
Tampak wanita gemuk menghampiri anaknya, lalu menatap tajam ke arah pria berjas yang sudah membuat anaknya menangis.
Tanpa aba-aba, wanita gemuk itu langsung memukul wajah Keynand menggunakan tasnya. Hingga membuat hidung Keynand mengeluarkan darah.
"Dasar pengganggu!" ucapnya dan segera membawa anaknya pergi.
Keynand hanya mampu mengusap darahnya menggunakan sapu tangan. Sungguh hari yang begitu sial menurutnya.
"Tuan, pesanan anda sudah jadi." ucap Penjual es krim memanggil Keynand.
Keynand berbalik badan sambil menghembuskan nafasnya dengan kasar, lalu ia melangkah mendekat ke arah si penjual es krim.
Keynand langsung mengambil es krimnya setelah membayarnya, lalu bergegas masuk ke dalam mobilnya. Ia harus melanjutkan perjalanan menuju rumah sakit.
Sekitar 30 menit perjalanan mobil yang membawa Keynand tiba di sebuah rumah sakit. Dan rumah sakit yang didatanginya itu adalah salah satu rumah sakit miliknya.
Dengan langkah tergesa-gesa, Keynand melangkah masuk ke dalam rumah sakit. Namun mendadak Keynand menjadi panik karena kembali dilanda mual.
Keynand langsung membekap mulutnya dan segera berlari mencari toilet. Lagi-lagi ia diserang mual-mual dan sepertinya akan kembali muntah-muntah. Saking paniknya Keynand sampai memasuki toilet wanita.
"Aaaaaaa..."
Tiga orang wanita yang sedang berada dalam toilet langsung berteriak histeris melihat pria masuk ke dalam toilet wanita. Keynand terhentak kaget sambil menutup mulutnya.
Sementara ketiga wanita itu langsung memukuli Keynand dengan kompak, karena menganggapnya pria cabul.
"Hoeeekk.... hoeeekk."
Mendadak ketiga wanita itu terkejut mendengar pria yang dipukulinya sedang mual-mual. Bukannya berteriak kesakitan, pria itu malah mual-mual tak karuan. Mereka kompak berhenti memukuli Keynand.
Sehingga Keynand segera menyeret tubuhnya mendekati wastafel dan mencoba memuntahkan isi perutnya. Sungguh perasaannya saat ini benar-benar tidak nyaman. Kepala pusing, mata berkunang-kunang, lemas, perut begah, mual dan muntah.
Ketiga wanita tadi memilih keluar dari toilet. Mereka begitu heran melihat sosok pria tampan sedang mual-mual dalam toilet. Antara marah dan kesal ketiga wanita itu menjadi iba mendengar suara pria itu sedang mual-mual. Namun mereka memutuskan untuk pergi.
Sementara itu, Keynand berulangkali membasuh wajahnya dengan air untuk menjernihkan pikirannya yang sedang kacau balau akibat kondisi tubuhnya yang tidak fit. Ia tidak tahu mengapa kondisi tubuhnya seperti ini, ia tidak lagi bugar dan fit seperti biasanya. Apakah ini sebuah karma untuknya karena sudah menyia-nyiakan wanita tawanannya yang sudah sah menjadi istrinya?.
"Apa mungkin ini sebuah karma untukku? arrgghhh!!!."
__ADS_1
"Maafkan aku Viona, aku sungguh-sungguh menyesal. Kini aku merasa kehilangan dirimu." ucapnya menunduk lalu mengusap wajahnya dengan kasar.
"Vionaaa.... Vionaaa!!" teriaknya memanggil nama istrinya.
Setelah merasa tubuhnya agak membaik, Keynand memutuskan ke ruangan dokter pribadinya. Ia harus mengetahui kondisi tubuhnya.
"Tak ada yang perlu dikawatirkan, tuan Keynand. Kondisi tubuh anda baik-baik saja. Tak ada gejala serius sakit yang sedang anda alami. Mungkin saja ini efek stres hingga menurunkan imun tubuh anda." ucap Dokter Steven dengan diagnosanya. Dokter Steven merupakan dokter pribadi Keynand.
"Bagaimana mungkin kau mengatakan tubuhku baik-baik saja hah! jelas-jelas aku sedang sakit. Aku terus mual dan muntah berulangkali sampai aku tidak bisa menghitungnya dan kau mengatakan bahwa aku baik-baik saja! apa ini lelucon!." bentak Keynand yang mulai tersulut emosi mendengar ucapan dokter Steven.
"Tenang tuan Keynand." ucap Dokter Steven mencoba untuk menenangkannya.
"Kenapa kau tidak memberiku obat peredam mual dan muntah hah!" kesal Keynand sambil mencengkram kuat jas putih yang dikenakan oleh dokter Steven.
"Obat seperti itu hanya dianjurkan untuk ibu hamil. Dan saya rasa anda hanya butuh vitamin dan istirahat yang cukup." jelas Dokter Steven dengan takut-takut melihat raut wajah pasiennya tampak memerah diselimuti amarah.
"Hamil?" Keynand melepaskan tangannya dari jas yang dikenakan oleh dokter Steven. Seketika raut wajah Keynand berubah bingung hanya mendengar ucapan dokter Steven.
"Gejala mual dan muntah sering dialami oleh ibu hamil dan tidak mungkin jika gejala seperti itu.... maaf saya tidak bermaksud untuk menyinggung anda." ucap dokter Steven tak enak hati. "Ataukah mungkin istri anda sedang hamil, namun anda lah yang mengalami ngidam. Maaf tuan, sepertinya ucapan saya kembali salah. Saya tidak bermaksud untuk mengingatkan anda kembali dengan mendiang istri anda." ucap dokter Steven lalu mencubit sendiri punggung tangannya karena ucapannya bisa saja menjadi boomerang baginya.
"Apa mungkin Viona sedang hamil? jika memang benar dia hamil....aku harus segera menemukannya. Aku tidak ingin dia kembali menderita untuk yang kesekian kalinya, aku tidak ingin dia berjuang seorang diri mengandung anakku." gumam Keynand dan tanpa sadar air matanya menetes membasahi pipinya.
Dokter Steven terkejut melihat pria yang sangat dihormatinya itu meneteskan air mata. Ia pun mulai menerka-nerka masalah apa yang sedang dialami pria yang selalu ia panggil tuan.
"Aku harus menemukanmu Viona." ucapnya tersenyum tipis lalu mengusap air matanya.
Keynand begitu antusias turun dari tempat tidur pasien lalu melenggang pergi. Membuat dokter Steven terheran-heran lalu bergerak menyusulnya. Namun Keynand sudah menjauh dari pandangannya membuatnya mengurungkan niatnya.
"Semoga harimu menyenangkan tuan." teriak dokter Steven, membuat Keynand mengangkat sebelah tangannya hingga punggungnya tak terlihat lagi dan dokter Steven memutuskan masuk ke dalam ruangannya.
*
*
*
Sementara di tempat lain....
__ADS_1
Tap
Tap
Tap
Terdengar suara langkah kaki mendekat ke arah Alex membuat Alex langsung mengalihkan pandangannya hingga tatapannya terkunci menatap sosok wanita bergaun putih melangkah anggun kearahnya.
Sontak Alex langsung bangkit dari duduknya dengan pandangan masih saja tertuju pada sosok wanita cantik bergaun putih tersebut. Tanpa sadar ia mengucapkan kata 'cantik'. Namun dengan cepat Alex meralat ucapannya barusan.
"Ayo, kita harus pergi." ucapnya lalu berbalik badan.
"Hei tunggu! aku tidak akan pergi bersamamu pria babu, sebelum kau menjelaskan kenapa aku harus memakai gaun pengantin. Apa kau berniat untuk menikahiku?" ucap wanita cantik itu dengan ketusnya. Dan wanita itu tidak lain adalah Laurent.
"Ya, aku memang akan menikah denganmu." ucap Alex dengan entengnya.
"Apa! aku tidak mau menikah denganmu, jangan mimpi untuk menikahiku!. Hanya Keynand yang boleh menikahiku, bukan pria babu seperti dirimu yang tak tahu asal usulnya" ketus Laurent dengan tatapan tajam lalu buang muka.
Laurent begitu kesal dengan pria babu itu, bisa-bisanya ingin menikahinya. Dirinya seorang tuan putri dan juga wanita karir, hanya Keynand lah sosok pria yang pantas untuk menikah dengannya.
"Segala keputusanku sudah mutlak, jadi kau terima saja nona arogan!" ucap Alex dingin lalu menarik tangan Laurent untuk segera membawanya pergi.
"Lepas! aku tidak mau ikut." ucap Laurent berusaha keras mencoba melepaskan tangan Alex yang memegang erat lengannya.
Ketiga wanita yang habis membantu Laurent bersiap hanya mampu menjadi penonton melihat pertengkaran mereka.
Bugh
Laurent langsung menendang lutut Alex menggunakan high heels runcingnya. Sontak membuat Alex mengeram kesakitan hingga melepaskan cengkraman tangannya.
Hal itu dimanfaatkan oleh Laurent untuk kabur dari Alex. Laurent berlari kecil keluar dari butik. Diluar dugaan Alex bergerak cepat mengejarnya dan tidak membutuhkan waktu lama, Alex berhasil menangkap Laurent dan mengangkatnya persis membawa karung beras di punggungnya.
"Turunkan aku bajingan! kau membuatku pusing." teriak Laurent sambil meronta-ronta memukuli punggung Alex. Dan Alex sendiri tidak peduli dengan teriakan Laurent.
Kemudian Alex memasukkan tubuh Laurent ke dalam mobil, lalu dirinya menyusul masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi kemudi. Kembali Laurent memberontak di dalam mobil, sehingga Alex mengikat kedua tangan Laurent menggunakan dasinya. Setelah itu, Alex menancap gas meninggalkan tempat tersebut.
Bersambung....
__ADS_1