Terpaksa Menikahi Tawanan-ku

Terpaksa Menikahi Tawanan-ku
Bab 19


__ADS_3

Keynand langsung memijit keningnya, dia pun berbalik badan dan memilih putar haluan. Sepertinya dia harus kembali tidur di sofa. Ya hanya itu jalan keluarnya agar dirinya tidak kembali mandi untuk ketiga kalinya.


"Sialan, besok pagi aku akan membalasmu, Viona." ucap Keynand dengan kesalnya. Dia pun berdengus kesal berulang kali sembari membaringkan tubuhnya di atas sofa panjang berwarna coklat.


Sepertinya Keynand akan susah untuk tidur malam ini, gara-gara ulah wanita tawanannya. Andai saja wanita tawanannya tidak memiliki peranan penting bagi putrinya, mungkin dia akan menyeretnya keluar dari kamarnya.


Keynand terus membolak-balikkan tubuhnya mencari posisi yang nyaman, tapi tetap saja bayangan tubuh Viona yang begitu menggoda terus terngiang-ngiang di pikirannya.


"Arrgghhh." Keynand mengusap wajahnya dengan kasar. Sungguh dirinya sudah frustasi dengan kepala berdenyut-denyut nyeri. Ditambah aset berharganya dibalik celananya sudah menegang tak karuan. Baru kali ini hasratnya bergejolak naik dan harus segera dituntaskan hanya melihat belahan dada dan paha mulus seorang wanita. Dimana wanita itu tidak lain adalah wanita tawanannya sendiri.


Padahal biasanya ia tidak seperti ini, bahkan ketika melihat wanita malam hanya berbikini ataupun telanjang bulat sama sekali tidak langsung membangkitkan hasratnya. Tapi sekarang seluruh tubuhnya sudah memanas dan sungguh aneh rasanya.


Mungkinkah apa yang sedang dialaminya sekarang adalah penyebab akibat terlalu lama tidak bercinta dengan seorang wanita. Apalagi dirinya adalah mantan cassanova. Sejak istrinya dinyatakan hamil, dia tidak pernah lagi menyentuh istrinya. Karena mendadak di usia kehamilan istrinya yang masih memasuki trimester pertama, istrinya mengidap penyakit Hepatitis B saat tengah hamil dan dia tidak tega untuk melakukannya.


Apalagi istrinya tidak boleh kelelahan ataupun letih, karena hal itu bisa menurunkan imun tubuhnya. Selama beberapa bulan menjalani perawatan hingga usia kandungan istrinya memasuki tujuh bulan, akhirnya istrinya sembuh dari Hepatitis B.


Keynand memilih bangun dan melangkah tergesa-gesa menuju pintu kamar. Dia pun bergegas keluar dari kamarnya untuk mencari angin. Jika terus berada di dalam kamar bisa saja dia hilang akal dan berakhir meniduri wanita tawanannya.


Kini Keynand berdiri di balkon Villa sambil menghisap sebatang rokok. Dia melampiaskan hasratnya dengan cara merokok. Pikirnya mulai tenang yang sedang memandangi langit malam bertabur bintang.


Tanpa sadar, Keynand hampir menghabiskan satu bungkus rokoknya, asbak yang dijadikan tempat menampung puntung rokoknya sudah hampir penuh. Sehingga Keynand memilih untuk mematikan rokoknya.


Keynand merogoh ponselnya dari saku celananya. Dia pun mulai memainkan ponselnya untuk melihat kembali foto-foto dirinya bersama mendiang istrinya.


Tiba-tiba saja kedua mata Keynand berkaca-kaca melihat foto mendiang istrinya. Andai saja istrinya masih hidup dia mungkin akan menjadi pria yang paling bahagia bersama keluarga kecilnya.


"Aku sangat merindukanmu, Jasmine. Putri kita juga mulai merindukanmu. Dia tumbuh dengan baik dan sudah pintar ngambek, dia juga sudah pandai mengomeli ku. Andai saja kau masih berada di sisiku sayang, kau pasti akan setiap hari mendapatkan kejutan dari tumbuh kembang putri kita. Setiap hari kita akan selalu mengabadikan momen kebersamaan kita bersama Daisy, kita bersama-sama merawat putri kita." ucap Keynand dengan mata berkaca-kaca lalu mencium foto istrinya lewat layar ponselnya.


"Aku mencintaimu sayang, aku janji tidak akan mengkhianatimu." ucap Keynand dengan yakin dari lubuk hatinya yang terdalam. Dia kembali mencium foto istrinya berulangkali di ponselnya.


Hingga akhirnya air matanya menetes membasahi pipinya. Keynand langsung mengusap air matanya dengan kasar dengan senyuman penuh kepedihan menghiasi wajahnya.

__ADS_1


Keynand menghela nafas berat lalu menutup wajahnya menggunakan telapak tangannya. Dia pun mulai menangis tersedu-sedu yang kembali mengingat mendiang istrinya.


*


*


*


Sementara di tempat lain.....


Terlihat sosok wanita cantik sedang marah besar hingga menghancurkan seluruh barang-barangnya di dalam kamarnya. Entah apa penyebabnya hingga wanita itu marah-marah dan melampiaskan kemarahannya pada benda-benda yang tidak bersalah itu.


Pranggg...pranggg


Terdengar suara benda berjatuhan di lantai dan beberapa diantaranya yang terbuat dari kaca hancur lebur.


"Aku tidak terima Keynand menikahi wanita itu. Aku bersumpah akan memisahkan mereka! aaahhhh!!" teriaknya dengan amarah menggebu-gebu sambil menjatuhkan barang-barang miliknya di atas meja. Bahkan tidak segan-segan melemparkannya ke dinding hingga rusak.


"Aaaaaaa... kenapa mereka harus menikah! aku yang lebih pantas untuk Keynand. Aku tidak akan tinggal diam.... aku harus buat rencana untuk memisahkan mereka, ya...aku harus segera membuat rencana." ucapnya dengan mata memerah yang sedang tersulut emosi. Wanita itu rupanya adalah Laurent.


Setelah mendapatkan kabar perihal pernikahan Keynand. Tanpa basa-basi Laurent langsung menghancurkan seluruh barang-barang miliknya di dalam kamarnya tanpa henti.


Dua pelayan wanita yang berdiri di depan pintu kamarnya hanya mampu terlonjat kaget mendengar suara-suara benda pecah di dalam sana. Namun mereka tidak berani untuk masuk ketika tidak mendapatkan persetujuan dari nona mudanya.


"Kenapa kalian hanya berdiri di situ, minggir!" ucap wanita paruh baya yang menegur kedua pelayan wanita masih berdiri di depan pintu kamar putrinya.


"Nyonya." ucap salah satu pelayan wanita sambil menundukkan pandangannya melihat majikannya. Kemudian mereka pamit undur diri dari hadapan majikannya.


Wanita paruh baya itu terlihat masih cantik diusianya yang sudah tidak muda lagi. Dia mulai mendekat ke arah pintu lalu mendekatkan telinganya untuk mendengar suara-suara keributan di dalam sana. Hingga akhirnya dia mengetuk pintu kamar putrinya.


Tok

__ADS_1


Tok


Tok


"Sayang, buka pintunya. Mommy mau masuk" ucapnya dengan lemah lembut.


Wanita paruh baya itu bernama Nyonya Meggy, ibu Laurent. Nyonya Meggy merupakan istri kedua, sedangkan ibu Jasmine istri pertama. Laurent adalah adik tiri Jasmine yang beda ayah. Karena masing-masing orang tuanya memiliki anak di pernikahan sebelumnya.


Laurent yang sedang berpikir keras menyusun rencananya untuk memisahkan Keynand dan Viona terlihat berdengus kesal mendengar suara ketukan pintu dari luar kamarnya.


"Tunggu sebentar" teriaknya sambil mengusap sudut matanya yang berair dan kembali merapikan penampilannya yang sempat berantakan.


Kemudian Laurent melangkah mendekat ke arah pintu kamar untuk membuka pintu kamarnya.


Ceklek.


Pintu kamarnya terbuka lebar dan ibunya langsung terlonjat kaget melihat suasana kamar putrinya.


"Mommy!"


"Astaga! apa yang terjadi sayang, kenapa bisa seperti ini." Nyonya Meggy langsung terkejut melihat suasana kamar putrinya yang tampak berantakan layaknya kapal pecah.


Laurent langsung berhambur memeluk ibunya dan ibunya langsung membalas pelukannya dengan penuh kasih sayang. Laurent menangis tersedu-sedu dalam pelukan ibunya.


"Sayang ada apa? ceritakan kepada mommy apa yang sudah terjadi?" ucap ibunya sambil mengelus lembut punggung putrinya.


"Keynand, Mom. Keynand sudah menikah dan dia menikahi wanita jahat yang hanya ingin memanfaatkannya. Aku takut wanita jahat itu mencelakai baby Daisy, cucu Mommy." ucap Laurent terisak yang sedang berpura-pura menangis.


"Apa! bagaimana bisa Keynand menikahi wanita seperti itu. Terus kenapa Jeng Tias malah membiarkan putranya menikah. Kenapa tidak menghentikannya, kalau wanita itu benar-benar hanya ingin memanfaatkannya saja. Apalagi wanita itu sampai membahayakan cucu Mommy. Mommy sungguh takut jika terjadi sesuatu kepada cucu Mommy, ini tidak bisa dibiarkan!" ucap Nyonya Meggy marah dan mulai mengkhawatirkan kondisi cucunya.


Untuk itu, Mommy harus membantuku memisahkan mereka. Batin Laurent dengan seringai licik diwajahnya.

__ADS_1


Bersambung....


Jangan lupa tinggalkan jejak 🤗


__ADS_2