Terpaksa Menikahi Tawanan-ku

Terpaksa Menikahi Tawanan-ku
Bab 28


__ADS_3

"Ya kau benar. Tidak ada yang perlu kita sesalkan." timpal Keynand dan kembali melirik ke arah Viona yang terlihat sudah memejamkan matanya.


Pandangan Keynand beralih menatap leher jenjang Viona yang sudah di penuhi tanda kissmark dan itu adalah perbuatannya.


"Aku sampai tidak sadar melakukannya." ucap Keynand tersenyum tipis melihat hasil karyanya semalam.


Keynand tidak menyangka bercinta dengan Viona, wanita tawanannya. Selama ini, dia menganggap wanita tawanannya hanyalah wanita rendah seperti sampah. Dia bahkan bersumpah tidak akan pernah menyentuhnya. Tapi sekarang apa yang dia perbuat, dia seolah menjilat ludah sendiri. Apa yang pernah dikatakannya sudah dia ingkari, dia hanya bisa merutuki kebodohannya.


Keynand menatap lekat-lekat wajah wanita tawanannya. Dia masih bingung sendiri, karena mabuk dan hilang akal, dia menganggap Viona adalah mendiang istri tercintanya. Maka dari itu, dia berakhir bercinta dengan Viona dan pastinya dia memaksa wanita tawanannya untuk bercinta dengannya.


Apalagi Keynand sempat melihat bercak darah di spreinya membuatnya semakin bingung saja, apakah wanita tawanannya masih perawan atau tidak? pasalnya dia tidak begitu mengingatnya.


Hanya saja Keynand merasa benar-benar habis bercinta dengan wanita perawan dan masih bersegel. Semalam dia masih mengingat sepenggal kata yang diucapkannya. Dia tidak henti-hentinya memuji mendiang istrinya yang masih sempit dan belum terjamah sama sekali, sungguh dia sangat menikmatinya. Padahal yang sebenarnya bercinta dengannya adalah Viona, wanita tawanannya. Berarti wanita tawanannya masih perawan, pikirnya.


Keynand langsung mengusap wajahnya dengan kasar. Lantas bagaimana dengan kejadian dua tahun lalu, seketika Keynand kembali mengingat kejadian tersebut.


Pada waktu itu Viona di jual oleh Max (ayah biologisnya) kepada para bandot tua. Dia bahkan melihat dengan mata kepalanya sendiri wanita itu dibawa ke salah satu kamar VVIP di club malamnya. Kemudian, tiga pria bandot tua masuk ke dalam kamar yang ditempati oleh Viona dan sudah dipastikan wanita itu melayani ketiga bandot tua.


Tidak hanya itu, ia bahkan kembali bertemu dengan Viona di pelataran club malamnya sebelum insiden penembakan terhadap Max, ayah biologis Viona. Dimana pada waktu itu, penampilan wanita itu tidaklah sepantasnya dan dia patut menyebutnya sebagai wanita j*l*ng atau wanita sampah yang tidak memiliki harga diri. Karena wanita itu keluaran dari club malamnya.


Keynand yang tengah sibuk melamun memikirkan kejadian di masa lalu, seketika terhentak merasakan tangannya mendapatkan tendangan dari putrinya.


Keynand langsung beralih menatap wajah putrinya, hingga putrinya langsung tersenyum lebar menatapnya, seolah putrinya tahu bahwa ayahnya sedang melamun dan mengacuhkannya.


"Maafin ayah sayang, ayah tidak bermaksud mengacuhkanmu." ucap Keynand tersenyum sambil mengelus lembut kening putrinya. Lalu Keynand mencium dengan gemesnya hidung kecil putrinya.

__ADS_1


"Kelak kau akan menjadi kebanggaan ayah." ucap Keynand tersenyum dan kembali mencium kedua pipi gembul putrinya.


Lalu Keynand bangkit berdiri dan bergerak ke arah samping untuk mengambil botol susu bayinya di atas nakas yang sudah disiapkan oleh Viona. Setelah itu, dia lalu membantu bayinya menyusu.


Sesekali Keynand melirik kearah Viona yang sudah tertidur pulas dengan damainya, sedang baby Daisy menyusu dengan begitu lahapnya dan tanpa henti menyedot susunya.


"Pelan-pelan sayang, susunya masih banyak. Nanti ayah bangunin Viona untuk buatkan susu putri cantik ayah." ucap Keynand tersenyum tipis sambil mengelus kening putrinya.


Tak berselang lama kemudian, baby Daisy sudah mengantuk sambil mengucek wajahnya menggunakan kedua tangan mungilnya. Dengan penuh kasih sayang, Keynand mengelus punggung mungil putrinya dan sesekali menepuk-nepuk pelan pantatnya, berharap putrinya segera tertidur nyenyak.


Tidak perlu membutuhkan waktu yang lama, baby Daisy sudah tertidur dengan pulasnya di samping Viona. Keynand lalu menarik selimut bayi untuk menyelimuti tubuh putrinya dan tidak lupa mencium kening putrinya yang sudah menjadi kebiasaannya setiap malam ketika putrinya tertidur.


"Selamat malam sayang." ucapnya tersenyum, lalu ikut membaringkan tubuhnya di samping putrinya. Tapi sebelumnya, lagi-lagi Keynand melirik sekilas kearah Viona hingga akhirnya kepalanya menyentuh bantal.


Keynand meletakkan tangan kanannya di keningnya sambil menatap langit-langit kamarnya. Kejadian semalam masih saja menganggu pikirannya. Dia mulai memikirkan bagaimana hubungannya bersama dengan Viona kedepannya, mengingat mereka menikah karena keterpaksaan dan tanpa dasar cinta. Ditambah dia masih mencintai mendiang istrinya sampai detik ini.


"Aku tidak perlu memikirkan hal itu, hanya putriku yang menjadi prioritas utamaku." gumam Keynand lalu memejamkan matanya dan tak berselang lama dia pun terbuai alam mimpi.


Keesokan harinya.....


Viona terlihat manis dengan penampilannya pagi ini. Dia hanya mengenakan baju rumahan berwarna kuning yang begitu pas di tubuhnya dan terlihat mecing dengan kulitnya yang putih bersih.


Dengan cekatan Viona membantu Bu Mary menghidangkan makanan di atas meja setelah mereka selesai masak bersama. Mereka terlihat kompak layaknya ibu dan anak.


Tak berselang lama, terlihat Alex melangkah dengan santainya ke ruang makan. Alex tersenyum melihat Viona begitu cekatan menghidangkan makanan dan minuman di atas meja.

__ADS_1


Namun mendadak langkah Alex terhenti saat melihat Viona tertawa dengan lepasnya bersama Bu Mary. Sungguh dia langsung terpesona melihatnya, apalagi penampilan Viona terlihat berbeda pagi ini.


Bersamaan pula Keynand juga melangkah masuk ke ruang makan dan tidak sengaja menyenggol lengan Alex. Keynand mengerutkan keningnya melihat tingkah laku sekretarisnya yang tampak bengong dengan pandangan kearah meja makan.


Keynand langsung mengikuti arah pandang Alex dan mendadak langsung membulatkan matanya dengan tangan di kepal kuat melihat Viona yang tengah sibuk menghidangkan makanan. Dengan kesal Keynand melangkah menghampiri sosok yang menjadi pusat perhatian dari sekretarisnya.


"Kau ingin menggoda para pria di meja makan!" ketus Keynand sambil menatap dingin wanita tawanannya.


"Maaf, aku sama sekali tidak mengerti maksudmu!" ucap Viona heran.


"Kau berpakaian seperti seorang j*l*ng!" ucap Keynand dengan entengnya, bahkan sorot matanya memancarkan kilatan amarah.


Seketika Viona langsung menatap penampilannya sendiri, baju yang dipakainya tanpa lengan dengan panjang sebatas betisnya dan dia merasa baju yang dipakainya masih terbilang sopan.


"Tutup mulutmu! tidak seharusnya kau mengucapkan kata-kata kasar kepada istrimu" protes Viona dan tidak terima dengan ucapan Keynand.


"Kau berani membantah ucapanku hah! disini kau terlihat seperti wanita yang ingin menjajakkan tubuhmu." ucap Keynand marah.


"Cukup! apa salahnya dengan baju yang kupakai. Sedangkan dirimu membuat kesalahan fatal kepadaku!" ucap Viona dengan penuh amarah.


"Karena kau...." Keynand tidak melanjutkan ucapannya karena Alex keburu melerai pertikaian mereka.


"Tenang tuan, Viona sama sekali tidak salah." ucap Alex dengan hati-hati. Sedangkan Viona memutuskan untuk kembali ke kamarnya.


"Apa Viona?" Keynand tampak kesal mendengar ucapan sekretarisnya yang menyebut nama wanita tawanannya terdengar begitu akrabnya.

__ADS_1


Keynand mendorong tubuh sekretarisnya dengan kasar, lalu melenggang pergi. Moodnya pagi ini benar-benar buruk.


Bersambung......


__ADS_2