
"Turunkan aku, kau tidak memiliki wewenang untuk membawaku pergi!. Dan sampai kapanpun aku tidak mau menikah dengan pria bajingan seperti dirimu! Aku tidak mau menikah denganmu!." ucap Laurent marah dengan nada tinggi.
"DIAM!!!" Alex membentak Laurent untuk memintanya diam. Sontak membuat Laurent menjadi bungkam dengan mata memerah.
Aku membencimu pria babu....aku membencimu!. Batin Laurent sambil melipat bibirnya dan tidak ingin lagi mengajak Alex berbicara.
Sepanjang perjalanan hanya keheningan yang terjadi di dalam mobil. Baik Alex maupun Laurent sibuk dengan pikirannya masing-masing.
Tak berselang lama kemudian, mobil yang membawa mereka berhenti di depan kantor pencatatan sipil. Alex melirik ke arah Laurent yang tampak menatap keluar jendela. Ia tidak tahu apa yang sedang direncanakan wanita licik itu.
Alex menghembuskan nafas dengan kasar lalu membuka dasboard mobilnya dan mengambil pistolnya. Hanya ini satu-satunya cara untuk mengancam Laurent agar membuatnya menjadi wanita penurut.
"Ehemm...aku hanya ingin kau menjadi wanita penurut, itu saja." ucap Alex sambil menodongkan pistol ke leher jenjang Laurent.
Seketika membuat Laurent terlonjat kaget bahkan jantungnya serasa akan copot dari tempatnya melihat Alex menodongkan pistol di lehernya. Tidak hanya itu tubuh Laurent menjadi gemetaran dan begitu takut dengan benda mematikan tersebut.
"Ja-jaukan benda itu... Ku...mohon...Ja-jangan bu-bunuh aku." ucap Laurent terbata-bata dengan raut wajah terlihat pias yang dilanda ketakutan melihat pistol di tangan Alex.
"Maka ikuti segala perintahku dan jadilah wanita penurut." ucap Alex menyeringai sambil menusuk-nusukkan ujung pistolnya di leher jenjang Laurent.
Sementara Laurent langsung mengangguk setuju sambil memejamkan matanya. Sungguh ia sangat takut, sampai-sampai ingin pipis di dalam mobil. Bagaimana tidak, ia tidak ingin mati muda di tangan pria itu.
Sebaiknya aku turuti saja keinginannya. Setelah dia lengah barulah aku bertindak. Batin Laurent yang seolah kesulitan untuk bernafas.
"Bagus, aku suka wanita penurut." ucap Alex sambil menepuk pipi Laurent. Kemudian Alex memasukkan pistolnya ke saku jasnya. Membuat Laurent langsung menghembuskan nafas lega.
Alex segera melepaskan ikatan di pergelangan tangan Laurent, lalu mengajaknya turun dari mobil.
"Ayo, aku tidak suka buang-buang waktu." ucap Alex lalu menggandeng tangan Laurent.
Laurent terhentak melihat tingkah Alex yang tiba-tiba menggandeng tangannya, ia ingin buka suara namun sayangnya Alex keburu menatapnya dengan tatapan tajam seolah memintanya untuk diam.
Mereka segera memasuki kantor pencatatan sipil untuk mendaftarkan pernikahan mereka. Mengenai berkas-berkasnya orang suruhan Alex yang menanganinya. Dan tak butuh waktu lama mereka sudah sah menjadi pasangan suami istri. Tak ada janji suci yang mereka ucapkan, tak ada pesta megah, cukup hanya menikah saja.
"Selamat tuan Alex, nona Laurent. Kalian sudah resmi menjadi pasangan suami istri. Berbahagialah hingga maut memisahkan." ucap salah satu petugas dengan ramahnya.
__ADS_1
Alex hanya mampu mengangguk menanggapi ucapan petugas tersebut, sedangkan Laurent memasang wajah sendu mendengar ucapan petugas tersebut.
Laurent tidak menyangka akan berakhir menikah dengan pria yang sama sekali tidak dicintainya. Pernikahannya murni atas dasar paksaan dari pria babu yang super menyebalkan. Jika dia tidak menuruti ucap pria babu itu mungkin saja dia akan mati mengenaskan.
Ini tidak nyata, aku menganggap pernikahan ini hanyalah kebohongan belaka. Mulai sekarang aku harus cari cara untuk mengakhiri semuanya dan kabur dari pria babu itu. Batin Laurent sambil meremas jemari tangannya.
Lalu mereka pamit undur diri. Kemudian Alex segera membawa Laurent menuju mobilnya.
"Masuk." perintah Alex kepada Laurent yang tampak melamun di samping mobil.
Laurent berdengus kesal masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi samping kemudi. Lalu Alex menyalakan mesin mobilnya dan langsung menancap gas menuju mansion kakeknya.
Sekitar 40 menit perjalanan, mobil yang membawa mereka tiba di sebuah mansion mewah bergaya klasik dengan halaman yang super luas bahkan terdapat danau dan hutan buatan di dalamnya.
Tidak hanya itu, Mansion mewah tersebut dijaga ketat oleh pria bertubuh kekar dengan jumlah banyak. Dan diyakini mansion mewah tersebut milik kakek Alex.
"Turun." perintah Alex kepada Laurent, membuat Laurent meliriknya dengan mata melotot lalu bergegas turun dari mobil.
Tampak pria paruh baya berpakaian formal bersama lima pelayan wanita menyambut kedatangan mereka.
Hanya anggukan kepala yang dilakukan oleh Alex, sedangkan Laurent mengalihkan pandangannya pada mobil yang terparkir di halaman mansion. Laurent merasa tidak asing dengan mobil tersebut.
Alex diam terpaku menatap mansion mewah milik kakeknya. Alex meninggalkan mansion kakeknya sudah lebih dari sepuluh tahun lamanya. Bangunan mewah tersebut sudah banyak perubahan dan tampak semakin mewah saja, berbeda halnya sebelum dirinya angkat kaki dari mansion tersebut.
"Mari tuan, nona, silahkan masuk." ucap pria paruh baya tersebut yang bernama Bayu. Bayu bekerja sebagai kepala pelayan di mansion mewah tersebut. Segala urusan rumah tangga, dialah yang bertanggung jawab di dalamnya.
"Baik Pak Bayu." ucap Alex lalu menggandeng tangan Laurent untuk membawanya masuk ke mansion kakeknya.
Terdengar suara gelak tawa dari ruang tamu membuat Alex dan Laurent menghentikan langkahnya. Sontak tiga orang yang mengobrol bersama langsung mengalihkan pandangannya ke arah Alex dan Laurent.
"Akhirnya kalian datang." ucap pria tua yang tidak lain adalah tuan Joseph (kakek Alex).
Sementara itu, Laurent terkejut melihat dua orang yang sangat dikenalinya. Begitu halnya dua orang itu yang juga terkejut melihat sosok wanita cantik bergaun pengantin yang sangat dikenalinya.
"Daddy, mommy." gumam Laurent dengan mata membulat sempurna melihat orang tuanya. Bagaimana bisa orang tuanya berada di tempat ini?, pikirnya.
__ADS_1
"Alex, kau pandai memilih istri. Kakek tidak menyangka kau menikahi putri dari keluarga Robinson." ucap tuan Joseph kepada cucunya.
"Aku tidak pernah salah pilih terutama urusan pasangan." balas Alex tersenyum sinis.
"Ya, sudah pasti kau mencari yang terbaik. Kemarilah, kakek merestui pernikahan kalian." ucap tuan Joseph antusias. Pasalnya tuan Joseph sudah mengetahui perihal pernikahan cucunya.
Untuk itu, tuan Joseph mengundang langsung orang tua cucu menantunya guna merayakan pernikahan mereka dengan mengajaknya makan siang bersama.
Alex menggandeng tangan Laurent untuk membawanya ke hadapan kakeknya. Pandangan Laurent tidak lepas dari wajah orang tuanya.
Alex yang melihat tingkah Laurent membuatnya berinisiatif merangkul mesra pinggang Laurent.
"Tunjukkan sikap manis mu di hadapan semua orang." bisik Alex lalu membungkukkan badannya di hadapan kakeknya, begitu pula yang dilakukan oleh Laurent.
Setelah itu mereka melakukan sesi foto bersama atas pernikahan cucunya. Tuan Joseph sudah mempersiapkannya dengan baik tempat melakukan foto bersama, tepatnya di ruang tamu dan sudah didekorasi seindah mungkin. Walau tak ada perayaan megah, namun pria tua itu ingin mengabadikan momen pernikahan cucunya.
Selama mengikuti foto bersama, Tuan Joseph dan kedua orang tua Laurent tampak bahagia dengan raut wajah berseri. Berbeda halnya dengan pasangan suami istri yang baru saja menikah, Laurent selalu menunjukkan wajah datarnya begitu juga dengan Alex. Tak ada rona kebahagiaan yang mereka pancarkan di setiap pengambilan foto.
"Selanjutnya pemotretan khusus untuk sang pengantin." ucap fotografer. Lalu mulai mengarahkan gaya romantis yang harus dilakukan oleh Alex dan Laurent.
Gaya pertama yaitu berpelukan, Alex dan Laurent begitu kaku saat melakukan instruksi dari fotografer. Namun mereka bisa melakukannya dengan baik hingga gaya menantang lainnya tak luput mereka lakukan.
Hingga pemotretannya berjalan lancar. Semua orang bertepuk tangan atas kerja sama yang dilakukan oleh pasangan pengantin baru tersebut.
"Selanjutnya pemasangan cincin dan terakhir.... kalian berciuman." ucap ibu Laurent tersenyum merekah.
Apa! berciuman? Tidakkk....aku tidak mau pria babu ini menciumku. Batin Laurent dan ingin sekali menutup mulutnya dengan latban hitam, agar Alex tidak menciumnya.
Alex mengambil kotak cincin yang diberikan oleh kakeknya lalu memakaikan cincin di jari manis Laurent. Sedangkan Laurent juga melakukan hal yang sama menyematkan cincin di jari manis Alex.
Setelah itu, Alex maju satu langkah mendekati Laurent, membuat Laurent meremas jemari tangannya melihat Alex memiringkan kepalanya. Dengan perasaan gugup dan kesal Laurent memilih memejamkan matanya.
Alex tersenyum miring, tanpa basa-basi Alex langsung mencium bibir Laurent dan melumattnya dengan racusnya. Membuat Laurent mengerjapkan matanya dan langsung mencubit perut Alex. Refleks Alex menarik tengkuknya untuk memperdalam ciumannya.
"Ha ha ha, kalian boleh lanjutkan di kamar." ucap tuan Joseph diiringi gelak tawa kemudian mengajak orang tua Laurent ke ruang makan untuk menikmati jamuan makan siang bersama.
__ADS_1
Bersambung....