. Aku sangat mencintai istriku, sampai kapanpun tidak ada wanita yang bisa menggantinya di hatiku. Memang aku pernah menjadi pria brengsek, tapi aku tetap memilih pasangan dan tidak serta merta langsung...." Keynand tidak melanjutkan ucapannya karena ibunya langsung memotong ucapannya.
"Mama tidak butuh alasan apapun dan penjelasan darimu. Kamu harus menikahi Viona hari ini juga." ucapnya tidak main-main menatap mereka secara bergantian.
Keynand hanya mampu mengusap wajahnya dengan kasar, dia tidak mungkin membantah ucapan ibunya. Sedangkan Viona hanya mampu terkulai lemas mendengar ucapan Nyonya Tias.
Dengan amarah menggebu-gebu, Keynand melangkah mendekati Viona dan tanpa basa-basi dia langsung mencengkeram kuat lengan Viona hingga membuat Viona meringis kesakitan dengan mata berkaca-kaca.
"Aku yakin kamu pasti yang sudah merencanakannya. Wanita licik seperti dirimu tidak bisa dipercaya, kamu dan ibumu sama-sama licik dan gila harta!. Ingat, aku akan membalasmu!" ketus Keynand lalu melepaskan tangannya yang baru saja digunakan mencengkeram lengan Viona hingga membuat Viona terjatuh di lantai.
Viona langsung mengusap kasar air matanya yang mendadak menetes membasahi pipinya. Dadanya begitu sesak mendengar ucapan Keynand, namun dia berusaha untuk mengontrol emosinya.
Wajar saja jika pria yang dicintainya mengganggapnya wanita licik. Mengingat sifatnya dari dulu sebelas dua belas dengan sifat mending ibunya.
"Baik Mama, aku akan menikahinya. Tapi, tidak untuk sekarang. Berikan aku waktu selama tiga bulan. Setelah itu, dengan terpaksa aku bersedia untuk menikahinya." ucap Keynand dengan keputusannya.
"Tidak bisa, pokoknya hari ini kamu harus menikahi..."
__ADS_1
"Mama, tolong mengerti perasaanku. Aku masih dalam keadaan berduka. Aku sangat mencintai istriku, aku bahkan masih mengganggapnya berada di sampingku dan aku yakin dia pasti senantiasa menjaga putri kami. Bayang-bayang wajah istriku tidak pernah lepas dari ingatanku. Jadi tolong, berikan aku waktu." ucap Keynand sambil memegang kedua tangan ibunya.
Nyonya Tias menghembuskan nafasnya dengan kasar lalu menatap manik mata putranya. Dia mampu melihat masih ada luka mendalam dari tatapan mata putranya.
"Baiklah, mama hanya memberimu waktu sebulan untuk mempersiapkan pernikahan kalian." ucap ibunya yang sedikit memberikan kelonggaran waktu untuknya.
"Tapi Mama...."
"Keynand, Mama sudah memberimu waktu selama sebulan. Dan itu sudah cukup menurut Mama. Lagian, putrimu juga membutuhkan seorang ibu. Jangan egois nak, putrimu dalam masa-masa membutuhkan kasih sayang seorang ibu dan mama yakin Viona gadis yang baik yang bisa merawatnya, dia yang akan menjadi ibu sambung putrimu." ucap nyonya Tias sambil melirik ke arah Viona yang berdiri tidak jauh darinya.
"Mama yakin, Jasmine akan setuju dengan keputusan mama." ucap Nyonya Tias tersenyum.
Sontak Keynand langsung berhambur memeluk ibunya. Dia sudah tidak bisa berbuat apa-apa. Menghentikan rencana pernikahan yang sudah diputuskan oleh ibunya sudah tidak bisa terelakkan lagi. Dengan terpaksa dia harus menerimanya, menikah dengan wanita tawanannya yang selalu dia anggap sampah yang tidak memiliki harga diri.
Sementara Viona hanya mampu menunduk dengan tubuh lemas, dadanya begitu sesak seolah ribuan jarum menusuknya. Harusnya dia bahagia mendengar keputusan Nyonya Tias, karena pria yang dicintainya akan menikahinya. Namun sayangnya dia malah sedih mendengar keputusan tersebut.
Karena pada dasarnya dia ingin melupakan Keynand dan mengubur seluruh cinta yang terpendam sejak lama untuk pria tersebut. Akan tetapi, takdir berkata lain dan seolah ingin mempersatukannya dengan Keynand. Viona sudah tidak bisa berbuat apa-apa, dia hanya mampu menerimanya dengan lapang dada.
Diluar dugaan, seorang wanita cantik yang sedang berdiri di dekat pintu langsung mengepalkan tangannya, karena tidak sengaja mendengar pembicaraan mereka di dalam sana.
"Aku bersumpah akan menggagalkan rencana pernikahan kalian. Hanya aku yang pantas menjadi istri Keynand, hanya aku yang pantas menjadi ibu sambung ponakanku. Hanya aku, hanya aku yang pantas!." ucapnya dengan penuh emosi. Dan wanita itu tidak lain adalah Laurent.
Kemudian Laurent bergegas pergi, takutnya keberadaannya di ketahui oleh orang-orang yang berada dalam kamar tersebut.
Bersambung....
__ADS_1