
Sementara itu, Keynand mulai disibukkan dengan urusan perusahaan. Hampir setiap hari Keynand harus pulang bolak-balik ke Villa miliknya. Dia akan tiba di Villa pada larut malam. Dan selalu mendapati Viona sudah tertidur bersama putrinya. Seperti malam ini, kembali dia mendapati Viona tidur bersama putrinya
"Tidak lama lagi kau akan memiliki ibu sambung, nak." ucap Keynand menatap putrinya dan Viona yang tengah tertidur pulas di atas tempat tidurnya.
Kemudian Keynand memutuskan ke kamar mandi untuk membersihkan diri terlebih dahulu sebelum tidur. Tak berselang lama kemudian, dia sudah mengenakan piyama tidur.
Sofa panjang menjadi tempat tidurnya akhir-akhir ini. Keynand lalu membaringkan tubuhnya di atas sofa. Dia memilih untuk mengalah dari Viona. Pasalnya wanita tawanan setiap malam tidur bersama dengan putrinya.
Tidak mungkin juga jika dia harus menyuruh wanita tawanannya tidur di lantai. Bagaimana dengan putrinya yang selalu ingin bersama dengan calon ibu sambungnya. Bahkan putrinya semakin akrab saja dan mulai manja kepada calon ibu sambungnya, seolah dirinya sudah terlupakan oleh putrinya.
Karena semenjak dirinya sibuk bekerja, dia harus berangkat pagi-pagi buta dan pulang larut malam dan diwaktu seperti itu, putrinya sudah tertidur pulas. Sehingga dia tidak memiliki kesempatan untuk bersama putrinya. Dia hanya mampu melihat putrinya ketika sedang tertidur pulas.
Viona terbangun dari tidurnya karena kebelet pipis. Dia bergegas cepat ke kamar mandi. Keynand yang belum sepenuhnya tertidur sempat mendengar langkah kaki wanita tawanannya.
Viona merasa lega habis dari kamar mandi. Dia mulai mengedarkan pandangannya melihat disekelilingnya hingga pandangannya tertuju pada sosok pria tampan yang tengah berbaring di sofa tanpa menggunakan bantal apalagi selimut.
Dengan terpaksa Viona mengambil selimut dari dalam lemari dan juga bantal. Kemudian melangkah mengendap-endap mendekat ke arah sofa. Dia memiliki sifat peduli dengan orang disekitarnya. Karena jika pria itu sakit, otomatis dirinyalah yang akan repot.
Beginilah waktunya Viona akan spot jantung ketika akan memakaikan kepala pria yang dibencinya itu dengan bantal dan juga menyelimuti tubuh pria itu.
Ya Tuhan, lindungi aku. Batin Viona takut-takut.
Dengan hati-hati sambil menahan nafas, Viona mulai mengangkat kepala Keynand, kemudian langsung menyimpan bantal di bawah kepala Keynand. Hingga akhirnya pria itu menggunakan bantal. Tidak lupa Viona menyelimuti tubuh pria itu.
Setelah selesai, Viona langsung menghembuskan nafasnya dengan kasat lalu berjalan cepat untuk mengambil air yang selalu tersedia di atas nakas.
__ADS_1
Viona langsung meneguk segelas air putih hanya dua kali tegukan hingga tandas saking hausnya habis menghadapi pria yang begitu dibencinya. Ya, Viona mulai membenci Keynand. Lalu Viona memilih untuk tidur kembali.
*
*
*
Hari ini adalah hari pernikahan Keynand dan Viona. Pagi-pagi mereka berangkat ke kantor pencatatan sipil guna untuk mendaftarkan pernikahan mereka.
Sepanjang perjalanan hanya keheningan yang terjadi di dalam mobil. Baik Keynand ataupun Viona sama-sama diam. Begitu halnya dengan Alex yang tidak begitu fokus mengemudi.
Alex seperti tersambar petir di siang bolong setelah mengetahui kabar pernikahan tuannya dengan wanita yang didambakannya selama ini untuk dijadikan sebagai kekasih.
Namun sayangnya semuanya harus pupus sudah, Alex ibarat ditikung oleh bosnya sendiri dan dia tidak bisa berbuat apa-apa, yang jelasnya bosnya bahagia bersama wanita itu.
Sekitar satu jam perjalanan, akhirnya mobil yang membawa mereka sampai di kantor pencatatan sipil. Alex segera memarkirkan mobilnya, setelah itu, dia bergerak turun untuk membukakan pintu mobil untuk tuannya.
Keynand dan Viona bergegas turun dari mobil. Kemudian mereka berjalan bersama-sama masuk ke dalam kantor pencatatan sipil. Seorang pria paruh baya langsung menyambut kedatangan mereka. Rupanya pria paruh baya itu yang mengurus segala kelengkapan berkas pernikahan mereka.
Tidak butuh waktu lama Keynand dan Viona akhirnya resmi menjadi pasangan suami istri. Tidak ada kebahagiaan yang terpancar di wajah keduanya.
Keynand tidak menyangka akan berakhir menikahi wanita tawanannya. Sungguh takdir begitu kejam kepadanya, ternyata sampah penjaga Villa nya yang harus menjadi ibu sambung putrinya.
Padahal banyak wanita baik-baik diluaran sana yang bisa menjadi ibu sambung putrinya. Namun seolah keberuntungan lah berpihak kepada wanita tawanannya.
__ADS_1
Jika dia dihadapkan dengan berbagai pilihan, dia tidak akan mungkin memilih wanita tawanannya untuk dijadikan sebagai istri. Jelas-jelas wanita tawanannya adalah wanita licik, jahat dan pastinya wanita itu sudah kotor bekas para bandot tua, dia sungguh jijik jika harus mengingat kembali masa lalu wanita tawanannya.
Sebejad-bejadnya dirinya, tidak mungkin juga jika dia harus menikahi wanita bekas yang sudah tidak memiliki harga diri. Dia pun menginginkan wanita yang masih suci yang bisa melahirkan penerusnya.
Sementara itu, Viona hanya mampu memegang berkas pernikahannya dengan langkah kaki begitu berat. Mengapa dia harus menikah dengan pria yang dibencinya, pikirnya.
Viona tidak tahu lagi seperti apa masa depannya kelak. Hari ini, besok atau lusa dan seterusnya dia akan siap jika Keynand ingin mengakhiri pernikahan mereka. Baginya pernikahan yang mereka jalani hanyalah sebuah kesepakatan bersama.
Viona berjanji tidak akan pernah menuntut lebih kepada Keynand. Jika pria itu sudah tidak membutuhkan jasanya merawat bayi Daisy dia akan siap menerimanya.
Sementara di satu sisi, sekretarisnya tampak patah hati atas pernikahan mereka. Namun dia berusaha untuk menerimanya dengan lapang dada. Dirinya tidak ditakdirkan berjodoh dengan wanita bernama Viona Cassandra Matteo. Jika tuannya bahagia, dia pun akan turut bahagia. Sekarang dia hanya perlu menghapus segala kenangan dan kekaguman wanita pujaan hatinya yang masih terekam dalam memorinya.
"Ayo pulang" tegur Keynand kepada sekretarisnya yang hanya duduk melamun di ruang tunggu kantor pencatatan sipil.
"Baik tuan." ucap Alex cepat sembari bangkit berdiri. Dia hanya mampu menundukkan pandangannya dan tidak berani melihat pasangan pengantin baru itu.
Kemudian mereka berjalan bersama-sama keluar dari kantor pencatatan sipil. Alex bergerak cepat menuju parkiran untuk mengambil mobil.
Sementara Keynand dan Viona hanya mampu menunggunya. Lagi-lagi mereka terlihat seperti orang asing yang tidak saling mengenal. Kemudian mereka kompak masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi belakang.
Mobil yang membawa mereka mulai melaju kencang meninggalkan tempat tersebut. Setibanya di Villa, Viona bergegas turun dari mobil dan melangkah cepat masuk ke dalam Villa. Terlebih dahulu Viona diantar pulang ke Villa karena harus mengurus baby Daisy. Setelah itu, mobil yang membawa Keynand kembali melaju meninggalkan kediamannya.
Viona berlari kecil menuju kamarnya. Setelah berhasil masuk ke dalam kamarnya, dia langsung mengunci pintu kamarnya dan seketika air matanya tumpah membasahi pipinya.
"Aku membencimu Keynand, aku sangat membencimu. Kau sungguh tidak menghargai seorang wanita. Kenapa kau terus mengatakan bahwa aku hanyalah sampah dan wanita kotor. Apa begitu buruknya aku di matamu. Asal kau tahu, aku ini masih suci. Aku bersumpah tidak akan pernah membuka hatiku untukmu." ucap Viona mengeluarkan unek-uneknya karena sakit hati dengan ucapan Keynand.
__ADS_1
Sebelum berangkat ke kantor pencatatan sipil, lagi-lagi Keynand mencaci maki dirinya bahkan merendahkannya dan bersumpah tidak akan pernah menyentuhnya selama menjadi istrinya.
Bersambung...