Terpaksa Menikahi Tawanan-ku

Terpaksa Menikahi Tawanan-ku
Bab 23


__ADS_3

"Hoaamm... kemana sih mereka!" kesal Laurent yang sudah mengantuk. Dia pun menatap kearah jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 11 malam.


"Sialan, aku tidak ingin rencanaku gagal malam ini." gumam Laurent dan kembali menguap berulang kali.


Tapi sayangnya, Laurent sudah tidak bisa lagi menahan kantuknya. Sialnya kantuknya tidak bersahabat untuk saat ini. Laurent langsung menghempaskan tubuhnya di atas tempat tidur dan tak butuh waktu lama dia pun sudah terlelap.


Sementara itu, tampak mobil Keynand mulai memasuki halaman Villa dan berhenti tepat di teras Villa. Terlihat Alex bergerak cepat membuka pintu mobil lalu membantu tuannya turun dari mobil.


Tidak hanya itu, Alex kembali memapah tuannya masuk ke dalam Villa. Karena tuannya sedang mabuk berat bahkan berjalan saja tampak sempoyongan dan dia harus sigap membantunya berjalan.


"Pergi Alex, aku bisa berjalan sendiri." ucap Keynand dengan mata memerah dan terlihat linglung di tempatnya.


"Tapi tuan..."


"Kau tidak mendengar ucapanku hah!" bentak Keynand sambil mengibaskan tangannya menyuruh Alex pergi dari hadapannya. Sedangkan Alex menghela nafas, lalu memutuskan melangkah menuju kamarnya yang berada di kamar tamu dan tepatnya berdekatan dengan kamar Laurent.


Kemudian Keynand berjalan sempoyongan menuju kamarnya. Dia begitu kesulitan menaiki anak tangga menuju kamarnya dan berkali-kali hampir saja terjatuh dari tangga. Untungnya dia masih berpegangan di teralis besi yang menjadi pegangan tangga.


Sementara di dalam kamar, Viona baru saja menidurkan baby Daisy. Viona menarik nafas dalam-dalam lalu dihembuskan dengan perlahan, dia merasa lega setelah berhasil menidurkan baby Daisy, seolah tugasnya selesai dikerjakan.


Viona meregangkan otot-ototnya lalu merentangkan kedua tangannya sambil menghembuskan nafasnya dengan perlahan. Setelah itu, dia akan bersiap untuk tidur.


Namun sayangnya Viona mendengar suara ketukan pintu dari luar kamarnya, bahkan pintu kamar tersebut terus di ketuk berulangkali. Padahal pintunya tidak terkunci.


"Tumben dia mengetuk pintu." ucap Viona dan dia sudah tahu betul siapa orang yang mengetuk pintu.


Dengan malas Viona bergegas turun dari ranjang dan melangkah cepat kearah pintu untuk membuka pintu kamarnya.


Ceklek


Brukk

__ADS_1


Pintu kamar terbuka lebar bersamaan pula tubuh seseorang langsung terjatuh ke lantai. Viona langsung terlonjat kaget melihat orang itu yang tidak salah lagi adalah Keynand, suaminya. Terlihat penampilan Keynand tampak berantakan. Bahkan dia mampu mencium aroma alkohol dari tubuh pria itu.


Dengan ragu Viona mendekat, mencoba untuk membantu Keynand berdiri. Tapi, Keynand langsung menepis tangannya dengan kasar. Sehingga Viona memilih membiarkan pria itu melakukan apa yang diinginkannya. Apalagi pria itu sedang mabuk.


Viona lekas menutup kembali pintu dan tidak lupa menguncinya. Setelah itu, dia melangkah ke arah tempat tidur. Saat akan membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur.


Lagi-lagi Viona mendengar suara benda berjatuhan. Sontak dia langsung mengalihkan pandangannya ke sumber suara. Hingga dia langsung membulatkan matanya melihat tangan kanan Keynand berdarah.


Viona bergegas turun dari tempat tidur dan melangkah menghampiri Keynand. Terlihat dua bingkai foto tampak pecah, dimana foto tersebut adalah foto Keynand bersama mendiang istrinya.


"Astaga, tanganmu berdarah." ucap Viona menegur Keynand yang melihat tangan Keynand berdarah.


"Minggir!..." bentak Keynand yang sedang dalam pengaruh alkohol.


Viona dengan cepat memundurkan langkahnya. Sedangkan Keynand kembali terjatuh di lantai.


Brukk...


"Kau itu sedang mabuk, tapi masih saja kekeh dengan pendirianmu." kesal Viona dan dengan sekuat tenaga kembali membantu Keynand berdiri.


"Hufff, dia berat banget." gumam Viona yang kesulitan membantu Keynand berdiri.


"Pulang-pulang mabuk, tidak tahu apa, kau itu akan merepotkan semua orang dengan kelakuanmu." ucap Viona dengan kesalnya.


Hingga Viona berhasil membuat Keynand berdiri. Lalu Viona memapah tubuh Keynand menuju sofa, ia ingin mengobati luka Keynand terlebih dahulu, setelah itu dia akan membantu Keynand berganti pakaian.


Viona bergerak mengambil kotak P3K di dalam laci untuk mengobati luka di tangan Keynand. Kemudian dia menghampiri Keynand. Saat akan mendaratkan bokongnya untuk duduk di samping Keynand. Mendadak Keynand langsung menarik tangannya hingga tubuh Viona langsung terjatuh di atas pangkuan Keynand.


"Jasmine, aku merindukanmu sayang." ucap Keynand dengan tatapan sendunya sambil menatap wajah Viona. Bahkan Keynand menganggap Viona adalah Jasmine, mendiang istrinya. Tanpa basa-basi Keynand langsung memeluk tubuh Viona karena penglihatannya, Viona adalah Jasmine.


"Bukan, aku bukan Jasmine." protes Viona sambil mendorong tubuh Keynand dan berusaha untuk turun dari pangkuan Keynand.

__ADS_1


Namun Keynand langsung mendorong tubuh Viona hingga terlentang di sofa, kemudian langsung menindihnya. Viona tidak tinggal diam, dia langsung memberontak.


"Aku bukan Jasmine, menjauh dari tubuhku!." ucap Viona gugup sambil mendorong tubuh Keynand, namun sayangnya tubuh kekar pria itu sama sekali tidak bergerak sedikitpun.


"Kau itu Jasmine.... aku tidak salah lihat. Wajahmu cantik dan aku tahu betul kau ini Jasmine istriku." ucap Keynand dengan suara seraknya. Perlahan Keynand mendekatkan wajahnya ke wajah Viona sontak Viona langsung memukul wajah Keynand, membuat Keynand langsung menatapnya tajam.


"Tolong lepaskan aku!, aku bukan Jasmine." ucap Viona sambil memberontak untuk lepas. Tapi, Keynand langsung mencengkeram kuat kedua tangannya agar istrinya tidak memberontak.


Tanpa basa-basi Keynand langsung mencium bibir Viona dengan rakusnya dan mellumatnya kuat tanpa ampun, seolah sedang meneguk manisnya madu dari bibir Viona.


"Emmmpphh.... lepaskan aku, Keynand!" ucap Viona marah sambil memberontak di sela-sela ciumannya.


Keynand terus memperdalam ciumannya. Dia terus mencium kuat bibir Viona bahkan terus mengeksplor setiap inci bibir Viona yang semanis madu. Dia tidak akan melepaskan sosok wanita yang dirindukannya selama ini, yakni mendiang istrinya Jasmine.


"Aku mencintaimu, Jasmine." ucap Keynand di sela-sela ciumannya dan tidak akan melepaskan wanita yang berada di bawah kungkungannya.


"Emmppp....Aku bukan Jasmine!" teriak Viona disela-sela ciumannya untuk kesekian kalinya dan masih berusaha memberontak untuk lepas.


Namun tenaga Keynand teramat kuat dan tidak akan melepasnya begitu saja. Tanpa melepaskan pangutannya, Keynand langsung mengangkat tubuh Viona layaknya kucing kecil dan perlahan melangkah mendekat ke arah tempat tidur. Sontak Viona langsung memberontak untuk lepas sembari memukuli punggung Keynand.


Hal itu membuat Keynand memilih menghentikan ciumannya karena memang sudah kehabisan patokan oksigen. Lalu Keynand langsung melempar tubuh Viona ke atas tempat tidur.


Viona langsung memundurkan tubuhnya di sisi pinggir tempat tidur dan tampak begitu waspada menatap kearah Keynand yang juga sedang menatapnya dengan tatapan lapar. Keynand terus menatap lekukan tubuh Viona hingga turun menatap kaki jenjang Viona sambil menelan salivanya.


Suasana menjadi hening diantara mereka. Hanya terdengar deru nafas mereka yang masih tersengal-sengal layaknya habis melakukan lari maraton. Itu semua karena akibat ciuman mereka yang berlangsung cukup lama.


Keynand langsung membuka jasnya dan melemparnya ke lantai dan kembali bergerak membuka kancing kemejanya satu persatu. Viona membulatkan matanya melihat tingkah laku Keynand, dia langsung bergegas turun dari tempat dan berlari ke arah pintu. Dia ingin segera keluar dari kamar tersebut, namun sayangnya dengan cepat Keynand menangkap tubuh Viona lalu memeluknya erat dari belakang.


"Jangan menghindari ku, Jasmine. Aku sangat merindukanmu." ucap Keynand sambil mencium punggung Viona lalu membalikkan tubuh Viona menghadap kearahnya.


"Aku bukan Jasmine, tolong buka matamu lebar-lebar. Aku Viona, wanita tawananmu." ucap Viona untuk menyadarkan Keynand. Tapi sayang pria itu dalam pengaruh alkohol.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2