Terpaksa Menikahi Tawanan-ku

Terpaksa Menikahi Tawanan-ku
Bab 48


__ADS_3

Alex duduk termenung menatap kalender di tangannya. Hari ini adalah hari kesepakatan ia bersama kakeknya, dimana ia harus membawa calon istrinya ke hadapan kakeknya.


"Aku belum menemukan wanita...." Alex tidak melanjutkan ucapannya karena mendengar teriakkan Laurent. Seketika sebuah ide terlintas di pikirannya, hingga seringai licik terpatri diwajahnya. Kemudian Alex menghubungi seseorang.


"Siapkan gaun pengantin yang paling mahal untuk calon istriku." ucapnya di ujung telepon lalu bergegas keluar dari ruang kerjanya.


Alex melangkah dengan langkah lebar menuju kamarnya. Dia langsung mendorong pintu kamar dan melangkah mendekati Laurent yang sedang berdiri di depan cermin.


"Hei, kau mau apa? lepaskan aku!" Laurent memberontak untuk lepas saat Alex menyeretnya keluar dari kamar.


"Lepas, aku tidak sudi disentuh kau!" tegas Laurent dengan tatapan kebencian membuat Alex langsung melepaskan tangannya dari lengan Laurent.


"Sedari tadi aku menyuruhmu untuk bersiap-siap karena kebetulan aku ingin mengajakmu keluar makan. Tapi, apa yang kau lakukan hah! kau masih memakai handuk!. Apa kau begitu suka memperlihatkan tubuhmu itu dan mengumbarnya sana sini." ketus Alex dengan tatapan sulit diartikan.


"Hei, aku tidak suka memakai pakaian orang lain ataupun pemberian orang lain. Lagian kau memberiku pakaian jadul yang sering dipakai oleh ibu rumah tangga dan itu sangat tidak layak untuk aku pakai." balas Laurent tak kalah ketusnya.


"Kau!" Alex mengepalkan tangannya mendengar ucapan Laurent. Jelas-jelas ia memberikan pakaian wanita kepadanya, namun wanita itu terlalu pemilih.


"Apa!" tantang Laurent sambil bertolak pinggang.


"Kau ini benar-benar wanita arogan. Baguslah jika kau tidak ingin berpakaian." ucap Alex dingin sembari melangkah mendekati Laurent.


"Jangan mendekat, berhenti di situ!." perintah Laurent sambil melangkah mundur dengan raut wajah ketakutan.


Sedangkan Alex tak mengindahkan perintahnya. Pria itu terus melangkah mendekatinya hingga tubuh Laurent mentok di dinding.


Laurent langsung mendorong dada bidang Alex, namun tak membuat pria itu bergeming dari tempatnya. Sehingga Laurent memutuskan untuk mengelabui Alex.


"Disana ada orang." ucap Laurent sembari menunjuk ke arah jendela.


Refleks Alex langsung mengalihkan pandangannya dan dengan cepat Laurent berlari mendekati pintu, ia akan masuk ke dalam kamar lalu menguncinya dari dalam.


Saat Laurent akan membuka pintu, tiba-tiba sebuah tangan kekar merengkuh pinggang Laurent, membuat Laurent langsung diam mematung di tempatnya.


"Kau tidak akan lolos dariku!" bisik Alex ditelinga Laurent. Dan tanpa basa-basi Alex langsung menggendong tubuh Laurent ala-ala bridal style.


"Turunkan aku!" ucap Laurent memberontak untuk di turunkan, bahkan kedua tangannya memukuli tubuh Alex.


"Jangan banyak bergerak, handuk mu bisa saja melorot." ucap Alex tegas lalu membawa Laurent keluar dari apartemennya.


"Turunkan aku, pria babu! kau mau membawaku ke mana!" ucap Laurent dengan nada tinggi sambil memukul dada bidang Alex.


"Diam! kau akan tahu setelah kita sampai!" bentak Alex, membuat Laurent semakin menjadi-jadi.

__ADS_1


Sepanjang berjalan di koridor apartemen, Laurent terus memberontak bahkan berteriak meminta tolong pada orang-orang yang berpapasan dengannya.


"Tolong, pria ini menculikku, dia sudah melecehkan ku" teriak Laurent pada dua orang pria dan wanita yang tengah berjalan di koridor apartemen. Seketika mereka menghentikan langkahnya.


"Jangan dengarkan ucapan calon istriku, kami sedang marahan." ucap Alex menjelaskan kepada mereka.


Membuat pria dan wanita itu memilih acuh dan tidak ingin ikut campur dengan urusan pasangan itu


"Tidak! dia berbohong. Pria ini memang menculikku. Sudah berhari-hari dia menyekap ku di apartemennya!" teriak Laurent mencoba meyakinkan mereka, namun tak ada satu orang pun yang mau mendengarkannya apalagi peduli kepadanya.


"Hei kembalilah, aku bersungguh-sungguh mengatakannya!" teriaknya antusias.


Dua orang wanita yang berdiri di koridor apartemen hanya mampu berbisik-bisik melihat penampilan Laurent yang masih mengenakan handuk. Sehingga tak ada kecurigaan terhadap pasangan tersebut.


Sementara Alex hanya mampu menyeringai tipis mendengar ucapan Laurent yang terus menjelek-jelekkan dirinya. Untungnya dia bisa mengatasinya dengan baik.


Alex segera memasukkan tubuh Laurent di dalam mobil. Saat akan menutup pintu, lagi-lagi Laurent mencoba untuk keluar sembari mendorong pintu mobil dan dengan sigap Alex menahannya.


"Jika kau coba-coba keluar, aku tidak segan-segan menelanjangi mu di sini!." ancam Alex sambil mendorong tubuh Laurent hingga membuat tubuh Laurent terpental, lalu Alex menutup pintu dengan cara membantingnya.


Kemudian Alex bergegas masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi kemudi. Alex sempat melirik sekilas ke arah Laurent yang tampak waspada sambil memegang erat handuknya.


Dengan terpaksa Alex membuka jasnya lalu melempar ke arah Laurent. Sontak Laurent langsung menoleh kearahnya dengan tangan mencengkeram kuat jas tersebut.


"Apa ini! kau pikir aku akan memakai jasmu!. Ciih...aku tidak sudi memakainya." ketusnya lalu melempar kembali ke arah Alex.


"Baiklah jika itu maumu, selama kau menjadi tawananku, selamanya kau akan memakai handuk." ucap Alex dengan entengnya lalu melepaskan tangannya dari tubuh Laurent.


"Terserah! kau memang bajingan!" kesal Laurent sambil menatap keluar jendela mobil.


Alex langsung menancap gas meninggalkan tempat tersebut. Arah tujuannya ke salah satu butik ternama di negaranya.


Sekitar 30 menit perjalanan mereka tiba di sebuah butik berkelas bernama Zofie Boutique. Laurent tercengang melihat butik tersebut. Apa gerangan sampai Alex membawanya ke salah satu butik langganannya, pikirnya.


Tanpa diduga Alex langsung menggendongnya masuk ke dalam butik. Laurent terhentak dan tidak bisa berkata-kata. Ia hanya mampu membiarkan pria babu itu menggendongnya.


Dua karyawan butik yang begitu mengenali Laurent langsung tersenyum ramah menyambut kedatangan mereka. Mendadak Laurent tersipu malu karena berada dalam gendongan pria.


"Selamat datang tuan Alex." ucap wanita cantik dengan ramahnya dan merupakan manager butik tersebut.


Alex hanya mampu mengangguk lalu menurunkan Laurent dari gendongannya. Ketiga wanita yang berdiri di hadapannya tampak senyum-senyum melihat mereka.


"Bantu dia bersiap." ucap Alex dingin lalu bergerak duduk di sofa.

__ADS_1


"Hei apa maksudmu membawaku kesini?" teriak Laurent yang sedang di bawa oleh ketiga wanita ke ruangan khusus. Sedangkan Alex tampak cuek mendengar teriakannya. Alex hanya sibuk memainkan ponselnya.


*


*


*


Sementara di tempat lain....


Mendadak Keynand mengalami mual dan muntah. Sejak bangun pagi, entah berapa kali ia harus bolak-balik ke kamar mandi untuk memuntahkan isi perutnya.


Keynand pun meminta ibunya untuk memindahkan putrinya dari kamarnya. Takutnya putrinya terjangkit dengan sakit yang dialaminya. Dengan terpaksa Keynand mengisolasi diri sendiri di dalam kamar dan tak ingin bertemu dengan siapa-siapa.


Sarapan dan makan siang di lakukan di dalam kamar. Keynand bahkan berkali-kali meminta kepada Bu Mary untuk membuatkan makanan yang diinginkannya.


Terkadang ia hanya memakannya dua sendok lalu kembali muntah. Keynand sungguh merasa aneh dengan tubuhnya, padahal ia sama sekali tidak sakit ataupun masuk angin, kenapa sampai harus mual dan muntah berulangkali.


Keynand kembali frustasi dengan apa yang dialaminya. Ia pun memutuskan pergi ke rumah sakit untuk memeriksakan kondisinya. Di perjalanan menuju rumah sakit, ia memilih menghentikan laju mobilnya ketika melihat penjual es krim keliling mangkal di taman.


Keynand bergegas turun dari mobil lalu berlari kecil menghampiri penjual es krim tersebut.


"Pak es krim rasa coklat dua cup." ucap Keynand sambil menelan ludah melihat anak laki-laki sedang menjilati es krimnya.


"Es krim rasa coklat sudah habis tuan, mau rasa lain?" ucap si penjual es krim.


"Rasa strawberry saja." sahut Keynand.


Keynand lalu mendekati anak kecil laki-laki tadi dan berjongkok di hadapannya.


"Nak, bolehkah paman minta es krim mu." ucap Keynand sambil melirik plastik di tangan anak kecil itu yang berisi dua cup es krim rasa coklat.


Anak kecil itu lalu menoleh ke arah Keynand dan mendadak langsung menangis.


"Huaaaaaa...ibu!...ibu!"


Tampak wanita gemuk menghampiri anaknya, lalu menatap tajam ke arah pria berjas yang sudah membuat anaknya menangis.


Tanpa aba-aba, wanita gemuk itu langsung memukul wajah Keynand menggunakan tasnya. Hingga membuat hidung Keynand mengeluarkan darah.


"Dasar pengganggu!" ucapnya dan segera membawa anaknya pergi.


Keynand hanya mampu mengusap darahnya menggunakan sapu tangan. Sungguh hari yang begitu sial menurutnya.

__ADS_1


Bersambung....


Jangan lupa tinggalkan jejak 🤗


__ADS_2