Terpaksa Menikahi Tawanan-ku

Terpaksa Menikahi Tawanan-ku
Bab 18


__ADS_3

Malam harinya....


Dengan pelan-pelan Keynand membuka pintu kamarnya dan dia terkejut mendapati Viona masih terjaga dan sepertinya wanita tawanannya sedang membantu putrinya minum susu. Karena di jam-jam seperti ini biasanya putrinya terbangun karena lapar.


Keynand melangkah masuk dan tidak lupa menutup kembali pintu kamarnya lalu menguncinya. Dia menatap sekilas kearah Viona yang sedang membantu putrinya menyusu di atas tempat tidur.


"Ternyata mereka belum tidur." ucap Keynand dengan raut wajah tampak lelah.


Keynand memilih melangkah menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Tubuhnya begitu lengket dan dia harus mandi air hangat di larut malam begini.


Sementara itu, Viona menyadari kepulangan Keynand. Tapi, dia seolah acuh dan tidak peduli kepada pria yang baru saja berstatus sebagai suaminya.


"Baby Daisy, ayahmu baru saja pulang. Jika kau sudah besar jangan segan-segan untuk mengomeli ayahmu agar tidak pulang malam." gumam Viona memberitahu baby Daisy, dia seolah sedang mengajak baby Daisy berbicara. Sedangkan baby Daisy dengan lahapnya menyedot susunya dan kedua mata indahnya terus menatap wajah cantik ibu sambungnya.


Tak berselang lama, Keynand keluar dari kamar mandi dan terlihat segar mengenakan t-shirt berwarna putih dan celana pendek. Sambil mengeringkan rambutnya yang basah Keynand melangkah mendekati tempat tidur dan berdiri di samping tempat tidur sambil memandangi wajah putrinya yang sedang menyusu.


Keynand tersenyum sambil menaikkan kedua alisnya mencoba membuat putrinya tertawa dan benar saja saat melihatnya, putrinya langsung tertawa hingga mata sipitnya sampai tidak terlihat dan itu tampak sangat menggemaskan.


"Biar aku yang menjaga putriku, sebaiknya beristirahatlah." ucap Keynand dengan ketusnya mengusir Viona.


"Tidak bisa, harusnya kau saja yang beristirahat. Ini sudah menjadi tugasku!" ketus Viona sambil meliriknya dengan tatapan sinis.


Viona sudah belajar dari pengalaman sebelum-sebelumnya. Pasalnya Keynand selalu kekeh untuk menjaga putrinya. Ketika putrinya menangis, ujung-ujungnya dia sendiri yang akan turun tangan dan direpotkan untuk menenangkannya.


"Hei, seharian kau bersama putriku, sekarang giliran aku yang akan menjaganya." ucap Keynand tidak terima dengan ucapan wanita tawanannya yang baru saja dia nikahi.

__ADS_1


"Kau ingin menjaganya atau hanya ingin membuatnya menangis? untuk saat ini tidak usah. Karena baby Daisy mulai rewel dan seolah menganggap ayahnya sebagai orang asing." ucap Viona dengan ketusnya.


"Apa katamu barusan, putriku menganggapku orang asing? jangan-jangan selama ini kau sendiri yang sudah mengajarkannya untuk tidak dekat-dekat dengan ayahnya. Bahkan kau memberikan pengaruh buruk terhadapnya! iyakan! wanita sampah seperti dirimu memang harus selalu diwaspadai" ucap Keynand sambil menunjuk-nunjuk ke arah Viona.


"Harusnya kau itu...." Viona tidak melanjutkan ucapannya dikarenakan dia mendengar suara tawa baby Daisy.


Karena mendadak baby Daisy langsung tergelak tawa, setelah menyaksikan kedua orang tuanya sedang beradu argument. Sampai-sampai kedua tangan dan kaki baby Daisy mulai diangkat tinggi-tinggi. Refleks Keynand dan Viona kompak mengalihkan pandangannya ke arah baby Daisy. Hingga membuat Viona langsung terkekeh melihat tingkah menggemaskan baby Daisy.


Awalnya Viona sudah terpancing emosi mendengar ucapan Keynand, namun melihat tingkah menggemaskan baby Daisy membuat Viona tidak peduli lagi dengan ucapan Keynand, pria yang super arogan dan juga menyebalkan.


Sementara Keynand langsung menarik senyuman disudut bibirnya manakala melihat tingkah menggemaskan putrinya. Semakin hari, putrinya mulai aktif dan tambah pintar menurutnya, ditambah putrinya sudah bisa beradaptasi dengan lingkungannya.


Keynand sungguh senang bisa terus melihat tumbuh kembang putrinya. Dia pun bergerak mendekati putrinya lalu menggendongnya, namun sayangnya mendadak putrinya langsung menangis kencang saat digendong olehnya.


Apa jangan-jangan putrinya mendengar ucapan wanita tawanannya barusan. Sehingga putrinya langsung saja menangis ketika digendong olehnya. Karena menurutnya insting putrinya begitu kuat.


"Kau bisanya cuma membuat putrimu menangis." kesal Viona sambil menatap tajam kearah Keynand yang tampak terdiam seribu bahasa.


Viona mengelus lembut punggung mungil baby Daisy dengan penuh kasih dan sesekali mengajaknya berbicara supaya baby Daisy berhenti menangis.


Sementara itu, Keynand memutuskan untuk tidur. Dia bergegas naik ke atas tempat tidur lalu membaringkan tubuhnya dengan posisi terlentang. Tubuhnya benar-benar lelah karena selama seharian dia harus bekerja dan terus bekerja.


Ketika melihat Viona ingin membaringkan putrinya di atas tempat tidur yang sama dengannya. Keynand langsung mengubah posisinya tidur menyamping.


Kemudian Viona membungkukkan badannya sambil membaringkan tubuh baby Daisy di samping Keynand. Hingga membuat Keynand langsung membulatkan matanya melihat belahan dada Viona tampak menggoda di depan matanya.

__ADS_1


Keynand langsung menelan ludahnya dengan kasar dan mendadak langsung membangkitkan hasratnya yang sudah lama tertidur dalam dirinya. Keynand langsung mengusap wajahnya dengan kasar, tubuhnya mulai menegang. Sepertinya dia harus kembali mandi untuk kedua kalinya.


"Arrgghhh, sial." umpatnya kesal lalu bergegas turun dari tempat tidur. Jika dirinya masih diam di tempat, bisa-bisa dia langsung menerkam Viona saat ini juga.


Sementara Viona hanya mampu mengerutkan keningnya melihat Keynand turun dari tempat tidur. Namun lagi-lagi dia tidak peduli dengan pria itu.


Viona memilih ikut berbaring di samping baby Daisy. Tanpa lelah Viona kembali membantu baby Daisy menyusu, bahkan sebelah tangannya mulai aktif mengelus punggung mungil bayi menggemaskan itu dan sebelah tangan satunya lagi digunakan untuk memegang botol susu baby Daisy. Sesekali Viona menguap yang sudah mulai mengantuk.


Tidak berselang lama kemudian, Keynand keluar dari kamar mandi dan dia kembali berganti pakaian. Kali ini Keynand mengenakan piyama tidur. Dengan langkah berat Keynand melangkah mendekat ke arah tempat tidur.


Namun sayangnya, lagi-lagi dia harus dihadapkan pada pemandangan yang begitu menggoda. Di atas tempat tidur terlihat Viona sedang tertidur dengan posisi begitu menggoda, dimana piyama tidur Viona tampak tersibak ke atas sehingga memperlihatkan paha mulusnya.


Keynand tidak berkedip menatap dengan mata telanjang kaki jenjang Viona yang putih mulus hingga pandangannya terus naik menatap paha mulus Viona. Keynand langsung menelan salivanya dengan susah payah dan mendadak seluruh tubuhnya menjadi panas hanya melihat pemandangan menggoda itu.


Padahal selama ini Keynand tidak pernah memperhatikan apalagi sampai menatap lama wanita tawanannya. Bahkan pakaian yang selalu dipakai oleh wanita tawanannya selalu tertutup dan terlihat sopan. Tapi, mengapa sekarang wanita tawanannya terlihat seksi dan begitu menggoda, pikirnya.


Keynand langsung memijit keningnya, dia pun berbalik badan dan memilih putar haluan. Sepertinya dia harus kembali tidur di sofa. Ya hanya itu jalan keluarnya agar dirinya tidak kembali mandi untuk ketiga kalinya.


"Sialan, besok pagi aku akan membalasmu, Viona." ucap Keynand dengan kesalnya. Dia pun berdengus kesal berulang kali sembari membaringkan tubuhnya di atas sofa panjang berwarna coklat.


Sepertinya Keynand akan susah untuk tidur malam ini, gara-gara ulah wanita tawanannya. Andai saja wanita tawanannya tidak memiliki peranan penting bagi putrinya, mungkin dia akan menyeretnya keluar dari kamarnya.


Bersambung....


Jangan lupa like, love, komen, hadiah dan vote ya teman-teman 🙏

__ADS_1


terima kasih 🙏🙏🙏


__ADS_2