
Kemudian pria itu melangkah masuk ke dalam ruangan pimpinan perusahaan. Tampak pria dengan penuh wibawa yang tidak lain adalah Keynand tengah menempati kursi kebesarannya.
Saat menyadari seseorang masuk ke dalam ruangannya, Keynand langsung mengalihkan pandangannya hingga membulatkan kedua matanya melihat sosok pria tengah melangkah mendekat ke arahnya. Bahkan bolpoin di tangannya sampai terjatuh hanya melihat pria itu.
Keynand mengepalkan tangannya dengan raut wajah sulit diartikan menatap tajam kedua manik mata pria itu. Hingga mereka bertemu pandang dengan tatapan terkunci.
Perlahan Keynand mengulurkan tangan kanannya di bawah meja, lalu membuka laci meja untuk mengambil pistolnya yang selalu di sembunyikan di dalam laci.
Dengan gerakan cepat mereka saling menodongkan pistol ke arah berlawanan dan tatapan keduanya begitu mengintimidasi. Bahkan aura-aura dingin dalam diri mereka seketika menyelimuti ruangan tersebut.
"Ayo tembak aku!" tantang Keynand kepada pria itu.
Sementara Pria itu tidak menanggapi ucapannya dan dengan gerakan lihai pria itu membuka maskernya. Hingga wajahnya yang tertutup masker mulai terlihat dengan jelas dan begitu dikenali oleh Keynand. Walaupun memakai masker, tetap saja Keynand tahu betul siapa pria itu hanya melihat gestur tubuhnya.
"Aku tidak menyangka anjing penurut peliharaan aku selama bertahun-tahun mulai melawanku. Dia melawan tuannya yang sudah memberinya makan dan kehidupan yang layak!." ucap Keynand dengan ketusnya kepada pria itu.
Dan Pria itu hanya mampu menghembuskan nafasnya dengan kasar mendengar ucapan Keynand. Pria itu tidak lain adalah Alex, sekertaris sekaligus orang kepercayaan Keynand.
"Karena keadaan aku terpaksa melawanmu tuan. Aku semata-mata datang untuk bertemu denganmu, bukan mengajakmu bertarung. Aku datang untuk membuktikan bahwa aku dan Viona tidak lah bersalah." ucap Alex dengan tegasnya yang sedang membela diri.
Tanpa menurunkan pistolnya, Keynand tersenyum sinis mendengar ucapan Alex.
"Ciihh! aku tidak perlu bukti. Di mataku kalian hanyalah sampah yang sangat menjijikkan!. Apakah tidak ada wanita di dunia ini sampai kau harus mengambil bekasku hah!" bentak Keynand yang mulai diselimuti amarah.
Seketika Alex menurunkan pistolnya dengan sebelah tangan dikepal kuat.
"Aku tidak peduli dengan ucapanmu, tuan. Aku datang hanya ingin menyerahkan ini." ucap Alex menunjukkan sebuah flashdisk, lalu melangkah mendekati meja kerja tuannya.
Dengan santainya Alex meletakkan flashdisk berwarna hitam di atas meja kerja tuannya.
"Ku harap anda mau melihat rekaman video ini. Karena rekaman inilah yang membuktikan bahwa aku dan Viona tidaklah bersalah." ucap Alex, lalu membungkukkan setengah badannya memberi hormat kepada tuannya. Bagaimana pun pria yang masih menodongkan pistol kearahnya adalah orang yang sudah berjasa besar dalam hidupnya.
Brakkk
__ADS_1
Keynand langsung menggebrak meja kerjanya lalu mendekati Alex. Tanpa basa-basi, ia langsung melayangkan pukulan keras di wajah Alex hingga membuat pipi kanan Alex terasa kebas.
"Apapun yang kau tunjukkan, aku sama sekali tidak mempercayaimu. Mataku tidak pernah salah menilai. Kau pikir aku orang bodoh dan buta tidak melihat penghianatanmu di belakangku hah!." bentak Keynand dengan amarah menggebu-gebu sambil mencengkram kuat kerah jaket Alex, membuka Alex hanya mampu diam membisu.
"Ini yang kau sebut sebagai bukti? ha ha ha.... Alex....Alex...kau bisa saja memanipulasinya atau mengeditnya agar kedokmu tak terbongkar. Aku tidak menyangka kau sungguh licik. Ya kau memang licik, karena menusukku di belakang." ucap Keynand lalu meninju perut Alex hingga membuat tubuh Alex terdorong ke belakang dan hampir saja terjatuh di lantai.
"Aku sama sekali tidak mengkhianatimu tuan, kami hanya di jebak. Aku dan Viona hanya berteman, tidak lebih. Di sini anda hanya menunjukkan sikap cemburu anda sebagai seorang suami. Sebenarnya anda menyukai Viona, tapi anda tidak menyadari perasaan anda sendiri. Bahkan anda tidak menyadari bagaimana wanita itu menatap anda dengan tatapan berbeda. Dari tatapannya saja, dia menyukaimu....dia menyukaimu tuan!. Tapi, ego kalian teramat tinggi hingga perasaan kalian masih terus terpendam." ucap Alex panjang lebar dan mencoba meyakinkan tuannya.
Seketika Keynand langsung bungkam mendengar ucapan Alex. Benarkah ia menyukai Viona. Dan benarkah wanita tawanannya juga menyukainya, pikirnya.
Tidak, tidak mungkin wanita sampah itu menyukaiku. Batin Keynand dan tak ingin membenarkan ucapan Alex.
Sikap keras kepalanya begitu mendarah daging dalam dirinya. Jika A maka akan tetap A. Begitu lah yang selalu tertanam dalam pikirannya.
"Jika tuan masih belum percaya dengan bukti yang aku bawa. Maka berikan aku waktu untuk mendatangkan langsung orang yang sudah menjebak aku dengan Viona. Kalau perlu aku akan menyeret paksa orang itu ke hadapan anda" ucap Alex dengan tatapan dingin.
Dor
Keynand langsung melepaskan tembakan ke arah Alex, untung Alex dengan lihainya menghindari peluru yang meleset ke arahnya. Lalu Alex bergegas keluar dari ruangan tuannya. Terlihat para bodyguard mulai berdatangan untuk menangkapnya.
Dengan berani Alex melompat ke sebuah bangunan yang berdekatan dengan perusahaan KPM Group. Ia pernah bergabung dengan komunitas parkour sebelum bergabung dengan kelompok The Lion.
Sementara itu, Para bodyguard tuan Keynand berlarian di atas rooftop perusahaan untuk mengejarnya, bahkan beberapa di antara mereka memberondong tembakkan ke arah Alex yang terus berlari hingga tak terlihat lagi dari pandangan para bodyguard Keynand.
"Dia sudah pergi." ucap salah satu bodyguard lalu memutuskan untuk bubar.
Sementara di ruangan Keynand menjatuhkan barang-barang di atas meja kerjanya termasuk flashdisk yang di bawa oleh Alex. Ia sama sekali tidak ingin mengecek isi dari flashdisk tersebut.
"Arrgghhh, aku ingin menghancurkan kalian berdua." teriaknya sambil menjambak rambutnya. Setiap kali melihat kejadian itu, Keynand langsung tersulut emosi. Entah perasaan apa yang sedang menguasai pikirannya yang jelas ia tidak bisa mengontrol emosinya.
Keynand memijit keningnya yang terasa pusing lalu memutuskan keluar dari ruangannya. Sepertinya ia butuh hiburan, jika terus mengingat peristiwa itu bisa-bisa ia stress berkepanjangan.
Dertt....derttt... derttt
__ADS_1
Terdengar suara ponselnya berbunyi, Keynand menghentikan langkahnya, lalu merogoh ponselnya di saku jasnya. Keningnya berkerut melihat panggilan masuk dari mata-matanya. Tanpa basa-basi ia langsung mengangkat panggilan masuk tersebut.
"Bagaimana?" tanya Keynand.
"Mereka bersembunyi di kota xxx berlokasi perkebunan bunga terbesar di kota xxx yang menjadi tempat produksi parfum bermerek." ucap seseorang di ujung telepon.
Seketika Keynand menarik seringai tipis di sudut bibirnya.
"Bawa wanita itu hidup-hidup ke hadapanku." ucapnya.
"Baik tuan."
Dan panggilan mereka pun berakhir. Diikuti seringai licik terpatri di wajah Keynand.
"Sejauh mana pun kau bersembunyi, aku akan tetap menemukanmu." ucap Keynand menyeringai.
*
*
*
Sementara di tempat lain..
"Mommy, segera lakukan sesuatu. Aku ingin mommy mengatur rencana tentang perjodohan aku dengan Keynand. Aku ingin mommy menghasut tante Tias untuk menjadikan aku sebagai ibu sambung Isy." ucap Laurent yang sedang bermanja-manja memeluk lengan ibunya.
"Baiklah sayang, apapun yang kau inginkan. Mommy akan segera mengabulkan permintaanmu itu. Kita juga bisa menghasut Daddy untuk mengatur perjodohan kalian, setelah semuanya berjalan lancar, barulah kita mengatur rencana pernikahan kalian." ucap ibunya tersenyum hangat sambil mengelus puncak kepala putrinya.
"Terima kasih mommy." ucap Laurent dengan bahagianya.
Yes, selangkah lagi Keynand akan menjadi milikku. Batin Laurent.
Bersambung.....
__ADS_1
Terima kasih atas dukungannya teman-teman 🤧