
Ya Tuhan selamatkan istri dan anakku. Lancarkan persalinannya dan jangan membuatnya kembali tersiksa. Biarkan aku menebus segala dosa yang pernah ku perbuat kepada mereka. Batin Keynand dengan mata berkaca-kaca dan membiarkan Viona terus menerus mencengkeram kuat lengannya.
Ia bahkan rela berbagi kesakitan dengan sang istri. Karena apa yang sedang dialami oleh istrinya sekarang adalah sebuah perjuangan untuk melahirkan buah hatinya. Dimana istrinya akan bertarung dengan nyawa. Sungguh ia tidak ingin lagi kehilangan sosok wanita yang dicintainya.
Tak berselang lama, proses persalinan Viona di mulai. Dimana Keynand terus berada di samping sang istri untuk menyaksikan langsung proses persalinan istrinya.
Tapi, lagi-lagi Keynand merasakan perasaan campur aduk dan kembali dilanda perasaan trauma jika kembali dihadapkan dengan situasi seperti itu. Karena persalinan, ia kehilangan istri pertamanya dan sekarang ia tidak ingin hal itu kembali terjadi.
Tak henti-hentinya Keynand memanjatkan doa demi kelancaran persalinan sang istri. Hingga pada akhirnya persalinan Viona berjalan lancar, walau sempat mengalami sedikit kendala saat akan melahirkan buah hatinya yang dilakukan secara normal.
Dan kini sepenuhnya Viona sudah bergelar seorang ibu untuk bayinya yang berjenis kelamin perempuan. Sementara itu, Keynand begitu bahagia kembali dikaruniai anak perempuan, baginya kedua putrinya menjadi malaikat kecilnya, sekaligus kebahagiaan untuknya.
*
*
*
Seminggu kemudian....
Viona dan bayinya sudah berada di mansion mewah milik Keynand. Walaupun Viona tidak setuju ketika Keynand membawanya pulang ke mansion mewah tersebut. Tapi Keynand terus melakukan berbagai cara demi membawa Viona dan putrinya pulang ke mansion.
Tidak hanya itu, nenek Rosi dan Bibi Jane berperan besar dan selalu mendukung keputusan Keynand, untuk mempersatukan kembali mereka. Pasalnya Keynand sudah menceritakan hubungannya bersama Viona yang merupakan sepasang suami istri.
Sementara itu, Viona merasa terjebak di kediaman Keynand. Besar kemungkinan ia tidak bisa membawa pergi bayinya dari kediaman mewah tersebut.
Tidak hanya itu, dua sosok wanita yang sudah Viona anggap sebagai keluarga dan tidak lain adalah Nenek Rosi dan Bibi Jane sudah pulang ke kampung halamannya. Dimana Keynand sudah membereskan masalah mereka dan mengembalikan kepercayaan warga bahwa mereka bukanlah seorang pencuri.
Sementara pelaku sesungguhnya yakni Norin dan orang yang dibayarnya sudah diamankan oleh polisi. Mereka akan mendapatkan hukuman yang setimpal selama mendekam di penjara.
Nenek Rosi dan Bibi Jane begitu senang bisa kembali ke kampung halamannya tanpa ada lagi yang menuduhnya sebagai pencuri. Mereka akan menghabiskan sepanjang hidupnya dengan berkebun di desanya.
Sebagai ucapan terima kasihnya kepada Nenek Rosi dan Bibi Jane karena sudah menolong Viona, Keynand juga membangun kembali rumah Nenek Rosi yang sudah terbakar. Tidak hanya itu, Keynand memberikan lahan perkebunan bunga untuk mereka kelola sendiri tanpa perlu menjadi buruh tani pada lahan perkebunan bunga milik orang lain seperti yang sudah-sudah.
🍁🍁🍁🍁
Kini Viona tengah duduk di atas tempat tidur sambil menyusui bayinya. Sesekali Viona tersenyum dengan mata berbinar melihat bayinya menyusu dengan lahapnya seolah akan didahului.
__ADS_1
"Mommy!" terdengar suara anak kecil memanggilnya, membuat Viona mengalihkan pandangannya ke sumber suara.
Hingga kedua mata Viona membulat sempurna melihat Keynand menggendong baby Daisy masuk ke dalam kamarnya. Buru-buru Viona mengalihkan pandangannya ke sembarang arah yang jelas tak bertatap muka dengan Keynand.
Keynand melangkah mendekat ke arah tempat tidur lalu duduk di sisi ranjang berhadapan dengan Viona.
"Mommy, adeek." baby Daisy tersenyum diiringi gelak tawa sambil menunjuk ke arah adiknya.
Sontak Keynand langsung menarik senyuman disudut bibirnya melihat bayinya menyusu. Sedangkan Viona memutar bola matanya malas melihat Keynand tersenyum kepadanya.
"Iya sayang, adek lagi minum susu. Kalau issy sudah minum susu atau tidak?" tanya Viona sambil menatap hangat baby Daisy (putri sambungnya).
"Sucu?" ucapnya yang mampu mengikuti ucapan ibu sambungnya yang bisa ia tangkap. Karena baby Daisy belum sepenuhnya pandai berbicara dan belum bisa menyimak dengan baik lawan bicaranya.
Hingga baby Daisy langsung menggeleng cepat bahwa dirinya belum minum susu.
Keynand menepuk jidatnya melihat tingkah putri kecilnya. Dengan gemas ia mencium pipi gembul putri kecilnya itu, hingga membuat bayi hampir setahun itu tertawa terbahak-bahak.
"Kenapa kau tidak memberinya susu!" ucap Viona dengan ketusnya.
"Emmm....Kau percaya dengan ucapan anak kecil?" tanya Keynand sambil mengerutkan keningnya.
"Tapi sayang sekali, putri kecil kita belum sepenuhnya mengerti ucapanmu, jadi dia cuma bisa mengangguk ataupun menggelengkan kepalanya, Viona. Sebenarnya issy sudah minum susu." ucap Keynand tersenyum lalu mengulurkan tangannya untuk mengelus punggung mungil bayinya.
"Hai sayang, ini Daddy." ucap Keynand dengan raut wajah bahagia sambil mengelus lembut punggung mungil putrinya, hingga jemari tangannya tak sengaja menyentuh lengan Viona. Refleks Viona langsung menatapnya.
"Maaf!" ucap Keynand tersenyum lalu menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Ia memasang wajah polos dan bodoh.
"Usahakan tanganmu bekerja dengan baik, jangan hanya bertingkah nakal." ketus Viona. Karena setiap kali Keynand bersamanya ada-ada saja tingkah Keynand yang selalu mengambil kesempatan darinya.
"Mommy, daddyy." Baby Daisy menatap secara bergantian kedua orang tuanya lalu merentangkan kedua tangannya untuk memeluk tubuh ibu sambungnya.
Viona tersenyum sambil mengulurkan tangan kanannya untuk membawa baby Daisy duduk di pangkuannya. Mendadak raut wajah Viona yang tadinya kesal kembali ceria hanya melihat kedua putrinya.
Glupp
Seketika bayi mungil dalam dekapannya berhenti menyusu, dengan kesal bayi mungilnya mengusap wajahnya dengan kedua tangannya, seolah bayi mungil itu merasa iri dengan saudara tirinya.
__ADS_1
Dengan gemes baby Daisy menusuk-nusuk pipi memerah adiknya menggunakan jari telunjuknya.
"Adeeekkk.." ucap baby Daisy dengan antusiasnya hingga membuat adiknya langsung menangis kencang.
Oeeee.... oeeeekk
"Tunggu sebentar ya sayang, adek mau tidur." ucap Viona lemah lembut.
Keynand segera mengambil baby Daisy lalu menggendongnya. Sedangkan Viona memilih membaringkan tubuh bayinya di atas tempat tidur bayi.
Selesai menidurkan kedua putrinya, Keynand mengajak Viona untuk duduk bersama membicarakan perihal tentang hubungan pernikahan mereka.
"Bagaimana keputusanmu, Viona? apa kau masih tetap menginginkan perceraian dariku?" tanya Keynand dengan serius. Karena selama seminggu ini, Viona terus mengatakan ingin bercerai darinya.
"Ya. Aku memang ingin bercerai. Tapi, aku masih memberimu kesempatan selama lima bulan untuk memperbaiki semuanya." ucap Viona dengan entengnya.
Keynand perlahan mengulurkan tangannya untuk menggenggam kedua tangan Viona, lalu mengecupnya dengan penuh cinta.
"Terima kasih Viona. Aku akan gunakan dengan baik waktu lima bulan itu untuk memperbaiki hubungan rumah tangga kita. Aku akan berusaha membahagiakanmu bersama anak-anak." ucap Keynand dengan mata berkaca-kaca lalu menarik Viona masuk ke dalam pelukannya.
"Aku mencintaimu." bisiknya di telinga sang istri, membuat wanita yang pernah menjadi tawanannya itu mendongak menatapnya.
"Aku mencintaimu, Viona Cassandra Matteo, wanita yang pernah menjadi tawanan-ku." ucap Keynand dengan tatapan hangat membuat Viona mengalihkan pandangannya ke sembarang arah.
"Jawab aku Viona? jangan lagi menyembunyikan perasaanmu. Aku sudah tahu segalanya bahwa kau mencintaiku selama ini. Dan aku sangat yakin perasaanmu masih tetap sama kepadaku." ucap Keynand menunduk sambil menempelkan keningnya dengan kening Viona.
"Maaf, aku....." Viona tidak melanjutkan ucapannya. Karena Keynand kembali menarik tubuhnya masuk ke dalam pelukannya.
"Berikan aku waktu untuk menebus semua kesalahanku di masa lalu. Aku berjanji akan membahagiakanmu bersama anak-anak." ucap Keynand dengan mata berkaca-kaca lalu mencium puncak kepala istrinya dengan penuh cinta.
"Aku pegang janjimu." ucap Viona dengan entengnya.
"Terima kasih, aku pastikan kau kembali jatuh cinta kepadaku!" ucap Keynand tersenyum lalu mengecup bibir Viona. Sontak wajah Viona mendadak memerah lalu mendorong kesal tubuh Keynand. Keynand terkekeh dan kembali memeluk Viona dengan eratnya. Tanpa sadar Viona membalas pelukannya.
Mulai hari ini, Keynand tidak akan pernah menyia-nyiakan kesempatan emas baginya. Keynand ingin memulainya dari awal. Menjadi pasangan suami istri yang bahagia dikaruniai dua anak perempuan yang cantik-cantik. Keinginannya hanya satu keluarganya utuh dan bahagia selamanya.
TAMAT
__ADS_1
Terima kasih untuk seluruh teman-teman yang selalu memberikan dukungannya. Baik berupa, like, hadiah, komen dan vote nya selama ini, author sangat berterima kasih🙏
Akhir kata, sampai jumpa di lain kesempatan 🤗🙏